NovelToon NovelToon
THE TAURUS

THE TAURUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Misteri
Popularitas:286
Nilai: 5
Nama Author: DOLPIN

Arka Khontacron adalah pemilik perkebunan anggur terbesar di Buleleng tepatnya di Bali. Arka memiliki saudara kembar laki-laki yaitu Phat Shrabeus kakak nya. Mereka tinggal di Seririt, Nama desanya, Desa Sagara. Desa mereka dalam beberapa bulan ini selalu banyak kasus orang-orang desa yang hilang, terutama wanita. Banyak masyarakat yang komplen ke polisi, tapi hasilnya juga sama. Tapi kasus itu mulai terbuka kembali pada malam itu akibat Arka menemukan mayat Pak Braun Ghum di dalam perkebunan miliknya. Pak Braun ialah pemilik peternakan domba di sebelah perkebunan anggur milik keluarga Khontacron dan juga Arka sering bermain bersama anaknya Sara Mhiomorin waktu kecil. Arka memanggil polisi untuk menyelediki kejadian tersebut, tapi bukannya mencari bukti. Polisi menyeret Arka sebagai tersangka, apakah bisa arka menemukan pelaku yang sebenarnya?
Ini ialah kisah cinta ringan dari Zodiak Taurus, bisakah dia bersabar menghadapi kejadian tersebut atau malah menjadi keras kepala.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DOLPIN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12. JEJAK YANG TERTINGGAL

Pagi itu, Arka duduk berhadapan dengan Pak Thom dan Sara di ruang pemeriksaan.

Beberapa lembar dokumen terbentang di atas meja.

Arka masih belum memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Ia menatap Pak Thom.

“Pak Thom.”

Pria itu mengangkat wajah.

“Ya, Tuan Arka.”

“Polisi mengatakan Anda diperintah untuk melakukan sesuatu kepada Pak Braun,benar?”

Pak Thom terdiam cukup lama.

Akhirnya ia mengangguk.

“Benar.”

“Siapa yang memerintahkan Anda?”

Pak Thom menundukkan kepala.

“Aku tidak bisa menyebut namanya.”

Arka mengerutkan kening.

“Apa maksud anda?”

“Karena kalau aku menyebutnya, aku tahu aku tidak akan selamat.”

Arka semakin bingung.

“Kalau begitu jelaskan apa yang terjadi malam itu.”

Pak Thom menarik napas dalam-dalam.

“Malam itu saya mendapat perintah untuk menemui Pak Braun di kebun anggur.”

“Dari pekerja lainnya, Tuan.”

Arka terdiam.

Pak Thom mengangguk pelan.

Arka menatapnya tajam.

Sara yang duduk di sampingnya terlihat gelisah.

Akhirnya Pak Thom berkata,

“Awalnya hanya pekerjaan biasa. Mengantar barang, menjaga tempat tertentu, dan memastikan beberapa orang tidak membuat masalah.”

Arka mulai merasa tidak nyaman.

“Lalu apa hubungannya dengan Pak Braun?"

Pak Thom menatap meja.

“Pak Braun mengetahui sesuatu.”

“Apa?”

“Dia mengetahui tentang orang-orang yang menghilang dari Desa.”

Arka membeku.

Pak Thom melanjutkan.

“D-dia menemukan bahwa beberapa orang yang dilaporkan hilang sebenarnya pernah dibawa ke sebuah gudang milik keluarga K-khontacron.”

Arka langsung berdiri.

“Apa?”

Petugas polisi mengangkat tangan.

“Tenang, Tuan Arka. Biarkan dia menyelesaikan keterangannya.”

Arka kembali duduk.

Pak Thom mengusap wajahnya.

“Pak Braun mencoba mencari tahu siapa yang bertanggung jawab.”

“Dan karena itu dia dibunuh?”

Pak Thom mengangguk.

“Y-ya.”

Arka menatapnya.

“Jadi Anda yang membunuhnya?”

Pak Thom menutup matanya.

“S-saya yang memukulnya.”

Ruangan menjadi sunyi.

Arka menelan ludah.

“Dengan sekop?”

Pak Thom mengangguk.

“Tapi saya tidak datang ke sana untuk membunuhnya.”

“Lalu?”

“Saya diperintahkan untuk menakut-nakutinya.”

Pak Thom menatap Arka.

“Perintahnya adalah membuat Pak Braun berhenti mencari tahu.”

Arka mengepalkan tangannya.

“Tapi Anda memukulnya sampai meninggal!”

Pak Thom menundukkan kepala.

“S-saya panik.”

Suaranya bergetar.

“Pak Braun melawan. Kami bertengkar. Saya mengambil sekop dan memukulnya.”

Arka terdiam.

“Dan akhirnya, saya melarikan diri.”

Pak Thom kembali diam.

Petugas polisi kemudian meletakkan sebuah foto di atas meja.

“Ini ditemukan dalam pemeriksaan kami.”

Arka melihat foto tersebut.

Foto itu memperlihatkan sebuah gudang tua di pinggir Desa Sagara.

Pak Thom berkata pelan,

“Gudang itu adalah salah satu tempat yang digunakan untuk menyimpan orang-orang sebelum mereka dibawa keluar dari desa.”

Arka menatap foto itu dengan wajah pucat.

“Dibawa ke mana?”

Pak Thom tidak menjawab.

Sara akhirnya berbicara.

“Ke luar negeri.”

Arka menoleh kepadanya.

Sara menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

“Orang-orang itu diculik, kemudian diserahkan kepada jaringan perdagangan organ ilegal.”

Arka tidak mampu berkata-kata.

Kini semuanya mulai tersusun.

Orang-orang hilang.

Pak Braun.

Pak Thom.

Keluarganya.

Namun masih ada satu bagian yang belum jelas.

Arka menatap Pak Thom.

“Kalau kau hanya pelaksana, siapa yang memberikan perintah terakhir?”

Pak Thom menatap Arka cukup lama.

Kemudian ia berkata,

“Orang yang memberikan perintah itu bukan orang asing.”

Arka membeku.

“Dia orang yang sangat dekat dengan anda, Tuan."

“Siapa dia!?”

Pak Thom membuka mulut.

Namun sebelum sempat menjawab, pintu ruang pemeriksaan tiba-tiba terbuka.

Seorang polisi masuk dengan tergesa-gesa.

“Pak, kami baru mendapat informasi.”

Petugas yang memimpin pemeriksaan berdiri.

“Ada apa?”

Polisi itu menatap Arka.

“Pak Teo Khontacron dan Phat baru saja datang ke kantor polisi.”

Arka langsung berdiri.

“Ayah dan Phat?”

Polisi itu mengangguk.

“Mereka meminta bertemu dengan Anda.”

Arka menatap Pak Thom.

Wajah pria itu tiba-tiba berubah ketakutan.

“Jangan temui mereka,” bisiknya.

Arka menoleh.

“Kenapa? anda–

Pak Thom menatapnya dengan serius.

“Karena kalau mereka tahu saya sudah bicara...”

Ia berhenti.

“...Anda juga bisa berada dalam bahaya.”​

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!