NovelToon NovelToon
Putri Mafia

Putri Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:6
Nilai: 5
Nama Author: Edina Gonçalves

Fernando Garcia Sanchez punya segalanya: kerajaan bisnis teknologi yang disegani, dan sebuah organisasi kriminal yang tumbuh jauh dari mata dunia. Yang tak ia punya hanyalah seseorang yang mencintainya tanpa peduli nama keluarganya.

Maka suatu malam, sang Don menyamar sebagai bartender di klub malamnya sendiri. Di tengah hujan deras, ia bahkan tak sanggup membuka sebuah payung, dan seorang gadis asing menyeberangi jalan hanya untuk menolongnya.

Carolina Gomes Santos, gadis Brasil yang merantau ke Madrid, tak menanyakan harta, pekerjaan, atau nama belakangnya. Ia hanya mengeringkan wajah pria itu dengan handuk kecil, lalu tersenyum.

Sejak malam itu, Fernando tak lagi bisa menyangkal bahwa ia telah jatuh. Namun pria yang ia kenal sebagai "Jorge" menyimpan kebohongan yang cepat atau lambat akan meledak. Dan Carolina sendiri, tanpa ia sadari, membawa rahasia yang jauh lebih besar dari kebohongan mana pun: sebuah masa lalu yang sengaja dihapus, dan mimpi-mimpi tentang ibunya yang terus memperingatkan bahwa hidupnya akan berubah drastis.

Ketika kebenaran terungkap satu per satu, cinta mereka diuji oleh pengkhianatan, musuh lama yang tak pernah berhenti mengintai, dan keputusan sulit antara kedamaian dan kekacauan.

Bisakah seorang pria yang terbiasa mengendalikan segalanya mempertahankan satu-satunya hal yang tak ingin ia kehilangan?

Dan apa jadinya jika wanita yang ia pilih ternyata bukan sekadar gadis kafe biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edina Gonçalves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hujan

Hujan turun bahkan sebelum jam kerjanya usai. Mulanya lemah, nyaris malu-malu, tetapi dalam beberapa menit berubah deras, menyelimuti jalanan di depan Nefertiti dengan lapisan mengilap yang memantulkan lampu-lampu toko di sekitarnya.

Fernando melepas celemek, menitipkan beberapa instruksi pada manajer, lalu keluar dari klub lewat pintu samping.

Di seberang jalan, dua mobil gelap terparkir.

Anak buahnya sudah menunggu.

Rencananya, mereka akan menyeberang begitu ia keluar dan mengantarnya ke mobil. Tetapi Fernando masih memakai identitas Jorge, si bartender. Kalau anak buahnya muncul menjemput di depan semua orang, perhatian yang tidak perlu bisa tertuju padanya.

Ia meraba radio kecil yang tersembunyi di balik kemejanya.

"Jangan datang. Aku akan menemui kalian di belakang."

"Anda yakin?" tanya salah satu anak buahnya.

"Yakin."

Fernando mematikan alat itu dan bertahan beberapa detik di bawah atap pintu masuk, memandangi hujan.

Ia bisa menunggu.

Ia bisa menyuruh seseorang membawa mobil ke sini.

Ia juga bisa menelepon Miguel.

Sepanjang hidupnya, selalu ada orang yang mengurus hal-hal kecil yang bahkan tak perlu ia pikirkan. Ada yang bertugas mengurus mobil, jadwal, janji temu, sampai detail yang bagi orang lain tampak sepele.

Malam ini, ia sendirian.

Di dekat pintu, ia menemukan sebuah payung yang kemungkinan milik salah satu karyawan. Ia mengambilnya dan mencoba membukanya.

Percobaan pertama gagal.

Fernando menatap mekanisme payung itu dengan jengkel, lalu mencoba lagi, kali ini menekan lebih keras. Payung itu mengembang tiba-tiba dan nyaris terlepas dari tangannya.

Ia menggenggam gagangnya, merapikan kainnya, lalu mengangkatnya untuk memastikan benda itu benar-benar berfungsi.

Situasinya sangat sepele, tetapi justru ada sesuatu yang terasa luar biasa menjengkelkan dari kesulitan yang ia alami.

Fernando bisa memimpin negosiasi bernilai jutaan, menjalankan seluruh organisasi, dan mengambil keputusan yang mengubah hidup puluhan orang tanpa menunjukkan keraguan sedikit pun.

Namun ia kewalahan hanya untuk membuka sebuah payung.

Ia mengembuskan napas pelan, membetulkan gagang payung, lalu berjalan menuju bagian belakang klub.

Ia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang memperhatikannya.

Di seberang jalan, berlindung di bawah kanopi sebuah toko kecil, seorang gadis berhenti sejenak untuk menghindari hujan. Pandangannya mengikuti pria jangkung yang berjalan sendirian itu, berusaha berlindung dengan payung yang jelas tidak ia kuasai.

Gadis itu tidak mengenal Fernando Garcia Sanchez.

Ia tidak tahu namanya, pekerjaannya, atau kekayaannya. Ia tidak tahu bahwa pria di depannya adalah pemilik klub tempat si bartender itu baru saja selesai bekerja, apalagi bahwa bartender sederhana itu sebenarnya pengusaha yang namanya termasuk dalam deretan pria paling berkuasa di negeri ini.

Baginya, saat itu, Fernando hanyalah orang asing yang menembus hujan.

Dan sementara pria itu terus berjalan tanpa menoleh, gadis itu terus memperhatikan.

Fernando belum menyadari bahwa dari seberang jalan, ada yang sedang menatapnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!