NovelToon NovelToon
Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Rasa percaya diri Refisha benar-benar hilang karena di usianya yang sudah memasuki 29 tahun, orang tuanya berkali-kali menjodohkan, tetapi banyak kendala pria menikahinya dan termasuk banyak orang tua pria yang tidak setuju menikah dengan.

Refisha juga selalu bertentangan dengan adiknya yang sudah berusia 24 tahun dan ingin secepatnya menikah. Banyak sekali permasalahan percintaan dalam hidupnya yang tidak sesuai dengan karirnya dalam dunia pekerjaan.

Sampai seketika orang tuanya kembali menjodohkannya dengan seorang Ustadz, Refisha tidak pernah menolak apapun yang dilakukan orang tuanya, dia setuju, tetapi bukannya kebahagiaan yang didapatkan justru penghinaan dari pria yang memahami permasalahan agama itu membuat kepercayaan dirinya semakin hilang.

Lalu siapa sangka Ustadz pemuka agama itu menolaknya, satu pria pria yang dia temui tidak sengaja dengan usianya yang lebih muda, justru ingin melamarnya, mengejarnya dengan cara ugal-ugalan.

Mari mengikuti ceritanya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22 Penjelasan

"Ezra!" langkah Ezra terhenti ketika dipanggil oleh sahabatnya. Saat mereka sudah sama-sama keluar dari ruang rapat.

"Ada apa?" tanyanya.

"Siapa yang aku lihat tadi?" tanyanya membuat Ezra mengerutkan dahi.

"Maksudnya?" tanya Ezra.

"Hey apa kau tidak sadar jika tadi kau sungguh benar-benar keren. Aku tidak menyangka kau bisa mengeluarkan kata-kata tajam seperti itu, menampar orang-orang angkuh yang ada di dalam sana," ucap Yogi memuji sahabatnya itulah.

"Sudahlah, itu hanya sebuah candaan saja," sahut Ezra.

"Jadi menurutmu itu candaan, lalu bagaimana jika kau benar-benar serius, mungkin orang-orang yang ada di dalam sana bisa struk," ucap Yogi.

Ezra hanya senyum-senyum mendengar pujian dari sahabatnya itu.

"Ternyata menikahi wanita mandiri membawa pengaruh besar bagimu," ucap Yogi.

"Maksudnya?" tanya Ezra menghentikan langkahnya dan menghadap Ezra.

"Ezra, aura tidak mau kalah terlihat jelas di wajahmu, kau sedang memburu untuk lebih maju Refisha, karena kau mengetahui Refisha sudah lebih dulu ada dalam dunia bisnis seperti ini," ucap Yogi.

"Maksudmu, aku takut jika Refisha lebih di atasku dibandingkan aku yang hanya mengandalkan uang orang tua?" tanya memastikan.

"Buktinya setelah menikah kau baru bisa bertindak seperti ini," sahut Yogi.

Ezra seketika terdiam, mungkinkah benar apa yang dikatakan sahabatnya, dia sekarang sudah menikah dan tidak bisa main-main lagi, istrinya bukan ibu rumah tangga biasa yang hanya berdiam diri di rumah dan bisa-bisa istrinya akan lebih berada di atasnya.

"Oke, aku harus bertemu dengan klien dulu, sukses untukmu!" Yogi menepuk bahu Ezra dan kemudian langsung pergi.

******

Pada saat jam makan siang, Ezra memilih untuk mampir ke butik Refisha. Mobil BMW hitam milik Ezra sudah berhenti di parkiran dan sang pengemudi langsung keluar dari mobil tersebut.

"Kak Ezra!" langkah Ezra terhenti mendengar suara itu membuatnya menoleh ke belakang dan ternyata itu adalah Laudya yang berjalan menghampiri Ezra.

"Ada apa Laudya?" tanya Ezra dengan satu alis terangkat.

"Kakak mau bertemu dengan kak Refisha?" tanyanya memastikan Ezra menganggukkan kepala.

"Tetapi kak Refisha tidak ada di dalam," ucap Laudya.

"Benarkah? Dari mana kamu tahu, apa kamu baru saja dari dalam?" tanya Ezra.

"Ini itu hari Jum'at, sudah pasti tidak kak Refisha dari pagi dia akan berada di pemakaman untuk berziarah ke makam mantan kekasihnya, tetapi biasanya memang kalau siang sudah kembali," jawab Laudya sembari melihat arloji di pergelangan tangannya.

"Berziarah?" Ezra memastikan sekali lagi.

"Benar! ini adalah kebiasaan dari dulu yang dia lakukan dan maka dari itu dia tidak memiliki waktu untuk menjalin hubungan dengan siapapun, lagi pula siapa yang tahan melihat pasangannya masih mengingat mantan kekasih dan bahkan sampai menghabiskan waktu dari pagi sampai siang hari, bahkan bisa sampai sore hari," lanjut Laudya selalu saja memberikan cerita yang belum tentu Ezra.

"Ezra!" di tengah pembicaraan itu keduanya menoleh ke arah suara tersebut yang Refisha.

Laudya sedikit panik, mungkin dia takut Refisha sebelumnya mendengar pembicaraan mereka.

Refisha menghampiri kedua orang tersebut.

"Laudya kamu di sini?" tanya Refisha.

"Hmmmm, iku aku tadi disuruh Mama untuk mengantarkan ini," Laudya memberikan paper bag tersebut pada Refisha.

"Makasih Laudya, kamu sudah meluangkan waktu kamu untuk datang ke butik Kakak," ucap Refisha.

"Ezra, kamu sudah lama datang?" tanya Refisha.

"Baru saja, kamu baru dari luar?" tanya Ezra membuat Refisha menganggukkan kepala.

"Ayo kita masuk!" ajak Refisha memegang lengan suaminya itu dan mengajaknya masuk ke dalam.

Laudya ternyata tidak dipedulikan, justru terlihat begitu kesal bagaimana kakaknya mengabaikan dirinya.

"Ezra, jadi panggilannya setelah menikah cukup itu saja, begini kalau menikah dengan yang lebih muda, tetapi kalau aku yang menjadi istrinya pasti aku akan memanggilnya sayang, suamiku atau apapun itu dengan kata-kata romantis, tidak norak dan kampungan seperti ini," batin Laudya benar-benar memiliki sikap dengki kepada kakaknya.

****

Refisha dan Ezra terlihat duduk di sofa dengan bersebelahan, Refisha membuka makanan yang baru saja dikirimkan Mila kepadanya. Refisha melihat ke arah sang suami yang ternyata fokus pada ponselnya, ekspresi wajahnya datar.

"Bagaimana rapat hari ini?" tanya Refisha basa-basi.

"Berjalan baik," jawaban itu terdengar singkat.

"Alhamdulillah kalau begitu," sahut Refisha.

Ezra hanya mengangguk-anggukkan kepala.

"Ayo makan!" ajak Refisha.

Ezra menurut, tetapi tetap saja ekspresinya sangat tidak suka, entahlah apa yang ada dipikirannya saat ini.

"Hmmm..... kamu tidak ingin menanyakan sesuatu kepadaku?" tanya Refisha.

Ezra berhenti makan dan melihat seri Refisha. Refisha mulai menyadari bahwa suaminya tidak baik-baik saja dan daripada mereka hanya diam-diam saja lebih baik dibahas.

"Benarkah dari pagi sampai saat ini kami tidak berada di butik dan menghabiskan waktu kamu di pemakaman?" tanya Ezra akhirnya membahas dengan istrinya daripada semua berkumpul menjadi satu.

"Pemakaman?" tanyanya sekali lagi memastikan.

Ekspresi wajah Refisha justru terlihat kebingungan.

"Refisha jangan melihatku seperti itu, kamu jawab saja yang sebenarnya," ucap Ezra.

"Tidak!" Refisha menggelengkan kepala.

"Aku sama sekali tidak pergi ke pemakaman dan lagi pulang untuk apa aku ke pemakaman dari pagi sampai siang? Aku bertemu dengan klien di Restauran sekitar beberapa meter dari butik dan karena aku tahu kamu datang, jadi aku membawakan kue kesukaan kamu dari tempat itu," jawab Refisha dengan sebenarnya Ezra mengerutkan dahi antara percaya atau tidak dengan apa yang dikatakan istrinya itu.

"Ezra aku sungguh tidak mengerti sebenarnya ada apa dengan kamu belakangan ini, mood kamu berubah-berubah, jika tidak dibicarakan, bukankah ini akan menjadi kesalahpahaman di antara kita!" tanya Refisha.

"Lalu bagaimana dengan mantan kekasih kamu yang kecelakaan beberapa tahun yang lalu di saat kamu dan dia merayakan kelulusan bersama?" tanya Ezra.

"Mantan kekasih?" Refisha mengerutkan dahi dengan semua pertanyaan suaminya.

"Kamu dapat cerita ini dari Laudya?" tebak Refisha.

"Jadi semua itu memang benar yang dikatakan adik kamu, tentang kamu yang tidak memilih untuk menjalin hubungan dengan siapapun karena masih terbayang-bayang dengan dia dan mungkin saja menikah denganku juga adalah sebagai patokan, tetapi justru menganggap bahwa aku adalah penggantinya?" tanya Ezra.

Refisha benar-benar santai menggelengkan kepala, tidak ada keraguan sama sekali karena apa yang dikatakan suaminya itu memang tidak benar.

"Tetapi memang benar semua itu apa adanya?" tanya Ezra.

"Tentang seseorang yang meninggal saat kecelakaan ketika merayakan kelulusan bersama memang benar, tetapi kesimpulan yang kamu tarik tidak seperti itu," sahut Refisha.

"Lalu kenapa tidak pernah menceritakannya kepada Refisha tentang masa lalu kamu?" tanya Ezra.

"Karena menurutku tidak penting, bukan menjadi bagian masa lalu dari hidupku, apa aku juga harus menceritakan kepada kamu tentang sahabatku yang meninggal karena kecelakaan pesawat, apa aku juga harus menceritakan kepada kamu tentang beberapa keluargaku yang sudah dipanggil terlebih dahulu?" tanya Refisha membuat Ezra terdiam.

"Bukan tidak penting Ezra, tetapi mereka bukan bagian dari lembaran yang aku ingat dan tertulis dalam masa laluku, untuk apa aku harus mengatakan sesuatu yang bukan bagian prioritas dalam hidupku?" tanya Refisha.

"Ezra, kita berdua sudah menikah, pernikahan itu saling mempercayai satu sama lain, bukan mengorek-ngorek cerita lama, dan lagi pula belum tentu cerita lama itu menjadi benar atau bahkan penting," ucap Refisha.

Bersambung.....

1
Dew666
Belah durenya di cut nanggung nih
Yasinta Niken
saya suka dengan cerita2nya tapi kenapa selalu putus 2
Dew666
🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!