Dibuang oleh keluarga, dikhianati oleh orang yang dicintai, dan merasa tidak memiliki siapa-siapa.
Laura mengira hidupnya telah berakhir.
Sampai seorang pria asing datang dan berkata.“Kamu adalah mempelai ku.”
Laura tidak tahu siapa pria itu.
Yang dia tahu, sejak pertemuan malam itu, hidupnya tak akan pernah sama lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23 : PERTEMUAN YANG MEMBINGUNGKAN
Siang itu, Laura baru saja keluar dari kampus. dia berjalan menyusuri trotoar sambil membawa tas di bahunya. Sejak kedatangan Aurel ke rumah kemarin, pikirannya masih dipenuhi berbagai pertanyaan tentang hubungan Hero dengan wanita tersebut.
Laura sebenarnya ingin melupakan perkataan Aurel, tetapi semakin dia mencoba tidak memikirkannya, semakin banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya.
Saat sedang berjalan, Laura tiba-tiba melihat seseorang yang sangat dikenalnya berdiri tidak jauh dari sebuah toko.
Dinda.
Laura sempat berniat melewatinya begitu saja, tetapi langkahnya terhenti ketika Dinda menoleh dan melihat dirinya.
“Lihat siapa yang datang,” ujar Dinda sambil tersenyum mengejek.
Laura menatap Dinda dengan wajah datar. “Dinda.”
Dinda berjalan mendekat. Tatapannya kemudian mengarah pada pakaian Laura dan tas yang dibawanya sebelum kembali menatap wajah kakaknya.
“Sekarang hidupmu benar-benar berubah, ya? Baru sebentar saja sudah tinggal di rumah mewah dan mendapatkan banyak hadiah dari pria yang bahkan keluargamu sendiri tidak mengenalnya.”
Laura mengernyitkan kening. “Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud.”
Dinda tertawa kecil. “Jangan berpura-pura tidak tahu.”
“Aku memang tidak tahu,” jawab Laura jujur. “Kalau kamu ingin mengatakan sesuatu, katakan saja dengan jelas.”
Dinda menyilangkan kedua tangannya. “Kamu pikir semuanya akan berjalan semudah itu? Kamu masih anak kuliahan, Laura. Jangan terlalu percaya diri hanya karena ada pria kaya yang memperhatikanmu.”
Laura semakin bingung mendengar perkataan Dinda.“Apa hubungannya dengan kuliahku?”
Dinda hendak menjawab, tetapi tiba-tiba terdengar suara seorang wanita dari belakangnya.
“Dinda.” panggil seseorang.
Laura langsung menoleh matanya melebar ketika melihat siapa yang berdiri beberapa langkah di belakang Dinda.
Aurel Wanita yang kemarin datang ke rumahnya kini berada bersama Dinda.
Laura tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. Pandangannya berpindah dari Dinda kepada Aurel beberapa kali.
“Kamu...” ucap Laura pelan.
Aurel menatap Laura tanpa ekspresi yang jelas. “Kita bertemu lagi.”
Laura tidak langsung menjawab. dia justru semakin bingung.“Kenapa kamu ada di sini bersama Dinda?”
Dinda tersenyum kecil melihat kebingungan Laura. “Kenapa? Kaget?”
“Aku hanya bertanya,” jawab Laura.
Dinda mendekati Aurel dan berdiri di sampingnya. Sikap mereka terlihat cukup akrab, sesuatu yang membuat Laura semakin tidak mengerti.
“Jadi selama ini kalian saling mengenal?” tanya Laura.
Dinda tertawa kecil. “Tentu saja.”
Laura menatap Aurel. “Sejak kapan?”
Aurel tidak langsung menjawab dia hanya menatap Laura dengan tenang, sementara Dinda justru terlihat seperti menikmati kebingungan kakaknya.
“Sepertinya kamu memang tidak tahu apa-apa,” ujar Dinda akhirnya.
Laura mengerutkan kening. “Maksudmu apa?”
Dinda tidak menjawab pertanyaan itu secara langsung dia justru tersenyum penuh arti.“Aku cuma heran bagaimana kamu bisa begitu percaya kepada Hero.”
Nama Hero yang disebut Dinda membuat pikirannya kembali teringat pada perkataan Aurel sehari sebelumnya.
"Aku adalah tunangan Hero."
Laura menatap Aurel lagi.“Dinda, sebenarnya apa hubunganmu dengan Aurel?”
Dinda mengangkat bahu. “Tidak perlu terlalu banyak bertanya.”
“Aku berhak tahu kalau kalian sedang membicarakanku.” bentak Laura ke Dinda.
Aurel kemudian ikut berbicara. “Laura, sebaiknya kamu pulang saja.”
Laura menatapnya dengan tatapan bingung. “Kenapa?”
“Karena semakin banyak kamu mencari tahu, semakin banyak hal yang mungkin membuatmu kecewa.”
Kalimat itu membuat Laura terdiam dia tidak tahu apa yang sedang terjadi. Kemarin Aurel datang sendiri ke rumah dan mengaku sebagai tunangan Hero. Hari ini dia justru melihat Aurel bersama Dinda.
Dan yang lebih membuat Laura bingung adalah cara Dinda berbicara seolah-olah mengetahui sesuatu yang tidak dia ketahui.
“Kalau memang ada sesuatu yang ingin kalian katakan kepadaku, katakan saja,” ujar Laura akhirnya. Suaranya tetap tenang meskipun hatinya mulai tidak nyaman.
Dinda tersenyum tipis.“Kamu akan tahu sendiri nanti.”
Setelah mengatakan itu, Dinda menarik lengan Aurel.“Ayo, Aurel. Kita pergi.”
Aurel sempat menatap Laura sekali lagi sebelum mengikuti Dinda.Laura hanya berdiri di tempatnya sambil memperhatikan keduanya menjauh.
“Kenapa Aurel bersama Dinda?” gumam Laura pelan.
Laura benar-benar tidak mengerti Jika Aurel memang tunangan Hero seperti yang dikatakannya kemarin, lalu mengapa dia begitu dekat dengan Dinda? Dan kenapa Dinda seolah mengetahui sesuatu tentang hubungan Laura dengan Hero?
Laura menggenggam tali tasnya lebih erat.
Untuk sesaat, dia ingin menghubungi Hero dan menanyakan semuanya namun dia kembali teringat keputusannya kemarin.dia tidak ingin bertanya langsung kepada Hero.
Laura akhirnya menarik napas panjang dan melanjutkan langkahnya.“Aku harus mencari tahu sendiri.”
Namun, tanpa Laura sadari, pertemuannya dengan Dinda dan Aurel hari itu justru membuat rasa penasarannya terhadap masa lalu Hero semakin besar.
sedih kan ya...
kaki emak melyang terbang menghantam kepala richard.
DUAK
"emm.. puas emak, RASAIN! set ... an!" 🤯🤯🤯