NovelToon NovelToon
Dream Destiny

Dream Destiny

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / TimeTravel / Reinkarnasi / Chicklit / Tamat
Popularitas:349.2k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Cerita tentang gadis yang meninggal di usia muda namun hidup kembali di dunia yang berbeda. Bagaimanakah kisah kehidupan nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

# Jangan lupa arahin jempol kamu untuk favorit❤️ kan novel aku karena favorit itu ga bayar ya guys 😉. Terus kalau udah selesai baca, like dan komen yang seru-seru oke... 😘

*****

Suara derap langkah kaki yang berlari menggema dilorong kosong yang panjang. Raut wajah yang terlihat panik menggambarkan bahwa telah terjadi sesuatu yang besar dan sangat penting.

"Braaakk!!" (Suara pintu dibuka paksa)

Dua pria yang sedang berada didalam ruangan itu terkejut dan langsung berdiri dari duduknya.

Terlihat seorang yang panik dengan keringat dipelipisnya mendekat lalu membungkuk hormat.

"Tuan... maafkan saya yang telah lancang. Namun ini gawat, sesuatu terjadi pada nona. Ia diserang oleh Red Dragon, pembunuh bayaran dari serikat Dragon. Mereka milik keluarga Shaden"

"Apa!!" (Suara serempak)

"Bagaimana dengan keadaan Naz?"

"Nona baik-baik saja bersama pengawal dan pelayannya tuan muda. Ia kini sedang berada di mension seorang bangsawan rendah di Brilane. Mereka mengirimkan pesan melewati anak buahnya dan ini..?!"

Kepala pelayan kediaman Kley menunjukkan sapu tangan yang terdapat tulisan tangan Nazyela disitu.

Adrian Kley ingat bahwa saputangan itu ia berikan kepada adiknya saat ia pulang dari negara lain sebagai oleh-oleh. Lelaki itu lalu meraih saputangan dan membaca dengan nyaring isi dari tulisan itu.

Siapapun yang telah membaca pesan ini, Ayah maupun kakak aku baik-baik saja. Beberapa hari aku akan berada di Brilane. Aku ingin mengatakan bahwa keluarga Shaden telah berupaya untuk membunuhku. Sir. Yukil sedang terluka, aku akan mengabari ketika ingin kembali. Maka jemput lah aku.

"Ayah... ini sama saja mereka menyatakan perang terhadap kita?!"

Adrian terlihat sangat marah.

"Tidak bisa dibiarkan beraninya mereka berusaha membunuh putriku. Panggil Kruf kesini beserta kesatria-kesatria terbaik kita?!!"

"Baik tuan"

Segera kepala pelayan undur diri melaksanakan perintah tuan Histon.

*****

Di mension pangeran Jongya.

Sir. Yukil mendapatkan pengobatan dari dokter pribadi Jongya begitu pula Nazyela dan Nakuna. Mereka berencana akan kembali ketika keadaan Sir. Yukil sudah mulai membaik dan bisa melakukan perjalanan jauh.

Pengamanan di mension itu kini diperketat. Anggota Red Dragon sudah mati semua. Mereka pasti marah besar dan mengingat bahwa mereka bisa saja menemukan mension itu apalagi orang yang mereka buru berada disana. Tidak butuh waktu lama setelah Nazyela mengirimkan pesan ke kediamannya. Pengawal dari bangsawan Kley didatangkan untuk menambah jumlah orang-orang mereka. Granat dikirim satu kotak peti untuk berjaga-jaga bila terjadi penyerbuan kembali oleh Serikat Dragon.

Dalam sebuah kamar, dua orang gadis tampak sedang serius berbicara. Nazyela meminta untuk disediakan tempat tidur tambahan agar Nakuna bisa selalu menemaninya. Kejadian yang mereka alami bukan hal yang bisa di anggap biasa. Rasa takut masih saja menghampiri. Ini adalah dunia yang penuh kejutan bagi Nazyela. Kemewahan serta impian yang selama ini hanya khayalan bisa ia nikmati hidup di dunia ini. Namun semua itu setara dengan pertarungan hidup yang ia lalui selama disini.

Tak pernah sekalipun ia membayangkan dirinya melukai orang lain bahkan membunuh. Tetapi didunia ini ia bagai wonder women yang tak takut kepada musuh. Walau tubuh bergetar dan ketakutan yang menyelimuti seluruh hati dan pikirannya, namun demi bisa menghirup udara esok hari, semua itu ia tepis dengan berlaku nekad.

"Nona... apa nona merasa pangeran berbeda dari sang Ratu?"

Nazyela melihat Nakuna dan menatap gadis itu dalam-dalam. Ia memikirkan maksud dari pertanyaan yang di lontarkan oleh pelayannya itu.

"Yah... aku juga tidak tahu pasti, apa dia benar begitu atau dia hanya mencoba mendekatiku untuk mendapatkan dukungan politik dari keluargaku"

Benar.... nggak aku pungkiri dia memang memikat hatiku. Tapi aku belum tahu pasti tujuannya, apa karena politik atau karena dia juga tertarik padaku. Hmm...ambigu.

Aku harus tetap waspada.

"Maafkan saya yang lancang ini nona, tapi saya menilai yang mulia pengeran berbeda jauh dengan yang mulia ratu. Jika benar itu... hem.. nona... saling mencintai satu sama lain bagaimana dengan yang mulia ratu dan tuan besar. Apakah keduanya akan memberi restu? Semua orang dinegeri ini tahu bagaimana tirannya yang mulia ratu"

Yah... kau benar lagi Naku, salah satu alasan ini lah yang cukup buat aku resah. Tapi aku punya cara mengatasi ini.

"Kita lihat saja nanti"

Nakuna tampak berpikir sesekali melihat ke arah Nazyela.

"Tidurlah.. lukamu lebih banyak dariku. Aku akan berjalan-jalan sebentar"

Nazyela bangun dari tempat tidurnya, mencari alas kaki dan hendak mencari angin dengan berjalan-jalan sebentar.

"Tapi nona ini sudah sangat larut, dan kita tidak tahu bila sewaktu-waktu terjadi penyerbuan?! Sebaiknya saya temani nona saja"

"Tidak usah, kau beristirahatlah dan lihat ini aku menggendong tas ajaibku. Di dalam nakas itu aku juga menaruh beberapa"

Nazyela menunjuk nakas yang berada didekat tempat tidur Nakuna. Tas ajaib yang dimaksud Nazyela adalah tas yang selalu ia bawa yang berisikan granat.

"Baik lah nona. Dan berhati-hatilah..."

Ujar Nakuna yang terlihat sedikit mencemaskan nonanya.

Nazyela tersenyum dan membalas dengan anggukan. Gadis itu pun keluar meninggal kamar tidurnya.

Ia melangkah perlahan sambil melihat lihat pajangan serta lukisan didinding lorong yang kecil itu. Sewaktu berkunjung pertama kali, ia tidak sempat melihat-lihat isi mension itu.

Langkahnya berhenti di salah satu lukisan besar yang memperlihatkankan seorang wanita yang duduk menatap kedepan.

"Kau suka lukisan ini?"

Nazyela terkejut mendengar suara seseorang yang berada tepat dibelakangnya.

"Yang mulia..."

Nazyela menunduk hormat setelah mengetahui sang pemilik suara.

"Kau belum tidur?"

" lLebih baik munculah dengan tanda yang mulia, jika tidak ingin mension ini hancur dan tubuh anda berserakan"

Jongya mencerna perkataan Nazyela ia melihat gadis itu menggendong tas yang berbahaya menurutnya. Lelaki itu menelan salivanya.

Wajar saja tas itu dibawa kemana-mana mengingat mereka masih dalam kondisi waspada.

"Ternyata kau selalu membawanya. Yah.. tidak ada salahnya selalu berjaga-jaga. Tapi sungguh kau galak sekali"

Jongya terkekeh setelah mengatakan hal itu.

Nazyela tidak merespon candaan Jongya. Baginya ia telah terbisa dengan anggapan galak terhadap dirinya. Gadis itu lalu kembali melihat lukisan yang ada di depannya.

Lah babang baru tahu aja aku galak. Ada noh.... beberapa juga bilang gue galak dulu didunia sebelumnya.

"Hem.. Namanya Monalisa, aku tidak tahu siapa dia. Lukisan ini sudah ada dirumah ini sejak aku masih kecil. Kakekku juga bilang hal yang sama. Lukisan ini sudah ada disini sejak beliau masih kecil"

Jongya memang tidak banyak mengetahui sejarah lukisan itu.

"Jadi lukisan ini penuh misteri?"

Tentu saja, ini kan lukisan monalisa yang terkenal diseluruh dunia. OMG.. aku bisa liat dengan sepuasnya disini. Kalau diduniaku mesti pergi ke musium Louvre Paris dulu baru bisa. Nah, berapa duit coba kalau mau kesana.

Ini kalau dijual berapa banyak duitnya ini...

Mata Nazyela tampak berbinar-binar melihat lukisan itu. Jiwa matrenya bergejolak menggebu-gebu. Jongya yang melihat ekspresi gadis itu tak bisa menahan rasa ingin tahunya.

"Kau terlihat bahagia sekali.. "

"Tentu saja. Lukisan ini sangat indah"

"Kemarilah... kau bisa melihat lagi yang lainnya"

Jongya mengulurkan tangannya dan meraih tangan Nazyela lalu menggenggam erat. Nazyela terdiam dan tersipu. Namun tak menolak ajakan sang pangeran. Mereka lalu menyusuri lorong-lorong yang ada di mension.

"Apa kau mau mendengarkan kisahku?"

Nazyela berjalan lalu melihat ke arah laki-laki itu.

"Sungguh kehormatan bagi saya yang mulia mempercayai saya untuk mendengarkan kisah yang mulia"

"Baiklah... sebaiknya aku mulai dari mana? Hemm... aku memiliki ayah yang seorang raja dan ibu sang ratu tiran. Juga kakak tiri laki-laki"

Nazyela terkekeh...

"Kalau itu saya juga tahu. Sepertinya yang mulia tidak benar-benar ingin menceritakan kisah hidup anda"

Jongya tersenyum melihat Nazyela terkekeh.

"Tidak. Sungguh aku ingin bercerita.. dengarlah"

"Baiklah.. baiklah.. saya akan mendengarkan sambil duduk di kursi itu, kaki saya sudah mulai lelah mengelilingi rumah ini"

Saran Nazyela lalu duduk dikursi yang ada dekat mereka.

Lukisan : Monalisa

Seniman :Leonardo Da Vinci

Abad ke 16 tahun ca. 1503-06 di lanjutkan hingga tahun ca. 1517

Beri dukungan untuk aku dong😘

* Like 👍

* Komen

* favorit ❤️

*Rate⭐⭐⭐⭐⭐

*Hadiah

*Vote, Terima kasih 🤗

Baca juga Cintai Aku Seikhlasmu , bagi yang suka kisah yang menyesakkan dada 😂.

Terima kasih 🙏

1
Khoerun Nisa
jujur aku sempet brtanya2 apa pembuat novel ini produser pilm Indosiar yg peran utamanya hnya BS menangis di tampar diem di hina diem ..maap tor bukn mnghujat tp stlh sekian lma pengagum noveltoon aku sering bc hnya novel mulh yg Kya sinteron mnjalani kehidupan kedua tp TK ada prubahan../Pray/
Khoerun Nisa
tnyata azela menggantikan posisi azela yg asli hnya untuk kisah percintaan semata
Khoerun Nisa
piks sprti ikan terbang bnran mendengar doa azela haha
Khoerun Nisa
emng azela onatas menerima tamparan selaintdk bs mmbals lah mau2 aja ma pria bristri
Khoerun Nisa
hah sudah kutebak ahirnya akan gmn azela dn pangeran hah sungguh mengecewakn
Khoerun Nisa
melihat azela JD Kya melihat sinetron ikan terbang cm bs nangis
Khoerun Nisa
lagi2 bgtu azela hah bukan hnya pisik yg lemah tp hati mu juga
Khoerun Nisa
klu benar dia gadis cerdas dn pinter TDK akan brahir sprti itu cm menangis cih peran utama sprti pelayan lemh
Khoerun Nisa
jujur sbnrnya kisah dlm novel ni keren bingit mlh sy suka novel ini tp kekurangannya otor buat peran utama nya lemah pisik jdi kurang semangat bcanya mlh sy menyalahkan nasib azela yg asli knp GK di masukin roh mafia seperti yg lain nya yg kuat dn bnyk trik dlm kelucikn
Khoerun Nisa
sampe kpan kmu trus bodoh nazela
Khoerun Nisa
sampe skrng aku GK tau sejarah atu cerita di balik lukisan itu yg jelas aku GK pernah nanya google
Khoerun Nisa
knp harus granat yg di kirim knp pistol aja tor
Khoerun Nisa
musuh tinggal satu orang memakai granat apa si pangeran GK BS bela diri sungguh aneh novel nih
Khoerun Nisa
nazela asli GK bruntung knp tubuhnya harus di tempati manusia lemah harus brgetar ktmu musuh tinggal dor aja masa GK bs
Khoerun Nisa
kebanyakan kata2 yg penuh teka teki ..siapa yg berbicara dn siapa lawan bicaranya
Khoerun Nisa
knp harus menjadi putri yg lemah
Khoerun Nisa
si otor gila..wlu gmn pun Adrian Kaka nya knp harus di buat imajinasi bgtu SM Ade nya ..aku GK suka cara nya hnya jiwanya yg lain klu tubuh ttp adik Kaka kandung..
kurnia rahayu
Luar biasa
Nenk An
/Smile/
Ibuk'e Denia
aq mampir thor ke karyamu
Q⃟🆄𝐞𝐞𝐧🦋: Terima kasih 😘🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!