Ini adalah lanjutan dan Berondong Bayaran, CEO Cantik Bagian pertama.
Setelah memilih melanjutkan pernikahan dan merobek kontrak yang pernah mereka buat. Keenan Arka Adrian yang berusia 22 tahun, serta istrinya Amanda Marcelia Louise yang kini telah berusia 32 tahun. Mereka sepakat menjalani biduk rumah tangga ditengah segala perbedaan yang ada.
Mampukah mereka mempertahankan rumah tangga yang telah dibangun dengan susah payah tersebut?. (Jangan lupa baca bagian pertamanya di "Berondong Bayaran, CEO Cantik)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pratiwi Devyara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesta
"Man, lo dimana?"
Tiba-tiba Josephine mengirim chat pada Amanda.
"Kenapa beb?" tanya Amanda pada temannya itu.
"Eh, ntar malem kan Velia ulang tahun tuh. Bantu gue yuk kasih surprise ke dia." ujar Josephine.
Berhubung Amanda saat ini tengah menikmati masa lajang berjangka, ia pun lalu menyetujui hal tersebut. Lagipula semenjak menikah, ia jadi lebih sering di rumah dan mikir-mikir dulu kalau diajak pergi oleh teman.
Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga. Kalaupun pergi ia harus pergi dengan Arka.
"Boleh, jam berapa dan dimana?" tanya Amanda.
Josephine lalu memberitahu jadwal dan juga tempat dimana mereka akan memberikan kejutan ulang tahun untuk teman mereka itu.
"Oke." jawab Amanda lagi.
"Nanti kabarin aja kalau lo udah jalan." tambahnya.
"Sip." balas Josephine.
Amanda lalu melanjutkan pekerjaan. Sore harinya Josephine kembali mengirim chat pada wanita itu.
"Man, gue balik ini langsung jalan ke toko kue. Janjian disana aja kalau nggak."
"Toko kue mana nih?" tanya Amanda.
"Chocolove." balas Josephine.
"Yang di jalan anggrek 5 itu kan?" ujar Amanda lagi.
"Iya, cus kesana aja ya say."
"Oke-oke." balas Amanda.
Ketika jam pulang kantor benar-benar tiba, Amanda langsung menyusul Josephine ke toko kue tersebut. Sesampainya disana mereka memilah-milah.
Awalnya Amanda biasa saja, sampai kemudian ia melihat beberapa cake yang sering dimakan oleh si kembar. Amanda berniat membeli, namun ingat bila si kembar tak dirumah.
Ia harus tak peduli dan tak boleh memikirkan mereka. Sebab jika dipikirkan, nanti akan keterusan. Lalu masa-masa lajang berjangka yang tengah ia nikmati akan terganggu.
"Lo kenapa, Man?" tanya Josephine pada Amanda.
"Ah, nggak." jawab wanita itu.
Josephine kemudian mendekat ke arah kasir. Amanda seperti di panggil-panggil oleh cake tersebut. Dan parahnya lagi disebelah cake itu, terdapat bolen pisang yang sangat disukai Arka.
"Yuk, Man." ajak Josephine ketika mereka telah selesai dan hendak kembali ke mobil.
Amanda berjalan di belakang Josephine kemudian sama-sama masuk ke mobil. Di sepanjang perjalanan menuju tempat dimana mereka akan memberi surprise pada Velia, Amanda kepikiran pada kue-kue tadi.
Betapa ia ingat Azka dan Afka sangat senang memakannya. Begitupula saat Arka dihadapkan pada bolen pisang yang dipadu coklat. Ia kadang tak lagi bicara saking menikmati kudapan tersebut.
Karena terus diganggu oleh hal itu, Amanda meraih handphone dan membuka aplikasi ojek online. Kemudian ia membuka laman toko kue yang tadi.
Ia memilih beberapa cake untuk anaknya dan mengirimkan cake tersebut ke rumah ibu Arka. Ia juga membeli yang lain agar bisa dinikmati juga oleh orang tua Arka serta Rianti. Tak lama setelahnya Amanda mengorder lagi untuk Arka.
***
"Gaes, Kuy!"
Dion mengirim pesan di grup management Peace Production dan hal tersebut dibaca oleh seluruh anggota, termasuk Arka.
"Kuy."
"Kuy."
"Kuy."
Rekan-rekan sesama artis asuhan manajemen tersebut menjawab dan rata-rata dari mereka menyetujui. Arka ingin sekali ikut, namun ia mengirim chat terlebih dahulu pada Rio.
"Ri, ikut anak-anak management yuk." ujarnya.
"Emang lo bisa ikut?" tanya Rio.
"Kan gue lagi menjalani status single berjangka sekarang." jawab Arka.
"Oh iya, lupa gue." balas Rio lagi.
"Lo udah kebelet banget nih pengen have fun?" tambahnya.
"Ayolah, Ri. Sebelum gue balik jadi suami dan bapak-bapak lagi." ucap Arka.
Mendadak ada rasa iba di hati Rio ketika mendengar hal tersebut. Ia pikir tak ada salahnya menyenangkan sahabatnya itu untuk sejenak.
"Ya udah deh, ayo!" ujarnya kemudian.
"Asek, lo apa gue nih yang jemput?" tanya Arka.
"Terserah, lo boleh, gue boleh." balas Rio lagi.
"Ya udah, gue aja yang jemput." tukas Arka.
"Oke." jawab Rio.
Maka malam itu seiring dengan perginya Amanda ke sebuah bar, guna memberikan kejutan pada Velia. Arka pun menjemput Rio untuk pergi ke tempat serupa.
Sebab anak-anak managementnya jika have fun pasti pergi ke bar. Biasanya mereka akan ajojing sampai pagi sambil minum minuman beralkohol.
Arka menjemput Rio di kediaman ayahnya. Sebab sahabatnya itu memang tengah berada di sana untuk saat ini.
Sebanyak dua kali dalam sebulan, Rio pasti ada mengunjungi dan menginap di rumah ayahnya tersebut.
"Kamu mau kemana?"
Ayah Rio bertanya pada sang putra, ketika akhirnya Rio tampak telah bersiap.
"Mau pergi sama Arka, pa." jawabnya kemudian.
"Mau nge-club?" tanya ayahnya lagi.
"Iya, bareng anak-anak management." ucap Rio.
"Pulang jangan terlalu malam, Arka temanmu itu sudah berumah tangga. Beda dengan kamu yang masih single."
Ayah Rio mengeluarkan pernyataan berisi nasehat, yang membuat Rio seketika terdiam. Ayahnya tersebut tak mengetahui jika saat ini Arka tengah menjalani kehidupan single untuk beberapa saat.
Rio ingin menjelaskan, namun takut tanggapan ayahnya akan lain dan perkara ini menjadi panjang. Akhirnya iya memilih mengiyakan saja perintah ayahnya tersebut.
"Iya pa, nggak pulang malam koq." ujarnya.
"Ya sudah, sana!" tukas sang ayah lagi.
"Tiiiin."
Terdengar klakson mobil dari luar pagar. Maka Rio pun berpamitan dengan sang ayah dan segera menemui Arka.
Setelah itu mereka mulai tancap gas menuju tempat yang telah di tentukan.
***
Amanda dan Josephine tiba di sebuah bar, dimana Josephine telah membuat janji dengan Velia dan dua teman akrab Velia yang lainnya yakni Desi dan Elman yang sedikit melambai.
Amanda tak mengenal dua orang itu, tapi kemudian di kenalkan oleh Josephine. Saat ini mereka telah tiba duluan dan menunggu di sebuah room yang telah di booking terlebih dahulu.
Sementara Velia dibuat janji temu di jam berikutnya. Supaya Amanda, dan Josephine serta dua lainnya bisa menyembunyikan surprise yang mereka bawa.
Musik dari DJ mengalun. Di jam-jam awal memang terasa sedikit slow dan belum terlalu energik. Namun Amanda sangat-sangat menikmati situasinya.
Sudah lama sekali sejak terakhir ia menginjakkan kaki di tempat seperti ini. Rasanya jiwa Amanda kini seperti melayang di udara. Single memang membuat kita jadi lebih bebas mengatur kehidupan kita sendiri.
***
Arka dan Rio tiba, saat itu telah ada beberapa anak manajemen Peace Production yang duduk di salah satu table.
"Widih, akhirnya Arka bisa ikut." celetuk salah seorang dari mereka.
Arka hanya tersenyum tipis lalu duduk di table yang ia dan Rio reservasi sendiri. Mereka tau anak manajemen pasti tak mereservasi hanya satu meja saja, melainkan banyak.
Namun Arka menginginkan table yang di pesan sendiri agar lebih nyaman. Beruntung mereka dapat meja yang berdekatan, dengan meja anak-anaknya manajemen tersebut.
Daaaan...sekarang author favorit aq update lagi. Senangnyaaa....Sehat² terus ya, kakak Dev...we love you 😍😍😍
sehat sehat kak author