Nayna yang berencana pulang kampung untuk mengisi hari liburnya justru harus mengalami hal yang sangat tidak ia inginkan. Menikah !! yaa di usianya yang sudah 26 tahun dia memang belum memiliki rencana untuk menikah, namun hari ini ia harus menikah.
"Dengan siapa?" Batin Nayna bertanya-tanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Sulistianingsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
Nayna menatap Putri yang masih menundukkan kepalanya menatap ubin lantai berwarna putih, dengan sesekali air mata menetes mengenai tangannya yang saling bertemu.
"Put, Kalau kamu butuh teman cerita bisa sama aku"Ucap Nayna, Putri terdiam cukup lama walaupun telinganya dengan jelas mendengar ucapan Nayna
"Mbak"Ucap Putri, Menyeka air mata di pipinya
"Apa aku ini terlihat lebih jelek dari perempuan tadi?"Tanya Putri
"Kamu lebih cantik dari dia kok, Hanya saja kamu kurang modis" Jawab Nayna yang terlihat sangat jujur
Putri yang mendengar tidak merasa sakit hati sama sekali, Karna dia menyadari penampilannya sangat biasa saja.
"aku sama dia sudah pacaran selama 3 tahun mbak, Dia baik, selalu menemani ku ketika teman-temanku yang lain menjauhi ku karna aku miskin dan tidak modis, Aku selalu membantu dia mengerjakan tugas-tugas kuliahnya, setiap aku gajian pun selalu memberi dia uang walau pun tidak banyak, karna aku tau uang jajan dia tidak banyak, selama 3 tahun aku selalu berusaha menjadi pacar yang baik, pernah suatu kejadian dia hampir memperkosa aku mbak..."
Nayna yang mendengar cukup terkejut
" Tapi aku tau dia saat itu khilaf, dan aku memaafkannya, tapi kenapa dia balas aku dengan pengkhianatan mbak" Ucap Putri dengan air mata yang kembali membasahi pipinya
"Putri" Ucap Nayna yang membuat Putri menatap Netral Coklat terang milik Nayna
"Kamu perempuan baik, Air mata mu terlalu mahal untuk menangisi laki-laki br*ngs*k kaya dia, Yang harus kamu lakukan sekarang membuat dia menyesal, Kalau kamu terus-terus kaya gini gak akan merubah apa pun" Ucap Nayna
"besok temui Aku jam 11 pagi di Plaza, Kamu harus berubah, Buat sih br*ngs** itu nyesal, Dan temukan cinta sejati mu yang sesungguhnya" sambung Nayna mengeratkan Tangannya pada Bahu Putri, Tangis Putri pun telah reda dan menatap Nayna dengan senyum manisnya.
"Sudah malam, Aku pamit pulang dulu" Ucap Nayna
"Makasih ya Mbak Nay" Ucap Putri
" iya, Ingat Air mata mu terlalu mahal jangan menangisi laki-laki breng** " Ucap Nayna sebelum meninggalkan halaman rumah Putri
Putri merupakan anak sulung dari 2 bersaudara, Adiknya kelas 6 Sekolah dasar, Bapak Putri adalah seorang petani sayur dan ibu nya hanya ibu rumah tangga biasa, Putri Pergi ke Kota Balikpapan untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang lebih tinggi, walaupun ia harus bekerja saat pagi hingga sore hari ,Malam hari nya ia harus kuliah , Putri tidak pernah mengeluh, Toh dia bekerja untuk membiayai sekolahnya dan juga hidupnya.
***
" Apa kamu sudah makan?"Tanya Nayna yang melihat Raka menonton berita
"Menurut kamu?"Tanya Raka Balik dengan wajah darat
"Ini aku belikan Kepiting saos tiram"Ucap Nayna memperlihatkan sebuah kotak yang didalamnya berisi kepiting saos tiram , Nayna pun menyiapkan Dua buah piring yang telah di isi nasi.
"Sudah jam 11 malam kurang ternyata" gumam Nayna yang melihat jam di dinding dapur
"Cepat kesini, Aku mau tidur ini sudah ngatuk"Teriak Nayna
Raka pun bergegas menuju meja makan dan melihat telah tersaji sebuah kepiting saos tiram, Raut wajah Raka tak terlihat bahagia tak juga terlihat tak senang, Sebuah ekspresi yang tak di mengerti oleh Nayna
"Kalau gak mau makan mulai besok aku gak mau masak" Ucap Nayna, Mendengar ucapan Nayna pun membuat Raka segera menggeser kursi dan duduk di kursi tersebut
Raka dan Nayna pun terlihat sangat sabar memisahkan daging kepiting dari cangkangnya.
*
Suara adzan subuh terdengar merdu di telinga umat muslim, Nayna membuka matanya perlahan,dengan sempoyongan Nayna berjalan menuju kamar mandi dan segera membasuh wajahnya dengan air wudhu yang membuatnya tersadar, Mukena berwarna putih yang di kenakan Nayna terlihat sangat pas dan tampak sangat cocok ia kenakan, setelah selesai Sholat Nayna tak lupa untuk mengaji walau pun ia bukan wanita yang pandai dalam hal agama namun Nayna pun tau kalau mengaji itu menenangkan hati.
Usai mengaji Nayna yang biasanya langsung lanjut tidur kali ini tidak, Ia segera menyelesaikan pekerjaan rumah, Mencuci baju, menyapu rumah lalu mengepel, setelah itu ia pun memasak untuk sarapan.
"Buat nasi goreng terasi aja kali ya" Gumam Nayna saat membuka penanak nasi yang berisi nasi yang semalam ia masak
Nayna pun mengambil 2 butir telur ayam, 2 buah sosis Ayam, Daun bawang, cabai rawit, bawang saudara tiri alias bawang merah dan bawang putih, tomat ukuran sedang, ebi, dan tak lupa terasi.
pertama-tama Nayna membuat telur mata sapi, Setelah itu pun menghaluskan bawang merah bawang putih, cabai rawit, tomat, terasi dan juga sedikit ebi, Setelah bumbu halus Nayna segera menumis bumbu hingga wangi, setelah itu ia memasukkan daun bawang yang telah di potong halus, sosis Ayam dan yang terakhir Nasi, Tak lupa Nayna menambahkan 2 sendok saos tomat dan 1 sendok kecap manis dan asin.
"Wangi banget" Ucap Raka
Mencium aroma wangi masakan Nayna membuat cacing-cacing di perut Raka membunyikan gendang masing-masing, hingga mengeluarkan Suara yang cukup keras. Raka pun segera menuju Ruang makan.
2 porsi nasi goreng dengan hiasan Telur mata sapi, selada dan juga mentimun telah tersaji diatas meja makan.
"hahahahaha" Tawa Nayna Pecah saat melihat Raka
"Wajah mu kenapa?"Tanya Nayna di sela-sela tawanya, Raka menatap Kesal
"Ini gara-gara kamu tau" Jawab Raka yang telah duduk di kursi
"Hahaha... Sumpah muka mu lebih bagus begini" Ejak Nayna dengan menunjuk bercak merah di wajah Raka
"Tapi...Bentar... Kenapa bisa salah ku?"Tanya Nayna yang telah selesai tertawa dan menatap Raka penuh selidik
"Kamu kasih aku makan kepiting, Sedangkan aku alergi kepiting, Jadi ya begini jadinyaa" Jawab Raka
"hei... Kalau kamu alergi kepiting ngapain dimakan kepitingnya" Ucap Nayna yang terlihat mulai kesal
"kalau aku gak makan kamu bakal gak buatkan masakan buat ku lagi" Jawab Raka
"hahaha kamu ini pura-pura beg* atau memang beg* , Kalau kamu alergi itu bilang, kalau kamu bilang ya gak mungkin juga aku kasih makan kamu kepiting" Omel Nayna
"Tapi bukannya semalam kamu makannya lahap banget ya" Ucap Nayna kembali
Raka tak menghiraukan ucapan Nayna dan hanya fokus menyantap nasi goreng terasi yang ada di hadapannya.
"Sudah kamu obatin?"Tanya Nayna disela-sela sarapan
"belum" Jawab Raka singkat padat dan jelas
"Selesai makan di obati" ucap Nayna yang dibalas anggukan kepala oleh Raka
"oh iya setelah makan aku mau pergi, Kamu bisa kan beresin ini" Jelas Nayna yang mendapat tatapan datar dari Raka
"Kalau gak mau ya sudah"Jawab Nayna
"Sama siapa kamu pergi?"Tanya Raka penuh selidik
"Kepo" Jawab Nayna
"kamu lupa sama janji mu, kalau libur kerja harus dirumah" Ucap Raka
"tapi ini mendesak,Lagian perjanjiannya kan setiap hari minggu dan ini masih hari sabtu"
"Gak boleh" Ucap Raka singkat padat jelas
"Kok sekarang kamu larang-larang aku sih?"Tanya Nayna yang mulai kesal
"kalau aku bilang gak boleh ya gak boleh" Bentak Raka
"Bodo Amat"Ucap Nayna meletakkan piring kotornya di atas wastafel, Raka menatap Nayna dengan penuh amarah
entahlah Raka merasa seperti tidak di anggap oleh Nayna, Mengatur satu perempuan saja begitu sulit.
Merasa udara yang sangat panas, Nayna pun memutuskan pergi meninggalkan Raka.
***
Sorry kalau ceritanya kurang greget ,soalnya author masih belajar 🙂