NovelToon NovelToon
The Eternal Sovereign: Aku Mewarisi Takdir Yang Seharusnya Tidak Ada

The Eternal Sovereign: Aku Mewarisi Takdir Yang Seharusnya Tidak Ada

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Misteri
Popularitas:319
Nilai: 5
Nama Author: Bagas Hirmawan

Di dunia tempat Surga mengendalikan takdir dan kekuatan menentukan segalanya, Gu Chenxiao adalah anomali yang tidak pernah tercatat dalam Kitab Surga.

Dengan bantuan Arsip Pengamat Abadi, ia menapaki Dao Iblis yang menentang hukum kosmos. Ia bukan pahlawan yang menyelamatkan dunia, melainkan manipulator yang mempermainkan takdir, memanfaatkan pengkhianatan, dan menjadikan musuh sebagai bidak dalam rencana jangka panjangnya.

Namun, ketika Fondasi Asal mulai mengoreksi keberadaannya, Gu Chenxiao menyadari bahwa dunia yang ia kenal hanyalah sebagian kecil dari rahasia kosmos.

**Jika Surga menentukan takdir semua makhluk, siapa yang berani menentukan takdir Surga?**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagas Hirmawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 — Status Sementara

Gu Chenxiao menemukan tiga belas dokumen yang masih berstatus sementara.

Semuanya berasal dari periode berbeda, tetapi memiliki satu kesamaan: dokumen-dokumen tersebut telah dipindahkan, diperiksa, atau digunakan dalam proses administrasi tanpa memperoleh kategori akhir yang seharusnya ditetapkan oleh bagian pemilik.

Sebagian hanya menunggu penomoran.

Sebagian menunggu pemeriksaan kelengkapan.

Dua dokumen telah dipindahkan ke tempat penyimpanan baru, meskipun statusnya belum berubah.

Dan satu dokumen memiliki catatan yang paling menarik.

Dasar administrasi belum lengkap. Penggunaan untuk keputusan akhir ditangguhkan sampai dokumen pendukung diterima.

Tanggalnya berada dalam periode yang sama dengan penilaian aset wilayah barat.

Namun, nama pemilik dokumen tidak tercantum pada salinan yang tersedia.

Gu Chenxiao membaca kalimat itu berulang kali.

“Apakah status sementara memungkinkan sebuah dokumen digunakan sebagai dasar penghapusan?” tanyanya.

Duan Cheng, yang dipanggil kembali untuk menjelaskan prosedur, segera menggeleng.

“Tidak dengan sendirinya. Status sementara hanya memungkinkan dokumen disimpan, diperiksa, atau dipindahkan sesuai kewenangan yang diberikan. Keputusan akhir tetap memerlukan dasar yang lengkap.”

“Kalau seseorang menganggap dokumen itu sudah cukup?”

“Dia tetap harus memperoleh pengesahan yang diwajibkan.”

“Kalau pengesahan itu ada, tetapi lampirannya tidak ditemukan?”

Duan Cheng berhenti sejenak.

“Berarti kita perlu memeriksa apakah lampirannya pernah diterima, apakah keputusan dibuat berdasarkan dokumen lain, atau apakah pencatatan keputusannya tidak lengkap.”

Gu Chenxiao mengangguk.

“Bagus. Itu juga yang ingin kuketahui.”

Duan Cheng tampak sedikit lebih tenang.

Dia mungkin khawatir dipanggil untuk menjelaskan kekurangan prosedur lama yang bukan menjadi tanggung jawab pribadinya. Gu Chenxiao tidak berniat mengubah ketidakpastian itu menjadi tekanan yang tidak perlu.

Namun, setelah Duan Cheng pergi, dia menulis satu kalimat di halaman catatannya.

Status sementara tidak memberikan kewenangan untuk menyelesaikan keputusan.

Kalimat itu sederhana.

Tetapi jika daftar penghapusan benar-benar menggunakan sebuah dokumen yang belum memperoleh kategori akhir sebagai dasar persetujuan, maka ada sesuatu yang harus dijelaskan.

Entah seseorang membuat keputusan tanpa dasar yang diwajibkan, atau ada dokumen lain yang belum mereka temukan.

Keduanya merupakan kemungkinan berbeda.

Dan Gu Chenxiao tidak berniat mencampuradukkannya.

---

Tiga Belas Dokumen

Paman Fu membentangkan daftar tiga belas dokumen di atas meja.

“Dari tiga belas dokumen ini, delapan akhirnya memperoleh kategori tetap,” katanya. “Tiga dipindahkan ke bagian lain dengan catatan lengkap. Satu masih menunggu pemeriksaan. Satu lagi tidak memiliki hasil akhir dalam indeks.”

Gu Chenxiao memeriksa dokumen terakhir.

“Apakah dokumen itu berkaitan dengan aset wilayah barat?”

“Ya. Judulnya adalah Daftar Pendukung Penilaian Bangunan Tidak Aktif.”

“Apakah ada hubungan dengan gudang nomor tujuh?”

“Belum diketahui. Deskripsinya mencakup beberapa bangunan, tetapi daftar lokasi pada salinan ini tidak lengkap.”

Gu Chenxiao menyandarkan punggungnya.

Nama gudang nomor tujuh tidak muncul.

Itu bukan bukti bahwa gudang tersebut tidak termasuk dalam daftar. Bisa saja halaman yang mencantumkan lokasi telah hilang atau tersimpan di tempat lain.

Tetapi dia juga tidak akan memasukkan gudang nomor tujuh ke dalam daftar hanya karena itu merupakan lokasi yang sedang dia selidiki.

“Cari daftar lokasi aslinya,” katanya. “Jangan mulai dari nama gudang. Mulai dari nomor dokumen dan tanggal penyusunan.”

Paman Fu segera memahami maksudnya.

Jika mereka mencari kata gudang nomor tujuh, mereka hanya akan menemukan catatan yang secara eksplisit menyebut nama tersebut. Jika lokasi itu pernah dicatat dengan kode bangunan, nomor inventaris lama, atau kategori berbeda, pencarian berdasarkan nama saja akan gagal.

Mereka harus menemukan dokumen induknya terlebih dahulu.

Sementara itu, Han Yu memeriksa delapan dokumen yang telah memperoleh kategori tetap.

Enam memiliki keputusan akhir yang jelas.

Satu memiliki keputusan yang disahkan, tetapi catatan penerimaan lampirannya tidak lengkap.

Satu lagi memiliki status selesai berdasarkan laporan bagian pelaksana, sementara keputusan penutupan administratifnya tersimpan dalam buku terpisah.

Paman Fu mengerutkan kening.

“Jadi, ada beberapa jalur yang membuat dokumen terlihat selesai meskipun catatan penutupannya berada di tempat berbeda.”

“Ya.”

“Kalau begitu, kekurangan yang kita temukan pada aset wilayah barat mungkin hanya akibat sistem yang tersebar.”

“Mungkin.”

Gu Chenxiao mengambil satu dokumen dari kelompok yang sudah selesai.

“Namun, perhatikan perbedaannya. Pada dokumen ini, keputusan akhir memang tercatat di buku lain. Nomor rujukannya tetap ada, sehingga hubungan antara dokumen awal dan penutupan dapat dilacak.”

Dia meletakkan dokumen itu di samping catatan aset wilayah barat.

“Masalah kita bukan sekadar dokumen berada di tempat berbeda. Masalah kita adalah hubungan yang seharusnya menghubungkan dokumen-dokumen tersebut tidak selalu dapat ditemukan.”

---

Kesalahan yang Terlalu Menguntungkan

Menjelang siang, Gu Chenxiao meminta salinan daftar penghapusan aset pada periode terkait.

Dia tidak hanya memeriksa daftar yang mencakup wilayah barat. Dia juga mengambil beberapa daftar dari wilayah lain untuk membandingkan cara keputusan dicatat.

Perbedaannya cukup jelas.

Pada sebagian besar daftar, kolom dasar administrasi mencantumkan nomor penilaian, nomor keputusan, dan tanggal pengesahan.

Pada daftar penghapusan wilayah barat, nomor penilaian tersedia, tetapi nomor keputusan akhir tidak tercantum dalam salinan yang mereka temukan.

Sebagai gantinya, terdapat keterangan:

Dilaksanakan berdasarkan hasil pemeriksaan dan persetujuan administrasi terkait.

Kalimat itu tidak menyebut nomor keputusan.

Namun, Gu Chenxiao juga mengetahui bahwa formulir lama tidak selalu menggunakan format yang seragam. Beberapa wilayah pernah memakai format transisi ketika prosedur baru diterapkan.

Dia meminta Han Yu mencari formulir yang berlaku pada tahun tersebut.

Setelah membandingkan beberapa versi, Han Yu menemukan bahwa format lama memang memperbolehkan keterangan umum pada kolom dasar administrasi dalam keadaan tertentu.

Tetapi ada syaratnya.

Nomor keputusan atau rujukan pengesahan harus dicatat pada lampiran pendukung.

Pada daftar wilayah barat, lampiran tersebut belum ditemukan.

Paman Fu membaca hasil pemeriksaan itu dengan wajah serius.

“Jika lampiran itu tidak ada, dasar penghapusan tidak lengkap.”

“Jika lampiran itu memang tidak pernah dibuat, ya.”

“Dan jika dibuat tetapi hilang?”

“Maka kita perlu mengetahui kapan terakhir kali lampiran itu tercatat.”

Gu Chenxiao menggeser daftar penghapusan ke tengah meja.

“Jangan menyebutnya persetujuan palsu. Kita belum tahu apakah persetujuannya ada. Yang kita ketahui adalah salinan daftar yang tersedia tidak memiliki rujukan yang diwajibkan.”

Dia menulis dua kemungkinan:

A. Keputusan akhir pernah dibuat, tetapi rujukannya hilang dari rangkaian arsip.

B. Daftar penghapusan diselesaikan tanpa keputusan akhir yang diwajibkan.

Di bawahnya, dia menambahkan:

C. Ada prosedur transisi atau dokumen pengganti yang belum ditemukan.

Paman Fu melihat daftar tersebut.

“Apakah Anda menganggap kemungkinan ketiga lebih kecil?”

“Belum.”

Gu Chenxiao mengangkat bahu.

“Orang sering mengira dugaan yang paling menarik adalah dugaan yang paling mungkin. Itu kebiasaan buruk.”

Dia menatap daftar penghapusan.

“Kalau kita ingin mengetahui apakah ada manipulasi, kita harus mencari apa yang seharusnya ada, bukan hanya apa yang kebetulan hilang.”

---

Orang yang Membawa Daftar

Sore itu, He Zong mengirimkan laporan singkat.

Dia telah memeriksa catatan permintaan perubahan indeks yang sebelumnya diminta Gu Chenxiao. Menurut laporan tersebut, bagian administrasi aset wilayah barat memang mengajukan pembaruan kategori dokumen pendukung, tetapi salinan yang tersedia tidak mencantumkan nama petugas penyusun permintaan.

He Zong juga menyertakan nomor registrasi buku kerja yang menurutnya mungkin memuat rincian penugasan.

Gu Chenxiao memeriksa nomor itu.

Buku tersebut bukan buku penerimaan tugas.

Itu adalah daftar distribusi pekerjaan harian.

Jika daftar tersebut masih lengkap, buku itu dapat menunjukkan siapa yang menerima pekerjaan tertentu pada hari pengajuan perubahan indeks.

Namun, Gu Chenxiao tidak langsung meminta buku itu dibawa ke ruang kerjanya.

Dia mengirimkan permintaan resmi untuk memeriksa bagian yang relevan di tempat penyimpanan.

Paman Fu memperhatikan tindakannya.

“Bukankah lebih cepat jika kita meminta He Zong mengirimkan buku itu?”

“Lebih cepat, tetapi tidak selalu lebih baik.”

“Karena kita khawatir ada perubahan?”

“Bukan hanya itu. Buku tersebut mungkin memuat informasi lain yang tidak berhubungan dengan penyelidikan. Memeriksanya di tempat akan membatasi salinan yang perlu kita buat dan mengurangi kemungkinan kesalahan pengambilan.”

Paman Fu mengangguk.

Beberapa saat kemudian, seorang petugas mengantarkan pesan tambahan dari He Zong.

Dalam pesan itu, He Zong menyatakan bahwa buku distribusi pekerjaan harian memiliki dua versi: satu disimpan oleh unit, satu lagi dikirim ke bagian pencatatan pusat setiap akhir bulan.

Gu Chenxiao membaca keterangan tersebut.

“Ini menarik.”

Paman Fu bertanya, “Karena ada dua versi?”

“Karena kita dapat membandingkannya.”

Jika kedua versi sama, informasi itu akan memperkuat keandalan catatan.

Jika berbeda, mereka perlu mengetahui apakah perbedaannya berasal dari pembaruan rutin, kesalahan penyalinan, atau perubahan yang tidak semestinya.

Gu Chenxiao membalas pesan He Zong dengan permintaan untuk melihat kedua versi, disertai daftar nomor halaman yang relevan.

Dia tidak meminta He Zong menjelaskan isi buku itu terlebih dahulu.

Penjelasan dapat menunggu.

Perbandingan dokumen tidak perlu menunggu.

---

Dua Catatan, Dua Cerita

Kedua versi buku distribusi pekerjaan diperiksa pada sore yang sama.

Versi unit lebih tebal dan memuat beberapa catatan tambahan yang tidak muncul pada versi pusat.

Sebagian perbedaan mudah dijelaskan.

Ada perubahan jadwal.

Ada catatan bahwa seorang petugas mengambil alih pekerjaan sementara.

Ada pula satu pekerjaan yang dibatalkan sebelum diterima oleh bagian terkait.

Namun, pada halaman yang berkaitan dengan pemeriksaan kelengkapan dokumen pendukung aset wilayah barat, perbedaannya lebih penting.

Versi unit mencantumkan kode petugas yang menerima pekerjaan untuk pemeriksaan awal.

Versi pusat hanya mencatat nama unit.

Kode itu merujuk kepada seorang pegawai bernama Lin Qiao.

Gu Chenxiao menatap Paman Fu.

“Ini cocok dengan catatan peminjaman map.”

“Berarti Lin Qiao memang ditugaskan menangani pemeriksaan tersebut.”

“Ditugaskan untuk pemeriksaan awal,” koreksi Gu Chenxiao. “Belum tentu menjadi penanggung jawab seluruh pekerjaan.”

Dia membandingkan tanggal pada kedua buku.

Dalam versi unit, Lin Qiao menerima pekerjaan pada pagi hari.

Pada sore hari, sebuah catatan tambahan menyatakan bahwa map dokumen pendukung diserahkan kepada petugas penataan kategori sementara.

Nama penerimanya tidak tercantum.

Di versi pusat, catatan penyerahan itu tidak ada.

Paman Fu mendekat.

“Apakah ini perubahan yang mencurigakan?”

“Ini perbedaan yang perlu dijelaskan.”

“Catatan penyerahan hanya ada pada versi unit.”

“Ya. Bisa jadi versi pusat memang hanya mencatat penerimaan awal dan tidak memuat seluruh pergerakan internal. Kita perlu memeriksa aturan penyusunan kedua buku.”

Gu Chenxiao tidak mengizinkan dirinya menyimpulkan bahwa satu versi telah dimanipulasi hanya karena versi itu lebih lengkap.

Namun, perbedaan tersebut memberikan satu petunjuk baru.

Lin Qiao bukan sekadar orang yang kebetulan meminjam sebuah map. Setidaknya, menurut catatan unit, dia menerima pekerjaan pemeriksaan awal yang berkaitan dengan dokumen pendukung aset wilayah barat.

Setelah itu, map diserahkan kepada seseorang yang bertugas menata kategori sementara.

Siapa orang tersebut?

Apakah dia Duan Cheng?

Apakah catatan penyerahan itu merujuk pada map yang sama dengan map yang kemudian diterima Duan Cheng?

Atau ada dokumen lain yang berpindah melalui jalur serupa?

Gu Chenxiao menulis tiga pertanyaan itu.

“Besok, kita periksa buku kerja bagian penataan kategori,” katanya. “Kita cari catatan penerimaan dari unit administrasi aset wilayah barat pada hari yang sama.”

Paman Fu mengangguk.

“Jika nama Duan Cheng muncul?”

“Kita bandingkan nomor map dan isi dokumennya.”

“Jika tidak?”

“Kita cari penerima lain.”

Gu Chenxiao menutup kedua buku.

“Tidak ada alasan untuk memaksa dua catatan menjadi satu hanya karena kita ingin menemukan hubungan.”

---

Surat yang Tidak Meminta Jawaban

Malam telah tiba ketika seorang penjaga mengantarkan sebuah amplop ke ruang kerja Gu Chenxiao.

Tidak ada cap pengirim.

Tidak ada nomor registrasi.

Amplop itu ditemukan di meja penerimaan luar bersama beberapa surat administrasi biasa.

Gu Chenxiao memeriksa amplop tersebut, lalu meminta Paman Fu memastikan bahwa tidak ada dokumen resmi yang tertukar.

Setelah pemeriksaan selesai, dia membuka amplop itu.

Di dalamnya terdapat satu lembar kertas.

Tulisan pada kertas tersebut berbeda dari surat sebelumnya.

“Jika sebuah dokumen belum memiliki kategori akhir, jangan bertanya siapa yang menyimpannya.”

Di bawahnya, terdapat satu kalimat lagi.

“Tanyakan siapa yang berhak memutuskan bahwa penantian itu telah berakhir.”

Gu Chenxiao membaca surat tersebut tanpa ekspresi.

Paman Fu berdiri di seberang meja.

“Pengirim yang sama?”

“Tidak tahu.”

“Apakah ini petunjuk tentang keputusan akhir?”

“Bisa jadi.”

Gu Chenxiao meletakkan surat itu di samping daftar tiga belas dokumen sementara.

Kalimat tersebut tidak memberi mereka nama.

Tidak memberikan nomor tugas.

Tidak menyebut lokasi penyimpanan.

Namun, arahnya cukup jelas: perhatian harus beralih dari orang yang memegang dokumen kepada orang yang memiliki kewenangan menetapkan status akhirnya.

Secara administratif, itu masuk akal.

Sebuah dokumen dapat berpindah tangan berkali-kali tanpa mengubah statusnya. Hanya pihak yang berwenang yang dapat menetapkan bahwa pemeriksaan telah selesai, kategori telah ditetapkan, atau keputusan dapat dilaksanakan.

Tetapi Gu Chenxiao tidak akan menganggap pengirim surat memahami prosedur berarti pengirimnya dapat dipercaya.

Seseorang yang mengetahui aturan dapat membantu menemukan kebenaran.

Seseorang yang sama-sama mengetahui aturan juga dapat menyusun jebakan yang sangat meyakinkan.

Dia meminta Han Yu mencatat surat tersebut sebagai bukti komunikasi anonim, tanpa mengaitkannya dengan surat-surat sebelumnya.

Kemudian dia membuka buku kewenangan administrasi.

Di sana terdapat daftar pejabat yang berhak menetapkan kategori akhir dokumen, menyetujui pengembalian, atau mengesahkan penutupan pekerjaan.

Untuk aset wilayah barat, kewenangan tersebut tidak berada pada satu orang.

Sebagian keputusan berada pada bagian pemilik dokumen.

Sebagian memerlukan pengesahan administrasi pusat.

Sementara keputusan penghapusan aset harus melalui pejabat yang memiliki kewenangan khusus.

Dengan kata lain, seseorang mungkin mampu menunda sebuah dokumen tanpa memiliki kuasa untuk menyelesaikan keputusan akhirnya.

Seseorang yang lain mungkin memiliki kewenangan menyelesaikan keputusan, tetapi tidak pernah memegang dokumen tersebut secara langsung.

Jika Gu Chenxiao ingin memahami apa yang terjadi, dia harus memisahkan kedua jenis tanggung jawab itu.

Dia menulis dua kolom di buku catatannya.

Penguasaan dokumen.

Kewenangan keputusan.

Di antara keduanya, dia menarik sebuah garis.

Kemudian dia menuliskan tiga nama yang sudah muncul dalam penyelidikan, masing-masing dengan peran yang berbeda dan tingkat kepastian yang berbeda pula.

Xu Ren: penyusunan keputusan.

Fang De: peninjauan administrasi yang dikembalikan.

Gu Hengyuan: pernah terlibat dalam penilaian dan administrasi aset wilayah barat.

Tidak satu pun dari tiga nama itu cukup untuk menutup penyelidikan.

Justru karena itu, Gu Chenxiao merasa puas.

Mereka belum menemukan orang yang bertanggung jawab atas kekosongan dalam catatan.

Namun, mereka semakin memahami struktur yang memungkinkan kekosongan itu bertahan.

Sebuah pekerjaan dapat diterima oleh unit tanpa nama penanggung jawab.

Sebuah map dapat berpindah dari pemeriksa awal kepada petugas penataan kategori.

Sebuah dokumen dapat dimasukkan ke dalam indeks tanpa rujukan tugas yang lengkap.

Dan sebuah daftar penghapusan dapat mencantumkan dasar administrasi tanpa menyertakan nomor keputusan pada salinan yang tersedia.

Masing-masing keadaan memiliki penjelasan yang mungkin sah.

Tetapi ketika semuanya bertemu dalam satu rangkaian, mereka harus diperiksa sebagai rangkaian.

Bukan sebagai bukti kesalahan yang sudah pasti, melainkan sebagai pertanyaan yang belum selesai dijawab.

Gu Chenxiao menutup buku catatannya.

“Paman Fu.”

“Ya?”

“Besok kita cari daftar kewenangan yang berlaku pada tahun penghapusan aset itu. Bukan daftar kewenangan yang berlaku sekarang.”

“Apakah ada perbedaan?”

“Sudah delapan tahun sejak beberapa prosedur berubah. Jika kita menggunakan aturan sekarang untuk menilai tindakan lama, kita mungkin menuduh seseorang melanggar aturan yang belum berlaku saat itu.”

Paman Fu mengangguk.

“Dan setelah itu?”

“Kita cari siapa yang berwenang menutup status sementara, siapa yang benar-benar menutupnya, dan dokumen apa yang digunakan sebagai dasar.”

Gu Chenxiao memandang surat anonim di atas meja.

“Kalau orang yang berwenang tidak pernah membuat keputusan, kita akan mencari tahu mengapa pekerjaan tetap bergerak.”

Dia memadamkan lampu meja.

Di dalam kegelapan, satu hal telah menjadi semakin jelas.

Penyelidikan ini tidak lagi hanya berkaitan dengan sebuah gudang, sebuah cap yang dimusnahkan, atau sebuah lampiran yang menghilang.

Ia berkaitan dengan batas antara seseorang yang boleh menyimpan dokumen dan seseorang yang boleh menentukan nasib dokumen itu.

Batas tersebut tertulis dalam aturan.

Tetapi aturan hanya berguna jika orang-orang yang menjalankannya tidak dapat mengganti kewenangan dengan kebiasaan, atau mengganti keputusan dengan sebuah kalimat yang terdengar resmi.

Gu Chenxiao tidak tahu apakah seseorang telah melakukan hal itu.

Namun, dia berniat menemukan jawabannya.

Dan jika ternyata seluruh kejanggalan ini hanya disebabkan oleh administrasi yang buruk, dia akan menerima hasil itu.

Dia tidak membutuhkan musuh yang diciptakan oleh imajinasinya.

Dia membutuhkan seseorang yang benar-benar memiliki tanggung jawab atas apa yang terjadi.

Sebab ketika orang itu ditemukan, Gu Chenxiao ingin mengetahui bukan hanya apa yang dilakukannya.

Dia ingin mengetahui keputusan apa yang sebenarnya berada dalam kekuasaannya—dan mengapa keputusan itu tidak pernah muncul di dalam arsip.

Bersambung — Bab 29: Pemegang Kewenangan

1
Nanik S
Hadir... dan awal yang berbeda
ARTHUR
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!