NovelToon NovelToon
Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:634.6k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Lorenzo Matteo Romano sudah mantap menceraikan Alina Seraphine Bellamy, setelah tiga tahun menikah.

Namun, kecelakaan terjadi tepat setelah Lorenzo mengajukan perceraian. Ketika sadar, Lorenzo justru mendapatkan kemampuan aneh—ia bisa mendengar isi pikiran Alina.

Betapa terkejutnya Lorenzo saat mengetahui bahwa wanita yang selama ini terlihat begitu patuh ternyata menyimpan segudang rahasia, keluhan, dan komentar pedas yang tak pernah berani diucapkannya.

Lorenzo akhirnya memutuskan berpura-pura amnesia agar perceraian mereka batal.

Sayangnya, rencana itu justru membuat Alina semakin stres. Sebab, di depan Lorenzo, Alina harus tetap menjadi istri yang lembut dan penurut.

Sementara di dalam hatinya, “Ya Tuhan, kenapa orang ini belum juga ingat kalau dia mau menceraikanku?!”

Sejak saat itu, pernikahan mereka berubah menjadi permainan rahasia: seorang istri yang tak sadar isi kepalanya bisa didengar, dan seorang suami yang berbalik mati-matian mempertahankan pernikahannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Sore hari, begitu sampai di rumah, Alina langsung tersenyum lebar ketika melihat pemandangan yang tidak biasa di depan matanya. Lorenzo sedang sibuk mengerjakan pekerjaan rumah.

Pria itu memasukkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci, lalu menekan tombolnya. Setelah itu, dia menyalakan vacuum smart cleaner yang langsung bergerak menyusuri lantai ruang keluarga. Di dapur, beberapa bahan makanan sudah tersusun rapi karena Lorenzo sedang menyiapkan makan malam.

Tidak berhenti sampai di situ. Setelah masakan selesai, Lorenzo masih menyempatkan diri menyetrika beberapa pakaian yang sudah kering.

Alina berdiri di ambang pintu sambil memperhatikannya. Sepasang matanya bergerak mengikuti setiap pekerjaan yang dilakukan suaminya. Rasanya agak aneh melihat Lorenzo yang biasanya sibuk dengan pekerjaan kantor sekarang mondar-mandir di rumah sambil mengurus berbagai pekerjaan.

Astaga. Dia benar-benar mengerjakan semuanya.

Kemarin pria itu masih mengeluh kelelahan ketika Alina memberinya daftar pekerjaan rumah. Bahkan, dia sempat mengatakan tidak punya tenaga lagi. Namun, hari ini semua pekerjaan sudah hampir selesai sebelum malam tiba.

Alina menyandarkan bahunya ke dinding sambil tersenyum kecil.

Siapa sangka si kulkas ternyata rajin juga.

Lorenzo yang sedang menyetrika langsung menoleh. "Ada apa? Kamu terpesona melihat aku pandai mengerjakan semuanya, ya?"

Senyum Alina seketika menghilang. Dia bahkan sempat melirik ke kanan dan kiri, seolah berharap ada orang lain yang sedang berbicara. "Siapa bilang? Biasa aja tuh! Semua dikerjakan dengan bantuan mesin," jawabnya cepat.

"Jelas-jelas aku mendengar pujianmu."

Lorenzo kembali menggerakkan setrika di atas pakaian dengan wajah datar.

Alina menggigit bibir agar tidak tersenyum. "Aku tidak menyangka kamu bisa melakukan semuanya seorang diri."

Lorenzo membalas dengan nada penuh kesombongan. "Apa sih yang tidak bisa dilakukan olehku?!"

Alina memutar bola matanya. Pria itu suka narsis dan bangga dengan dirinya

Alina kemudian melirik jam dinding. Tubuhnya terasa lengket setelah seharian bekerja. Bayangan berendam dengan air hangat saja sudah membuatnya ingin segera masuk kamar mandi.

"Aku mandi dulu," katanya.

Lorenzo mengangguk tanpa menghentikan pekerjaannya. "Jangan terlalu lama."

Alina tidak menjawab. Dia langsung masuk ke kamarnya dan mengambil perlengkapan mandi. Namun, ketika sampai di kamar mandi, tangannya yang sudah memegang gagang pintu langsung berhenti. Kran air tidak mengeluarkan apa pun.

"Hah? Malah rusak." Alina memutar kran beberapa kali.

"Kenapa sekarang?" Alina mengembuskan napas panjang.

Setelah seharian bekerja, dia benar-benar tidak sanggup menunda mandi hanya karena masalah kran. Akhirnya, dia terpaksa menggunakan kamar mandi yang berada di kamar Lorenzo.

Alina membawa perlengkapan mandinya ke sana, lalu menyiapkan air hangat. Setelah membersihkan tubuh dan melakukan luluran, dia berendam cukup lama. Begitu tubuhnya masuk ke dalam air hangat, bahunya yang sejak tadi tegang perlahan mengendur.

"Ahh ...."

Alina menyandarkan kepala ke sisi bak dan memejamkan mata. Hangatnya air membuat rasa pegal di tubuhnya berkurang sedikit demi sedikit. Untuk beberapa saat, pikirannya benar-benar kosong. Tidak ada pekerjaan kantor. Dan yang paling penting, tidak ada tingkah aneh Lorenzo.

Alina menarik napas panjang. Dia merasa benar-benar tenang. Setelah cukup lama berendam, Alina akhirnya bangkit. Dia mengeringkan tubuhnya dan membalut tubuh dengan kimono handuk. Rambutnya masih basah dan dibiarkan tergerai di belakang punggung.

Ketika keluar dari kamar mandi, aroma sabun dan lulur yang lembut masih menempel di tubuhnya. Beberapa tetes air jatuh dari ujung rambutnya ke leher sebelum akhirnya terserap oleh kain kimono.

Alina hendak berjalan menuju pintu kamar. Namun, tepat ketika dia baru melangkah beberapa langkah, pintu kamar terbuka. Lorenzo masuk.

Keduanya langsung berhenti. Alina membeku. Lorenzo juga tidak bergerak. Tatapan mereka bertemu.

Beberapa detik berlalu tanpa suara. Masalahnya, Alina sama sekali tidak menyangka Lorenzo akan masuk pada saat yang sama.

Sementara itu, Lorenzo juga tidak menduga akan menemukan istrinya keluar dari kamar mandi dalam keadaan seperti itu. Tatapannya tanpa sadar tertuju pada Alina.

Rambut wanita itu masih basah. Wajahnya terlihat lebih segar setelah mandi. Aroma sabun yang lembut bahkan masih tercium ketika Lorenzo berdiri beberapa langkah darinya.

Dada Lorenzo naik turun perlahan. Pemandangan sederhana itu entah kenapa membuatnya sulit mengalihkan pandangan. Dia segera menyadari bahwa sebagai seorang pria, dia tidak mungkin sama sekali tidak terpengaruh oleh keadaan tersebut.

Alina yang menyadari tatapan Lorenzo langsung merasa salah tingkah. Dia menunduk. Barulah dia melihat dirinya sendiri masih memakai kimono handuk sepaha, rambut basah, dan tanpa pakaian lain yang menutupi tubuhnya selain kain tersebut.

Astaga! Kenapa aku keluar begini?!

Wajah Alina langsung terasa panas. "A-aku ...."

Suara Alina bahkan terdengar lebih kecil dari biasanya. Dia mundur selangkah sambil menarik bagian depan kimono agar tertutup lebih rapat.

Lorenzo masih diam.

"Aku mau ganti pakaian."

Alina semakin gugup. Dia segera berlari kecil berniat keluar dari kamar. Namun, Lorenzo yang berdiri tepat di dekat jalur menuju pintu secara refleks bergeser pada saat yang sama.

Alina yang sedang terburu-buru tidak sempat berhenti. Tubuhnya menabrak Lorenzo.

"Aaa!"

Keseimbangan Alina langsung hilang. Lorenzo refleks menangkap pinggangnya agar tidak jatuh.

Dalam sekejap, Alina sudah berada di dalam pelukan suaminya. Wajahnya membentur dada Lorenzo.

Alina langsung diam. Dia bisa merasakan detak jantung pria itu di balik dadanya. Detaknya terdengar begitu jelas.

Entah karena jarak mereka terlalu dekat atau karena suasana tiba-tiba menjadi terlalu sunyi, Alina bahkan bisa merasakan dadanya sendiri ikut berdebar. Dia perlahan mengangkat wajah.

Lorenzo juga sedang menatap Alina. Jarak mereka sangat dekat. Suasana diantara mereka seakan hening, tidak ada lagi suara apapun. Yang terdengar hanya napas mereka yang perlahan berubah tidak beraturan.

Alina menelan ludah. Dia gugup setengah mati.

Kenapa jantungku seperti mau copot?

Lorenzo juga tidak jauh berbeda. Tatapannya tertahan pada wajah Alina. Rambut basah yang membingkai wajah wanita itu, pipinya yang memerah, serta ekspresi gugup yang jarang dia lihat membuat Lorenzo benar-benar terpesona.

Selama ini, pria itu selalu melihat Alina sebagai istrinya yang pendiam, penurut, dan sering kali lebih sibuk dengan pikirannya sendiri. Namun, malam ini dia melihat sisi lain wanita itu. Sisi yang membuatnya sulit berpaling.

Alina sebenarnya ingin segera menjauh. Namun, sebelum sempat bergerak, Lorenzo justru mendekat. Mata Alina membesar.

"Lo-Lorenzo ...!"

Pria itu mencium bibirnya dengan lembut.

Alina membeku. Pikirannya seakan berhenti bekerja untuk beberapa detik, dia hanya berdiri kaku karena terlalu terkejut dengan apa yang sedang terjadi.

Tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Tidak ada satu pun gerakan. Kemudian kesadarannya perlahan kembali.

Sebentar. Dia mencium aku? Lorenzo benar-benar mencium aku?!

Mata Alina semakin membulat. Barulah dia sadar sepenuhnya. Dengan seluruh tenaga yang dimilikinya, Alina langsung mendorong dada Lorenzo.

Dorongan itu terlalu kuat sampai tubuh Lorenzo terlempar ke belakang. Dia kehilangan keseimbangan dan punggungnya membentur dinding.

"Aduh!"

Alina langsung mundur beberapa langkah. Kedua tangannya menutup mulut. Wajahnya merah sampai ke telinga.

"Tidaaaak! CIUMAN PERTAMAKU!"

1
Hadi Mulyono
ini bab panjaang
Atik Kiswati
next......
RiriChiew🌺
emang salah nya kamu ed , dulu hrusnya tanya Lorenzo dulu gimana kejadian nya bukan langsung menuduh dan balas dendam kaya beginii 😔
Inooy
setelah semua misteri kematian Xavier terbuka dengan jelas, nyesel kan kamu Ed?
maka nya sebelum kamu benar2 menyalahkan seseorang atas kematian kaka mu..sebaik nya kamu telusuri dulu kebenaran nya sampai sedetail detail nya, jangan hanya meliat sepotong video yg g lengkap kamu langsung menyalahkan orang tanpa tau kebenaran yg sebenar benar nya....
setelah smua nya terbuka, sekarang kamu tanggung konsekuensi dendam mu Ed..karena akibat dendam mu kamu mencelakai Lorenzo yg notabene telah berusaha menyelamatkan kaka kamuu...
jadiiii siap2 hukum yg akan mengambil alih masalah kamu, Ed....
ryuka
haduuhh edgar kamu terlalu sulit mempercayai nya ya
Inooy
Ya Allah aq kira kaka sehat2 aj, pantesan up nya lama..aq pikir lg rehat sejenak utk mengembalikan mood yg suka naik turun, ternyata rehat nya benar2 rehat karena sakit 🥺
cepet sehat dn pulih lg y ka Santi,,biar Alina dn Lorenzo nya g kesepian 🤭
sehat selalu kakaaaa...!!!!
Inooy
sekarang kamu mengakui klo Lorenzo membantu kalian utk bebas dr penyekapan..kenapa waktu om Roberto belum datang dn belum berbicara soal kebebaran tetang kejadian belasan tahun k belakang,,kamu dn Pabio dengan yakin nya menyalahkan Lorenzo..kamu takut ama kemarahan om Roberto yg sangat amat melindungi alorenzo??
maka nya klo mo ngomong kebenaran itu d pikirin dulu baik buruk nya,,jangan hanya demi menyelamatkan diri sendiri kalian mengorbankan orang lain...lagian udh jelas2 4 kluarga udh berbicara tentang kejadian itu dn udh saling menerima dn memahami nya..kenapa kalian tiba2 seolah olah g tau apa2??? 😡
Inooy
nah lhoo saksi hidup lain nya masih ada, dn saksi hidup nya bakalan murka ama kalian Pabio dn Darius..karena pernyataan kalian yg asal bunyi udh bikin seorang Lorenzo d siksa Edgar....
siap siaaaap kalian menerima erupsi nya seorang Robertoo!!!! ha ha haaaa
Inooy
tuuuh kaan kalian g bisa menjelaskan secara rinci, padahal kalian jg korban penculikan tersebut..aneh aj kalian langsung menyalahkan Lorenzo, padahal dr awal kalian d sekap kalian tau Lorenzo jg tertangkap..dn tau jg gimana berusaha keras nya Lorenzo membantu kalian utk bebas,,tp koq sekarang malah seolah olah Lorenzo yg bersalah atas kematian Xavier..ada apa dengan kalian??

bikin emosi aj s Pabio ama s Darius inii..😤
Inooy
dn kalian jg jangan asal men-judge Lorenzo..tooh video kalian cuma sepotong d tambah lg kalian keburu pingsan kaan..jd kronologi keseluruhan nya tidak tau pasti.....
hati2 atas pernyataan kalian, orang yg kalian fitnah bukan orang sembarangan..kalian seolah olah menuduh Lorenzo 100% bersalah, kalian menuduh Lorenzo menjadikan Xavier tameng bagi diri nya..padahal kalian tidak tau d balik tubuh Xavier yg tidak secara langsung membentengi tembakan bagi Lorenzo...kalian hanya berasumsi sendiri, ato mungkin kalian hanya berlindung dr kemarahan Edgar?
tp kalian menyepelekan kemarahan nya Alina dn papa Alessandro klo terbukti pernyataan kalian membuat Lorenzo menderita dn terluka!!!
Ummee
iyaa... knp si edgar bebal banget, gengsi kali ya mau ngaku salah

semoga lekas sembuh kak, sehat²...
Arin
Biar Edgar tau sebab dan akibatnya karena berusaha mencelakai Lorenzo. Akibat dendam lama yang salah sasaran
Ummee
lah... ternyata pengkhianat nya orang yg ditolong dulu, apa motifnya coba?
tau gitu dulu jgn ditolong
Inooy
ternyata teman lucknat yg udh bikin Edgar salah paham dn mengakibatkan Lorenzo jd bulan bulanan dendam nya Edgar....
Pabio dn Darius kalian layak nya anjing yg lg kejepit d tolongin, tp ngebalas gigit orang yg nolongin kalian ckckck....
seandai nya dulu kalian g d tolongin Lorenzo, aq yakin kalian g akan hidup kaya sekarang..kalian benar2 teman durjanaa, g mikir apa ketika Lorenzo mati matian nolongin kalian..sampe2 Lorenzo mempertaruhkan nyawa nya jg??? 😡
sekarang malah kalian memutarbalikkan fakta..ingaaat hukum tabur tuai Pabio, Dariuuus!!!! 😤
Halimah
Makanya Gar....Edgar jd orang tuh yg pinter jgn bodoh.Cuma dr potongan sebuah video singkat km lgsg menyimpulkan sendiri tanpa km cari tau kejadian sebelumnya gmn Malu ga Lo skrg???? pasti malu laaaah
Halimah
Emang iya bebal bgt si Edgar...Getok aja thor pake palu biar pinteran dikit🤣🤣🤣
Semangat thor semoga lekas sehat ya
Uba Muhammad Al-varo
Edgar makanya kepintaran otak mu dipakai untuk menyelidiki kebenaran yang sebenarnya terjadi bukan malah pintar kebelingger jadinya salah paham 🤔🤔🤔
Halimah
Tegang bgt bacanya...Itu Pablo n Darius oon apa gmn sih? udah d tolongin malah kek gitu
Pa Muhsid
gak tau bakal dikibulin Sama nyonya muda mu Antonio
Muft Smoker
semoga semua baik2 aj ,, baik Lorenzo atau pun Alina ,,
dn kebenaran biar cepat terungkap ,, meski semua terdengar sulit ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!