Tiga tahun menjadi istri Anugrah Pratama, Cynara hanya dianggap sebagai beban. Pernikahan mereka bahkan disembunyikan karena Anugrah mengaku lajang demi mendapatkan pekerjaan. Ketika Anugrah memilih membuka hati untuk perempuan lain, Cynara menyerah dan perceraian pun terjadi.
Dua bulan kemudian, Cynara mengetahui dirinya hamil.
Lima tahun berlalu. Cynara kembali sebagai pemimpin Narendra Group, bersama putranya, Naren. Takdir mempertemukannya kembali dengan Anugrah, kini menjadi seorang manajer di perusahaan besar. Namun, bukan Anugrah yang akan mengubah hidupnya.
Ada Alvin Mahendra, CEO dingin yang diam-diam menyimpan luka kehilangan istrinya.
Pertemuan mereka membuka kembali rahasia masa lalu yang seharusnya terkubur.
#anakrahasia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Ketika Mantan Istri Menjadi Kakak Ipar
“Wahai Alvin Mahendra, saya nikahkan dan kawinkan putri kandung saya, Cynara Rizkia Fitri, dengan engkau, dengan mas kawin berupa emas seberat seribu gram, dibayar tunai.”
Hening.
Seolah seluruh udara di dalam masjid tiba-tiba berhenti bergerak.
Anugrah tidak berkedip. Matanya menatap lurus ke arah ayah Cynara.
Baru saja pria tua yang menggenggam tangan Alvin, menyebutkan nama Cynara Rizkia Fitri? Bukan nama adiknya?
Jari-jari Anugrah yang berada di atas lutut perlahan mengepal.
“Tidak mungkin...” bisiknya.
Gadiza yang duduk di sebelahnya langsung menoleh. “Mas?”
Anugrah tidak menjawab. Wajahnya berubah pucat.
Gadiza mengerutkan kening. Sejak tadi ia memang merasa ada sesuatu yang aneh.
Ketika memasuki masjid, Anugrah terlihat terkejut melihat kedua orang tua keluarga calon pengantin.
Kemudian ia semakin tegang ketika mendengar Candra menyebut mereka sebagai orang tua calon istri Alvin.
Dan sekarang...
Begitu nama calon pengantin disebut, wajah suaminya berubah seperti baru saja melihat kunti lanak tepat di depan mata.
“Mas, kamu kenapa?”
Anugrah masih diam. Tatapannya tidak lepas dari dua orang itu.
“Mas Anugrah?”
Baru kali ini Anugrah menoleh. “Apa?”
“Kamu kenal nama itu?”
Anugrah menelan ludah. “Nama siapa?”
“Cynara.”
Tubuh Anugrah menegang lagi.
Gadiza memperhatikannya dengan penuh curiga. “Kenapa kamu terlihat ketakutan?”
“Tidak," jawabnya dengan cepat.
Gadiza semakin bingung. “Lalu kenapa tanganmu gemetaran gitu?”
Anugrah segera menggenggam kedua tangannya. “Aku hanya terkejut.”
“Terkejut karena apa?”
Anugrah tidak menjawab. Karena apa yang harus ia katakan?
Bahwa perempuan yang sebentar lagi akan menjadi istri kakaknya itu... adalah perempuan yang dahulu tidur di kamar yang sama dengannya?
Bahwa perempuan yang selama ini ia sembunyikan dari dunia... sekarang akan berdiri sebagai istri Alvin Mahendra?
Tidak. Bukan di sini. Bukan sekarang.
Apalagi di sampingnya ada Gadiza. Istri yang sama sekali tidak mengetahui masa lalunya.
Anugrah kembali menatap ke depan.
Jantungnya berdetak dengan sangat cepat.
.
.
“Cynara?” Ibu Anugrah yang duduk beberapa meter di belakang mereka juga membeku.
Danisha langsung menoleh. “Bu ... Bagaimana ini?”
Perempuan itu tidak menjawab. Tatapannya terpaku ke arah depan.
Ibu Anugrah menelan ludah. “Tidak mungkin.”
"Ma, itu nama Tante Cynara ka?" ucap Liam yang duduk di pangkuan suaminya.
Danisha hanya membeku. Dunia terasa berhenti bergerak.
Wajahnya ibunya mulai kehilangan warna. Selama lima tahun, ia memang tidak pernah benar-benar memikirkan perempuan itu.
Baginya, Cynara hanyalah menantu yang tak bisa lagi membantunya membereskan rumah, hingga membuat semua pekerjaan itu harus dikerjakan sendiri olehnya.
Mantan istri Anugrah.
Perempuan yang dulu ia anggap tidak memiliki masa depan.
Namun sekarang... Nama itu disebut di sebuah akad pernikahan seorang Alvin Mahendra.
Nama yang ia jadikan untuk mengancam orang tuanya tadi. Seseorang yang ia hina memiliki suami miskin karena Cynara tampak sangat sederhana saat di pasar.
Dan, kini ... Menjadi nama yang membuat dunia mereka berputar dengan seketika.
"Tidak!" Ia menggeleng kecil.
“Tidak mungkin.”
.
.
Di depan, penghulu tersenyum.
“Alhamdulillah. Dengan demikian, akad nikah telah sah.”
Suara ucapan syukur segera terdengar dari para tamu.
“Alhamdulillah.”
“Barakallah.”
Beberapa orang mulai tersenyum. Namun Anugrah justru semakin pucat.
Sah.
Cynara dan Alvin telah resmi menjadi suami istri. Itu artinya Cynara menjadi kakak iparnya juga.
Anugrah mulai bernapas tidak teratur.
Gadiza menatapnya. “Mas.”
“Hm?”
“Kenapa?”
“Tidak apa-apa.”
“Kamu berbohong.”
Anugrah terdiam.
Gadiza kembali melihat ke depan. “Aku heran sejak tadi kamu dan keluargamu seperti melihat hantu.”
Anugrah tidak menjawab.
“Siapa sebenarnya keluarga calon istri Kak Alvin?”
“Tidak tahu.”
“Kamu tadi bahkan langsung pucat ketika namanya disebut.”
“Aku bilang aku tidak tahu.” Nada suara Anugrah sedikit meninggi.
Gadiza terdiam. Ia tidak terbiasa melihat suaminya seperti ini. Anugrah biasanya sangat tenang.
Tetapi hari ini... seperti orang kebingungan ....
.
.
Kemudian terdengar suara dari sisi lain ruangan.
“Pengantin wanita dipersilakan memasuki ruangan.”
Semua kepala menoleh. Anugrah ikut menoleh. Dan pada detik itulah...
tatapannya terus mengikuti wanita yang memasang kerudung, memakai kebaya yang bertaburan Swarovski.
Seorang perempuan berjalan perlahan menuju Alvin. Namun wajah itu... Anugrah tentu mengenalnya. Bahkan terlalu mengenalnya.
Mata yang dahulu sering menatapnya penuh harapan. Senyum yang dahulu selalu menunggunya pulang.
Wajah yang lima tahun lalu ia tinggalkan bersama sebuah perceraian.
Kini wajah itu terlihat jauh lebih dewasa. Lebih tenang. Dan yang paling menyakitkan... perempuan itu sama sekali tak pernah mencarinya lagi.
Cynara berjalan melewatinya seolah Anugrah hanyalah salah satu dari ratusan tamu yang hadir. Langkahnya ditemani dua bocah laki-laki yang lucu, dan diikuti dua adik perempuannya di belakang.
Anugrah membeku. “Cynara...”
Nama itu keluar begitu lirih.
Gadiza langsung menoleh. “Siapa?”
Anugrah tidak menjawab. Gadiza mengikuti arah pandangannya. Matanya berhenti pada perempuan yang sedang berjalan menuju Alvin.
“Dia? Bukannya mamanya Naren yang dulu?" Gadiza masih begitu ingat pertemuannya dengan bocah yang dikatakannya sangat mirip Anugrah.
Anugrah menunduk.
Gadiza kembali menatapnya. “Mas... Jujur lah padaku! Sebenarnya, kamu kenal dia atau enggak?”
Anugrah masih diam.
“Kenapa kamu seperti itu?”
Tidak ada jawaban.
Gadiza jadi semakin curiga. Ia menatap wajah suaminya. Kemudian kembali menatap Cynara. Ada rahasia besar yang disembunyikannya.
.
.
Cynara akhirnya sampai di hadapan Alvin. Pria itu berdiri. Tatapan mereka bertemu satu sama lain. Alvin mengulurkan tangan.
Beberapa detik, Cynara melirik ke arah Anugrah dan keluarganya, dengan sengaja menyambut uluran tangan Alvin dengan penuh drama.
Senyum kecil muncul di wajah perempuan itu. “Maaf membuatmu menunggu, ya.”
Alvin menggeleng. “Asalkan sah menjadi suamimu, aku rela."
Cynara tertawa kecil. “Begitu ya?” Cynara kembali melirik ke arah keluarga mantannya. Ia menahan tawa, saat menyadari keluarga Pratama melongo.
Alvin menggenggam tangannya dan langsung memasangkan cincin pernikahan. Begitu juga sebaliknya.
Dari kejauhan, Anugrah melihat keduanya sedang memamerkan cincin pernikahan mereka dan dipotret oleh banyak kalangan. Senyum Cynara begitu lebar.
Dadanya terasa semakin sesak. Banyak rasa campur aduk menjadi satu hingga ia sendiri sulit menjabarkannya. Dulu, Cynara jug begitu, tampak anggun dan cantik. Namun, di saat ia harus berusaha mendapat pekerjaan, yang ternyata menyaratkan harus fresh graduated, meminta izin pada Cynara yang kala itu telah menjadi istrinya, di saat itu pula Cynara kehilangan senyuman indahnya.
.
.
Gadiza masih belum memahami apa yang terjadi.
Ia menoleh kepada Anugrah. “Mas.”
Anugrah tidak bergerak. “Siapa kakak iparku itu? Kenapa reaksimu dan keluargamu begitu berlebihan?”
Mumpung Masih Senin, bagi Vote untuk mereka Yuk. Semoga keluarga SaMaWa ...
*bersambung*
terimakasih sudah update mskipun kondisi tidak fit