NovelToon NovelToon
THE STOICE HEROINE

THE STOICE HEROINE

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance
Popularitas:617
Nilai: 5
Nama Author: Putri Ayu Ningrum

Felicya adalah perempuan yang mempunya jiwa yang tenang. Ia memegang prinsip stoik; tidak semua hal harus dilawan, dan tidak semua luka harus dibalas.

Namun prinsip itu diuji ketika ia bertemu seorang laki-laki Machiavellian-cerdas, manipulatif, dan terbiasa memainkan manusia seperti bidak dalam permainan.

Di saat yang sama, Felicya harus berhadapan dengan perselingkuhan suaminya bersama seorang perempuan NPD.

Di antara kebohongan, manipulasi, dan permainan ego, Felicya perlahan menyadari bahwa membalas dengan elegan, bukan berarti jahat. karena mempertahankan boundariesnya dan tidak kehilangan jati dirinya, hanya perbuatan 2 orang yang mempunyai 2 sifat Dark Psichology.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Ayu Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22. Galang Merajuk

Matahari mulai terlihat cerah di perjalanan. Galang yang sadar sekarang pukul 8.00 pagi. Galang mengajak istri dan mertuanya untuk sarapan di sebuah angkring yang tidak jauh dari rumahnya. Galang tidak ingin istri atau mertuanya masak pagi-pagi. Galang berinisiatif untuk membeli sarapan untuk mereka berdua dan untuk dirinya juga. Mereka masih dalam perjalanan. Felicya bangun terlebih dahulu sebelum ibunya.

Galang yang melihat istrinya sudah membuka matanya. mengucapkan pagi pada Felicya. "Pagi sayangku. Kamu nyenyak sekali tidurnya," ujar galang mengusap dagu Felicya.

Felicya yang diusap dagunya langsung menipiskan tangan Galang. Galang langsung menengok kearahnya. "Kenapa kamu gak mau aku sentuh? kamu marah denganku sayang?" tanyanya.

"Aku gak marah cuma gak enak dengan ibun," alasan Felicya agar Galang tidak tahu bahwa dirinya masih kesal.

"Oh Baiklah. Aku pikir kamu marah denganku sayang. Aku mau ajak kamu sama bunda sarapan pagi di angkringan? kamu mau gak sayang?"

"Iya Mas aku mau," Felicya tidak menolak diajak sarapan pagi oleh Galang. Walau dia masih kesal tapi Felicya tidak bisa menahan perutnya yang lapar.

"Oke. Nanti kita makan nasi uduk atau nasi padang yang dekat dari rumah kita yah," ucap Galang tersenyum.

"Iya. Mas gak apa-apa makan nasi uduk atau nasi padang aku terima aja,"

Felicya yang sudah biasa melihat sikap Galang yang sering berubah-ubah. Ia tidak ingin ambil pusing ataupun protes pada Galang. Felicya hanya perlu menjadi wanita tegas dan tenang sudah cukup untuk dirinya. Apalagi dengan ketahuan Galang melepaskan hasratnya dengan wanita lain. Felicya juga tidak ingin menegurnya. Ia akan mengimbangi apa yang Galang inginkan darinya.

Mungkin dengan kejadian kemarin. Felicya tidak ingin menjadi masalah besar. Ia hanya berpikir bagaimana caranya agar rumah tangganya jangan sampai hancur ataupun Felicya menyerah di awal.

Felicya masih menginginkan pernikahan ini bertahan. Karena untuk dirinya rumah tangganya masih begitu baru. Ia tidak akan menyerah begitusaja hanya mengalah demi wanita lain.

"Mas walau kamu melakukan itu di belakangku, tapi aku gak akan menyerah begitu saja. Aku masih mencintaimu Mas. Jika kamu ingin seperti itu dengan wanita lain, aku akan mencegahmu. Aku akan mengambil hatimu," gumamnya. Sekilas Felicya melirik kearah Galang yang sedang fokus menyetir.

sepuluh menit di perjalanan mereka sampai di tempat nasi padang. Galang memarkirkan mobilnya di depan. Ibu Felicya pun membuka matanya. Saat menengok ke kiri ternyata dirinya ada di depan rumah makan padang. Ibu Felicya bertanya pada Galang. "Galang, ini kita makan dulu yah?"

"Iya. Bunda. Kita sarapan dulu, bunda gak apa-apa makan lagi aja" ujar Galang.

"Baiklah. Bunda, makan lagi deh,"

"Iya. Bunda. Biar bunda cepat sehat lagi," ucap Galang menyemangati ibu mertuanya.

Mereka semua turun dari mobil dan berjalan ke depan. Galang membukakan pintu untuk ibu mertuanya dan istrinya.

Lalu Galang menyuruh Felicya dan ibu mertuanya duduk di meja depan.

"Sayang kamu duduk di sini sama Bunda, aku mau ke depan. Mau pesan makanan,"

"Iya Mas," jawabnya singkat

Ketika Galang sudah ke depan Felicya ingin membuka aplikasi tiktok. Saat dibuka akun tiktoknya. Ada DM dari seseorang yang tidak dia kenal.

Ternak buaya:

"Hai Kamu Felicya istrinya Galang bukan?"

Felicya mengernyitkan dahinya, siapa wanita ini yang DM dirinya. Bahkan wanita itu tau bahwa dirinya istrinya Galang.

Felicya321:

"Kamu siapa? kenapa tahu namaku dan tahu aku istrinya Galang? pesan dilihat.

Ternak buaya:

"Aku mantannya Galang. Aku tahu kamu istrinya, aku kepoin tiktoknya Galang,"

Felicya321:

"Lalu kenapa kamu DM aku? apa kamu mau bilang sesuatu ke aku? pesan dilihat.

Ternak buaya:

"Iya. Betul. Aku mau kasih tahu ke kamu untuk hati-hati sama Galang."

Felicya bertanya di dalam hatinya. "Kenapa wanita ini menyuruh aku harus hati-hati dengan suamiku sendiri?" Felicya mencoba tetap membalas DM wanita tersebut.

"Memang kenapa aku harus hati-hati dengan suamiku sendiri? apa yang kamu ketahui dari suamiku? Pesan dilihat.

"Karena suamimu itu pintar memainkan karakter Felicya, dia gak sebaik yang kamu pikir."

Felicya membaca pesannya bingung. Laku Felicya tidak menjawabnya lagi. Dia hanya membaca pesannya saja.

Galang yang sudah selesai memesan menu makanan. Ia menghampiri istrinya dan mertuanya.

"Bunda bentar yah, air minumnya sedang dibuat. Galang pesan teh hangat," ujarnya

Felicya ingin bertanya padanya. Namun, ia tidak enak dengan ibunya. Ia takut ibunya tahu tentang rumah tangganya.

"Aku mau tanya tapi masih ada ibun, yasudahlah saat aku di rumah saja.

Felicya hanya diam dan memegang ujung kerudungnya. Galang yang melihat istrinya hanya diam terus. Akhirnya Galang membisikan istrinya.

"Kamu kalau diam kayak gitu, rasanya aku gak sabar mau bawa kamu ke kamar mandi sayang seperti hari pertama kita nikah," bisik Galang ditelinganya sambil senyum terlihat giginya.

Felicya yang mendengar suaminya mengatakan itu padanya, langsung mencubit pinggang suaminya.

"Awww.. kamu kenapa cubit Mas sayang," tanya Galang gemas. Lalu Galang mengelus-ngelus pinggang istrinya.

Ibunya yang melihat anaknya mulai berinteraksi lagi ikut tersenyum. Ibu Felicya izin ke kamar mandi. Dia sengaja membiarkan anaknya untuk ngobrol dengan suaminya.

"Bunda izin dulu yah ke.kamar mandi?"

"Bunda gak apa-apa ke kamar mandi sendiri? apa mau di temani Felicya bu? tanya Galang.

"Gak usah ibu bisa sendiri," Ibu Felicya pun bergegas ke kamar mandi.

Felicya pipinya merona mendengar bisikan Galang tadi. Lalu Galang menggodanya lagi dengan sengaja membuka sletting depan baju istrinya.

Felicya yang merasa suaminya usil. Lalu meletot pada suaminya. "Mas kamu jangan kayak gitu, benar-benar yah kamu," Felicya lalu menaikkan kencing slettingnya lagi. Galang hanya terkekeh usil. "Ya maaf sayang. Aku kangen sama kamu," ucapnya.

"Sayang kan makanan masih lama, aku mau kita ke mobil," bisiknya.

"Ngapain kita ke mobil Mas, kita kan mau sarapan?" tanya Felicya bingung.

"Ayo sayang," ajaknya.

Galang dan Felicya ke mobil dan mereka masuk ke dalam. Galang menutup kaca jendelanya dan kebetulan kacanya hitam. Galang sengaja menekan tombol bangku Felicya ke belakang seperti kasur. Felicya yang sedang menyender ikut terjatuh ke belakang ia kaget. "Mas kamu usil banget ihh," ujar Felicya.

Galang lalu mendekati wajah istrinya. "Aku sudah gak tahan Felicya kita main sebentar," Galang yang meminta seperti itu ia paham. Felicya bertanya

"Tapi ini di mobil mas, kalau dilihat orang lain gimana?" tanyanya.

"Tenang gak akan kelihatan," ucapnya. Galang langsung membuka kerudung Felicya. Galang terpukau melihat wajah istrinya yang putih bersih dan rambutnya yang hitam panjang dan tebal. Galang mengelus rambut Felicya. Lalu ke hidung dan bibirnya. "Kalau kamu malu tutup saja matamu sayang," ucap suaranya sudah serak dan berat.

Galang dan Felicya melakukannya di dalam mobil. Tak ada satupun orang yang berlalu lalang di sekitarnya. Hanya ada Felicya dan Galang.

Setelah Galang dan Felicya melakukan aktivitas suami istri di dalam mobil. Galang mengucapkan sesuatu pada Felicya. "Sayang, terimakasih yah untuk pagi ini. Maaf Mas melakukannya gak sabar. Apalagi baru pertama kali untuk kita melakukannya di mobil," ucap Galang mengelus pipi istrinya. Felicya menatapnya dan tersenyum. "Iya Mas gak apa-apa kok. Aku juga paham memang sudah kewajiban aku sebagai istri bukan." Galang pun tersenyum mendengar istrinya pengertian pada dirinya. Dia pikir Felicya akan menolaknya ketika dia menginginkan dirinya. Ternyata Felicya tidak menolaknya dan mengerti keinginan suaminya.

Entah perasaan yang mulai sedikit tumbuh di hati Galang. Awalnya Galang ingin melampiaskan pada wanita lain secara langsung, tapi hati Galang selalu menahan dirinya. Sehingga dia merasa frustasi di rumahnya selama 5 hari. Apalagi saat Felicya packing pakaiannya tanpa pamit terlebih dahulu. Galang seperti takut Felicya akan menjauhinya secara perlahan.

...----------------...

Flashback ke hari senin.

"Aku sudah lama gak lampiasin. Aku harus bertemu dia, selagi Felicya masih ada di rumah sakit,"

Galang menelepon seorang wanita yang biasa bersamanya ketika dia sedang membutuhkannya.

"Halo. Cantik kamu ada di rumah gak pagi ini? tanya galang di telepon.

Nona Cantik:

"Iya. Aku ada dirumah pasti kamu butuh pelampiasan sekarang kan sayang?" ucap seorang wanita di sebrang telepon.

Galang:

"Iya sayangku. Yasudah sekarang aku kesana," ucap Galang lalu ia mematikan teleponnya.

Galang bersiap-siap pergi keluar mengenakan sweater putih berlapis kemeja putih di dalamnya. Galang yang sudah rapih dan wangi. Lalu Galang memanasi motornya di bagasi.

Setelah motornya sudah di panas selama lima menit. Galang langsung melajukan motornya.

Saat Galang dalam perjalanan. Pikirannya teringat dengan aktivitas dirinya bersama Felicya istrinya.

Ia teringat saat wajah istrinya yang cantik dan putih mulus kulitnya. Tanpa ada satupun luka di seluruh tubuh atau wajahnya. Bagaikan Bidadari yang terjun kebumi. Ia masih ingat rasanya itu. Apalagi dia baru tahu Felicya baru melakukannya bersama dirinya. Entah perasaan Galang gelisah mengingat setiap yang dimiliki istrinya. Galang memperhatikan motornya di pinggir jalan.

"Shit.. Aku malah keinginan istriku sendiri. Jika aku gak lanjutin perjalanan aku melampiaskan ke siapa? tapi jika aku melampiaskan ke wanita lain. Aku langsung gak berhasrat begini," ujar Galang Frustasi ia memukul kepalanya yang masih memakai Helm.

"Felicya kamu sukses membuat itu aku tertidur tanpa dirimu. Nanti, setelah kamu pulang aku akan lampiaskan semuanya kekamu," gumam galang dengan senyum smirk di wajahnya.

Sebelum Galang memutar motornya kembali. Galang menelepon si wanita itu. teleponpun masuk

"Halo. Maaf aku gak jadi kerumahmu. Motorku mogok," Galang langsung mematikan teleponnya. Dan memutar kembali motornya untuk pulang kerumah

Seorang wanita yang sedang menunggu dirumah ke diaman miliknya. berkata " Sialan kamu Galang. Kamu malah gak jadi kesini, padahal aku sudah berpakaian seksi seperti ini," gumam seorang wanita itu kesal dan mengepal tangannya.

...----------------...

Kembali lagi pada Galang dan Felicya yang sudah rapih dan berjalan menuju ke dalam rumah makan padang. Ibu Felicya menatap mereka dari dalam.

"Dasar anak berdua itu. Aku mencarinya dari tadi, aku kira di tinggalkan di sini. Ternyata dia baru keluar dari mobilnya. Hemmm... gak apa-apalah, aku maklumi mereka masih pengantin baru," ucap ibu Felicya terkekeh di sana sendirian.

Galang melihat kerudung istrinya sedikit tersingkap belakangnya. Ia rapihkan. "Maaf yah sayang tadi kerudung kamu ke angkat belakangnya," Galang tersenyum ke istrinya. Felicya hanya mengangguk dan pipinya merah merona kembali. Galang yang melihat istrinya tersipu malu. Lalu ia merangkul pundak istrinya. "Sayang kamu jangan malu, ini baru sekali di dalam mobil, nanti aku ingin melanjutkannya di rumah," bisik Galang menggoda istrinya. Felicya yang mendengarnya reflek mencubit pinggang suaminya. "Mas Galang. ihhh jangan begitu," ucap Felicya malu.

Galang hari ini sangat bahagia bukan karena aktivitasnya yang barusan. Namun, ia bahagia Felicya tidak mendiamkannya terus. Bahkan sudah merah merona lagi pipinya karena ulahnya yang jahil.

Begitu sebaliknya dengan Ibu Felicya merasa hangat hatinya melihat anak dan mantunya selalu romantis dan kompak.

Seseorang misterius yang sedang menguntitnya di semak kebun samping tempat makannya. Pria misterius itu tersenyum sungging di sana. Si Pria misterius itu tidak menyangka dua sejoli itu sulit dipisahkan.

1
ayuma lovely
ceritanya bagus cuma kurang gimana gitu coba tambahin gerakan tubuhnya atau suasana tempatnya pasti lebih bagus 👍💪
Putri Ayu: Okey ka nanti aku coba yah pas di bab selanjutnya
total 1 replies
ayuma lovely
ceritanya bagus cuma kurang gimana gitu coba tambahin gerakan tubuhnya atau suasana tempatnya pasti lebih bagus 👍💪
tiwi12
suka ceritanya lnjut
Putri Ayu: Okey ka/Kiss/
total 1 replies
tiwi12
lanjut
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
ini cerita rumah tangga
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: 🤣🤣🤣haha
total 2 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
emm menarik juga ni masalah percintaan🤣 Galang suka dia kah
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: wkwkwkwk
total 2 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
kok masio blm update bab baru
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: wih keren udh sembuh
total 2 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
🌹 jangan males nulis nya 🤣🤣 💪😄
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: kerennn 💪😍
total 2 replies
Putri Ayu
wa'alaikumsalam iya ka terimakasih banyak, sudah gift mawar /Kiss/ semangat juga buat jadi penulis terkenal semoga karya kaka dilirik penerbit aamiin🤲
Putri Ayu: aamiin semoga kita semua sebagai penulis bisa sukses 🤲🤲🤲🥺🥺🥺
total 2 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
assalamualaikum ka semangat ya nulis nya aku dukung dua mawar untuk kak . maaf cumn bisa gift mawar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!