NovelToon NovelToon
Sistem Ayah Super Tajir

Sistem Ayah Super Tajir

Status: tamat
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:30k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Diusir ke jalanan di tengah badai hujan bersama sepasang anak kembarnya yang menangis kelaparan, hidup Jiang Muchen hancur berkeping-keping saat istrinya memilih pergi demi gemerlap harta seorang tuan muda kaya.

Namun, tepat ketika keputusasaan nyaris menelan kewarasannya, "Sistem Ayah Super Tajir" tiba-tiba aktif, mengubah takdirnya dalam semalam dengan menjanjikan kekayaan tak terhingga hanya lewat satu syarat mutlak: membahagiakan anak-anaknya.

Kini, dengan kekuatan finansial yang perlahan mampu menggenggam ekonomi seluruh Kota Jiangcheng, Jiang Muchen bersumpah untuk membangun surga dunia bagi putra-putrinya, Zihan dan Ziyue, sembari memastikan siapa pun yang pernah menginjak-injak harga diri keluarganya... terutama sang mantan istri akan berlutut dalam penyesalan yang terlambat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Cahaya keemasan matahari pagi menerobos masuk menembus jendela kaca setinggi langit-langit di ruang makan Vila Raja, memandikan ruangan itu dengan pendar kemewahan yang hangat.

Di atas meja makan panjang berbahan kayu mahoni solid, deretan hidangan sarapan kelas atas perpaduan gaya Barat dan Oriental telah tertata rapi mengepulkan asap. Zihan dan Ziyue duduk manis di atas kursi yang bantalannya telah disesuaikan dengan tinggi badan mereka. Keduanya sedang menikmati semangkuk bubur abalon hangat dan roti panggang mentega dengan sangat lahap.

Di ujung meja utama, Muchen duduk dalam diam.

Ia mengenakan kemeja putih berlengan panjang yang lengannya digulung rapi hingga siku, dipadukan dengan celana bahan berwarna abu-abu gelap. Pakaian itu memang tidak memamerkan sepotong pun logo merek. Namun, mahakarya bespoke Italia itu memiliki potongan kain yang melekat absolut, membingkai proporsi fisik tingkat dewa milik Muchen yang baru saja bangkit berkat Pil Peningkatan Sistem.

Kulitnya bersih bercahaya tanpa sedikit pun noda kusam. Garis rahangnya setajam pahatan maestro Renaisans, dan sepasang mata hitamnya memancarkan ketenangan yang begitu dalam, bagaikan palung lautan yang tak tersentuh badai.

Bahkan Kepala Pelayan Chen pria tua yang telah mengabdi puluhan tahun melayani pejabat negara dan taipan sama sekali tidak berani menatap langsung ke mata bos barunya itu. Tekanan aura tak kasat mata yang menguar dari Muchen terlalu berat untuk ditanggung oleh manusia biasa.

"Ayah... buburnya enak sekali," celoteh Ziyue dengan pipi tembem yang menggembung penuh makanan. Gadis kecil itu tersenyum puas. "Lebih enak dari kue kukus kemarin malam."

"Makan pelan-pelan, Sayang. Jangan sampai tersedak," tegur Muchen lembut. Pria yang memancarkan aura sedingin es itu seketika mencair saat tangannya mengambil serbet linen, membersihkan sisa bubur di sudut bibir putrinya dengan penuh kasih sayang.

Tap... tap...

Kepala Pelayan Chen melangkah maju setengah langkah, menundukkan kepalanya. "Tuan Jiang, mobil Manajer Su baru saja melewati gerbang utama Dragon Bay. Beliau akan tiba di lobi depan dalam waktu kurang dari satu menit."

"Bagus," sahut Muchen singkat. "Siapkan tas anak-anak. Kita berangkat sepuluh menit lagi."

Wushhh...

Terdengar suara halus decitan ban sedan mewah yang mengerem di pelataran halaman depan. Tak lama berselang, suara ketukan stiletto bergema di lantai marmer, menandakan kedatangan Su Qingxue.

Sang Dewi Bisnis Jiangcheng itu melangkah masuk ke ruang tamu mengenakan setelan jas wanita berwarna krem yang sangat elegan. Namun, begitu pandangannya tertuju pada sosok Muchen yang baru saja bangkit dari meja makan, langkah Qingxue terhenti mendadak.

Napas wanita itu seketika tersangkut di tenggorokan.

'Pria ini... apakah dia orang yang sama dengan yang kutemui kemarin sore?!' batin Qingxue, jantungnya berpacu liar tak terkendali.

Jika kemarin sore pria ini terlihat seperti naga yang sengaja menyembunyikan taringnya di balik kemeja lusuh, pagi ini... pria ini sungguh terlihat seperti perwujudan dewa perang yang baru saja turun dari langit! Posturnya yang menjulang tegap, bahu lebarnya yang kokoh, dan ketampanannya yang di luar nalar manusia itu sukses membuat Qingxue wanita yang tak pernah menundukkan pandangan pada pria manapun merasakan suhu pipinya memanas drastis.

"Selamat pagi, Manajer Su," sapa Muchen datar, membuyarkan badai pikiran di kepala wanita itu. "Kau datang tepat waktu."

"S-selamat pagi, Tuan Jiang. Tuan Muda Zihan. Nona Ziyue." Qingxue buru-buru menunduk, mati-matian menstabilkan nada suaranya agar tidak terdengar gugup. "Semua jadwal pertemuan dengan Kepala Sekolah TK Internasional Royal Bintang Lima sudah saya konfirmasi ulang. Kita bisa langsung menuju ke sana sekarang."

Muchen mengangguk. Ia meraih kedua tangan mungil si kembar, menuntun mereka berjalan santai menuju garasi pelataran luar, di mana monster baja Dartz Prombron sudah dipanaskan mesinnya oleh staf pelayan.

Wrrrrmmm!

Raungan mesin V8 itu memecah ketenangan udara pagi perbukitan Dragon Bay. Qingxue kembali duduk di kursi penumpang depan dengan patuh, sementara Muchen memegang kemudi, membawa kendaraan raksasa itu membelah keramaian Kota Jiangcheng menuju distrik pendidikan paling elite di negara ini.

Setengah jam kemudian, sebuah kompleks bangunan masif bergaya Eropa klasik mulai terlihat menyembul dari balik rimbunnya pepohonan jalan protokol.

Itu adalah TK Internasional Royal Bintang Lima.

Tembok marmer putih bersih mengelilingi area sekolah yang luasnya menyamai sebuah universitas swasta kecil. Di depan gerbang utama yang berlapis emas, deretan mobil hypercar dan sedan luxury seperti Bentley, Porsche, dan Mercedes-Maybach terparkir berjejer layaknya pameran otomotif. Para orang tua yang sedang mengantar anak-anak mereka berlalu-lalang mengenakan busana desainer dari ujung kepala hingga ujung kaki, mengubah halaman sekolah itu menjadi ajang pamer kasta sosial.

Namun, semua kesombongan remeh itu seolah menguap tak bersisa ketika sebuah bayangan hitam raksasa mendadak menutupi area parkir.

Ciiit...

Dartz Prombron hitam matte itu merangsek masuk dan berhenti dengan mulus, memonopoli dua slot tempat parkir VIP sekaligus.

Seketika, seluruh mata di halaman sekolah terkunci pada kendaraan taktis militer yang disulap menjadi benteng berjalan itu. Para orang tua kaya raya itu mulai saling berbisik penuh kecemasan, menerka-nerka keluarga penguasa militer atau mafia mana yang berani membawa kendaraan monster sebuas itu ke sekolah anak balita.

Pintu tebal berlapis baja terbuka. Muchen turun lebih dulu dengan gerakan effortless, disusul oleh Su Qingxue. Pria itu kemudian membungkuk, mengangkat Zihan dan Ziyue turun dari kursi belakang dengan mudah.

Melihat pakaian Muchen yang sangat polos tanpa satu pun emblem merek terkenal, beberapa orang tua yang tadinya menahan napas penasaran kini mengerutkan kening kebingungan. Namun, saat mata mereka menangkap sosok Su Qingxue yang berjalan menunduk penuh hormat di belakang pria itu... mereka kembali menelan ludah.

Nyaris semua elit lingkar dalam Jiangcheng tahu siapa Su Qingxue. Jika Sang Dewi Bisnis yang merajai jaringan perhotelan kota itu rela turun kasta menjadi sekadar "pengiring" pembawa tas anak-anak... maka identitas pria tak bermerek di depannya pasti berada di level yang sangat mengerikan!

Rombongan kecil itu melangkah masuk melewati pintu kaca otomatis. Lobi utama TK itu sama sekali tidak terlihat seperti sekolah, melainkan replika presisi dari lobi hotel bintang lima. Lantainya diselimuti karpet merah beludru yang sangat tebal, dengan ratusan piala penghargaan dan sertifikasi internasional terpajang mentereng di sepanjang dinding kaca.

Di dekat meja pendaftaran marmer, seorang guru wanita muda sedang berjongkok, dengan sabar merapikan tali sepatu seorang murid yang terlepas.

Saat guru itu berdiri merapikan roknya, wajahnya yang cantik, bersih, dan murni tanpa riasan tebal langsung menarik perhatian Ziyue. Guru itu memiliki rambut hitam sebahu yang lurus, mata besar yang jernih bersinar, serta senyuman manis yang memancarkan kelembutan alami. Namanya adalah Shen Yueru seorang guru teladan yang baru saja lulus dengan predikat summa cum laude dari universitas pendidikan terbaik di ibu kota.

"Halo, Adik-adik manis," sapa Yueru hangat. Senyumnya melebar saat melihat Zihan dan Ziyue, sama sekali tidak memedulikan status sosial atau pakaian yang mereka kenakan. Insting keibuannya mengambil alih seutuhnya. "Selamat datang di sekolah yang baru. Boleh Ibu Guru tahu siapa nama kalian berdua?"

"Namaku Ziyue! Dan ini kakakku, namanya Zihan!" Ziyue menjawab antusias dengan mata berbinar-binar. Aura Yueru yang begitu bersih membuat gadis kecil itu langsung merasa aman. "Kakak cantik ini namanya siapa?"

"Panggil saja Ibu Guru Shen," kekeh Yueru lembut, mencubit pelan hidung Ziyue. "Kalian hari ini mau mendaftar sekolah, ya? Ayo, Guru Shen antar ke ruang Kepala Sekolah."

Dari belakang, sepasang mata tajam Muchen tak lepas mengawasi punggung Yueru. Ia sudah memindai seluruh lobi sejak tadi. Dari belasan guru yang berlalu lalang dan sibuk menjilat para orang tua kaya raya, hanya wanita bernama Shen Yueru inilah yang benar-benar tersenyum tulus dari lubuk hatinya saat melihat anak-anak.

'Guru yang langka dan sangat bagus,' batin Muchen menilai.

Mereka pun berjalan menyusuri koridor panjang yang dindingnya dihiasi lukisan krayon karya murid-murid, menuju Ruang Kepala Sekolah di ujung sayap kanan.

Namun, sebelum tangan Qingxue sempat mengetuk pintu kayu mahoni berukir tebal itu, sebuah jeritan melengking bagaikan gagak tercekik meledak dari dalam ruangan, menembus celah pintu hingga ke koridor luar.

"Kepala Sekolah Lin!! Kau jangan berani-berani mempermainkanku!!"

Suara wanita itu terdengar histeris. "Aku baru saja menyumbangkan uang tunai dua juta Yuan untuk proyek pembangunan sayap perpustakaan barumu bulan lalu! Dan sekarang kau berani bilang padaku kalau dua kursi terakhir di Kelas Berlian itu sudah ada yang memesan?! Anakku Zhou Hao dan anak sepupuku harus masuk ke kelas itu detik ini juga!!"

Brak!

Pintu kayu itu dibuka paksa dari dalam dengan sangat kasar.

Seorang wanita paruh baya bertubuh gempal melangkah keluar dengan napas memburu bak banteng mengamuk. Ia mengenakan kalung, gelang, dan cincin emas murni yang jumlahnya terlalu berlebihan hingga terlihat seperti toko emas berjalan. Tangan gemuknya menarik paksa lengan seorang anak laki-laki gempal yang menangis tersedu-sedu di sebelahnya.

Ia adalah Nyonya Zhou, istri sah dari bos besar perusahaan logistik raksasa yang merupakan salah satu anak perusahaan mitra utama Grup Zhao.

Saking butanya oleh amarah, saat Nyonya Zhou membalikkan badannya secara kasar untuk membanting pintu, ia tak sengaja menabrak bahu Muchen yang sedang berdiri dengan tenang bak patung batu di depan ruangan.

"Minggir kau!! Punya nyawa berapa kau berani-beraninya menghalangi jalan Nyonya "

Bentakan Nyonya Zhou terputus di tengah jalan saat ia mendongak menatap pria yang baru saja ditabraknya. Namun, begitu matanya yang menyipit itu memindai pakaian Muchen yang sangat polos tanpa sehelai pun logo desainer, rasa jijik murni langsung merayap naik ke wajah bulatnya.

Nyonya Zhou melirik sinis ke arah Zihan dan Ziyue yang berdiri di dekat kaki Muchen, lalu mendengus meremehkan.

"Cih! Najis!" Nyonya Zhou meludah ke karpet koridor, lalu memutar kepalanya menatap ke dalam ruangan. "Kepala Sekolah Lin! Apakah sekolah elit bertaraf internasional ini sekarang sudah turun kasta menjadi panti asuhan?! Kenapa kau membiarkan gembel miskin dengan pakaian murahan ini menginjakkan kakinya di lobi dalam?! Bau keringat mereka membuat asmaku kambuh!"

Di dalam ruangan, Kepala Sekolah Lin yang rambutnya mulai menipis tampak kalang kabut mengusap keringat dingin di dahinya. Pria tua itu berlari kecil ke ambang pintu.

Namun, tepat saat mata Kepala Sekolah Lin menangkap sosok Su Qingxue yang berdiri dengan postur siap tempur tepat di belakang Muchen, wajah tua itu seketika memucat seputih kertas.

Su Qingxue secara pribadi sudah menghubunginya tengah malam tadi, menegaskan dengan ancaman halus bahwa seorang tamu entitas VVIP akan datang menempati sisa dua kursi terakhir di Kelas Berlian.

"N-Nyonya Zhou! Tolong jaga mulut Anda!" Kepala Sekolah Lin buru-buru menyela dengan nada panik dan memperingatkan. "I-ini adalah Tuan Jiang! Beliau adalah tamu paling terhormat sekolah kita yang telah mem- booking dua kursi terakhir di Kelas Berlian!"

Mendengar konfirmasi langsung dari kepala sekolah, mata Nyonya Zhou membelalak lebar. Wajahnya yang tadinya merah padam karena amarah kini berubah menjadi ungu pekat layaknya terong busuk.

"Oh?! JADI GEMBEL INI YANG BERANI MERAMPAS KURSI KELAS BERLIAN MILIK ANAKKU?!"

Nyonya Zhou berteriak histeris, suaranya melengking hingga membuat beberapa guru dan orang tua murid VIP di sepanjang koridor langsung menghentikan langkah dan berkerumun.

Telunjuk gemuk Nyonya Zhou menuding tepat ke wajah Su Qingxue. "Su Qingxue!! Kau pikir hanya karena kau memegang jabatan bos hotel mewah, kau bisa membawa sembarang sampah masuk untuk merebut hak prioritasku?! Dengar baik-baik, Wanita Sombong! Suamiku adalah mitra utama lini depan dari Tuan Besar Zhao! Kalau kau berani menyinggungku hari ini, kau sama saja menantang perang terbuka dengan seluruh Keluarga Zhao!!"

Mendengar jeritan melengking iblis itu, Ziyue yang terkejut langsung menubruk dan memeluk kaki Muchen erat-erat.

Melihat adiknya ketakutan, Zihan seketika mengambil langkah maju. Bocah berusia empat tahun itu merentangkan kedua tangan mungilnya layaknya perisai pelindung di depan Ziyue. Sepasang mata bulatnya menatap tajam dan dingin, mengunci pandangan anak laki-laki gempal Nyonya Zhou yang kini sedang menjulurkan lidahnya untuk mengejek mereka dari belakang ibunya.

Udara di lorong itu mendadak turun drastis.

Muchen tidak bersuara. Pria itu hanya berdiri diam mematung, menunduk menatap anak-anaknya. Namun, di dalam kegelapan bola mata pria itu, percikan api yang bisa membakar seluruh kota perlahan-lahan mulai tersulut.

1
Seung
🤣 jadi ank nya
Luna
nikah dulu woy ,,,,
Seung
kok ngga nyambung? 😂
Luna
1 miliar Dollar jadi berapa triliun itu 😱😱😱😱😱😱
Mu Lin@42443
chp 15 dan 16 sama, lalu chp 14 ke 15 kayak di lewatin, dari gudang, tiba tiba udh berantem di kaki villa
Luna
calon ibu sikembar cie cie
Was pray
kok diekspor? berarti tenaga pengajarnya dibuang ke eropa dong .... 🤭🤭🤣
RaMna Hanyonggun Isj
Ceritanya sama persis dgn cerita sebelah dgn titik komanya hanya beda di disni yg di Usir Cowok di sebelah Cewek yg di Usir
💫Penjelajah Novel💫
saran jangan terlalu banyak membuat cerita. fokus ke 1 - 2 aja dulu. setelah tamat baru buat lagi. nanti banyak yg gak ke urus kek yg sudah2🙏
Luna
👏👏👏👏pak dudaku keren👍
Fajar Fathur rizky
cepat bantai bayangan abu
Luna
semoga lolos Thor,,, beberapa akhir ini banyak novel favorit ku yg gagal kontrak 💪
Yui: makasih kak dukungannya😊, iyah ntah apa yang merasuki Aplikasi ini
total 1 replies
💫Penjelajah Novel💫
tolong up 10 bab/hari thor. jangan nanggung gini 🤣
Yuliana Tunru
linna kau terlalu pede ya jgn kau kita jiang vm.orang biasa ditunghu kejutan krn niat jahatmu
Yuliana Tunru
👍👍👍 jiang munchen kau bagai eewa kematian bagi orang2 jqhat
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Dewiendahsetiowati
cerita dicerai di hari tua aku kembali menjadi nona muda kok dihapus ya thor
Yui: mau direvisii kak😊
total 1 replies
Yuliana Tunru
benar2 pembalasan yg mutlak 👍👍
Luna
lah ngapain kamu nyalahin tuan muda Zhao kan elu yg gatal dulu Lin🤣🤣🤣🤣
Luna
request kalo bisa si mantan istri diteror sampai gila yh Thor🤣🤣🤣
Luna: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!