NovelToon NovelToon
Obsesi Cinta Tuan Arogan

Obsesi Cinta Tuan Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Matcha Lala

Nadia menikahi pria yang tidak pernah mencintainya. Sang suami adalah teman masa kecil nadia. Namun dimas melupakan gadis tersebut. Selama pernikahan mereka, Nadia terus merasakan sakit yang teramat sakit. Melihat sang suami bersama dengan wanita lain. Sang suami masih berhubungan dengan wanita yang masih berstatus kekasih. Dan bahkan mengajak kekasihnya itu untuk datang ke rumah. Setiap hari Nadia harus melihat kemesraan sang suami dengan wanita lain di depan mata sendiri. Nadia hanya bisa menahan rasa sakit yang ia rasakan demi keutuhan rumah tangganya. Nadia berprinsip menikah sekali seumur hidupnya. Nadia juga tidak ingin berpisah dari Dimas pria yang ia cintai sedari dulu. Dan ia ikhlas menerima rasa perih yang tidak pernah di dapatkan dari keluarganya. Nadia yakin, suatu saat nanti sang suami akan mencintainya juga, walaupun ia tidak terlalu yakin dengan hal tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Matcha Lala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Setelah kepergian kedua orang tua Dimas, Jesica langsung masuk ke dalam rumah dimas tanpa izin. Nadia yang melihatnya langsung menghampiri Jessica dan menahan tangan gadis tersebut saat ingin masuk ke dalam kamarnya. Jessica membalikkan tubuhnya dan menatap tajam Nadia.

"Lepasin yang gue, apa hak Lo pegang tangan gue?!," ucap Jessica.

"Kamu sudah masuk ke dalam rumah ini tanpa izin. Tolong kalau masuk ke dalam rumah itu harus pakai sopan santun, jangan asal masuk saja seperti ini. Untung saja kedua mertuaku sudah pulang, jadi mereka tidak melihat kedatanganmu ke sini," ucap Nadia.

"Ayah mertua lo sudah melihat gue dan dia juga sudah mengetahui hubungan gue dengan Dimas. Jadi lepaskan tangan gue, karena gue merasa jijik di sentuh oleh tangan kotor Lo itu!," ucap Jessica.

Jessica langsung menepis tangan Nadia sehingga gadis jatuh, Jesica tersenyum miring dan masuk ke dalam kamar Dimas. Terlihat di dalam kamar, Dimas tengah duduk di balkon kamar dengan pikiran banyak masalah yang harus dia selesaikan. Jessica memeluk sang kekasih dari belakang.

"Nad, jangan ganggu gue dulu. Gue lagi banyak masalah, gue enggak mau marahin Lo," ucap Dimas.

Jessica melepaskan pelukannya dan menatap sang kekasih. "Ini aku, bukan Nadia. Kenapa sih dim, di dalam otak kamu hanya ada nadia. Kayak tadi kamu marahin aku di depan karyawan kantormu. Sebenarnya kamu masih cinta sama aku atau enggak sih? Dimas inget ya, kamu udah janji enggak bakal jatuh cinta sama cewek burik itu!," Ucap Jessica.

Dimas terkejut melihat keberadaan Jessica dan pria itu langsung memegang tangan sang kekasih, namun Jessica langsung menepis tangan Dimas dengan kasar.

"Maaf, aku kira kamu Nadia. Maafkan aku, saat ini aku benar benar banyak masalah sayang. Papa tau tentang hubungan kita, bisa bisa aku kehilangan fasilitas. Aku sedang memikirkan sesuatu, agar papa memaafkan ku," ucap Dimas.

Jessica langsung terdiam saat mendengar Dimas akan kehilangan fasilitas dan tentunya kekayaannya.

"Jangan sampai fasilitas yang diberikan hilang begitu saja. Kamu harus berusaha agar kekayaan itu tetap ada padamu. Ingat aku tidak akan bersama dengan kamu jika kamu tidak memiliki harta. Kamu harus pikirkan bagaimana cara meminta maaf kepada papamu. Jika kamu ingin aku menjauh untuk sementara waktu, maka aku akan menjauh. Asal kamu tidak jatuh miskin," ucap Jessica.

Dimas sedikit sakit saat mendengar ucapan dari kekasihnya. Namun pria itu Langsung menganggukkan kepalannya, dan saat akan memeluk Jessica, gadis itu langsung mundur beberapa langkah.

"Sorry, aku lagi tidak mood untuk berpelukan. Kalau begitu aku permisi dulu, masih banyak yang harus aku selesaikan," ucap Jessica.

Jessica langsung berjalan ke arah pintu kamar. Dan di sana sudah ada Nadia yang berdiri diam. Nadia melihat suaminya yang terlihat benar benar frustasi. Dimas mengacak rambutnya karena kepalannya bener benar terasa sangat sakit.

"Kak, sudah jangan di pikirkan dulu. Lebih baik kakak istirahat," ucap nadia.

Dimas langsung menatap sang istri yang ada di pintu kamar. Nadia masuk dan langsung memeluk sang suami yang terlihat frustasi dengan masalah yang di hadapinya. Nadia memeluk sang suami dan Dimas membalas pelukan tersebut. Nyaman, kenyamanan yang di rasakan oleh Dimas saat memeluk Nadia.

"Kepala gue sakit nad, papa tau semuanya, papa tau kalau gue masih memiliki hubungan dengan Jessica. Papa marah sama gue, papa ngancem gue bakal ambil fasilitas gue. Kalau gue enggak memutuskan hubungan gue sama Jessica. Gue enggak mau putus dari Jessica nad. Gue cinta sama dia, gue sayang sama Jessica," ucap Dimas.

Dada Nadia seperti di tusuk ribuan pisau, Nadia berusaha untuk tetap tenang saat mendengar suaminya mengatakan mencintai wanita lain. Dimas terus saja menangis di pelukan Nadia, tanpa memikirkan perasaan sang istri yang terasa sangat sakit mendengar kejujuran dari Dimas.

"Udah ya kak, lebih baik Kakak istirahat terlebih dahulu. Setelah itu kakak pikirkan bagaimana caranya untuk meminta maaf kepada papa, Nadia yakin kalau papa akan memaafkan kakak," ucap Nadia.

Dimas melepaskan pelukan istrinya, dan ia menatap Nadia dengan tatapan sendu. Nadia pun mengulurkan tangannya dan menghapus air mata yang ada di pipi Dimas.

"Aku enggak bisa ngeliat kakak sedih kayak gini, lebih baik kakak istirahatkan dulu pikiran kakak. Setelah itu baru kakak pikirkan cara bagaimana meminta maaf pada papa," ucap Nadia.

"Nad, gue mau tidur. Tapi gue mau peluk lo, boleh?," ucap Dimas.

Mendengar ucapan dari sang suami Nadia langsung menganggukkan kepalanya. Nadia langsung duduk di atas kasur setelah itu ia merentangkan kedua tangannya. Dimas yang melihatnya langsung memeluk Nadia dengan erat. Sepasang suami istri itu pun berbaring di atas kasur, dimas menatap Nadia yang benar benar setia kepadanya.

"Makasih ya nad," ucap Dimas.

Nadia menatap sang suami dengan wajah bingung. "Terima kasih untuk apa kak?," ucap Nadia.

"Terima kasih karena selalu ada untuk gue dan selalu bantuin gue," ucap dimas.

Nadia tersenyum kecil dan mengusap rambut sang suami. "Sudah, lebih baik kakak istirahat. soalnya Nadia harus beresin rumah," ucap Nadia.

"Enggak perlu, seharian ini Lo harus temenin gue tidur di sini. Gue enggak bakal lepasin pelukan gue," ucap dimas.

Dimas memeluk erat sang istri dan nadia hanya bisa tertawa kecil. Dimas benar benar seperti anak kecil yang membutuhkan belaian kasih sayang.

"Iya deh, aku temenin," ucap Nadia.

Dimas tersenyum bahagia dan memejamkan kedua matanya. Nadia terus mengusap rambut sang suami, sehingga suaminya itu tertidur pulas. Nadia langsung meneteskan air matanya saat mengingat perkataan suaminya. Dimas benar benar tulus mencintai Jessica, dada Nadia benar benar sakit.

'kapan aku bisa seperti Jessica kak? Aku juga ingin seperti Jessica, yang mendapatkan cinta dari kakak. Aku iri pada Jessica, yang bisa membuat kakak tidak bisa hidup tanpanya. Aku benar benar iri kak, aku sangat iri pada Jessica. Aku mencintai kakak, dan ternyata cintaku hanya sepihak. Aku harus apa kak?, ingin mengakhiri hubungan ini, tapi aku enggak mau kakak sendirian. Apa lagi saat ini, Kakak memiliki banyak masalah. Aku harus bertahan agar selalu ada dan membantu Kakak keluar dari masalah ini. Walupun perasaan sakit yang harus terus aku terima. tapi jika aku tetap tidak bisa menaklukkan hati kakak, aku minta maaf. Aku akan menyerah, demi kebahagiaan kakak bersama dengan Jessica,' batin Nadia.

Nadia memeluk erat sang suami yang begitu ia cintai. Ia mencium puncak kepala suaminya dan menghapus air matanya.

"Jika aku tidak bisa mendapatkan cinta dari kakak untuk saat ini, aku akan tetap berada di dekap kamu kak. Menemani kamu untuk menyelesaikan semua masalah kamu. Aku akan menjadi sandaran di saat kamu lelah dan sedih," gumam Nadia.

Rasa cinta Nadia benar benar sangat tulus, sehingga dia rela merasakan sakit. Ia yakin sang suami akan membalas cintanya suatu saat nanti. Jika Dimas tidak juga membalas cintanya, hanya ada satu kata yang ada di dalam pikiran Nadia yaitu menyerah. Dia akan menyerah dan melepaskan cintanya untuk selamanya.

1
Novansyah
lanjut kk menurut AQ bagus sih
Novansyah
bagus kk lanjut update nya tapi jangan lama2
Zuri Atulaini
ini novel gila jangan di baca aku gk mau langjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!