NovelToon NovelToon
KIRANA (Dia Juga Dia)

KIRANA (Dia Juga Dia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Romansa-Teen angst
Popularitas:365.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tataxx

Kirana Dwi Lestari, seorang gadis belia berusia 17 tahun.
Tari, begitu Sapaanya di sekolah. Memiliki tiga orang adik yang sudah dua tahun ini ia hidupi sendiri. Kemana orangtuanya? Mereka meninggal dunia dua tahun lalu.
Tari dan adik-adiknya tinggal di sebuah rumah sederhana hasil kerjanya selama dua tahun ini.

Saat pagi menjelang, Tari akan berangkat kesekolah dan bekerja saat malam tiba. Selama dua tahun ini, kehidupan Tari tenang-tenang saja. Sampai suatu saat, ia bertemu dengan pria sebaya yang mampu menggetarkan hatinya.

Apakah cinta Tari akan terungkap dan terbalaskan?
Apakah pria itu akan menerima seorang ... Tari?

Ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tataxx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 22

Pagi menjelang, gorden penutup jendela di kamar itu tak mampu menghalangi sinar mentari yang ingin masuk. Ana terbangun, ia mencoba merenggangkan otot-otot tubuhnya agar siap beraktifitas kembali. Ia merasakan ada sesuatu yang menindih perutnya. Ah, gadis itu hampir lupa bahwa ia tidak tidur sendirian.

Ana membalikkan tubuhnya menghadap tuan Anton. Ia menatap wajah pulas itu, ah ... Betapa ia tersihir oleh wajah tampan papinya. Dengan berani Ana menggerakkan jemarinya menyentuh kulit wajah tuan Anton. Alis, mata, hidung, pipi, dan, jemarinya berhenti tepat di bibir itu. Ana menelan salivanya, bagaimana rasanya benda tipis itu? Apakah semanis yang teman-temannya katakan? Sejenak ia membeku bersama pikirannya. Tanpa ia sadari, wajahnya maju mendekat dan ....

Ah tidak, tidak. Ana tersadar, hampir saja ia mencium tuan Anton. Ia segera menjauh dari wajah papinya. Jantungnya berdetak tak karuan, ini pertama kalinya ia berbuat hal yang lebih dari biasanya. Jiwa keingintahuannya hampir saja membuatnya melewati batasan yang selama ini ia bangun. Sungguh ia kapok dan tidak mau lagi tidur berdua dengan papinya.

Ana segera bangun dan menjauh dari tuan Anton sebelum pria itu sadar dengan apa yang barusan ia perbuat. Ana segera membersihkan diri dan ingin membuat sarapan untuk tuannya.

***

"Selamat pagi sayang!" sapa tuan Anton. Ia menghampiri gadisnya di dapur dan memeluknya dari belakang.

"Pagi Pih!" jawab Ana dengan tersenyum kemudian kembali menata hidangan yang sudah ia buat.

"Wah ... Sepertinya enak." Tuan Anton mengamati setiap hidangan yang dibuat oleh Ana. Bukan makanan yang mewah, hanya pancake pisang dan segelas susu hangat namun terlihat sangat enak.

Sudah dari belasan tahun yang lalu tuan Anton tidak pernah lagi merasakan suasana seperti ini. Ia merasa seperti memiliki seorang istri kembali. Tuan Anton sangat bahagia pagi ini. Kemudian, kedua insan beda generasi itu menyantap sarapan dengan tenang. Sesekali tuan Anton melirik gadisnya yang sedang lahap memakan makanannya. Betapa bahagianya ia nanti setelah Ana menjadi istrinya. Bisa sarapan pagi bersama anak dan istri setiap hari.

Tunggu, anak? Yoga, bisakah impian itu terwujud? Tuan Anton membayangkan saat nanti Yoga dan Ana tinggal dalam satu atap. Apakah bisa? Yang ia tahu, Yoga dan Ana memiliki suatu hubungan tertentu namun ia belum tahu pasti hubungan seperti apa yang mereka jalin. Memikirkan hal itu membuat tuan Anton tidak selera makan lagi. Pancake yang sudah beberapa kali ia suap ke mulutnya sendiri dengan lahap karna enak, kini seakan menjadi hambar tanpa rasa.

Klunting ....

Tuan Anton meletakkan sendoknya ke atas piring dengan kasar. Mood nya sudah hancur saat ini.

"Kenapa Pih? Masakan Ana ngga enak ya?" tanya Ana keheranan.

"Tidak ada. Kamu lanjutkan sarapanmu setelah itu pulanglah bersama Beni." titah tuan Anton kemudian pergi dari ruangan itu, meninggalkan Ana seorang diri dengan kebingungan.

***

Ana memasuki sebuah ruangan yang dijadikan sebagai ruang kerja tuan Anton di rumah itu. Ini pertama kalinya ia memasuki ruangan itu. Terlihat sangat tenang dan nyaman. Dikelilingi dengan beberapa rak buku yang menghiasi dinding ruangan itu. Tuan Anton terlihat bersender di kursi kebesarannya sembari menyesap rokok.

"Pih, Ana boleh masuk?" Pria itu tak menoleh sedikitpun.

"Papih marah ya sama Ana?" Tanpa jawaban dari sang papi, gadis itu masuk begitu saja dan mendekati papinya.

Ana merasa bingung, namun ia juga tidak berani bertanya lebih ke papinya itu. Jika sedang marah seperti ini, yang bisa Ana lakukan hanyalah menuruti perintah sang papi.

"Ana pamit pulang Pih." ucapnya pelan kemudian gadis itu mencium pipi kiri tuan Anton dan pergi meninggalkan ruangan itu.

Tuan Anton memang seperti itu. Suasana hatinya tidak mudah ditebak dan bahkan mood nya sering berubah-ubah. Namun semarah apapun dirinya, ia tetap tidak bisa berlama-lama mendiamkan gadis itu. Ana menduduki peringkat pertama di hatinya.

***

"Tatak, atu cayi-cayi tok ngga ada? (Kakak, aku cari-cari kok ngga ada?)" Jagoan kecil itu langsung menanyai kakaknya yang baru saja pulang.

Tari hanya tersenyum lalu ia segera menggendong Adnan dan mencium pipinya. "Wah sudah mandi ya? Wangi banget jagoan kakak."

"Kak, baru pulang?" tanya Bilal saat keluar dari kamar. "Tadi pagi kak Yoga datang nyariin Kakak."

Tari terkejut. Kenapa pagi-pagi Yoga datang ke rumah? Semalam kan juga sudah bertemu.

"Katanya mau ajak Kakak jogging, tapi Kakak ngga ada. Di telfon juga ngga aktif." jelasnya lagi.

Tari langsung mengambil ponsel di sakunya dan mengeceknya. Ah, ponsel nya mati pantas saja tidak aktif. Tari segera menurunkan Adnan dan men-carge ponselnya. Setelah itu ia kembali menemani Adnan yang sedang bermain di teras rumah dengan Bilal.

"Farhan kemana Dek?"

"Ke pasar sama bu Mae."

"Oh ..."

Hari ini tidak ada yang terjadi setelah kepulangan Tari dari rumah baru. Waktunya ia habiskan untuk bermain bersama adik-adiknya.

***

Beberapa hari berlalu. Liburan sekolah kali ini serasa sangat panjang. Tari pun lebih sering berada di rumah dan tidak kemana-mana. Jika tahun lalu ia habiskan bersama tuan Anton setiap malam di club, namun tidak untuk kali ini.

Semenjak pagi itu, tuan Anton hanya menemuinya tiga kali. Entahlah apa yang membuat tuannya seperti itu. Tari tidak ambil pusing, jika sudah rindu berat maka pria itu akan datang sendiri untuk menemuinya.

1
Rini Maryani
aah lm lm si tari ky jalang semua d layanin kasian pa anton mendingan jujur ja
Gladys Aira
Luar biasa
Ref Nita Pilii
cerita nya lumayan bagus...asik baca nya dan gampang di mgti....suka bgt baca nya.
112 'ONE'
BAGUS...👌👍
LANJUT THOR.....🙏🙏
Qomariyah Kom
lanjut dong thor
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ⏤͟͟͞Rafael💝drg🔯HS࿐
mana lanjutannya???
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
mana ingat kn waktu itu mabuk 🙈
ayooo lanjut 🚴🚴🚴
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
yaaah kirain pak Anton
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
pak Anton?
uuuuuhhhh Miss u om
safik🆘𝕱𝖘 ᶯᵗ⃝🐍
setelah reinkarnasi yg berbulan2 untuk menelurkan 1bab... lanjut thor
Eti
lanjut thor jgn lm2
Siti Fatimah
knp lamaaaa bingit upny thooor
Qomariyah Kom
lanjut lagi dong thor ceritanya
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
mungkin Tari uda lupa karena itu kejadian lama banget
lagipula saat itu Tari atau Ana dalam keadaan mabuk seeeh
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
Semalat datang kembali -----> Selamat datang kembali
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
km skng sedang berada dibasement apartemen Yoga
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
diiiiiih ini mah km curi-curi kesempatan tuuuh
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
woooooy fokus nyetir yoooooo....
disebelah ada nyawa yang harus kamu jaga tuuuuh
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
haadeeeh ini juga....napa uda punya bayangan menikahi Tari 🤦🤦🤦🤦
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
mending jangan kasih Gaje harapan deeh Bu Mae, karena itu uda pasti gak mungkin terjadi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!