cerita ini mengisahkan kembali tentang Aisyah dan Ikhsan. Aisyah yang awal nya begitu di cintai oleh Ikhsan, Aisyah yang adalah segalanya dan impian Ikhsan. Karna sebuah kesalahpahaman membuat Ikhsan membenci Aisyah sampai ke tulang. untuk melampiasakan kebencian ini, Ikhsan menikahi Aisyah tapi bukan karna cinta melainkan benci.
hari - hari Aisyah berlangsung dengan banyak nya gangguan dari Ikhsan. mampukah Aisyah tetap mempertahankan rumah tangga nya? akan kah Ikhsan jatuh hati lagi pada Aisyah?
yuk ikuti kisah nya di Pernikahan Paksaan.
Di sarankan untuk membaca Novel 'Cinta yang Rumit' lebih dulu .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Ikhsan
***
"Aku sih udah nawarin dia jadi Dokter VIP. Dianya nolak, malah minta Dokter Umum Biasa"
"Apa?! " pekik Ikhsan tak menyangka dengan jawaban Fades ini.
"Yah jadi Aku kasih jabatan yang dia minta lah" sahut Fades santai.
"Dimana Ruangan Aisyah?" Geram Ikhsan.
"Kau mau ke tempat Aisyah? Biar orang pada tau kalian udah nikah? "
Ikhsan diam sebentar. Yang Fades katakan ada benarnya juga. Jika ia sekarang mengunjungi ruangan Aisyah, maka gosip akan mulai menyebar.
"Kapan jam kerja Aisyah habis? " tanya Ikhsan.. Ia mengurungkan niat nyanuntuk bertemu dengan Aisyah.
"Ntar sore deh, sekitar Jam Lima. Mungkin, kalau enggak ada Pasien lagi"
"Ruangan pribadi ku masih ada kan? Aku mau istirahat di sana"
Ucap Ikhsan, bangkit dari tempat duduk nya dan segera beranjak.
***
Bukhhh!!
"Awwwww!! Uppsss" Desis Aisyah saat dirinya sepertinya menabrak seseorang. Mengakibat kan Tubuh mungil gadis manis itu terjatuh.
"Kamu Gak papa kan? " tanya orang yang di tabrak Aisyah. Suara seorang pria. Aisyah mendongak, tampak pria itu sudah mengulur kan tangan nya. Pria jangkung dengab wajah putih mulus, hidung mancung, dan bibir yang tebal.
"Gak apa - apa kok. Masih bisa berdiri" Sahut Aisyah mengabaikan Uluran tangan pria itu. Entah lah, Aisyah enggan sekali rasanya untuk menjabat tangan nya.
"Maaf yah. Ini saya yang salah. Buru - buru soal nya. " Kata pria itu lembut, Sembari menarik kembali uluran tangan nya. Pria Dengan Seragam Dokter. Aisyah kenal dengan pin nya, yah Dia adalah Dokter VIP Rumah Sakit ini.
"Enggak juga, udah lah gak papa. " Sahut Aisyah membereskan botol - botol Vitamin yang jatuh berserakan.
"Oh yah, Saya baru liat kamu. Kamu Dokter Umum Baru yah? " tanya nya. Ikut membantu Aisyah membereskannya.
Aisyah diam, ia hanya mengangguk saat sudah selesai membereskan barang nya.
"Oh yah Nama kamu siapa?"
"Aisyah" sahut Aisyah singkat, ssgera pergi meninggalkan orang itu.
"Oh gitu. Saya Dokter Martin. Dokter spesialis Ahli Gizi" seru nya, saat Aisyah sudah berjalan. Tampak Aisyah berhenti sebentar, menoleh ke belakang dan mengangguk tersenyum.
Senyuman singkat Aisyah itu, mengundang senyuman Dokter Martin juga.
Perempuan yang manis? Siapa dia? Masih muda, Semoga Jomblo.
Batin Martin, tersenyum sumringah. Ia melanjutkan jalan nya.
***
Aisyah berjalan kembali ke ruangan nya. Entah lah, ia berhenti saat melewati Pintu dengan Tulisan, Ruang Terlarang. Aisyah mundur beberapa langkah, tepat berdiri di depan pintu dengan Tulisan Itu.
Gadis manis itu mengernyitkan dahi nya heran. Menatap Tulisan di Pintu itu.
"Ruang Terlarang? Maksudnya? " Gumam Aisyah. Dengan sedikit keraguan ia membuka pintu itu.
Gelap
Batin nya lagi, saat ia masuk ke ruangan itu dengan keadaan Gelap Gulita. Tangan nya meraba Dinding di sana. Berharap ia menemukan Saklar lampu.
"Dimana Saklar nya?!" Desis Aisyah saat tak menemukan Saklar lampu nya.
"Akhhhh!! " Teriak Gadis manis itu. Tatkala ia merasa ada yang menyentuh tangan nya. Di tengah gelap nya ruangan itu.
"Seorang Dokter berjalan - jalan di tengah jam kerja nya. Apalah patut di sebut sebagai Dokter Profesional? " Suara itu, suara pria. Aisyah mengenali Suara itu.
"Ikhsan?! " pekik Aisyah. Ia sangat jelas dengan suara ini.
Klakkk!!
Tiba - tiba Lampu menyala, Tampak Ikhsan sudah tak berada jauh dari Aisyah berdiri. Ikhsan sendiri masih setia menggenggam tangan Aisyah.
"Iyah ini aku. Kenapa kamu berteriak. Apa tidak pernah liat aku? " Sahut Ikhsan, menatap intens Aisyah yang masih ketakutan.
"Kamu kenapa ada di sini?! Kenapa enggak ke kantor?! " pekik Aisyah lagi. Sembari mengatur napas nya, jantung nya berdegub begitu kencang.
"Ini Rumah Sakit milik ku. Apa yang saya lakukan terserah pada ku~"
Aisyah menahan Sumpah Serapah nya untuk orang yang ada di hadapan nya ini.
"Maaf Pak. Saya salah, saya undur diri" Kata Aisyah lirih, sembari menunduk. Ia sadar diri. Bahwa dirinya adalah Bawahan Ikhsan.
"Kenapa milih jadi Dokter Umum? Bukan nya kamu udah jadi Dokter VIP?? " tanya Ikhsan, menahan langkah Aisyah yang ingin pergi.
"Aku Menjadi Dokter VIP di Rumah sakit sebelum nya. Karna kemampuan ku, bukan karna Pemilik Rumah sakit nya kekasih ku. Aku juga akan menjadi Dokter VIP di Rumah Sakit ini, karna kemampuan ku. " cibir halus Aisyah.
"Kenapa harus Repot, Saat Pemilik Rumah Sakit ini adalah Suami mu"
"Begitukah? Tapi saya selalu menganggap Anda Bos saya. Akh lebih tepat nya saya hutang pada anda"
"Aisyah, jaga perilaku mu. Aku tidak segan menjebloskan Ayah kamu ke penjara "
Aisyah terkesiap seketika. Ia terdiam, bibir nya mengatup rapat akurat. Takut jika Ikhsan marah, maka Ayah nya akan berada di jeruji Besi itu.
"Bagus. Menurut lah, sekarang temani saya tidur. Saya lelah, ingin istirahat " Kata Ikhsan menarik tangan Aisyah, mengajak nya berbaring di ruangan pribadi nya itu. Yah, hanya sekedar tidur untuk menghilang Kan Lelah.
Ikhsan... Kamu?
Batin Aisyah, ia tak tahu. Tapi Air mata nya mengalir begitu saja, saat Ikhsan memeluk lembut tubuh nya.
***
Next?
Lanjut?
secantik apa Aisyah..😂😂😂
rupanya Ari.
lebih mengerikan
selamat ikhsan bakal jadi bpk
cinta seperti coklat....mengalahkan segalanya😀😀😀
mungkin hanya ada di novel 😀😀😀
ikhsan melakukan itu biar bisa bersama Aisyah.😂😂😂
semakin seruuuu
yg misahkan kita hanya koma atau kuburan.