NovelToon NovelToon
REINKARNASI DARI MASALALU

REINKARNASI DARI MASALALU

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Reinkarnasi / Kutukan
Popularitas:44
Nilai: 5
Nama Author: Siti Gemini 75

"Saat KKN di desa terpencil, Puri Retno Mutia dan Rendra Adi Wardana diserang kesurupan misterius. Puri merasakan sakit keguguran dan dendam seorang gadis bernama Srikanti yang dulu jatuh cinta dan hamil oleh Abi Manyu, tapi difitnah dan ditinggalkan hingga meninggal. Sementara Rendra merasakan rasa bersalah yang tak terjangkau dari masa lalu. Ternyata, mereka adalah reinkarnasi Srikanti dan Abi Manyu. Akankah sumpah dendam Srikanti terwujud di zaman sekarang? Atau bisakah mereka putus rantai tragedi yang terulang?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Gemini 75, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Balik Senyum Desa

Kegiatan KKN yang dijalankan Dina dan Puri mulai membuahkan hasil. Warga desa semakin antusias berpartisipasi dalam setiap program yang mereka adakan. Sumur baru mulai dibangun, fasilitas kesehatan mulai ditingkatkan, dan anak-anak desa semakin bersemangat mengikuti kegiatan belajar tambahan.

Senyum merekah di wajah warga desa, menggantikan ketakutan dan kecurigaan yang selama ini menghantui mereka. Dina dan Puri merasa bahagia dan lega melihat perubahan positif yang terjadi di desa. Mereka merasa bahwa KKN mereka akhirnya memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Namun, di balik senyum dan kebahagiaan itu, ada bayangan yang masih mengintai. Pak Kepala Desa dan orang-orangnya tidak tinggal diam melihat Dina dan Puri berhasil memperbaiki citra KKN mereka. Mereka mulai menyebarkan desas-desus dan fitnah tentang Dina dan Puri, mencoba untuk menghasut warga desa agar membenci mereka.

"Kalian tahu tidak? Mahasiswa KKN itu sebenarnya mata-mata dari luar desa," bisik salah seorang pengikut Pak Kepala Desa kepada seorang ibu rumah tangga. "Mereka datang ke sini hanya untuk mencari informasi tentang desa kita dan kemudian melaporkannya kepada orang luar."

"Benarkah?" tanya ibu rumah tangga itu dengan nada terkejut. "Tapi mereka sepertinya orang baik. Mereka sudah banyak membantu desa ini."

"Jangan tertipu oleh penampilan mereka," jawab pengikut Pak Kepala Desa itu. "Mereka pintar berpura-pura baik. Tapi di balik itu, mereka menyimpan niat jahat."

Desas-desus itu dengan cepat menyebar ke seluruh desa. Warga desa yang tadinya mendukung Dina dan Puri mulai ragu dan bimbang. Mereka tidak tahu siapa yang harus mereka percayai.

Dina dan Puri merasakan perubahan sikap dari warga desa. Mereka melihat tatapan curiga dan bisikan-bisikan yang mengarah kepada mereka. Mereka tahu bahwa Pak Kepala Desa sedang berusaha untuk menghancurkan reputasi mereka.

"Sepertinya kita sedang dalam masalah," kata Dina kepada Puri dengan nada khawatir. "Pak Kepala Desa sedang berusaha untuk menghasut warga desa agar membenci kita."

"Kita tidak boleh menyerah," jawab Puri. "Kita harus terus berjuang untuk membuktikan bahwa kita tidak bersalah. Kita harus menunjukkan kepada warga desa bahwa kita benar-benar peduli dengan mereka."

Dina dan Puri memutuskan untuk meningkatkan intensitas kegiatan KKN mereka. Mereka mengadakan lebih banyak kegiatan yang melibatkan warga desa, seperti kerja bakti, penyuluhan kesehatan, dan pelatihan keterampilan. Mereka juga berusaha untuk lebih dekat dengan warga desa, mendengarkan keluh kesah mereka dan memberikan solusi yang tepat

Namun, upaya mereka tidak sepenuhnya berhasil. Sebagian warga desa masih tetap curiga dan tidak mau berinteraksi dengan mereka. Mereka takut akan pembalasan dari Pak Kepala Desa jika mereka terlihat mendukung Dina dan Puri.

Suatu malam, saat Dina dan Puri sedang berjalan pulang ke rumah tempat mereka menginap, mereka dicegat oleh beberapa orang tidak dikenal. Orang-orang itu mengenakan topeng dan membawa senjata tajam.

"Siapa kalian?" tanya Dina dengan nada ketakutan.

"Kalian sudah terlalu jauh ikut campur urusan desa ini," kata salah seorang dari mereka dengan suara yang menyeramkan. "Sebaiknya kalian pergi dari sini sebelum terjadi sesuatu yang buruk pada kalian."

Dina dan Puri mencoba untuk melarikan diri, tetapi orang-orang itu mengejar mereka. Mereka berhasil menangkap Dina dan Puri, lalu menyeret mereka ke tempat yang gelap dan terpencil.

"Lepaskan kami!" teriak Puri dengan sekuat tenaga. "Apa salah kami?"

"Kalian sudah melawan Pak Kepala Desa," jawab salah seorang dari mereka. "Kalian harus membayar akibatnya."

Orang-orang itu kemudian mulai memukuli Dina dan Puri dengan kejam. Dina dan Puri berteriak kesakitan dan memohon ampun, tetapi orang-orang itu tidak mengindahkan mereka. Mereka terus memukuli Dina dan Puri sampai mereka tidak sadarkan diri. Akankah Dina dan Puri selamat dari serangan ini, dan apa yang akan terjadi pada KKN mereka setelah kejadian mengerikan ini?

Tubuh remuk, jiwa terluka, namun semangat tak padam. Di saat tergelap, akankah solidaritas mampu mengalahkan kejahatan?"

Ayu dan Rendra merasa cemas karena Dina dan Puri tak kunjung kembali ke penginapan. Mereka sudah berusaha menghubungi mereka, namun tak ada jawaban. Perasaan buruk mulai menghantui mereka.

"Aku khawatir," kata Ayu dengan nada cemas. "Sudah larut malam, kenapa mereka belum pulang?"

"Aku juga merasa tidak enak," jawab Rendra. "Seharusnya kita tidak membiarkan mereka pergi sendirian."

Mereka memutuskan untuk mencari Dina dan Puri. Mereka menyusuri jalan-jalan desa yang sepi dan gelap, memanggil-manggil nama Dina dan Puri. Namun, tak ada jawaban.

Saat mereka melewati sebuah gang kecil, mereka melihat sesuatu yang mencurigakan. Mereka melihat beberapa orang berkumpul di sekitar sebuah tempat yang gelap. Mereka mendekat dan melihat pemandangan yang mengerikan.

Dina dan Puri tergeletak tak sadarkan diri di tanah, dengan luka-luka di sekujur tubuh mereka. Ayu dan Rendra berteriak histeris melihat kondisi teman-teman mereka.

"Dina! Puri!" teriak Ayu sambil menangis. "Apa yang terjadi pada kalian?"

Rendra segera memeriksa kondisi Dina dan Puri. Ia menemukan bahwa mereka masih bernapas, meskipun lemah. Ia meminta bantuan warga desa untuk membawa Dina dan Puri ke rumah sakit terdekat.

Di rumah sakit, Dina dan Puri mendapatkan perawatan intensif. Dokter mengatakan bahwa mereka mengalami luka-luka yang cukup serius, tetapi mereka akan pulih.

Saat Dina dan Puri masih dalam keadaan tidak sadar, Ayu dan Rendra berusaha mencari tahu siapa yang telah menyerang mereka. Mereka bertanya kepada warga desa, namun tak ada yang mau berbicara. Semua orang takut pada Pak Kepala Desa dan orang-orangnya.

Namun, setelah Ayu dan Rendra meyakinkan mereka bahwa mereka akan melindungi mereka, beberapa warga desa akhirnya berani memberikan informasi. Mereka mengatakan bahwa Dina dan Puri telah diserang oleh orang-orang suruhan Pak Kepala Desa.

Ayu dan Rendra sangat marah mendengar informasi itu. Mereka tidak percaya bahwa Pak Kepala Desa bisa melakukan hal sekeji itu. Mereka bertekad untuk membalas dendam atas apa yang telah terjadi pada Dina dan Puri.

Saat Dina dan Puri mulai sadar, mereka menceritakan apa yang telah terjadi pada mereka. Mereka mengatakan bahwa mereka telah diserang oleh orang-orang yang menyuruh mereka untuk pergi dari desa.

"Kami tidak tahu kenapa mereka melakukan ini," kata Dina dengan suara lemah. "Kami hanya ingin membantu masyarakat desa."

"Kami tahu," kata Ayu sambil memeluk Dina. "Kalian tidak bersalah. Kalian hanya melakukan yang terbaik untuk desa ini."

Setelah kejadian itu, Ayu dan Rendra semakin bertekad untuk mengungkap kebenaran tentang kejahatan keluarga Handoko dan kutukan Srikanti. Mereka tahu bahwa mereka harus melakukan sesuatu untuk menghentikan Pak Kepala Desa dan orang-orangnya, sebelum mereka melakukan hal yang lebih buruk lagi.

Mereka memutuskan untuk menyusun rencana untuk melawan Pak Kepala Desa. Mereka akan mengumpulkan bukti-bukti tentang kejahatan Pak Kepala Desa dan keluarganya, lalu melaporkannya kepada pihak yang berwajib. Mereka juga akan mencari dukungan dari warga desa yang berani melawan Pak Kepala Desa. Akankah rencana mereka berhasil, ataukah Pak Kepala Desa akan mengetahui rencana mereka dan melakukan tindakan balasan yang lebih kejam?

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!