Farhan adalah seorang pebisnis sukses, setelah menikah Farhan memenuhi segala kebutuhannya istrinya, ATM baru pun Farhan siapkan untuk mempermudah istrinya untuk beli apapun yang diinginkannya.
Sifat Farhan yang cuek dan keluhan istrinya dianggap sebagai hal biasa dan dianggap istrinya belum terbiasa dengan kebiasaannya yang sangat males keluar rumah jika sudah pulang kerja lebih memilih tidur setelah seharian bekerja.
Rasa kesal dan hambar selama pernikahan akhirnya Mila istri Farhan memilih untuk pergi tanpa memberikan kabar sama suaminya, setelah kepergian Mila membuat Farhan baru sadar akan kehadiran istrinya yang selama ini diabaikan dan protesnya tidak pernah dipedulikan. Mampukah Farhan menemukan Mila dan membuat istrinya untuk kembali sekaligus memperbaiki rumah tangga yang selama ini terasa hambar dan merubah kebiasaannya dan lebih mementingkan meluangkan waktu untuk membahagiakan istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12
Rasanya bahagia sekali menikmati hidup dan melupakan masalah yang ada, walaupun sedih belanja seorang diri tidak ditemani suami tidak membuat Mila membatalkan belanja sepuasnya apa lagi selama belanja tidak ada yang kenal apa lagi merusak hari bahagianya.
Setelah puas belanja banyak makeup, baju baju baru dan juga perhiasan untuk penampilan nya semakin cantik dan terlihat sempurna, membuat Mila memilih restoran yang ingin didatangi untuk menikmati makan siang di restoran impiannya.
"Alhamdulillah mendapatkan suami yang lumayan kaya membuat saya akhirnya bisa kesini, seharusnya dari awal saja kesini walaupun seorang diri tidak masalah yang penting bisa memanjakan diri sendiri bukannya ikutin kebiasaan suami yang gila kerja dan lebih banyak tidur setiap ada di rumah." ucap Mila sedikit menyesal karena tidak pergi ke mana-mana karena menghargai kebiasaan suami dan kesibukannya, tidak mempedulikan kebahagiaan diri sendiri untuk menikmati hidupnya.
Menikmati steak daging makanan yang ingin dinikmati Mila makanan yang membuatnya penasaran dengan rasanya, ingin sekali request makanan yang ingin di makan dirumah tapi tidak pernah kesampaian karena pasti ditolak sama keluarganya Farhan untuk larang dirinya makan makanan enak dirumah dan harus beli makanan sendiri dari hasil jualannya.
Melihat notifikasi di handphone nya membuat Mila bahagia bacanya, akhirnya Farhan mau balas chatnya dan isi chat yang dikirim Farhan membuat Mila bahagia bacanya.
"Hore akhirnya boleh kesana susul Farhan, untung sudah belanja banyak untuk merubah penampilan baru dan tidak akan membuat suami malu lagi karena pakai baju sederhana dan mulai hari ini tidak akan menjadi wanita sederhana tapi perempuan yang bisa berpenampilan rapih supaya tidak membuat malu suami dan keluarganya lagi." ucap Mila bahagia karena akhirnya bisa merubah penampilannya selain untuk dirinya tentu supaya suaminya tidak dianggap suami pelit karena tidak bisa membuat penampilannya lebih baik.
Menikmati makanan impiannya Mila langsung balas chat yang dibalas Farhan dengan perasaan bahagia dan tidak lupa mengirimkan foto dirinya sedang menikmati makan siang di restoran impiannya.
**
Pertama kalinya datang ke tempat billiard, jika bukan karena client yang ajak tentunya Farhan akan menolak karena tidak suka main billiard apa lagi ditemani wanita seksi dan genit membuat Farhan tidak nyaman melihatnya.
"Mau saya temani makan siang Pak?" tanya Wanita yang sengaja samperin Farhan duduk sendirian setelah selesai bahas pekerjaan tadi.
"Tidak perlu pergi lah." ucap Farhan merapihkan laptop dan berkas yang ada diatas meja, tidak niat melihat wanita didepannya karena tidak tertarik sama sekali.
"Huh." lanjutnya kesal karena Farhan sama sekali tidak mau ditemani sama sekali, harapan mendapatkan bonus dari pria tampan didepannya kandas sudah, karena tidak melihat dirinya sama sekali justru sibuk sama kertas yang ada diatas meja dan sekarang mengusirnya begitu saja.
"Habis ini mau kemana Pak?" tanya Dion melihat atasannya sibuk sama berkas dan mengabaikan wanita cantik terlihat kesal karena tidak ada respon dari Farhan sama sekali.
"Saya mau ke apartemen karena besok istri saya kesini jadi mau istirahat saja di apartemen sekalian kerjain pekerjaan kantor yang dikirim sama Erik." ucap Farhan merasa sudah tidak ada urusan lagi membuat dirinya lebih baik menghabiskan waktu sendirian di apartemen sambil fokus bekerja.
"Baik lah Pak." lanjut Dion pasrah, kesal rasanya punya atasan yang tidak asik sama sekali dan tidak bisa diajak nongkrong sama sekali, hidupnya Farhan terasa hambar dan terlalu kaku setelah dilihat-lihat Dion tapi tidak berani protes bisa-bisa membuat Farhan marah yang akhirnya dirinya dipecat karena dianggap tidak sopan karena protes tidak bisa diajak jalan sama sekali dan terlalu fokus bekerja.
**
Gelang-gelang kepala melihat barang bawaan Mila, tangan adik iparnya penuh dengan paparbage bahkan dilihat-lihat penampilan Mila berubah drastis dari tadi dia bilang mau jalan-jalan dan pulang-pulang Mila sudah full makeup, baju terlihat baru dan memakai perhiasan membuat Gendis kesal melihat penampilan baru adik iparnya.
"Mau jadi OKB iya lo, lancang sekali lo berani pakai uang Farhan untuk belanja sebanyak ini, sudah gue dan yang lain bilang kalo lo tidak pantas pakai uang adik kita dan sudah bagus lo dibolehkan numpang tinggal dirumah ini gratis kok seenaknya dan tidak tahu diri sih jadi orang!" protes Gendis kesal melihat penampilan baru adik iparnya.
"Kamu menikah deh lebih baik dari pada banyak protes biar tahu hak dan kewajiban seorang istri itu apa, lagian Farhan ngasih juga tanpa saya minta masa ditolak sih, oh sama besok saya ke tempatnya Farhan kerja selama lima hari, Farhan yang minta dan sudah dibelikan tiket pesawat juga kelas VVIP pula." ucap Mila santai semakin tidak takut sama ucapan kakak iparnya, selama dirinya tidak salah tidak akan takut sama apapun ucapan kakak iparnya.
"Halah bilang saja lo yang minta dasar perempuan matre lo, bener kan apa kata gue dia tuh perlahan bakal menguras harta Farhan bisa-bisa bangkrut deh Farhan kelamaan jadikan perempuan ini istrinya, sudah belanja banyak tidak tahu diri sekarang bilang Farhan yang belikan tiket pesawat kelas VVIP bilang saja lo yang minta biar merasakan hidup orang kaya kan lo, sadar diri lo kesini tidak bawa apapun jadi jangan merepotkan dan merugikan adik gue berlebihan seperti ini." ucap Ihsan tidak percaya sama ucapan Mila barusan.
"Terserah apa kata kalian, yang jelas besok saya bisa jalan-jalan dan menemani suami kerja, lumayan beberapa hari tidak melihat kalian orang-orang aneh dan tidak ngaca sama sekali bagaimana hidup kalian selama ini dan bikin saya bisa hidup tenang tanpa kalian beberapa hari." lanjut Mila terus terang, lega rasanya akhirnya ada kesempatan pergi beberapa hari tidak melihat wajah ketiga Kakaknya Farhan yang selalu protes apapun yang dilakukannya.
"Jangan pergi dulu sini barang-barang itu tidak pantas lo pake keliatan jelek dipake perempuan kampung seperti lo dan lebih pantas dipakai gue yang emang wanita berkelas." lanjut Gendis tidak akan membiarkan Mila punya banyak barang-barang baru dan tidak rela rasanya Mila menikmati pemberian Farhan.
"Silahkan minta sendiri sama Farhan kalo berani babay." lanjut Mila senyum sinis melihat Gendis terlihat kesal mendengar ucapannya.
Tidak akan biarkan Kakaknya Farhan merebut apa yang sudah menjadi haknya, Mila membiarkan keluarganya Farhan bicara sesuka hati tapi tidak akan biarkan siapapun merebut yang menjadi haknya, selama statusnya menjadi istri punya hak pakai pemberian Farhan sesuka hati dan Mila tidak lupa sisakan uang belanjanya supaya memiliki tabungan dari pemberian Farhan yang sudah memenuhi nafkah untuk dirinya.