Seorang gadis yatim piatu tinggal dengan neneknya, bertemu dengan CEO tampan. Pertemuan yang tak di sengaja membuat mereka mereka terikat di sebuah pernikahan.
"Tuan Alex yang terhormat, jangan coba-coba menyentuhku atau kau harus ganti rugi." jari telunjuk Arie menegak tepat di wajah Alex, Arie merasa itu akal akalan Alex agar bisa menyentuhnya.
"Cih.. kau bahkan bukan levelku."
Alex menatap tak kalah mengintimidasi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Realrf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kena batunya
Malam Surabaya yang hiruk pikuk dengan segala aktifitasnya, namun tidak dalam apartemen Alex begitu masuk kamar Arie Nuwa tak lagi keluar, Arie bersyukur setidaknya gadis itu tidak merepotkannya dan Arie pun bisa beraktivitas seperti biasa.
"Wes mari, kari ados e" [ sudah selesai, tinggal mandi] wajah Arie nampak puas menatap hasil karyanya malam ini, kung Pao chiken, beef teriyaki, tempe,sayur SOP kesukaannya dan sambal kecap kedengarannya ga nyambung tapi ya sudahlah hehe. dengan riang Arie melangkah kecil ke arah kamarnya.
"Iyo...lali aku, ya opo Iki?( iya aku lupa, bagaimana ini?) Arie bergumam, berdiri di depan pintu kamarnya, bagaimana pun itu kamarnya dan semua barang-barangnya ada di sana.
"Tok..tok..."
"Nuwa boleh aku masuk" karena tidak ada jawaban Arie akhirnya membuka pintu.
Ceklek..
Di dapati Nuwa yang tidur pulas di atas ranjang miliknya, Arie pun bergegas mengambil beberapa pakaian dan beberapa barang milik, setelah itu dia langsung keluar mengendap endap tanpa suara. setelah selesai membersihkan dirinya di kamar mandi tamu Arie kembali ke kamar Nuwa untuk mengajaknya makan malam.
Tok...tok ..
"Nuwa makan malam sudah siap"
"Aku tidak lapar kak nanti saja" sahut Nuwa dari dalam kamar.
"Ya sudah kalau kau lapar, makan saja aku sudah menyiapkannya di meja"
"Iya kak"
"Ga luwe ya wes aku mangan dewe" ( ga lapar ya sudah aku makan sendiri) gumam Arie lirih, melangkah pergi ke meja makan ia pun menikmati makan malam sendiri seperti biasanya, karena percuma menunggu Alex pulang, dia akan selalu pulang larut malam. setelah menikmati makan malam Arie melanjutkan ritual malamnya bengong di balkon.
Angin begitu semilir malam ini, Arie menatap jalanan Surabaya dari atas ketinggian, melihat lalu lalang sorot lampu mobil mengingatkannya akan masa lalunya yang harus berkutat dengan debu jalanan sepanjang hari. masa susah dimana dia harus menahan lapar, bahkan ia pernah berharap orang lain untuk tidak menghabiskan roti yang di makan, karena saat orang itu membuangnya Arie bisa memungutnya untuk mengganjal perut. Sekarang sudah berbeda dia tak lagi kelaparan tapi dia kesepian rumah yang mewah tanpa ada kawan hemh membosankan.
tap..tap..
Suara langkah berat mendekatinya membuyarkan lamunan Arie, Arie menoleh kebelakang seperti yang ia duga langkah kaki itu milik pangeran sipit miliknya.
"Jam berapa ini,kenapa sudah pulang?" tanya Arie heran.
"Aku akan mengajak Nuwa makan malam di luar" jawab Alex singkat "kau mau ikut?"
"Tidak terima kasih" Arie kembali Melayangkan pandangannya ke luar gedung.
"Kau sudah makan, Nuwa bilang kau tidak memasak apapun di rumah,maka dari itu dia mengajakku pergi keluar"
Arie tersenyum kecut mendengar ucapan Alex.
O..ngunu caramu markonah hemh munafik, awakmu salah ngolek musuh hohoohoho ( o.. begitu caramu markonah, .kau mencari musuh yang salah) gumam Arie dalam hati, dia hanya menunjukkan senyum sinis di bibirnya.
"Arie aku tau kau belum terbiasa dengan Nuwa, tapi aku harap kalian bisa jadi teman baik"
"Tenang saja aku akan menjadi temannya yang paling baik" tanpa menoleh Arie menjawab.
"Terima kasih" Alex pun berlalu meninggalkan Arie di balkon, dan beberapa saat kemudian Arie mendengar tawa Nuwa dan Alex yang menyusuri ruang tamu bersama.
Arie menatap punggung mereka, Nuwa yang bergelayut manja di lengan Alex membuatnya merasa jijik.
Nikmati hari mu adik ipar ku sayang, aku ga janji sesuk awakmu jek iso nguyu hihihiiiii [ aku tidak janji besok kau masih bisa tertawa] gumam Arie di akhiri dengan tawa khas mba kunti.
********
Seperti biasa Arie tertidur di depan televisi yang menyala, ada yang berbeda biasanya Alex hanya akan menyelimutinya namin kali ini Tuan sipit ini mengendong nya ala bridel dan membawanya ke kamar.
"Kau tidurlah ini sudah malam" tak menjawab muka Nuwa di tekuk sebal melihat perlakuan Alex yang dia anggap berlebihan pada istrinya.
Meskipun Alex sedikit kesusahan saat membuka pintu tapi akhirnya dia bisa masuk, dia membaringkan tubuh Arie dengan perlahan di atas ranjang king size miliknya, Alex merapikan anak rambut Rie yang menutupi wajahnya, hidung minimalis, alis yang tebal, bibirnya yang berwarna merah muda pucat, paduan dari semua itu.
"Cantik" itu yang tercetus dari mulut Alex, ujung jari Alex masih betah bermain di bibir yang lembut, Arie melenguh, bibirnya sedikit terbuka, Alex menempelkan bibirnya mengikuti nalurinya, mel***tnya pelan agar Arie tidak terbangun, Alex mengakhiri ciumannya saat tubuh Alex mulai menggeliat, walau sebentar itu terasa manis.
"Emh" Arie membuka matanya, tangannya menyentuh bibirnya terasa basah, moso aku ngiler [masa aku ngiler] batin Arie.
Arie bangkit dari tidurnya mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, ia merasa asing dengan interior kamar ini. Matanya membulat saat menyadari dimana dia berada.
ceklek
Bau harum sabun menyeruak ke seluruh ruangan, Alex keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya, tetesan air yang jatuh dari rambutnya yang masih basah dah jajaran roti sobek itu, Arie terpana di tak berkedip menatap maha karya ciptaan Tuhan yang begitu indah.
"Kau bisa menyentuhnya jika kau mau" Alex melangkah mendekat.
Arie memalingkan wajahnya yang sudah semerah udang rebus, Alex semakin mendekat jantung Arie berdetak tak karuan.
Ssst... meneng... meneng... Ojo koyo diesel e kompresor ishh [sst diam diam jangan seperti mesin diesel kompresor] Arie meruntuki bunyi detak jantungnya yang begitu keras, dia berharap Alex tidak mendengarnya.
Greep
Alex memegang tangan Arie, menuntunnya menyentuh jajaran roti sobek miliknya. mata Arie terbelalak saat tangannya benar benar menyentuh perut Abis suaminya, di menatap bingung pada Alex yang tersenyum melihatnya, sontak Arie menarik tangan namun gagal, karena Alex memegangnya dengan erat, mau kalah Arie mencoba sekali lagi mencoba mendorong Alex menjauh dengan sekuat tenaga.
Buukkk
Tubuh Arie sukses mendarat di atas tubuh Alex yang telanjang dada, saat Arie mendorongnya Alex dengan sengaja menarik tangan Arie, posisi yang menguntungkan bagi Alex.
deg
deg
Manik mata mereka beradu, pipi Arie bersemu merah, posisi seperti ini membuat Arie tak nyaman, Arie refleks mengigit bibir bawahnya, Alex menatapnya dengan seksama, melihat Arie mengigit bibirnya begitu mengoda membuatnya menelan saliva.
"Ehem, kurangi makan mu, kau berat sekali" Alex memalingkan wajahnya, niatnya mengerjai Arie malah jantungnya sendiri yang berdegup tak karuan, belum lagi bocil yang sudah bereaksi karena tekanan dari atas.
"Issh" dengan kesalArie bangkit dari tubuh Alex, dan kembali ke ranjang membungkuk dirinya dengan selimut.
Sementara Alex kembali ke kamar mandi, menguyur tubuhnya dengan air dingin untuk menghilangkan panas tubuh yang sudah menjalar ke otaknya.
cewek lain km perhatikan sedangkan istri sendiri km abaikan dasar gob**k