davindra Shaquille adijaya ,,, adalah seorang anak tunggal dari Narendra adijaya yang terkenal sebagai mafia kejam di seluruh jagat raya dunia hitam,
ia selalu menjadi anak kebanggaan ayah nya ,namun sejak ibu nya meninggal Narendra adijaya menikah lagi dengan seorang perempuan yang sudah memiliki satu anak , Gilbert Robert adalah saudara tirinya ,sejak saat itu kehidupan Davindra mulai berubah , kepercayaan sang ayah yang mulai memudar , kasih sayang sang ayah yang mulai luntur dan terbagi, membuat davindra tumbuh menjadi seorang yang keras kepala dan tidak mau mengalah ,,
di masa remaja nya ia menyukai gadis yang bernama
Aurora zahera ,gadis cantik dan manis yang membuat hari hari nya berwarna ,namun warna itu seketika hilang Ketika Aurora pergi dan pindah ke luar negeri ,,
mungkin kah mereka akan bertemu kembali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kartini Quen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
seno
Setelah kejadian beberapa hari lalu di pulau terpencil ,Davin jarang bertemu dengan Aurora, ia di sibukan dengan pekerjaan nya yang padat akhir akhir ini ,
Raka berjalan menghampiri bos muda nya, membawa beberapa berkas yang harus di tanda tangani.
" selamat siang pak Davin ,"
" langsung aja ka"
" ini pak ada beberapa berkas yang harus bapak tanda tangani"
Raka menyimpan berkas berkas itu di Atas meja kerja.
" kalau begitu saya permisi pak"
" eh tunggu Raka"
" ada paka?"
" gimana kabar Aurora?"
"maaf pak saya kurang tahu akhir akhir ini kita kan sibuk "
" kamu cari tahu ya , kabar dia"
" baik pak , nanti saya akan coba cari tahu"
" oh iya pak ,saya lupa ,ada yang mau sampai kan"
" ada apa"
" pelaku penembakan bapak beberapa waktu lalu sudah di temukan dan sudah dapat bekuk polisi"
" oh iya ,siapa, siapa orang nya?"
" ternyata dia sepupunya pak Gilbert pak"
" apa ,sepupu Gilbert?"
" betul pak "
" tapi apa motifnya ,saya saja tidak kenal sama dia "
" bagaimana kalau hari ini Kita ke kantor polisi pak,kita tanya biar lebih jelas"
" oke ,nanti pulang kerja kita ke sana "
" baik pak , kalau tidak ada yang mau di bicarakan lagi saya balik ke ruangan saya dulu ya pak"
" iya ka silahkan"
Raka pun pergi dari ruangan Davin
" sepupu Gilbert ,kok bisa ,saya saja gak kenal dengan dia ,apa jangan jangan di suruh Gilbert " monolognya
" ah , bagaimana ya kabar dokter kecil saya " batinnya, bibir nya sedikit tertarik saat mengingat kejadian di pulau .
" saya sangat berharap kemarin itu kita tidak di temukan,"
Aurora berjalan menuju kamar pasien ,hari ini ada 5 anak yang masuk rumah sakit karena keracunan makanan,
" permisi ibu ,saya mau izin periksa adek nya dulu ya" ucap Aurora
" oh iya dok , silahkan " jawab ibu pasien
Aurora berjalan menghampiri anak kecil itu,ia tersenyum ramah .
" hallo anak ganteng ,gimana udah enakan?" tanya dokter Aurora
" aku gak mau enakan" jawab random anak kecil itu
Aurora tersenyum
" loh ,loh , kenapa tidak mau enakan ,kan kalau udah enakan terus sembuh ,bisa pulang,bisa main sama mama papa lagi"
" nggak mau nya main sama doktel cantik saja"
" loh kok gitu nak ,kamu harus sembuh ,masa Main sama dokter cantik,kan dokter cantiknya lagi kerja" ucap ibu pasien
" gak mau ,mama gak asyik," ucap nya
Aurora terkekeh kecil
" anak ganteng gak boleh marah marah ya, nanti kalau kamu sembuh ,Bu dokter kasih hadiah deh" bujuk Aurora
" Waaah ,hadiah,aku suka hadiah" seru anak kecil itu
" oh iya ,kamu suka hadiah apa?
" aku suka nya pistol"
ibu pasien pun langsung menegur anaknya
" hei siapa yang ngajarin kamu main pistol ,itu kan berbahaya," ucap ibu pasien
" om Davin suka kasih aku pistol mama" jawabnya
Seketika Aurora terkejut mendengar kata Davin di sebut.
" om Davin?" ulang Aurora
anak itu pun mengangguk
" sayang ,yang om Davin kasih itu pistol mainan ,bukan pistol beneran" ucap ibu pasien
" tapi aku mau nya benelan mama"
" maaf dek ,apa Bu dokter boleh periksa adek nya dulu?"
" Bu doktel, nama aku seno, panggil aku seno aja"
Aurora pun tersenyum dan menoel gemas pipi gembul anak itu
" kamu pintar banget sih ,anak siapa nih?" goda Aurora
" aku anak om Davin doktel cantik" jawab
" maaf ya dok,Seno Memang dekat banget sama pak Davin "
" iya Bu ,gak apa-apa "
Setelah selesai memeriksa Aurora pun pamit
" waah anak pintar ,kamu udah membaik ya ,besok gak boleh makan sembarangan lagi ,gak boleh jajan sembarangan lagi ya " pesan dokter Aurora
" oke Bu dokter cantik ,Seno nurut" jawabannya
" anak pintar "
" kalau begitu saya permisi, mau periksa pasien yang lain ya Bu,, kalau hari ini kondisinya semakin membaik , nanti sore juga boleh pulang ya Bu, di jaga ya Bu Reno makanan nya" ucap dokter Aurora
" baik dok, terimakasih "
" sama sama"
Saat Aurora ingin melangkah ke luar ,Seno malah berteriak ,,
" i love you dokter cantik" teriak Seno sambil membuat bentuk love di tangan nya
Aurora yang melihatnya pun langsung tersenyum gemas ,
" i love you too,anak ganteng " jawab Aurora sambil menggelengkan kepalanya
" hai Ra ,"sapa dokter Adam saat Aurora baru keluar dari ruangan
" eh , dokter Adam," Aurora pun tersenyum dan mengangguk
" udah selesai visit nya,loh kok sendiri mika mana?"
" mika tadi katanya mau ke toilet dulu tapi belum dapat lagi,"
" aku temenin ya "?
" nanti selesai visit kita makan siang bareng yuk?"
" boleh" jawab Aurora
Mika yang melihat kedekatan dokter Adam dan Aurora pun terasa kesal
" kenapa sih ,harus Aurora" monolognya
mika cemberut dan menemui mereka yang sedang berbicara
" hai Ra ,duh maaf ya lama ,ke toilet nya ,eh dokter Adam , sedang apa di sini?"
" gak apa apa mik,kan masih ada pasien yang lain,yuk kita ke ruangan yang lain"
" dokter Adam ,kita pamit dulu ya "
"Iya Ra , jangan capek capek ya"
"terimakasih dok"
Aurora dan mika pun pergi ke ruangan pasien
" mik,kamu kenapa sih ,sejak kemarin kok tumben gak ke apartemen aku?"
" gue sibuk Ra "
" mik, kalau ada Maslah kamu cerita ya sama aku "
mika pun mengangguk
Aurora tiba tiba teringat ucapan Seno tadi ,yang menyebut nama Davin
" dia gimana ya kabar nya" batinnya
Namun tak lama ia tersadar
" apaan sih coba , ingat ingat dia ,yang ada nanti dia geer lagi" batinnya
hari ini cukup melelahkan untuk Davin , ia sibuk meteng dengan beberapa perusahaan perusahaan penting ,
hingga sore tepatnya pukul 17:00 Davin baru selesai dengan pekerjaan pekerjaan yang menghimpit nya akhir akhir ini
" sore pak ,kita jadi ke kantor polisi sore ini?"
" jadi ,ayok kita berangkat sekarang "
" baik pak"
davin dan Raka pun memutuskan untuk pergi ke kantor polisi
Tak lama mereka pun sampai di sana ,
" selamat sore pak Davindra" sapa polisi
" sore pak ,apa saya bisa bertemu dengan orang nya sekarang "
" tentu pak , silahkan ,"
Polisi mengantar Davin dan Raka untuk menemui tersangka penembakan itu
" silahkan pak Davin , Saya harap tidak ada kegaduhan nanti nya" ucap polisi
" baik pak"
Tak lama seorang narapidana pun datang dan menghampiri nya ber sama polisi yang mengantar nya
" silahkan , waktu kamu hanya sebentar " ucap petugas lapas
Seorang pria pun duduk menghadap Davin dan Raka
" silahkan pak Davin" ucap petugas
" terimakasih pak"
Setelah petugas sedikit menjauh barulah Davin langsung bertanya
" siapa yang suruh lho ,apa itu Gilbert" tanya nya
Pria itu hanya diam dan tak menjawab
" gue tanya siapa yang nyuruh lho " kesal Davin
" sabar pak" ucap Raka