Juan Dinhara Pratama, putra bungsu dari keluarga Pratama. Juan pria tampan, energik, sang petualang cinta yang di gandrungi banyak wanita.
Tapi petualangan cinta Juan terancam berakhir ketika sang bunda memaksa Juan untuk menjaga seorang gadis cupu yang sama sekali tidak masuk dalam kriteria wanitanya.
Apakah gadis cupu bernama Nikki Hara Syahputra yang merupakan putri dari sahabat Via sang ibunda Juan mampu menaklukkan hati si playboy petualang cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvi Barta Jadul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keadaan Hara
Tidak ada yang langsung sukses dalam hidup ini. Semua orang pernah salah, pernah jatuh, yang membedakan adalah mereka terus bangkit dan terus mencoba.
~Ay Alvi~
"Hara! Keluarlah!" Jodi berteriak dengan keras bermaksud memanggil sahabatnya itu keluar dari rumah.
"Hara! Hara! Hara!" Jodi berkali-kali meneriakkan nama gadis itu dengan keras membuat Aiden yang kebetulan belum tidur mendengar teriakan pemuda itu dari dalam ruang santai yang terletak di lantai bawah
Pria itu memang sedang menikmati waktunya dengan menonton berita politik yang memang sejak kecil di sukai oleh pria tersebut. Aiden pun bergegas keluar begitu mendengar teriakan Jodi, ia ingin tahu siapa yang berani membuat keributan di kediaman Pratama.
"Siapa kau?" tanya Aiden menyelidik, ia tidak mengenal Jodi sebagai teman dari adiknya Juan. Walau Aiden jarang berada di rumah, namun ia selalu mengawasi pergaulan kedua adiknya. Aiden pun tahu siapa-siapa saja yang menjadi teman dari adik-adiknya tersebut. Semua itu ia lakukan untuk menjaga keselamatan kedua adik yang sangat di sayanginya tersebut.
"A-Aku teman Juan, Tuan," jawab Jodi terbata-bata melihat Aiden membuat Jodi bergidik ketakutan. Walau pria itu tampan bahkan lebih tampan dari Juan menurut Jodi, tapi aura yang di hadirkan oleh pria itu dapat membuat siapa saja yang berada di dekatnya merasa ngeri dan ketakutan.
"Jangan berbohong!" tukas Aiden menatap tajam ke arah Jodi membuat pemuda itu berdiri dengan kaki yang bergetar.
"Ma-maksudku teman Hara Tuan." Jodi meralat jawabannya tadi.
"Apa yang kau inginkan?" Aiden kembali bertanya dengan melihat Jodi dari atas hingga ke bawah mencoba menilai pemuda itu dari penampilannya.
Jodi pun menjelaskan perihal Donny ayah Hara yang meminta bantuan padanya untuk mencari tahu tentang kabar anak gadisnya. Pemuda itu juga bercerita bahwa ia telah mencoba menghubungi ponsel Hara dan Juan, akan tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang menjawab panggilannya.
Aiden pun mengangguk, ia akhirnya dapat mengerti mengapa Jodi membuat keributan di kediamannya pada tengah malam seperti ini.
"Tapi, mereka tidak ada di rumah," ujar Aiden yang langsung membuat Jodi terkejut sekaligus bingung di mana lagi ia akan mencari keberadaan Hara. Sementara saat ini Donny sang ayah gadis tersebut tengah menantikan kabar darinya. Baru saja Jodi berpikir tentang pria itu, tiba-tiba ponselnya berdering dan sang pemanggil adalah Donny, yang pastinya ingin bertanya tentang Hara.
"Iya Om." Jodi menjawab panggilan telepon dari Donny.
"Bagaimana, apa sudah ada kabar tentang Hara?" tanya Donny cemas.
"A-Aku sudah berada di kediaman Pratama tapi ...," belum selesai pemuda itu menjawab pertanyaan Donny, ia melihat tangan Aiden yang memberi isyarat bahwa ia ingin berbicara pada ayah dari Hara tersebut.
"Halo Uncle Don, ini aku Aiden," sapa Aiden ketika Jodi menyerahkan ponselnya pada pria itu.
"Aiden Pratama?" tanya Donny, ia tidak begitu mengenali suara putra dari Via sahabatnya tersebut.
"Ya Uncle, Hara baik-baik saja, ia sedang pergi dengan Juan. Ada satu kegiatan yang harus mereka ikuti," ucap Aiden, pria itu terpaksa berbohong agar Donny tidak khawatir.
"Syukurlah kalau begitu," jawab Donny yang akhirnya dapat bernafas dengan lega setelah mendengar tentang keadaan putri semata wayangnya tersebut.
"Maaf mengganggu, sampaikan salam Uncle pada kedua orangtuamu." Donny meminta maaf karena merasa menelpon pada waktu yang tidak tepat.
"Tidak apa Uncle, nanti setelah mereka kembali akan aku pastikan Hara menghubungi Uncle," janji Aiden untuk menenangkan pria paruh baya tersebut.
"Terimakasih," ucap Donny yang kemudian langsung menutup sambungan teleponnya.
Aiden pun menyerahkan kembali ponsel Jodi kepada pemiliknya.
"Sekarang kau pulanglah! Setelah mereka kembali aku akan meminta Hara untuk menghubungimu!" tandas Aiden.
Akhirnya dengan sangat terpaksa Jodi pun pamit pergi meninggalkan kediaman keluar Pratama, walau sebenarnya pemuda itu masih penasaran dengan keberadaan sahabatnya itu.
"Apa Juan belum kembali?" tanya Aiden pada petugas keamanan rumahnya setelah Jodi pergi.
"Belum Tuan Muda, hingga saat ini Tuan Kecil belum kembali," jawab petugas itu sopan.
Aiden terdiam kemudian pria itu segera masuk kembali ke dalam rumahnya untuk melacak keberadaan sang adik Juan. Ia memang menanamkan pelacak di ponsel Juan tanpa adiknya ketahui. Semua itu ia lakukan agar dapat mengetahui di mana saja adik bungsunya yang terkenal liar itu berada.
Bermodalkan komputer yang berada di kamarnya, Aiden mulai melacak keberadaan Juan. Betapa terkejutnya pria itu ketika ponsel sang adik mengirimkan sinyal tengah berada di rumah sakit lebih tepatnya di NYC Health + Hospitals/Metropolitan, Aiden pun segera meraih kunci mobil miliknya, pria itu bergegas ke rumah sakit untuk mengecek keadaan adik bungsunya tersebut.
Di klub malam Emily berteriak kesal, dia benar-benar marah karena Juan kembali berhasil lolos dari jeratnya. Bahkan kini gadis itu tidak tahu di mana kekasihnya itu berada.
Emily mencoba menghubungi ponsel Juan, namun gadis itu tidak mendapatkan jawaban. Bahkan panggilannya pun di tolak oleh pemuda itu. Emily menggeram kesal, gadis itu kembali menyusun rencana baru untuk menjerat pemuda impiannya itu. Dia belum mengetahui bahwa Theo dan orang suruhannya kini telah di lumpuhkan oleh Juan. Gadis itu juga tidak tahu kalau sang kekasih telah mengetahui niat busuk di balik wajah cantiknya itu.
Sementara itu di rumah sakit sendiri wajah Juan tampak sangat tegang. Satu jam telah berlalu tapi tak ada tanda-tanda bahwa operasi telah berakhir. Pemuda itu juga terlihat sedikit lemas karena ia baru saja mendonorkan beberapa kantong darah untuk menyelamatkan Hara.
Farrel sendiri tak kalah khawatir, biar bagaimana pun juga gadis itu terluka karena melindungi Juan sahabatnya. Walau ia sendiri belum mengetahui apa hubungan mereka, tapi nampaknya keduanya memiliki hubungan yang tidak biasa. Itu terlihat dengan bagaimana Juan begitu cemas dan khawatir ketika gadis itu menghilang.
"Apa sebenarnya hubungan kalian?" Farrel bertanya dengan hati-hati agar tak menyinggung perasaan sahabatnya itu.
"Siapa? Aku dan Hara?" tanya Juan sembari menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, memangnya siapa lagi," tukas Farrel sedikit kesal.
"Hara adalah anak dari sahabat mommy dan aku di tugaskan untuk menjaganya," jawab Juan menjelaskan seperti apa hubungan antara dirinya dengan Hara.
Akhirnya Farrel pun dapat mengerti mengapa Juan sangat menghawatirkan Hara, gadis itu adalah tanggung jawabnya sudah sepantasnya bagi Juan menjamin keselamatan gadis yang kini tengah mengadu peruntungan dengan nyawanya di meja operasi.
"Apa yang terjadi?" tanya Aiden yang tiba-tiba saja sudah berada di sana. Pria itu menatap tegas sang adik yang kini hanya bisa terdiam dan menundukkan kepalanya.
Sebelum Juan menjawab pertanyaan Aiden lampu ruang operasi telah berubah menjadi hijau, menandakan kegiatan di dalam ruangan tersebut telah selesai.
"Bagaimana keadaannya Dok?" tanya Juan ketika melihat seorang Dokter keluar dari ruangan tersebut.
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi maaf Nona Hara telah kehilangan banyak darah sebelum tiba di sini, jadi ...."
"Tidak!" jerit Juan histeris sebelum Dokter itu meneruskan kata-katanya.
******
Terimakasih telah membaca TERJERAT CINTA si CUPU, Ay juga mau ucapkan terimakasih untuk yang sudah memberikan like, coment dan juga votenya.
Jangan lupa untuk mampir di karya Ay yang lainnya.
•AKU MENCINTAIMU (End)
•AKU MENCINTAIMU 2
•TAKDIR CINTA (End)
•TAKDIR CINTA 2
Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘😘