IG @Amisari
Muchamad Mahadam, seorang Dokter bedah saraf yang tampan nan sukses,
selama 4 tahun Aam biasa dia di panggil, hanya mampu mencintai dalam doa seorang Dokter Ais, kisah cinta yang bermula dari pandangan pertama nya pada gadis manis berlesung pipi itu di sebuah kegiatan amal
Namun cinta nya harus dia tahan dalam diam, karena wanita itu telah di jodohkan dari kecil oleh orang tua nya.
Apa kah Allah mengijabah doa Aam yang meminta Ais jadi jodoh nya ?
Bagaimana cara aam meluluhkan hati ais yang mengalami trauma?
Bagaimana pesantren abi menjadi saksi perjuangan Aam?
semua akan terjawab di sini
happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amisari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mimpi buruk
..."Hidup adalah mimpi untuk orang bijak, sebuah permainan untuk orang tolol, sebuah komedi untuk orang kaya dan tragedi untuk yang miskin". - Sholom Aleichem"...
"Mba Hayo temani Fat bersih-bersih," ajak Fat setelah mereka sholat Ashar.
" Hayo, mba juga gak ada kegiatan ini."
Ais dan Fat berjalan bergandengan menuju keluar gerbang dan masuk ke halaman rumah bu nyai, Saat Ais hendak berbelok memasuki rumah bu nyai, Fat malah menarik tangannya untuk berjalan lurus, dia semakin di buat terkejut karena sampai di pagar hitam rumah minimalis mewah pas di samping rumah bu nyai, Fat mengajaknya masuk
" Kenapa kita kesini Fat?" Wajah Ais masih penuh keheranan.
" Bu nyai tadi minta tolong bersihkan rumah ustadz Aam mba, sekalian masakin buat makan malam."
" Oh begitu,"
Mereka lalu mengucapkan salam, seperti nya tidak ada orang karena tidak ada jawaban dari orang di dalam rumah ini, Fat langsung saja menarik Ais untuk menuju Dapur.
" Mba masak aja ya, biar Fat yang bersih-bersih," ucap Fat sambil mengambil sapu dan kain pel.
" Masak apa Fat?"
' Mba gak tahu selera ustadz Aam."
" Terserah mba aja, ustadz Aam gak rewel kok mba soal makanan," jelas Fat sambil berlalu untuk segera menyapu.
Ais melangkah ke lemari es berwarna hitam di pojok dapur dan terkejut nya dia karena melihat isi dari kulkas itu,
" Seperti nya pria itu habis belanja mingguan,"
" Kulkas nya berisi penuh gini,"
Lama menatap apa saja yang ada di dalam sana, akhirnya dia mengambil dada ayam, tempe, tahu, kacang panjang, timun, cabe dan tomat
" Buat pecel ayam ala lamongan aja lah," Ais langsung sibuk menyiapkan bumbu untuk menggoreng ayam, tahu dan tempe.
Selesai dengan menggoreng, sekarang wanita itu mengambil ulekan untuk membuat sambal.
" Assalamu'alaikum..,"
" Lagi masak apa dek?" Suara yang berasal dari pintu pembatas dapur dan ruang TV, yang Ais bisa pastikan itu adalah suara tuan rumah.
" Walaikumsalam...,"
" Rencana mau buat pecel ayam," Jawabnya dengan menunduk.
" Ada yang bisa mas bantu?"
" Terimakasih..,"
' Tinggal buat sambal aja mas,"
" Ais Bisa sendiri."
" Ohhh,"
" Kalau gitu, mas ke kamar dulu ya," ucap Aam berlalu.
" Mana tahan aku lama-lama di dekat Ais, jantung ini mau keluar saking cepatnya berdetak," Batin Aam sambil tersenyum berjalan menaiki tangga menuju kamar nya.
Selesai sholat magrib, Ais berencana untuk mengantri makan malam bareng teman-teman kamarnya, saat mereka berjalan belum juga jauh dari kamar sudah ada yang memanggil nya,
"Mba Ais, ini ada makanan dari ustadz Aam," seorang santriwati memberikan sekantong besar ke tangannya
Ais melihat isi dalam kantong itu, ternyata nasi bungkus,
" Terimakasih mba,"
" Ini buat mba ya," Ais memberikan satu bungku nasi pada santriwati tadi.
" Terimakasih mba," ucap nya lalu pergi.
" Hayo kita kembali ke kamar, sepertinya malam ini kita makan enak,"
" Dapat traktiran dari ustadz Aam," ujar Ais pada teman-teman nya.
"Alhamdulillah," teriak bahagia teman satu kamar Ais serentak.
Saat membuka kantong itu Ais menemukan secarik kertas bertuliskan,
Terimakasih masakan nya enak, ini ada nasi buat di makan sama teman-teman di kamar.
Senyum wanita itu langsung terukir setelah membaca tulisan Aam.
" Terimakasih kembali ustadz," Batinnya.
" Mbak kok tumben ya ustadz Aam ngasi makanan buat kita," tanya Dewi.
" Baik nya laki-laki itu biasa nya ada mau nya lho mba," ucap Lia.
" Maksud nya kamu Lia?" tanya Ais tidak mengerti.
" Mungkin ustadz Aam naksir mba,"
" Kamu itu asal nebak aja, ini baca pesan nya," Dia memberi secarik surat yang ditemukan di dalam kantong plastik tadi.
Lalu kertas tadi di baca keras oleh Lia
" Oh ternyata ucapan terimakasih karena sudah di masakin," ucap Bela semangat.
Fat yang mendengar surat itu dari tadi hanya senyum-senyum,
" Dulu aku tiap hari yang masakin,"
" Gak pernah itu dapat nasi bungkus ucapan terimakasih,"
" Ini adalah nyata bahwa ada yang lagi pede kate ," lanjut Fat dalam hati dengan terus tersenyum.
" Hayo kita makan," Tri terlihat tidak sabar dengan piring dan sendok nya.
Mereka pun makan bersama dengan kenikmatan luar biasa, maklum anak pesantren jarang-jarang bisa makan enak kayak gini.
_________
Ais tunggu .. aku mencintai mu, maaf kan aku.. menikahlah dengan ku..
Ais terbangun dengan keringat yang membasahi wajah nya.
Dia bermimpi bertemu Andra.
Dilihat teman-teman kamar nya masih tertidur pulas, jarum pendek jam dinding menunjukkan angka satu.
Dada nya terasa sesak, napas nya sempit, kepala nya pusing, dia berlari keluar menuju kursi di bawah pohon mangga.
Ais menangis tanpa suara, hanya air mata nya yang keluar, semakin kuat rasa sesak dalam dada nya mengingat mimpi nya tadi, hingga dia tak sadar kan diri.
"Ais, kamu kenapa?" tanya Aam panik.
Aam yang keluar dari rumah menuju masjid untuk melaksanakan sholat malam, kaget melihat Ais dengan kondisi tak sadarkan diri di atas kursi taman, seketika Aam berlari dan menggendong Ais masuk ke kamar tamu rumah abi.
" Umi, abi" ketuk Aam pada pintu kamar.
" Ya nak ada apa?" ucap abi.
" Abi, umi tolong jaga Ais, dia pingsang sekarang ada di kamar tamu, Aam mau pulang dulu, mengambil alat untuk memeriksa Ais."
Umi yang panik langsung berlari ke kamar, di lihat nya gadis manis itu tertidur dengan wajah pucat.
" Ya Allah nak Ais,"
" Kamu kenapa nak?"
" Bangun nak," Umi terus membelai wajah Ais.
Setelah beberapa lama Ais membuka mata, Dia melihat sekeliling nya,
" Seperti bukan kamar asrama, lalu aku di mana?" batin nya.
" Alhamdulillah nak, kamu sudah sadar," Umi yang bahagia langsung memeluk tubuh gadis itu.
"Ais kenapa bu nyai?"
" Tadi Aam melihat kamu tidak sadarkan diri di kursi taman dan membawa mu ke sini,"
" Apa yang kamu rasa kan nak?"
" Apa ada yang sakit?"
" Tidak ada bu nyai. Ais baik-baik saja."
Umi paham bahwa Ais tidak akan mau bercerita mengapa dia sampai tidak sadarkan diri.
" Baik lah kamu istirahat dulu, nanti waktu subuh umi bangun kan, kita jamaah di rumah aja," Umi berdiri lalu membenarkan selimut di tubuh Ais.
♥️♥️♥️♥️♥️
happy reading
tp jgn d kasih sndri" bingung jdnya