NovelToon NovelToon
Hot Jenderal !!!

Hot Jenderal !!!

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Fara Dela Sandi

Jenderal tinggi di tinggal kan oleh sang istri. Menjadi duda dengan satu orang Putri. Banyak wanita yang berlomba-lomba menginginkan Bara Dirgantara. Namun tak semua nya tulus pada Putri cantik nya. Hingga, ke dua orang tua sang Hot Jenderal itu memutuskan untuk menikahkan Bara dengan adik dari Nana Wijaya. Turun Ranjang, begitu lah orang-orang menyebutnya. Akan kah cinta antara mereka berdua bersemi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fara Dela Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 (Pertanyaan Yang Sulit)

.

Mohon dukungan nya selalu ya Kakak-kakak dengan cara Vote poin agar cerita ini mendapat rengking untuk pengikutan lomba #YouAreAWriterS3 dan juga jangan lupa untuk selalu Like dan rame kan dengan Komentar tentang cerita satu ini.🙏🙏🙏☺️☺️☺️☺️☺️☺️ cerita nya akan up tiap hari

.

.

.

"Kak Kevin!" Teriakan keras dengan kaki kecil berlari mendekati pria imut itu yang kini menoleh.

Kevin berdiri dari posisi duduknya. Menyongsong anak perempuan cantik itu. Sebelum mengendong dan memutar di udara. Gelak tawa Sora mengalun keras. Ayah dari anak perempuan berusia enam tahun kurang itu terlihat mencabik melihat interaksi sang putri dengan pria satu marga dengan ya itu. Aurora tersenyum lebar kala rungu nya penuh dengan tawa Sora.

"Ck! Kevin saja di panggil Kakak. Aku yang jelas lebih tampan dan muda ini malah di panggil Paman," protes Josep dengan wajah kesal.

Kevin hanya mencibir mendengar kata protes yang keluar dari mulut Junior nya itu. Sora menoleh pada Josep yang cemberut di belakang tubuh Kevin.

"Paman Josep lebih terlihat tua dari pada Kak Kevin, tau!" balas Sora mendapatkan semburuaan tawa dari orang-orang yang berada di taman.

Aurora dan Bara baru bergabung dengan anggota militer lain nya. Hari ini anggota militer mendapatkan hari libur bersama. Selama dua hari, hingga bisa berkumpul berlibur bersama.

"Wah! Pasangan pengantin baru sudah sampai," goda Yuta pria keturunan campuran Indonesia-Jepang dengan wajah mesum.

Aurora tersenyum membalas godaan Yuta. Sedangkan sang suami terlihat menatap tajam ke arah bawahan nya itu.

"Kau iri?!" Sinis Bara dengan sengaja menggenggam tangan Aurora di depan teman-temannya.

Suasana di taman mulai riuh kala Bara memperlihatkan kemesraan di depan mereka. Sedangkan Kevin memasang wajah ingin muntah. Aurora merona mendapatkan perlakuan hangat dari sang suami. Meski dengan wajah datar khas milik nya.

Roy menatap sayu ke arah ke dua nya. Kelopak matanya terlihat menghitam. Sebelum netra almond milk pria bermata almond itu jatuh pada wajah chubby Sora. Anak perempuan itu kini di gendong oleh Keken. Gelak tawa dari Sora membawa senyum tipis di bibir Roy. Raut wajah yang berubah-ubah dari Roy tak luput dari perhatian Kevin. Lelaki imut itu terlihat senantiasa memperhatikan Roy Amanah diam-diam. Ada rasa kasihan menjalar di hati Kevin. Bagaimana pun, Roy sama berartinya dengan Bara. Lelaki itu juga sahabat nya. Apa yang harus lelaki imut ini lakukan. Di satu sisi ia tak ingin merusak kebahagiaan Bara. Di sisi lain, ia tak ingin melihat rasa sakit itu selalu ada di ke dua manik mata Roy. Harusnya dulu ia menghalangi pernikahan Bara dan Nana. Agar tidak ada kehancuran di persahabatan mereka bertiga. Namun sayang, semuanya telah terjadi dan berlalu. Meski di sini, hanya Roy Amanah yang hidup di masa lalu.

"Maafkan aku," lirih Kevin yang hanya mampu di dengar oleh semilir angin.

***

Langit di atas sana berwarna jingga. Terlihat begitu indah sekaligus menenangkan. Para lelaki duduk melingkari meja di taman. Mereka berbicara dengan berbagai topik. Setelah makan besar. Para wanita entah sedangkan apa saat ini. Pada pria terlihat heboh. Dengan banyak topik. Sora duduk dengan tenang di dalam pelukan Josep. Meski ke duanya terlihat sering bermusuhan. Karena Sora yang tak ingin memanggil nya dengan sebutan 'Kakak' namun sesungguhnya ke duanya cukup damai.

"Apakah sebentar lagi Sora punya adik?" celetuk Doni menoleh pada Bara yang hampir saja tersedak minuman nya.

"Ey! Pasti lah. Lihat lah betapa mesra nya mereka tadi?" kini giliran Keken angkat suara.

"Aku penasaran berapa ronde mereka melakukan nya?" Tio tak mau kalah menggoda sang Jenderal tinggi. Meski tau Jenderal besar Dirgantara itu akan melakukan hal gila kala mereka kembali bekerja. Tak masalah. Kapan lagi mereka mempunyai kesempatan menggoda Bara Dirgantara yang membosankan itu.

"Aku bertaruh itu pasti dua puluh ronde. Mengingat stamina Jenderal Dirgantara kita ini," jawab Josep kala tak kunjung mendapat jawaban dari Bara.

Bara Dirgantara menatap garang bawahnya. Sedangkan mereka malah semakin menjadi menggoda Bara. Sora dengan wajah polos hanya menjadi pendengar yang baik. Anak perempuan ini tak paham apa yang di maksud pria dewasa. Tentang apa itu ronde? Tak ada yang menyadari jika di antara mereka ada anak di bawah umur. Yang mendengar perkataan mereka.

"Yaks!!! Tidak bisakah kalian berhenti menjadi kan aku topik aneh hari ini, huh!" Kesal Bara melipat ke dua tangan nya di atas dada.

"Mana mungkin. Hanya hari ini kami semuanya bebas berpendapat. Dan mengatakan hal yang bisa membuat wajah mu berubah garang Jenderal Dirgantara," tukas Lucas dengan senyum nyeleneh khas milik nya.

"Yap! Bener sekali. Kapan lagi kan. Mumpung ada waktu," celetuk Tio.

Mark hanya tersenyum aneh. Aurora ternyata mampu merubah Bara. Merubah sahabat nya yang selalu no komen akan banyak hal yang di bicarakan orang-orang padanya. Menjadi Bara Dirgantara yang peduli akan banyak hal. Bahkan ekspresi nya ikut berubah-ubah.

"Sora mau adik berapa?" tanya Josep dengan nada lucu pada anak perempuan yang ada di pahanya.

Sora menenggadah menatap wajah Josep. Ah! Orang-orang baru sadar jika ada Sora di sini. Wajah polos itu tampak berpikir keras.

"Bolehkah Sora mau adik dua belas?" tanya Sora dengan wajah ragu.

Gelak tawa langsung melambung mengisi udara yang terasa mulai dingin di kala senja menyapa. Bara bahkan melongo mendengar permintaan sang putri. Dua belas adik? Hem. Bara Dirgantara tak masalah akan hal itu. Toh membuat nya tak lah sulit kan. Tapi apakah, Nyonya muda Dirgantara itu akan kuat membuat nya?

Eh- salah. Maksudnya apakah Nyonya muda Dirgantara itu kuat melahirkan anak sebanyak itu?

"Wah! Banyaknya," ujar Kevin tak percaya wajahnya terlihat sumringah.

"Apakah terlalu banyak Kak Kevin?" Tanya Sora dengan dahi berlipat halus. Beberapa kali ia berkedip lucu.

Uh! Sungguh mengemaskan. Itulah yang ada di otak para pria. Serentak kepala semua nya mengangguk. Sora mendesah letih. Ia kecewa karena permintaan nya terlalu sulit. Usapan di puncak kepalanya membawa senyum hadir di wajah Sora.

"Kenapa Soea mau adik sebanyak itu?" tanya Bara dengan nada hangat. Owh! Teman-teman Bara merasa iri dengan Bara. Dimana mereka masih membujang. Tanpa status lebih dari pacaran dan main. Sedangkan Bara sudah mempunyai dua istri. Dan satu orang anak yang imut nan menggemaskan.

"Karena Daddy jarang pulang ke rumah. Sora dan Bunda kesepian. Jika ada dua belas adik, maka Sora maupun Bunda tidak akan kesepian," jelas Sora dengan semangat.

Garis bibir Bara terangkat tinggi. Meski ada sesal di ke dua iris mata Bara mendengar jawaban sang putri. Telapak tangan Bara turun, menyentuh pipi chubby Sora. Mengusap perlahan dan tersenyum hangat.

"Daddy!" panggil Sora dengan nada ikut,"Bagaimana cara membuat bayi?" lanjut nya dengan mata berbinar-binar penuh keinginan tahuan.

GLEK!!!

Bukan hanya Bara yang tercekat dan sulit menelan air liurnya. Para lelaki yang menggelilinggi meja juga sama. Pernyataan sederhana namun mampu membuat mereka semua kelimpungan. Cara membuat bayi? Bagaimana caranya?! Hem.

"Ke-—kenapa Sora mau tau cara membuat nya?" tanya Josep tergagap di awal.

"Hem. Hanya penasaran saja Paman. Apakah membuat nya susah atau tidak. Kalau susah tidak usah banyak," jawab Sora kelewatan polos.

Bibir Kevin berkendut. Ingin rasanya ia tertawa keras. Bara melepaskan telapak tangan besarnya membingkai sisi wajah sebelah kanan Sora. Wajah nya memerah.

"Membuat nya sih tak susah, malah enak. Dan bikin nagih kan ya, Jenderal Dirgantara." Ujar Lucas tanpa tau malu, ia menarik turunkan ke dua alis matanya. Menggoda Bara Dirgantara.

Sontak saja tatapan tajam meluncur menghujam Lucas. Sedangkan Sora terlihat kembali berbinar. Jika tidak sudah membuat nya pasti bisa lebih banyak. Dan Sora mau tau caranya.

***

"Merindu kan nya?" Seruan nada lembut menyapa rungu Roy.

Roy Amanah menoleh. Menatap sang pemilik suara. Wanita cantik yang begitu ia sayangi. Wanita cantik itu tersenyum mendekat nya.

Berdiri di samping Roy. Ia tau pria ini merindu kan sang kakak.

"Hem. Selalu rindu," jawab Roy pelan melirih.

"Aku juga merindukan nya."

"Aku menyesal," ujar Roy begitu parau.

Aurora menyentuh telapak tangan Roy. Pria ini, adalah pria yang hangat. Ia sangat menyayangi Roy. Selayaknya kakak kandung. Rp selalu ada untuk nya. Bahkan pria ini tak segan-segan membiayai uang sekolah nya saat di Amerika.

"Aku pun. Andaikan aku mengalah saat itu. Kakak dan Kak Nana pasti akan bersama," sesal Aurora.

Tidak ada jawaban. Roy memejamkan ke dua matanya. Mencoba mengontrol hatinya. Sebelum membuka ke dua matanya.

"Aku menginginkan Sora. Aku ingin dia di besarkan olehku," ujar Roy dengan nada serius.

Bagaimana di sambar petir. Aurora pucat pasi. Ia bungkam bersama rahasia yang tak bisa di buka. Sora Dirgantara memiliki rahasia besar akan kelahiran nya. Haruskah ini terbongkar? Tidak. Tidak boleh. Ini akan membuat kakaknya malu.

Bibir Aurora terbuka namun tertutup kembali saat mendengar derap langkah kaki menuju ke arah mereka.

TBC

WAJIB VOTE & KOMEN

Mohon dukungan nya dengan memberikan Vote Poin, Like dan komen nya ya all..

Agar cerita ini bisa memenangkan lomba

#YouAreAWrinterS3

🙏🙏🙏🙏🙏🙏☺️☺️☺️☺️

1
Andriyati
apa apa apa,, sora bukan anak bara,,, omaigott
Cee Suli
mampir lagi kak kangen sama ini novel,,,,semangat y
Ct Marimar
boring ya..x de yg woww ..jln cerita yg pelit1 .
Niaa🥰🥰
Luar biasa
Ibelmizzel
visual ny dak cocok sebagai jendral jauh.😁
Rovin Wijayanti
ok
Theodora Messakh
Keren sekali Aurora, pepet terus sampe dapet daripada si nenek lampir Kayla yg deket...bakalan menderita si Sora
Devi Sihotang Sihotang
bagus aurora... buat keyla kesal... hahaha
Elizabeth Zulfa
pengen tau reaksi bara pas tau klo Sora itu bukan anknya... kira2 apa zg bkalan dilakukan ya...
Elizabeth Zulfa
di bara kek lagu dangdut itu loh... zg bunyinya gini nih " Ande2 orong2 ora Melok gawe Melok momong " 😁😁😁😁
kasian tp lucu 😅😅
Noor Laila Khairul Isma
Good
Wiwuk Putri
wah apa ini
konspirasi konspirasi
Wiwuk Putri
spt dugaan q di flash back ternyata itu bukan anak pak jendral
Wiwuk Putri
nama nya suka berubah ubah jd bingung ini yg siapa itu yg mana
Senja
fix author nya Nctzen dr yuta taeong lukas mark, kita liat siapa lagi yg akan muncul jd cameo di novel ini
Senja
author nya nulis sambil bayangin sohyun sama taeyong
Senja
koq jauh ya di sungai Han
ida fitri
aku mampir ya thor biarpun dah end tpi bikin aku penasaran sama alur ceritanya
Dian Susantie
mana nih Thor.. yg Yamato udh lama bingit ga up.. 😓😓😓
Rosmawati/jnr
Bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!