Menikah karena terpaksa dengan Mario asisten dari saudaranya. Untuk menutupi aib dirinya dan juga keluarganya.
Membuat Valery memperlakukan Mario dengan semena mena.
Mario yang tidak mempermasalahkan perlakuan Valery terhadapnya. Menerima dengan ikhlas karena Mario tahu sifat Valery apalagi Valery sedang mengandung.
Disaat keduanya sudah tumbuh rasa cinta. Disitulah terjadi ke salah pahaman. Membuat Mario langsung keluar dari rumah dan meninggalkan Valery. Dan Valery begitu kehilangan sosok Mario pria yang sudah merubah dunianya.
Akankah keduanya bersatu lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23 Menunggumu
Senyum sinis terukir dari sebelah sudut bibir Maria sekretaris Lery sambil mendekati ke arah Mario setelah kepergian Lery, membuat Mario langsung beranjak dari duduknya.
“Aku bisa...”
Plak plak
Dua tamparan mendarat di kedua pipi Mario sebelum dirinya menyelesaikan perkataannya.
“Aku kira kamu sudah berubah Mario. Tapi aku salah menilaimu selama ini. Inilah kamu yang sesungguhnya,”
“Aku bisa menjelaskan ini semua Maria,”
“Aku tidak butuh penjelasan darimu! Pantas saja akhir-akhir ini kamu berubah. Jadi ini jawabannya?”
“Aku mohon Maria. Aku bisa...”
“Diam!” bentak Maria memotong perkataan Mario sambil menampik tangan Mario yang akan meraih tangannya. Kemudian Maria mengambil berkas milik Lery yang berada di atas meja kemudian meninggalkan Mario.
“Maria tunggu! Aku bisa menjelaskan semua ini,” teriak Mario tapi tidak dihiraukan oleh Maria yang langsung keluar dari rumah.
“Sial,” ucap Mario sambil mengacak acak rambutnya kasar. “Bagaimana aku menjelaskan kepadanya ahhh sial,”
“Menjelaskan apa pada siapa?” tanya Lery yang tiba-tiba sudah berada di ruang tamu sambil menggendong Marco membuat Mario langsung terkejut sambil membalik tubuhnya menatap Lery.
“Itu ada teman yang baru datang ke Indonesia. Dan dia membutuhkan aku untuk menjelaskan bagaimana keadaan disini,” jawab Mario sambil tersenyum untuk meyakinkan perkataannya.
“Oh begitu. Terus Maria kemana?”
“Tidak tahu katanya dia akan menyelesaikan pekerjaannya di kantor,” bohong Mario. “ Oh ya Lery Aku harus menemui temanku sekarang. Dan aku pergi dulu tidak masalah kan?” tanya Mario sambil mencium Marco yang berada di gendongan Lery.
“Pergilah papa Mario,”
“Terima kasih,” ujar Mario beralih mencium kening Lery.
“Hati-hati di jalan papa Mario,” ucap Lery sambil melambaikan tangannya ketika Mario sudah berada di pintu untuk keluar rumah.
*
*
*
Jam menunjukkan pukul delapan malam saat Lery baru saja selesai menyiapkan makan malam kesukaan Mario yang selama ini sering disantap Mario di bantu dengan asisten rumah tangganya. Kemudian Lery mengambil ponsel miliknya yang tergeletak di atas meja makan untuk menghubungi Mario.
“Mario kenapa dari tadi ponsel kamu dimatikan,” ucap Lery sambil meletakkan ponselnya karena lagi, lagi ponsel Mario tidak bisa dihubungi. Kemudian Lery menuju kamar Marco saat pengasuhnya mengatakan Marco ingin minum asi.
Jam menunjukkan pukul dua belas malam saat Mario pulang ke rumah. Dan dirinya merasa heran karena sudah larut malam tapi lampu belum ada yang dimatikan seperti biasa. Kemudian Mario menghentikan langkahnya saat akan menaiki tangga menuju kamar. ketika menatap meja makan yang penuh dengan makanan dan dirinya lebih terkejut lagi saat ada Lery yang sedang tertidur sambil terduduk dengan kepala di sandarkan di atas meja makan. Kemudian Mario langsung menghampiri Lery yang berada di meja makan sambil menyelipkan rambut Lery ke belakang telinga kemudian memberikan ciuman di kening Lery.
“Kamu sudah pulang Mario?” tanya Lery sambil membuka matanya dan menguap saat menyadari Mario sudah pulang.
“Kenapa kamu tidur disini?” tanya Mario balik tanpa menjawab pertanyaan Lery.
“Aku sedang menunggumu untuk makan malam bersama. Lihatlah aku yang menyiapkan makanan kesukaan kamu. Dan kamu tahu aku yang memasak semua ini,”
“Benarkah?”
“Tentu saja. Ayo kita makan. Aku sudah lapar dari tadi menunggu kamu,”
“Kenapa kamu melakukan itu. Kenapa kamu tidak makan terlebih dahulu?”
“Karena aku ingin makan malam bersamamu,” jawab Lery sambil tersenyum ke arah Mario.
“Baiklah. Untuk permintaan maafku karena pulang terlambat aku akan menyuapimu,” ujar Mario yang langsung mengambil makanan yang berada di meja makan kemudian menyuapi Lery dengan telaten.
“Dan aku juga akan menyuapimu,” ucap Lery yang langsung mengambil sendok yang berada di tangan Mario dan menyuapi Mario. Dan Mario langsung membuka mulutnya saat Lery akan menyuapinya meskipun dirinya sudah kenyang setelah makan malam di luar.
Bersambung............
ini to...
kpn lak wesss ndang....
rono rene...mario...