perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pertengkaran
"selamat pagi pak" sapa beberapa karyawan
"pagi" ujar aji sambil berlalu masuk kedalam kantornya, di ikuti maya
"selamat pagi pak"
"pagi may"
"sudah sehat?"
"alhamdulillah.. sudah lebih baik"
maya menyodorkan segepok kertas yang perlu di periksa dan di tanda tangani aji
"mana dulu yang darurat may?"
"yang ini pak, harus segera di tanda tangani. yang itu bisa bapak periksa pelan-pelan"
aji dengan serius membaca satu persatu berkas yang di sodorkan maya
"pak, jadwal pembukaan kantor cabang bisa di reschedule. tapi untuk proyek yang di Kalimantan tidak bisa di tunda pak"
"kapan itu?"
"besok lusa pak"
"oke, bokingkan tiket untuk 2 orang"
"Bapak dengan siapa?"
"kamu lah. temani aku"
"tapi saya ijin dulu ke calon suami ya pak"
"iya, kalau calonmu cemburu, ajak dia sekalian" ucap aji enteng
Ponsel aji berdering
"wulan" ucap aji pelan "bisa tingalkan saya may"
"baik Pak" ucap maya keluar dari ruangan bosnya itu
"ya lan. ada apa?"
"kamu ndak bisa pulang beneran mas?"
"ndak bisa lan. aku baru masuk kerja. bagaimana firman? sudah selesai khitannya?"
"sudah mas, mungkin besok sudah bisa pulang"
"bagus lah"
"besok kamu juga masih belum bisa pulang mas?"
"ndak bisa lan... besok lusa aku harus ke kalimantan"
"kapan sih ada waktu untuk aku"
"kamu hubungi aku hanya bilang seperti ini? atau ada yang lain?"
"kamu disana pasti ada perempuan lain kan mas? sampai kamu lupa dengan anak dan istrimu"
"sampai kapan pikiran mu se toxic ini lan. kalau ndak ada yang penting lagi aku tutup telponnya"
"terserah kamu mas" ucap wulan sembari menutup panggilan
"aku yakin mas aji pasti ada perempuan lain" gerutu wulan "lihat saja mas, besok aku datang ke malang, akan aku tangkap basah kamu jika benar-benar ada perempuan lain"
******
2 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙠𝙚𝙢𝙪𝙙𝙞𝙖𝙣
Pagi itu aji berangkat ke kalimantan di temani maya asisten pribadinya, awalnya aji memilih maya sebagai sekretarisnya. kini jabatan maya berganti menjadi asisten aji
"mas kemana saja kamu?" Mela menghubungi aji lewat sambungan telepon
"maaf Mel, beberapa hari aku sakit. alhamdulillah sekarang sudah baikan"
"kenapa ndak ngabari aku kalau sakit?"
"buat apa? ajeng juga baru sembuh kan? nanti aku telp lagi ya, pesawatnya sudah mau berangkat"
"mas mau kemana? "
"kalimantan"
"Hati-hati di jalan ya" ucap Mela lalu mengakhiri penggilingannya
*****
𝙙𝙞 𝙧𝙪𝙢𝙖𝙝 𝙖𝙟𝙞
wulan turun dari taksi online berhenti tepat di depan rumah mewah aji
"pak yanto... " teriak wulan
Yanto dengan cepat membuka gerbang pagar rumah mewah itu
"ibuk" sapa yanto
"bapak ada?" tanya wulan ketus
"bapak tadi pagi sudah berangkat buk"
"kemana?"
"waduh saya ndak tau bu, ndak berani tanya"
"kok ndak kamu antar?" cerocos wulan
"sudah lama bapak nyetir sendiri buk"
"wah jelas... jelas ini" ucap wulan sambil masuk kedalam rumah mewah aji
"bik atik... bikkk.... "
Dari dalam rumah bik atik berlari ke arah suara yang memanggilnya
"iya nyonya"
"bapak kemana?"
"tuan sudah pergi dari pagi tadi nyonya"
"sendiri?" ucap wulan sambil melihat-lihat isi rumah itu, lalu masuk kedalam kamar aji dan meletakkan tas nya di sana
"sendiri?"
"iya nyonya"
"ndak tanya pergi kemana?"
"ndak berani tanya nyonya" ucap bik atik
wulan meraih ponselnya, menghubungi aji
"kamu dimana mas?"
"di Kalimantan. kenapa lan"
"bisa video call?"
"buat apa? aku baru sampai di balikpapan"
"aku sekarang di rumahmu mas"
"kenapa tiba-tiba kamu ke Rumah ku?"
"kenapa ndak berani video call? takut ketahuan kalau kamu sedang sama selingkuhanmu?"
"bicara apa sih kamu ini. aku kerja"
"aku tunggu sampai kamu pulang mas, jika kamu punya selingkuhan, bisa dipastikan aku akan menemukannya"
"terserah... lakukan sesukamu, cari sampai ketemu"
aji mengakhiri panggil itu
"bik... selama bapak disini, apa ada perempuan lain yang di bawa ke rumah ini?"
"ndak ada nyonya"
"kamu jangan bohong ya bik, sampai bohong aku pecat kamu" ujar wulan sambil pergi dari hadapan bik atik
"bik, jangan sampai wulan tau alamat yang kapan hari aku kirim ya. bilang dwi juga"
"baik tuan"
isi pesan singkat aji ke bik atik.
hari ini wulan berada di rumah aji, mencari apa yang dia cari.
sore hari dwi sepulang dari kuliah
"masak apa bik" sapa dwi dari belakang bik atik "bikin sop iga wik"
"sop iga? memangnya tuan sudah pulang"
"sstttt... jangan berisik. ada nyonya" ucap bik atik sambil berbisik "sudah kamu baca pesanku tadi?"
"belum, belum buka HP" ucap dwi lalu mengambil HP dari dalam tasnya
"oke bik" ucap dwi setelah membaca isi pesan itu
"nyonya dimana?"
"di kamar. mungkin istirahat"
"ohhh.... " ucap dwi pergi dan menyelesaikan pekerjaannya
"bik.. bik.. bik atik" teriak wulan
"iya nyonya"
"kenapa gambar ini ada 2?" ucap wulan sambil memandang lukisan yang gambarnya sama persis dengan yang ada di ruang makan
"saya ndak tau nyonya"
"kamu yakin ndak tau kalau bapak punya perempuan lain"
"ndak tau nyonya"
"ehh... siapa itu?" wulan melihat dwi di dapur
"pembantu baru nyonya, namanya dwi"
"owww... "
"mau makan sekarang nyonya?"
"oke" ujar wulan sambil duduk di meja makan
bik atik dan dwi menyiapkan makanan untuk istri majikannya
"kenapa kamu pakai masker?"
"kena flu nyonya" ucap dwi
wulan mengacuhkan dwi dan sibuk dengan ponselnya, sesekali dia tertawa sambil membalas pesan
wulan beranjak dari tempat duduknya setelah menghabiskan makanannya
"kemana pembantu baru tadi bik"
"dwi nyonya?"
"iya. kok bik atik yang beresin"
"ke mushola nyonya, pulang nanti habis isya"
Wulan diam dan sibuk lagi dengan ponselnya lagi
*****
sehabis isya dwi pulang ke rumah aji
"pak yanto belum pulang?"
"sebentar lagi wik, 15 menit lagi"
dwi masuk kedalam rumah lewat pintu samping
"hey kamu" panggil wulan melihat dwi masuk kedalam rumah
"iya nyonya" dwi masih mengenakan mukenanya
"ohhhh jadi kamu?" wulan tiba-tiba marah, dan membuat dwi kebingungan
Bik atik yang sedang mencuci piring langsung keluar dari dapur menghampiri wulan dan dwi
"jadi kamu selama ini di sini?"
"iya nyonya, saya disini" ucap dwi bingung
"jadi selama ini suamiku memelihara kamu di sini? hahh... dasar wanita murahan" wulan tiba-tiba marah
"apa maksud nyonya? siapa yang murahan?"
"jadi selama ini mas aji ndak mau pulang ke Jogja itu gara-gara kamu?"
"apa maksud nyonya? saya ndak tau"
"jangan pura-pura bodoh kamu ya suci. suamiku sudah bilang cinta sama kamu? sudah di kasih apa kamu sama mas aji? sampai kamu mau jadi simpanannya?"
"jaga ucapan nyonya. saya tidak tau apa maksud nyonya, siapa yang menjadi simpanan tuan?" dwi mulai mengeluarkan air mata. harga dirinya di injak-injak.
"kamu suci kan? jawab jujur"
"saya dwi nyonya, dwi suci ambarwati"
"iya, kamu suci kan? perempuan yang selama ini dicari suami saya. ternyata disini, tinggal seatap dengan suamiku"
"jaga ucapan nyonya, saya tidak kenal siapa tuan" dwi semakin terisak. bik atik hanya bisa melihat ndak berani bicara
"jangan pura-pura bodoh kamu"
Plaaakkk.... wulan mendaratkan tamparannya ke pipi dwi
"kenapa nyonya menampar saya? apa salah saya?"
bik atik yang semula hanya melihat kini berteriak memanggil yanto
"tok.. tok... tolong tok"
yanto berlari masuk ke dalam rumah
"kamu memang pantas mendapatkan tamparan itu, aku hajar kamu" wulan hendak menjambak rambut dwi dan di tahan oleh yanto
"lepas to... lepas" teriak wulan