NovelToon NovelToon
Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:60.5k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Lorenzo Matteo Romano sudah mantap menceraikan Alina Seraphine Bellamy, setelah tiga tahun menikah.

Namun, kecelakaan terjadi tepat setelah Lorenzo mengajukan perceraian. Ketika sadar, Lorenzo justru mendapatkan kemampuan aneh—ia bisa mendengar isi pikiran Alina.

Betapa terkejutnya Lorenzo saat mengetahui bahwa wanita yang selama ini terlihat begitu patuh ternyata menyimpan segudang rahasia, keluhan, dan komentar pedas yang tak pernah berani diucapkannya.

Lorenzo akhirnya memutuskan berpura-pura amnesia agar perceraian mereka batal.

Sayangnya, rencana itu justru membuat Alina semakin stres. Sebab, di depan Lorenzo, Alina harus tetap menjadi istri yang lembut dan penurut.

Sementara di dalam hatinya, “Ya Tuhan, kenapa orang ini belum juga ingat kalau dia mau menceraikanku?!”

Sejak saat itu, pernikahan mereka berubah menjadi permainan rahasia: seorang istri yang tak sadar isi kepalanya bisa didengar, dan seorang suami yang berbalik mati-matian mempertahankan pernikahannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Sore hari, begitu sampai di rumah, Alina langsung tersenyum lebar ketika melihat pemandangan yang tidak biasa di depan matanya. Lorenzo sedang sibuk mengerjakan pekerjaan rumah.

Pria itu memasukkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci, lalu menekan tombolnya. Setelah itu, dia menyalakan vacuum smart cleaner yang langsung bergerak menyusuri lantai ruang keluarga. Di dapur, beberapa bahan makanan sudah tersusun rapi karena Lorenzo sedang menyiapkan makan malam.

Tidak berhenti sampai di situ. Setelah masakan selesai, Lorenzo masih menyempatkan diri menyetrika beberapa pakaian yang sudah kering.

Alina berdiri di ambang pintu sambil memperhatikannya. Sepasang matanya bergerak mengikuti setiap pekerjaan yang dilakukan suaminya. Rasanya agak aneh melihat Lorenzo yang biasanya sibuk dengan pekerjaan kantor sekarang mondar-mandir di rumah sambil mengurus berbagai pekerjaan.

Astaga. Dia benar-benar mengerjakan semuanya.

Kemarin pria itu masih mengeluh kelelahan ketika Alina memberinya daftar pekerjaan rumah. Bahkan, dia sempat mengatakan tidak punya tenaga lagi. Namun, hari ini semua pekerjaan sudah hampir selesai sebelum malam tiba.

Alina menyandarkan bahunya ke dinding sambil tersenyum kecil.

Siapa sangka si kulkas ternyata rajin juga.

Lorenzo yang sedang menyetrika langsung menoleh. "Ada apa? Kamu terpesona melihat aku pandai mengerjakan semuanya, ya?"

Senyum Alina seketika menghilang. Dia bahkan sempat melirik ke kanan dan kiri, seolah berharap ada orang lain yang sedang berbicara. "Siapa bilang? Biasa aja tuh! Semua dikerjakan dengan bantuan mesin," jawabnya cepat.

"Jelas-jelas aku mendengar pujianmu."

Lorenzo kembali menggerakkan setrika di atas pakaian dengan wajah datar.

Alina menggigit bibir agar tidak tersenyum. "Aku tidak menyangka kamu bisa melakukan semuanya seorang diri."

Lorenzo membalas dengan nada penuh kesombongan. "Apa sih yang tidak bisa dilakukan olehku?!"

Alina memutar bola matanya. Pria itu suka narsis dan bangga dengan dirinya

Alina kemudian melirik jam dinding. Tubuhnya terasa lengket setelah seharian bekerja. Bayangan berendam dengan air hangat saja sudah membuatnya ingin segera masuk kamar mandi.

"Aku mandi dulu," katanya.

Lorenzo mengangguk tanpa menghentikan pekerjaannya. "Jangan terlalu lama."

Alina tidak menjawab. Dia langsung masuk ke kamarnya dan mengambil perlengkapan mandi. Namun, ketika sampai di kamar mandi, tangannya yang sudah memegang gagang pintu langsung berhenti. Kran air tidak mengeluarkan apa pun.

"Hah? Malah rusak." Alina memutar kran beberapa kali.

"Kenapa sekarang?" Alina mengembuskan napas panjang.

Setelah seharian bekerja, dia benar-benar tidak sanggup menunda mandi hanya karena masalah kran. Akhirnya, dia terpaksa menggunakan kamar mandi yang berada di kamar Lorenzo.

Alina membawa perlengkapan mandinya ke sana, lalu menyiapkan air hangat. Setelah membersihkan tubuh dan melakukan luluran, dia berendam cukup lama. Begitu tubuhnya masuk ke dalam air hangat, bahunya yang sejak tadi tegang perlahan mengendur.

"Ahh ...."

Alina menyandarkan kepala ke sisi bak dan memejamkan mata. Hangatnya air membuat rasa pegal di tubuhnya berkurang sedikit demi sedikit. Untuk beberapa saat, pikirannya benar-benar kosong. Tidak ada pekerjaan kantor. Dan yang paling penting, tidak ada tingkah aneh Lorenzo.

Alina menarik napas panjang. Dia merasa benar-benar tenang. Setelah cukup lama berendam, Alina akhirnya bangkit. Dia mengeringkan tubuhnya dan membalut tubuh dengan kimono handuk. Rambutnya masih basah dan dibiarkan tergerai di belakang punggung.

Ketika keluar dari kamar mandi, aroma sabun dan lulur yang lembut masih menempel di tubuhnya. Beberapa tetes air jatuh dari ujung rambutnya ke leher sebelum akhirnya terserap oleh kain kimono.

Alina hendak berjalan menuju pintu kamar. Namun, tepat ketika dia baru melangkah beberapa langkah, pintu kamar terbuka. Lorenzo masuk.

Keduanya langsung berhenti. Alina membeku. Lorenzo juga tidak bergerak. Tatapan mereka bertemu.

Beberapa detik berlalu tanpa suara. Masalahnya, Alina sama sekali tidak menyangka Lorenzo akan masuk pada saat yang sama.

Sementara itu, Lorenzo juga tidak menduga akan menemukan istrinya keluar dari kamar mandi dalam keadaan seperti itu. Tatapannya tanpa sadar tertuju pada Alina.

Rambut wanita itu masih basah. Wajahnya terlihat lebih segar setelah mandi. Aroma sabun yang lembut bahkan masih tercium ketika Lorenzo berdiri beberapa langkah darinya.

Dada Lorenzo naik turun perlahan. Pemandangan sederhana itu entah kenapa membuatnya sulit mengalihkan pandangan. Dia segera menyadari bahwa sebagai seorang pria, dia tidak mungkin sama sekali tidak terpengaruh oleh keadaan tersebut.

Alina yang menyadari tatapan Lorenzo langsung merasa salah tingkah. Dia menunduk. Barulah dia melihat dirinya sendiri masih memakai kimono handuk sepaha, rambut basah, dan tanpa pakaian lain yang menutupi tubuhnya selain kain tersebut.

Astaga! Kenapa aku keluar begini?!

Wajah Alina langsung terasa panas. "A-aku ...."

Suara Alina bahkan terdengar lebih kecil dari biasanya. Dia mundur selangkah sambil menarik bagian depan kimono agar tertutup lebih rapat.

Lorenzo masih diam.

"Aku mau ganti pakaian."

Alina semakin gugup. Dia segera berlari kecil berniat keluar dari kamar. Namun, Lorenzo yang berdiri tepat di dekat jalur menuju pintu secara refleks bergeser pada saat yang sama.

Alina yang sedang terburu-buru tidak sempat berhenti. Tubuhnya menabrak Lorenzo.

"Aaa!"

Keseimbangan Alina langsung hilang. Lorenzo refleks menangkap pinggangnya agar tidak jatuh.

Dalam sekejap, Alina sudah berada di dalam pelukan suaminya. Wajahnya membentur dada Lorenzo.

Alina langsung diam. Dia bisa merasakan detak jantung pria itu di balik dadanya. Detaknya terdengar begitu jelas.

Entah karena jarak mereka terlalu dekat atau karena suasana tiba-tiba menjadi terlalu sunyi, Alina bahkan bisa merasakan dadanya sendiri ikut berdebar. Dia perlahan mengangkat wajah.

Lorenzo juga sedang menatap Alina. Jarak mereka sangat dekat. Suasana diantara mereka seakan hening, tidak ada lagi suara apapun. Yang terdengar hanya napas mereka yang perlahan berubah tidak beraturan.

Alina menelan ludah. Dia gugup setengah mati.

Kenapa jantungku seperti mau copot?

Lorenzo juga tidak jauh berbeda. Tatapannya tertahan pada wajah Alina. Rambut basah yang membingkai wajah wanita itu, pipinya yang memerah, serta ekspresi gugup yang jarang dia lihat membuat Lorenzo benar-benar terpesona.

Selama ini, pria itu selalu melihat Alina sebagai istrinya yang pendiam, penurut, dan sering kali lebih sibuk dengan pikirannya sendiri. Namun, malam ini dia melihat sisi lain wanita itu. Sisi yang membuatnya sulit berpaling.

Alina sebenarnya ingin segera menjauh. Namun, sebelum sempat bergerak, Lorenzo justru mendekat. Mata Alina membesar.

"Lo-Lorenzo ...!"

Pria itu mencium bibirnya dengan lembut.

Alina membeku. Pikirannya seakan berhenti bekerja untuk beberapa detik, dia hanya berdiri kaku karena terlalu terkejut dengan apa yang sedang terjadi.

Tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Tidak ada satu pun gerakan. Kemudian kesadarannya perlahan kembali.

Sebentar. Dia mencium aku? Lorenzo benar-benar mencium aku?!

Mata Alina semakin membulat. Barulah dia sadar sepenuhnya. Dengan seluruh tenaga yang dimilikinya, Alina langsung mendorong dada Lorenzo.

Dorongan itu terlalu kuat sampai tubuh Lorenzo terlempar ke belakang. Dia kehilangan keseimbangan dan punggungnya membentur dinding.

"Aduh!"

Alina langsung mundur beberapa langkah. Kedua tangannya menutup mulut. Wajahnya merah sampai ke telinga.

"Tidaaaak! CIUMAN PERTAMAKU!"

1
Maulidia Okta
baru menyesal bang, kemarin2 kemana....
aku
beehhh!! 3 tahun ndul. selama itu pula kau manjakan jg gundikmu. gk adil bgt
aku
ini pada gak sadar apa bgmn? kata amnesia kok lgsg tau MAMA 😌😌
aku
🤣🤣🤣🤣 jangan mati dulu soale urusane cere lom kelar 🤣🤣🤣 aduhai 🤣🤣
Atik Kiswati
kalau apa.....nanggung ih...../Smug/
Felycia Fernandez
Bianca mau menjatuhkan mental Alina,malah dia yang sekarang terkejut dengar kenyataan semuanya 😆😆😆😆
Alina di lawan
Felycia Fernandez
karena itu ciuman pertama Alina...
pasti membekas di hati
Felycia Fernandez
😆😆😆😆😆😆
Pudkeciput
good job Al kamu cewek yg tdk mudah di intimidasi..👍
Felycia Fernandez
mulai sayang istri ya...bagus deh
Sastri Dalila
😅😅
Ita rahmawati
bagus lah Alina bukan tipe yg mudah di tindas 😍
Ita rahmawati
makanya lerenzo jgn sok sok GK doyan sekalinya coba ketagihan,, heeh 3 THN loh dianggurin itu istri 🤣
Felycia Fernandez: gara gara di cuekin binik,dia sadar kalau dia b aja di mata Alin 🤣
total 3 replies
Lianty Itha Olivia
caritanya diakhir...kau...kugantung 😆😆😆 thoor ngomongnya kok setengah sih diakhir kalimat
Inooy
aq kira Alina akan mudah terintimidasi ama Bianca,,ternyata Alina modelan senggol bacok niih 😆

bagus Aal, kamu jangan mudah terprovokasi oleh kata2 Bianca..walaupun ada kata2 Bianca yg sedikit nya benar, tp kamu jangan takut..karena status kamu lebih tinggi dr pada Bianca yaitu seorang istri,,skali pun terjadi nya pernikahan karena perjodohan..tp kamu lebih kuat kedudukan nya, apalagi skarang Lorenzo nya udh mulai membuka hati dn membuka mata..klo selama ini dia udh d berikan berlian berkat perjodohan....
Inooy
hayooo..klo apa niiih!?? 🤔
Inooy
kamu y Reen mulai nakal kamuu,,kasian tau jantung Alina pasti g bisa d kondisikan gara2 serang ngedadak kamu 😆
Uthie
Kalaauuuuu... ?!???
penasaran niii Thor 😆😍🙏🙏
Inooy
itu kamu tau sendiri,,ada yg udh halal knapa masih ngurusin yg lain..nyesel kan kamu Ren!? 🤦‍♀️
Felycia Fernandez: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
bini nya tenang2 kita nya yang kayak makan mangga muda ya kk 🤣🤣🤣
total 5 replies
Inooy
ckckck,,mulai curi2 ciuman nih Lorenzo..ketagihan y kamuu 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!