Seorang gadis berparas wajah cantik namun, wajah cantik pipi sebelah kiri cacat karena kejadian masa kecilnya dulu yaitu bernama Anna. Kehilangan Ibu kandungnya membuat Anna tinggal bersama keluarga yang mengaku ayahnya.
Hingga Ia mendapatkan siksaan dari Ibu tiri dan Kakak perempuannya.
Apakah Anna mampu bertahan dengan siksaan mereka? Apakah ada seorang pemuda jatuh cinta padanya yang menerima kekurangannya dan membawanya keluar dari siksaan yang sering dia dapatkan? Penasaran dengan kelanjutannya yuk mampir ke kisah gadis cacat ini untuk mendapatkan cinta dan kebahagiaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
" *Aakkkhh" pekik Ana yang kaget.
" Aakhhh," pekik Bram yang kaget karena keberadaan Ana.
Brruukk" suara pintu yang kembali di tutup*.
" Astaga, mataku ternoda" ucap Ana langsung beranjak ke kamar mandi.
Ana mencuci wajahnya sambil mengusap-ngusap matanya." Mataku sudah nggak suci lagi" gumam Ana yang masih mencuci wajahnya.
🍁🍁🍁
" Astaga, kenapa kau bangun di saat yang tidak tepat. Ana adalah Adikku, walaupun lain Ibu tetap Ana adalah Adikku." Ucap Bram yang sedang mengguyur tubuhnya di bawah sower air. Semenjak dari kamar Ana, Bram langsung ke Bathroom untuk mendinginkan tubuhnya.
" Ana seperti malaikat, begitu cantik, baik dan polos." ucap Bram kembali mengingat wajah Ana. Bram kembali sadar dan langsung menepuk-nepuk kedua pipinya.
" Nggak boleh,nggak boleh, apa yang aku pikirkan? Ini tidak baik dalam diriku. Tidak mungkin aku menyukai Adikku sendiri." ucapnya.
" Lebih baik, aku secepatnya mandi dan menemui Ayah" ucap Bram sambil membersihkan tubuhnya.
Tak lama kemudian Bram akhirnya selesai mandi dan mengambil handuk di lilitnya di pinggang. Bram keluar dari bathroom dan disaat itu juga pintu kamarnya terbuka dan seseorang muncul ke dalam kamarnya. Namun, begitu kaget melihat Bram yang telanjang bagian atasnya. Sehingga, membuatnya berteriak. Bram yang tidak tau kedatangan Ana pun kaget sehingga ia pun sama-sama berteriak.
" Astaga, apa yang terjadi? Kenapa Ana berteriak dan kembali menutup pintunya!" ucap Bram yang bingung. Namun tiba-tiba matanya terkejut melihat tubuhnya yang terpampang jelas di cermin. Tubuhnya bagian atas tidak memakai apapun, yang hanya memakai handuk yang menutupi bagian bawahnya. Bram sadar, Ana yang begitu polos pasti kaget melihat Kakaknya seperti ini.
" Astaga, aku lupa kunciin pintu kamar. Aku harus cepat-cepat memakai pakaian sebelum Ana kembali mengetuk." ucap Bram. Beberapa menit kemudian Ana dan Bram keluar dari pintunya masing-masing.
Ana yang melihat Bram keluar dengan cepat melangkah mendekati Bram." Kak" panggil Ana yang berdiri disamping Bram.
" Eh, Ana masih di sini? Kenapa nggak turun saja?" tanya Bram.
" A-ana tadi lagi buang air kecil Kak" ucap Ana yang berbohong. Ana nggak mau kalau Bram tau Ana di kamar mandi hanya mencuci wajahnya saja.
" Oh, kenapa kelopak matanya kemerah-merahan?" tanya Bram.
" Oh tadi Ana nggak sengaja menggosoknya, oh iya Kak, yuk ke ruang makan. Pasti mereka sudah lama menunggu kita Kak." ucap Ana yang mengalihkan perhatian Kakaknya, yang tak ingin membuat Bram memberikan pertanyaan lagi kepadanya.
Mereka beranjak melangkah ke ruangan di mana keluarganya berada. Jenie dan Rissa melihat kedatangan mereka yang terlihat tatapan tak suka kepada Ana yang begitu dekat dengan Bram.
" Malam semua" ucap Bram yang sudah berdiri di depan mereka.
" Malam juga" ucap mereka bersama.
" Kenapa begitu lama?" tanya Jenie.
" Maaf Mah, tadi Bram lagi mandi" ucap Bram.
" Jangan sering mandi malam nanti masuk angin Bram" ucap Jenie sambil menyendok makanan untuk suami dan anaknya.
" Iya Ma" ucap Bram.
" Setelah makan nanti Papa mau bicara sesuatu, jadi Papa harap kalian ada waktu buat Papa" ucap Dian.
" Iya Pah" ucap Mereka bersama.
Mereka pun mulai makan malam tanpa ada obrolan, Rissa dan Jenie sebenarnya tidak ingin Ana makan malam bersama mereka. Mereka begitu jijik melihat wajah Ana yang sering memakai topeng. Di balik topeng itu wajah nan ayu Ana sudah kering tapi terlihat rusak. Andai mereka begitu banyak uang pasti Ana bisa Operasi wajah. Namun, Jenie selalu saja menghalangi Dian untuk menabung buat Operasi Ana. Setelah makan malam mereka pun berkumpul di ruang keluarga.
" Besok kita kedatangan tamu Istimewa jadi, Papa harap kalian semua ada di rumah ini" ucap Dian yang langsung mengawali pembicaraan mereka.
" Tamu istimewa siapa Pah?" tanya Jenie yang terkejut.
" Pokoknya Mah, Papa ingin Mama masak makanan lezat besok dan Ana sama Rissa yang bantu mendekor ruangan ini dengan baik ya?" ucap Dian.
" Iya Pah" ucap Ana.
" Maaf Pah, Rissa nggak bisa. Besok Rissa ada pemotretan di luar daerah. Jadi Ana saja yang bantuin Mama ya Pah?" ucap Rissa.
" Apa-apaan ini? Masa Aku seorang model kerja di dapur? Tanganku yang begitu halus bisa kasar nanti" batin Rissa.
" Pah nggak apa-apa, ada Bi Jum sama Ana yang bantuin Mama. Rissa juga banyak kesibukan akhir-akhir ini, jadi Papa nggak usah khawatir." ucap Jenie.
" Ya sudah, Papa juga besok ada Mitting mendadak bersama Bram di luar daerah. Insya Allah bakal balik sore nanti, Papa harap semua sudah selesai sebelum Papa kembali." ucap Dian.
" Iya Pa" ucap Jenie dan Ana bersama.
" Kalau begitu obrolan kita sampai di sini, silahkan lanjutkan aktivitas kalian" ucap Dian yang mulai berdiri dan melangkah meninggalkan ruangan itu.
Mereka satu persatu beranjak pergi meninggalkan ruangan itu yang hanya tersisa tinggal Ana bersama Bram. Ana menoleh ke arah Bram yang sedang sibuk mengotak-ngatik Handponenya. Ana kembali mengingat kejadian yang terjadi di kamar Bram,hingga membuatnya canggung berdekatan dengan Kakaknya. Ana berdiri dan ingin melangkah namun, Bram menghentikannya.
" Mau kemana?" tanya Bram.
" Mau tidur Kak" balas Ana.
" Ya sudah tidur yang nyenyak ya" ucap Bram yang tersenyum simpul ke arah Ana. Ana membalas senyuman Kakaknya sambil menganggukan kepala. Ia kembali melangkah ke arah kamarnya meninggalkan Bram yang sedang menatapnya.
"Ana semoga ini berhasil" batin Bram.
lanjut kak,, semangat terus 💪💪💪
jangan lama-lama y up nya kak
ko lama banget sih update nya...aku tunggu-tunggu ceritanya....
lanjut kak,, semangat terus 💪💪💪