NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta

Terjerat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cintapertama
Popularitas:94.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rniehamizan

Di khianati, adalah satu kata yang paling menyakitkan. Bagaimana pria yang tak lagi punya rasa cinta itu bisa menjerat para wanita dalam pesonanya?

Ketulusannya terhadap Echa putri tirinya membuat Arfian menjadi pria paling di idamkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rniehamizan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"haaaaaahhh...kau gila, kau ingin membunuh ku?" Rena meraup oksigen sebanyak-banyaknya.

Cekikan Liliana begitu kuat dan berkesan ingin membunuhnya secara sengaja. Seluruh sarafnya hampir saja mati rasa.

"aku kesal karena kau begitu bodoh." Liliana mendengus, dia memandang Rena tak merasa bersalah sedikitpun.

"apa maksud mu aku bodoh. aku mencintai Ben dengan tulus, dia cinta pertama ku. Dan kau... itu artinya kau juga bodoh karena mencintainya." Rena berdiri.

Matanya terlihat sangat marah. Menatap Liliana dengan pandangan menantang.

"ya..aku akui memang bodoh diriku ini, tapi aku melakukan ini demi membalas apa yang telah dia lakukan padaku. berselingkuh dengan mu...huh.. aku hanya ingin mengangkat nya tinggi lalu menjatuhkannya sedalam yang aku bisa."

Liliana sebenarnya tak benar-benar ingin menikah dengan Ben. Dia hanya ingin menipu pria itu, setelah rencananya berhasil maka dia akan membunuh Ben secara perlahan. Pria itu tak menyadarinya karena dia merasa jika Liliana cinta mati pada nya.

"jika aku benar-benar ingin menjadi istrinya untuk apa aku mengundur pestanya bukan?"

Rena diam. Pernikahan Ben dan Liliana seharusnya memang sudah berlangsung kemarin, tapi entah apa yang terjadi tiba-tiba saja pernikahan mereka batal karena gedung yang mereka sewa tiba-tiba saja menolak untuk bekerja sama karena alasan yang tak jelas. Mengatakan jika uang sewa yang di berikan Ben dan Liliana kurang terlalu banyak. Hingga akhirnya Ben terpaksa harus mencari gedung lain yang sampai sekarang belum juga dia dapatkan.

"jadi... pembatalan gedung itu rencanamu?"

"ya, tentu saja. aku ingin melihat seberapa besar dia mencoba untuk mendapatkan ku. aku tak bodoh, dia mempertahankan ku karena dia butuh uangku."

Dua wanita itu pun bicara sangat banyak. Rena bahkan agak bimbang dengan hatinya sekarang karena perkataan Liliana. Ia meragukan pilihannya sendiri saat sadar jika Ben memang tak lagi sepeduli dulu terhadap dirinya. Pria ini sering mengatakan hal kasar juga menyiksanya.

"baiklah, kau pikirkan saja. aku akan tidur siang." Ujar Liliana meninggalkan Rena yang termenung.

Selepas kepergian Liliana, ia menangis sejadi-jadinya. Rena merasa semua perbuatannya terhadap Arfian dan Echa yang membuat dirinya seperti ini. Tuhan marah hingga memberikan cobaan berat ini.

...******************...

Arfian merebahkan kepalanya di tepi kasur Echa sambil mengelus tangan mungil putrinya. Sudah satu bulan lebih Echa terbaring seperti ini. Arfian tak menyerah begitu saja, dia terus memberikan semangat pada dirinya. Echa pasti akan bangun dan tersenyum kembali seperti dulu.

Dokter sudah menjelaskan bahwa putri kecil nya ini akan koma selama beberapa bulan, Arfian hanya perlu menunggu ke ajaiban yang akan tuhan berikan.

"Arfian, kau kembali lagi kesini? bukankah kau demam?"

Arfian merasakan rambutnya di belai. Dia mendongakkan wajahnya, Rada memandanginya dengan khawatir.

"hanya sedikit pusing." Jawab nya pelan.

"tetap saja, pulanglah. Sena akan merawat mu."

"tidak mah. aku baik kok. mana Rega?"

"dia dirumah, kasihan Sena sendirian. uumm...kau panas Arfian, ikuti apa kata mamah."

Arfian sungguh tersentuh. Wanita paruh baya ini begitu peduli terhadapnya, bahkan merelakan putrinya begitu saja dan memilih untuk ikut dengannya. Rada seperti ibunya sendiri bagi Arfian.

"mamah, aku baik. jangan khawatir oke."

"ya sudah terserah kau saja."

Akhirnya Rada menyerah. Arfian sulit di bujuk jika seperti ini. Tidak tahu saja, Arfian menolak untuk pulang adalah kesengajaan yang dia lakukan. Sangat tahu jika Rega pasti akan terluka melihat dirinya dan Sena berduaan. Makanya, Arfian memilih untuk tinggal dirumah sakit. Memberikan kesempatan pada Rega untuk mendekati Sena.

...********************...

Pagi-pagi sekali Arfian sudah di kejutkan oleh suara berisik.Rada tengah mengobrol dengan seseorang. Arfian membuka matanya, Rihanna rupanya sudah ada di sana. Wanita itu mengantarkan sarapan pagi untuk Rada dan Arfian. Katanya untuk menebus rasa bersalahnya atas apa yang telah Ben lakukan.

"maafkan aku, pak Arfian terganggu karena aku datang pagi-pagi sekali." Rihanna menampakkan wajah menyesal.

"tidak apa."

"Arfian, ayo cuci muka dan sarapan lah bersama kami. Rihanna membawa banyak sekali makanan." Ujar Rada sembari menata makanan itu di atas meja.

Arfian mengecup kening Echa sekilas lalu pergi untuk membersihkan wajah nya. Rihanna tersenyum tipis. Melihat betapa pedulinya Arfian terhadap Echa menyentuh hatinya. Arfian sungguhlah pria yang sempurna menurut nya.

"kenapa melamun?" Tegur Rada melihat Rihanna yang malah diam memandang pintu kamar mandi.

"aah..tidak.aku hanya berpikir, kenapa Rena lebih memilih kakakku."

"uumm...sudahlah."Rada sama sekali tak ingin membahasnya.

Dia terlalu malas untuk mendengar nama dua orang itu. Rihanna menarik nafas dalam-dalam, dia mencoba mendekati Arfian untuk membuat Rena marah. Tapi, rencananya sepertinya akan gagal oleh dirinya sendiri. Dia justru malah terpikat oleh pria itu, bahkan Rihanna melupakan niat awalnya.

Setelah selesai membersihkan diri, Arfian langsung bergabung dengan Rada dan Rihanna. Mereka menikmati sarapan yang khusus di buat wanita itu.

"aku sudah kenyang." Ucap Arfian, padahal baru dua suap nasi yang masuk ke perutnya.

"jangan begitu, kau jarang istirahat dan makanmu pun tidak teratur. kau bisa sakit Arfian." Rada menaruh potongan udang keatas piring Arfian. "habiskan dulu makan mu."

Arfian sungguh merasa tak lapar, menelan makanan saja begitu sulit rasanya.

"pak Arfian, hargai jerih payahnya menyiapkan ini semua. aku bangun jam 4 subuh untuk memasaknya. setidaknya aku bisa melakukan hal ini untuk mu dan Echa. kakakku sudah menyakiti mu dan merebut ibunya echa. gadis malang ini pasti terluka. melihat kondisinya yang seperti ini membuat ku semakin merasa bersalah. Kakak begitu tak punya hati."

Rihanna membuat Arfian tertegun dan Rada langsung memeluk tubuh Rihanna karena wanita itu meneteskan airmatanya.

"terimakasih banyak atas perhatian mu tapi kurasa kau tak perlu lagi melakukan ini. Ben yang berbuat salah bukan dirimu." Ujar Arfian kemudian.

Ia merasa jika Rihanna memiliki maksud lain dari sikap baiknya. Arfian menjadi begitu hati-hati dalam menyikapi sikap orang lain terlebih orang itu adalah Rihanna, adik dari pria yang telah merebut segalanya.

Rihanna terdiam, hatinya terasa sakit mendengar penolakan Arfian. Dia sungguh ingin marah tapi tak bisa karena harus menjaga imagenya, jika tidak maka Rada akan melakukan hal yang sama. Memintanya untuk tidak datang lagi kesini.

"seharusnya kau tak perlu berkata seperti itu Arfian." Ucap Rada. "maafkan Arfian ya?"

"umm...iya. tak apa kok bi."

"humm..ya. maafkan aku." Arfian beranjak dari duduknya begitu suster masukan keruangan itu.

Seperti biasa, suster hanya menyiapkan air hangat dan baju ganti untuk Echa lalu kembali keluar.

Dengan cekatan Arfian mengelap tubuh Echa. Dia begitu telaten melakukannya. Lagi-lagi Rihanna terpesona akan apa yang di lakukan Arfian. Wanita itu terus memperhatikan segalanya.

"apa setiap hari dia melakukan itu?" Tanya Rihanna.

Rada mengangguk pelan. Arfian memang meminta pada suster untuk tidak melakukan apapun pada Echa, hanya dirinya yang boleh melakukan semua itu.

"kau sudah cantik. putri Daddy paling cantik di dunia." Arfian mengecup kedua pipi Echa begitu semuanya selesai.

Rada selalu saja terharu melihat kasih sayang yang di berikan Arfian terhadap cucunya. Sementara itu Rihanna buru-buru beranjak dari duduknya begitu melihat tubuh Arfian yang sepertinya akan terjatuh.

Pria itu kehilangan keseimbangan karena rasa pusing di kepalanya.

"pak arfian..."

Bersamaan dengan itu, Rega dan Sena masuk kedalam. Rega langsung membopong Arfian untuk duduk.

"Sena cepat oleskan minyak hangat di tangan Arfian." Pinta Rada.

Rega dan Rihanna perlahan mundur untuk memberikan ruang padanya. Sorot mata Rega yang menunjukkan rasa cemburunya tertangkap oleh Rihanna.

"dia kekasih mu?"

Rega menggeleng kan kepalanya. Rihanna terdiam, memperhatikan Sena dan Arfian.

...***********************...

1
Cevineine
lanjut thorrr, semangat terus yaa
ᴋᴀɪᴢᴇʀ⸙ᵍᵏ
🐾🐾🐾🐾🐾
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Ini udah tamatkah kok ga up lagi
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Semangat lanjut thor
gu$T@fJuGa
semangat upnya ya othor..makin oke banget lho..
gu$T@fJuGa
bgitu lebih baik..
gu$T@fJuGa
jgn kaget, Echa...Leon mu tak lg spt dahulu.. mungkin kmu akan sedikit kecewa..atau kecewa banget..plus sedih..
gu$T@fJuGa
smua gr2 ayahnya tuh.. terlalu keras pd Leon..jd Leon pun tumbuh spt itu.. keras dan dingin
gu$T@fJuGa
wajar.. seorang ibu pasti akan slalu berusaha melindungi anaknya..spt Haeun..meskipun Leon itu anak tirinya..tetap dia slalu jd orang pertama yg berdiri di belakang Leon..saat anaknya berbuat hal2 di luar batas...
𝕸y💞 Ree🍏
leon kaku bgt kek bpk nya🤧 lanjoott thorr
⸙ᵍᵏ 𝓓𝓲𝓲 𝓮𝓲𝓶𝓾𝓽
next
𖣤​᭄ اندي وحي الد ين
Baru baca, semoga alur plot nya bagus
ᴀʏᴜʜ̶e̶r̶a
semangat up kak
𝕸y💞Alrilla Prameswari
babang leon kenapa jadi kasar
⍣☙𝐶𝑙𝑙𝑎𝑠𝑠𝑖𝑐☕︎⍣
semangat kak..
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Semangat UPnya thor
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🎋AniN🩷
ish.....up lg ...jangan bikin penasaran Thor 🤧🤧🤧
𝕸y💞 Ree🍏
baik bgt echa,, semoga kebaikn mu bisa merubah leon jg..
𝕸y💞Alrilla Prameswari
mulia nya hati mu echa 😘😘
gu$T@fJuGa
bau2 ikan asin nih..awas kucing garong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!