MISI KEPENULISAN!
JANGAN HERAN JIKA ADA NOVEL DENGAN ALUR YANG SAMA.
Amanda Batari, atau lebih dikenal dengan nama Amanda, harus rela tinggal bersama pria yang bernama Daniel Aiden. Dan dia juga harus menjadi sekretaris Daniel selama 3 bulan. Hal itu dilakukan Amanda, sebagai upaya menolak perjodohan yang diminta kakeknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NUR ASRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membalikkan Keadaan
23
Sonia mencoba menutupi wajahnya yang terlihat sangat gugup dan juga panik.
"Kenapa cincinku bisa ada di dalam dompet Amanda? Aku tidak mengerti bagaimana bisa cincinku ada di dompet Amanda?" tanya Sonia menutupi kepanikannya.
Pelayan itu sudah pucat pasi. Dia bingung harus berbuat apa. Kini dia sudah ketahuan oleh semua orang.
"Saya yang melakukannya nona" ucap pelayan.
"Tapi kenapa kau melakukan itu pada nona Amanda?" tanya Sonia berusaha menutupi kesalahannya.
"Saya melakukan itu, karna saya benci pada nona Amanda. Saya tidak suka melihat dia ada di sini" jawab pelayan itu.
Pelayan itu menutupi kebenaran dan mengatakan kebohongan pada semua orang.
"Kenapa kau tidak suka padaku? Apa aku mempunyai salah padamu?" tanya Amanda.
"Tidak. Pokoknya aku membencimu nona Amanda" jawab pelayan itu.
"Hei,, kau hanya seorang pelayan. Beraninya kau memiliki rasa benci pada nona Amanda" ujar salah satu tamu.
"Iya. Kau tidak pantas memiliki rasa bencin pada nona Amanda" timpal tamu lain.
Banyak para tamu yang merendahkan pelayan yang sudah menuduh Amanda.
"Gawat. Jika keadaannya terus seperti ini, mungkin pelayan itu akan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Aku harus segera merubah keadaan sebelum menjadi lebih buruk lagi" ucap Sonia dalam hati.
"Hentikan! Sudah, cukup! Kalian tidak boleh berkata seperti itu pada pelayan ini" lerai Sonia.
Sonia mencoba menengahi.
"Semua ini hanya kesalah pahaman saja. Tidak perlu diperbesar" lanjut Sonia.
"Eh,, lihatlah wanita ini. Saat aku yang dituduh, dia malah terus memojokanku. Tapi saat orang lain tertuduh dia malah berbicara tentang kesalah pahaman" gerutu Amanda dalam hati.
"Biarkan dia pergi. Kita tidak boleh main hakim sendiri" ucap Sonia. "Kakek, bolehkan dia pergi?" tanya Sonia pada kakekknya yang berulang tahun.
Karna masih bingung dengan keadaan, kakek Sonia hanya menganggukkan kepalanya.
"Dengar, sekarang sebaiknya kamu pergi dari sini. Kami semua tidak mau melihat kamu ada di sini lagi" usir Sonia.
"Ba-baik nona" balas pelayan itu.
Pelayan itu berbalik dan berjalan pergi. Namun baru beberapa langkah pelayan itu pergi, langkahnya harus terhenti karna ucapan Amanda.
"Tunggu" cegah Amanda.
Pelayan itu berbalik dan menatap Amanda. Semua orangpun juga menatap Amanda dengan tanda tanya.
"Mudah sekali kau melepaskan pelayan itu nona Sonia" ujar Amanda.
"A-apa maksudmu nona Amanda?" tanya Sonia dag dig dug.
"Saat semua orang menuduhku mencuri cincinmu, kau tidak membelaku sama sekali. Kau malah memanas-manasi orang lain supaya menuduhku. Tapi sekarang, saat pelayan itu terbukti bersalah, kau malah membelanya. Kau bahkan tidak menyuruh pelayan itu meminta maaf padaku. Dengan perlakuanmu seperti ini, kau telah menghinaku sebagai tamu kakekmu" jelas Amanda.
Sonia tidak bisa berkata-kata lagi. Lidahnya menjadi kelu untuk bicara.
"Lalu apa yang kau inginkan nona Amanda?" tanya kakek Sonia yang mulai turun tangan.
"Aku ingin, pelayan itu minta maaf padaku sekarang juga" jawab Amanda.
"Hem,, baiklah" gumam kakek Sonia.
Sesuai dengan keinginan Amanda, pelayan itu meminta maaf dihadapan semua orang. Setelah meminta maaf, Amanda baru membiarkan pelayan itu pergi.
Setelah pelayan itu pergi, Sonia juga hendak pergi. Namun langkahnya harus terhenti saat Daniel berucap.
"Tunggu" ucap Daniel.
Sonia menghentikan langkahnya. Secara otomatis, semua orang melihat ke arah Daniel.
"Ada apa Daniel?" tanya Sonia.
"Kau juga bersalah dalam hal ini. Oleh sebab itu, kau harus meminta maaf pada Amanda" jawab Daniel.
"Apa! Kenapa jadi aku? Aku tidak mau meminta maaf padanya" tolak Sonia tidak terima.
"Kau harus meminta maaf pada Amanda. Kau juga bersalah dalam hal ini" jawab Daniel dengan tegas.
"Huh.." Sonia mendengus kesal. "Sampai kapanpun, aku tidak akan meminta maaf" tolak Sonia.
"Sonia" panggil kakeknya.
Sonia melihat ke arah kakeknya.
"Cepat minta maaf" titah sang kakek.
"Baiklah. Maaf" ucap Sonia dengan malas.
"Aku tidak mendengar suaramu nona Sonia" balas Amanda.
"Apa kau tuli? Aku mengucapkannya dengan jelas" tanya Sonia.
"Hei,, jaga bicaramu. Apakah begini cara bicara nona muda dari keluarga terpandang pada seorang tamu?" tanya Amanda memancing Sonia.
Sonia mengepalkan tangannya menahan marah.
"Nona Sonia, bicaralah dengan lembut. Aku yakin kau bisa melakukan itu" ucap Amanda.
"Maaf" ucap Sonia dengan terpaksa.
"Oh,, ya ampun.." Amanda mengusap wajahnya. "Nona, apa pita suaramu rusak? Aku bahkan bisa mendengar langkah kaki seekor semut yang sedang berjalan. Tapi aku sama sekali tidak bisa mendengar suaramu" ejek Amanda dengan halus.
"Maaf" ucap Amanda dengan sedikit keras. Setelah mengucapkan kata maaf, Sonia langsung pergi begitu saja.
Amanda tersenyum penuh kemenangan. Amanda memang sengaja mengolok-ngolok Sonia di depan semua orang. Dia ingin Sonia merasakan apa yang dia rasakan. Kini Amanda membalikkan keadaan.
Hening seketika.
"Em,, nona Amanda" panggil kakek Sonia berjalan mendekati Amanda.
Amanda membalikan tubuhnya dan berhadapan dengan kakek Sonia.
"Saya minta maaf atas perlakuan Sonia. Saya juga minta maaf atas apa yang terjadi ini. Awalnya saya tidak mempercayaimu. Tapi,, saya salah" ucap kakek sonia meminta maaf pada Amanda.
"Aku tau. Aku sudah memaafkan itu kek" balas Amanda.
Kakek Sonia tersenyum lega.
"Tapi.." Amanda menggantungkan ucapannya.
Semua orang menatap Amanda dengan rasa penasaran.
"Kau tau kek? Jika aku ada diposisimu, aku tidak akan mudah percaya pada perkataan orang lain. Sekalipun itu cucuku sendiri" ucap Amanda kemudian pergi menjauh ke luar dari hotel.
Amanda pergi ke luar hotel. Amanda sudah lelah dengan drama yang terjadi dipesta. Amanda ingin pulang dan beristirahat.
Amanda akan pulang dengan menggunakan taxi. Amanda berdiri di pinggir jalan menunggu taxi yang lewat. Namun Amanda belum sempat mendapat taxi, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Amanda melindungi kepalanya menggunakan dompet yang dibawanya.
"Ah,, hujan.." ucap Amanda. "Pakaianku jadi basah. Ke mana lagi taxi,, disaat dibutuhkan dengan segera, taxi malah tidak ada" keluh Amanda.
Saat itu juga, ada sebuah mobil yang berhenti tepat di hadapan Amanda. Rupanya itu adalah mobil Daniel.
"Masuk" suruh Daniel.
Karna kehujanan, Amanda terlihat sangat *****. Dia tampak berkilau dengan keadaannya yang basah kuyup. Rambut yang lepek akibat air membuat pesona Amanda lebih terpancar.
Amanda masuk ke dalam mobil Daniel.
"Huh,, sepertinya cuaca tidak berpihak padaku" ucap Amanda.
"Tapi dia berpihak padaku" gumam Daniel.
"Apa tuan? Apa kau mengatakan sesuatu?" tanya Amanda yang mendengar samar gumaman Daniel.
"Ah, tidak" jawab Daniel.
Daniel melajukan mobilnya di jalanan.
Beberapa lama diperjalanan, Amanda menyadari kalau ini bukan jalan menunu rumah.
"Tuan, ini bukan arah rumahmu. Kita mau ke mana?" tanya Amanda.
"Kita akan ke rumah sakit" jawab Daniel.
"Untuk apa ke rumah sakit?" tanya Amanda bingung.
"Untuk mengobati lukamu" jawab Daniel sambil melirik sekilas jari amanda yang masih merah.
"Tidak usah tuan. Nanti juga sembuh sendiri" tolak Amanda.
"Tidak bisa" balas Daniel. "Lagian,, kenapa kamu melakukan itu? Kamukan tau kamu alergi pada platinum. Seharusnya kamu tidak boleh memakai cincin itu. Kau tidak perlu melakukan itu untuk membuktikan kalau kau tidak mencuri" ucap Daniel menceramahi Amanda.
"Karna itu adalah cara yang paling cepat tuan. Dan juga,, aku berterima kasih padamu karna kau sudah mempercayaiku" ucap Amanda.
"Hem,, sudahlah.." balas Daniel.
Sesampainya di rumah sakit, Amanda melakukan pemeriksaan. Setelah selesai, Amanda dan Daniel pulang ke rumah.
Daniel memakaikan jasnya pada tubuh Amanda agar dia tidak kedinginan. Daniel mengantarkan Amanda ke dalam kamarnya.
Di dalam kamar Amanda, Daniel sedang mandi. Sementara Amanda mengobati tangannya yang terluka.
Amanda tidak tau kalau di belakangnya ada Daniel. Setelah selesai, Amanda berdiri dan membalikkan tubuhnya. Alhasil Amanda dan Daniel bertabrakan.