Adelia Firnanda,membuka sebuah biro jodoh,impiannya membuat orang yang membutuhkan bantuannya bahagia.dan dia disebut malaikat cinta oleh para klient nya.
Sudah banyak pasangan yang menikah karena bantuannya,tapi dia sendiri jomblo abadi.
Suatu hari,seorang pria asing mendaftar diri dan meminta Adelia mencarikan pasangan yang pas untuk nya.
Karena pengalamanan nya Adelia mulai mencarikan wanita yang cocok dengan pria itu.
Tapi siapa sangka,pria itu terlalu kaku dan arogan sampai setiap wanita yang dikenalkannya menolak untuk melanjutkan hubungan dengan pria itu.
Sampai akhirnya Adelia memutuskan untuk jalan dengan pria itu,dia ingin tahu apa masalah yang selama ini terjadi.dan lambat laun,dia mulai jatuh cinta,jatuh cinta pada Klient nya sendiri.
Adelia mulai ragu,sedangkan usia mereka terpaut jauh.apa yang harus dia lakukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seperti tom and jerry
Sudah beberapa hari berlalu sejak kejadian itu, Chris tidak menghubungi Adelia lagi begitu pula dengan Adelia.
Tidak ada yang mulai mencari satu sama lain diantara mereka sampai suatu hari Adelia pergi menemui kakaknya Sean disebuah restoran.
Hari itu Sean mengajak adiknya untuk makan siang, sebelumnya pria itu sudah ada janji untuk bertemu dengan rekan bisnisnya ditempat itu.
Karena pria itu sedang bosan menunggu jadi Sean sengaja mengajak adiknya untuk menemaninya makan siang sejenak.
"Kak, sudah lama menunggu?"
Adelia baru saja tiba dan langsung menghampiri kakaknya, dia juga langsung duduk didepan kakaknya.
"Del, kenapa baru datang?"
"Sory kak, macet."
"Ya sudah, ayo makan." ajak Sean.
Makanan sudah terhidang diatas meja sejak tadi dan tanpa ragu Adelia menyendok makanan kedalam piringnya dan memakannya. Tidak hanya itiu, diatas meja juga sudah ada segelas jus alpukat kesukaannya.
"Kak, siapa yang kau tunggu?" tanyanya.
"Yah, hanya rekan bisnis."
"Kenapa belum datang?"
"Mungkin sebentar lagi."
Saat itu Chris masuk kedalam restoran itu, dia sudah terlambat karena terjebak macet jalananan ibukota dan dia tidak suka itu. Begitulah jalanan ibukota Jakarta disaat jam sibuk, padahal dia bukan tipe orang yang suka terlambat tapi apa boleh buat?
Chris melangkah dengan cepat untuk menemui rekan bisnisnya, ya pria itulah rekan bisnis yang ditunggu oleh Sean.
Walaupun mereka sudah pernah berbicara lewat ponsel Adelia, tapi mereka tidak tahu sama sekali.
Sean bangkit berdiri saat melihat kedatangan rekan bisnisnya ,Sean mengangkat tangannya dan memanggil Chris.
"Mr Chris, over here."
Adelia begitu kaget saat mendengar kakaknya memanggil nama itu, karena begitu kaget membuat Adelia tersedak makanan yang sedang dimakannya karena saat itu dia masih makan.
"Uhuk..uhuk.." Adelia langsung memukul-mukul dadanya.
"Del, apa kau baik-baik saja?" Sean begitu panik saat melihat adiknya itu.
Degan cepat Sean memberikan minumannya untuk adiknya dan dengan cepat pula Adelia menyambar minuman dari tangan kakaknya dan meneguknya.
"Kenapa rekan bisnis kak Sean harus pria aneh itu?" tanya Adelia dalam hati.
Chris sangat heran melihat wanita yang sedang duduk didepan Sean, dia sedang melangkah mendekati Sean dan rasanya tidak asing saat melihat punggung wanita itu.
"Tuan Sean, maaf telah membuatmu menunggu." Chris berjalan menghampiri Sean dan mengulurkan tangannya.
"Tidak masalah, aku maklum karena jalanan ibukota yang selalu sibuk." Seanpun menyambut uluran tangan pria itu.
Adelia tidak berani mengangkat kepalanya, dia hanya sibuk mengelap mulutnya dengan selembar tisu ditangannya.
Dia masih tidak percaya bahwa rekan bisnis yang ingin ditemui oleh kakaknya adalah klient anehnya.
"Silahkan Duduk." kata Sean.
Tanpa basa basi Chris langsung duduk disamping Adelia, Sean begitu kaget dan langsung melolot tidak percaya. Padahal sudah tersedia kursi kosong untuk pria itu, tapi?
Adelia juga tak kalah kagetnya, kenapa pria itu malah duduk disampingnya?
"Mr Chris?"
"Kenapa? Apa aku tidak boleh duduk disini?" tanya Chris memotong perkataan Sean.
"Tidak, bukan seperti itu."
Sean melihat kearah adiknya itu tapi Adelia hanya menunduk dan melipat-lipat tisu yang ada ditangannya.
Jujur dia merasa was-was dan dia takut jika Chris salah bicara dan mengatakan jika mereka sedang berpacaran pura-pura didepan kakaknya.
Sean dan Chris mulai membicarakan bisnissedangkan Adelia diam saja tidak mengerti dengan pembicaraan kedua pria itu.
Selama membicarakan bisnis dengan Sean, Chris meraih tangan Adelia dan menggenggamnya dibawah meja.
Adelia melihat pria itu tidak percaya, beraninya memegangi tangannya didepan kakaknya? Bagaimana jika sampai kakaknya melihat?
Adelia berusaha menarik tangannya tapi Chris menggenggamnya dengan erat, dia tidak akan melepaskan tangan wanita itu sedangkan Adelia tidak berdaya, jika dia memberontak maka kakaknya akan tahu semuanya.
"Mr Chris, aku ingin kebelakang dan kau bisa berbicara dengan adikku sebentar." ujar Sean.
"Jadi dia adikmu?"
"Benar."
"Aku kira dia pacarmu." ujar Chris kemudian.
"Tidak, tidak! Jika dia bukan adikku tentu sudah aku jadikan pacarku." jawab Sean sambil tertawa.
Sean segera bangkit berdiri,bmeninggalkan kedua orang itu tanpa curiga sedikitpun dan menuju kamar mandi.
Setelah kepergian Sean, Adelia segera menarik tangannya dari genggaman tangan Chris tapi pria itu semakin mengencangkan pegangan tangannya.
"Lepas." pintanya.
"Apa benar dia kakakmu?" tanya Chris memastikan.
"Bukankah Kau sudah mendengarnya tadi?"
"Apa pria itu yang bersamamu beberapa hari yang lalu?"
"Apa urusanmu?"
"Jika kau tidak menjawab maka aku tidak akan melepaskan tanganmu ini." ancamnya.
"Oh Tuhan, Chris, kau benar-benar seperti seorang suami yang sedang cemburu." kata Adelia kesal.
Chris diam saja tidak menggubris perkataan Adelia tapi matanya menatap Adelia dengan tajam.
"Kenapa tidak mencariku beberapa hari ini?" tanyanya.
"Aku sibuk, klientku bukan cuma dirimu saja."
"Tapi bukankah kita ini masih pacaran?"
" Benar tapi ingat, hanya pura-pura!" Adelia menekan perkataannya.
"Oh ya? Apa kakakmu tahu masalah ini?"
"Hei, apa maksudmu bertanya demikian?"
"Yah, aku rasa ada baiknya aku katakan jika kita ini sedang pacaran walaupun hanya pura-pura."
"Tidak boleh!" sela Adelia dengan cepat.
Apapun yang terjadi kakaknya tidak boleh mengetahui hal itu dan pada saat itu Chris menarik bibirnya tersenyum dengan licik.
"Kalau begitu, kau harus menuruti semua perkataanku selama kau menjadi pacar pura-puraku."
Adelia melongo tidak percaya, permintaan macam apa itu?
"Tidak bisa." tolaknya.
"Tidak masalah, aku akan mengatakan semuanya pada kakakmu itu."
"Kau mengancamku?"
"Tidak nona." Chris tersenyum padanya.
"Chris jangan pernah coba-coba mengatakan hal ini pada kakakku." pintanya.
"Kalau aku mau, kau bisa apa?"
Adelia memutar bola matanya, malas! Entah kenapa mereka selalu berdebat jika bertemu.
"Aku pikir sebaiknya kita menyudahi pacaran pura-pura ini." ujarnya.
Chris memalingkan wajahnya, melotot pada wanita itu, Dia tidak mau menyudahi masa pacaran pura-pura mereka begitu saja.
"Tidak bisa!" tolaknya.
"Aku tidak perlu persetujuanmu!"
"Oh ternyata nona Adelia sangat tidak profesional dalam pekerjaan. Bukankah kau berkata kita akan menjadi pacar pura-pura sampai kau menemukan wanita yang cocok untukku?"
"Yah benar, tapi aku berubah pikiran." jawab Adelia dengan cepat.
"Sayang sekali, kau membuang waktuku. Ternyata kau benar-benar tidak profesional!"
Adelia merasa tersinggung dengan perkataan pria itu, selama ini dia selalu bekerja secara profesional dan dia tidak mau dicap sebagai orang yang tidak profesional.
"Ok fine, kita tetap pacaran pura-pura sampai aku menemukan wanita yang cocok denganmu." katanya kesal.
Chris kembali tersenyum dengan penuh kemenangnan karena mereka masih pacaran walaupun pura-pura.
Saat itu Sean telah kembali, pria itu menghentikan langkahnya saat melihat adiknya sedang berdebat dengan rekan bisnisnya itu.
Dengan cepat Sean menghampiri kedua orang itu, dia kawatir jika mereka sedang bertengkar.
"Hei, kalian terlihat sangat akrab Apa kalian sudah saling mengenal?" tanyanya.
"Tidak!" jawab Adelia dengan cepat.
"Oh ya, aku lihat kalian seperti Tom and Jerry."
"Tuan Sean, aku dan adikmu sebenarnya sedang?"
Adelia langsung melotot kearah Chris, apa yang mau Chris katakan pada kakaknya?