Seorang wanita yang bernama Winda sudah lama menikah mencoba bermain api dengan teman sekantornya yang bernama Hendra. Rasa cinta & nyaman yang sebelumnya tidak dirasakan olehnya ditemukan dalam diri Hendra. Setelah sepakat meninggalkan pasangan masing-masing.
Hendra justru memilih kembali kedalam pelukan istrinya. Winda yang sudah terlanjur menggugat cerai suaminya merasa kecewa & marah kepada Hendra.
Apa yang dilakukan Winda setelah Hendra & Suaminya tidak didapati ?
BURUAN KEPOIN ??? JANGAN LUPA BACA YAA KISAH KELANJUTANNYAAA !!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nukhbatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22. Gosip... Oh Gosip
Hati Winda seketika hancur melihat keharmonisan rumah tangga Hendra yang sedang makan di restoran bersama anak dan istrinya, sementara rumah tangga ia kandas bersama sang suaminya yang sudah berumah tangga selama 8 tahun.
Ia meninggalkan suaminya demi untuk hidup bersama dengan pacarnya, Hendra. Namun ternyata Hendra adalah lelaki pengecut dan tidak bertanggung jawab, lebih memilih kembali dengan sang istrinya.
Cahaya sinar matahari yang mampu menebus cerahnya sampai mengenai mukanya itu. Tangannya yang tengah memegang segelas air pun ingin rasanya ia lemparkan didepan muka Hendra, namun ia harus berdamai dengan masa lalu sebelum ia melangkah ke masa depan yang jauh lebih baik lagi.
Winda pun makan terburu-buru, tidak sudi ia menatap berlama-lama dengan mantan pacarnya itu, Nadia mengerti atas sikap teman dekatnya itu yang sangat kecewa dengan Hendra yang telah membuatnya terluka hatinya.
Ia pun mengajak Nadia agar segera keluar dari Mall ini menuju ketempat lain, Winda pun memilih untuk pulang kerumah kontrakannya. Dengan badan yang sudah mulai susah jalannya itu ia jalan dengan sangat hati-hati agar tidak kepleset.
TOK...TOK...TOK...
"Win...Winda..." Ucap Alex kepada Winda yang sedang tertidur pulas.
Dengan setengah sadar Winda pun membukakan pintu kontrakannya itu.
"Siapa ya". Sahut Winda dengan jalan malas-malasan muka kucel , rambut berantakan tak karuan.
Kaget bukan kepalang Winda setelah Alex tak menghampirinya tiba-tiba datang ke kontrakannya dengan potongan rambut terbarunya, aroma wangi parfumnya semerbak menyebarkan keharuman dirumah kontrakan Winda.
Alex pun mulai menatap Winda dengan penuh kekaguman dari atas hingga bawah dengan takjub melihat badannya yang semok yang membuatnya makin cantik dan tambah menarik
"Ini buat kamu Sayang. Aku bawain ini khusus buat kamu". Ucap Alex dengan merayu wanita pujaannya itu".
"Terimakasih ganteng". Balas Winda dengan senyum manis makin terlihat lesung pipitnya dikedua pipinya itu. Serta mata bulatnya yang berbinar-binar karena Alex masih perhatian dengan dirinya.
Hampir setiap malam seabis pulang kerja Alex jadi rutin mampir ke kontrakannya Winda. Kontrakan yang sepi senyap, nyaman dan terletak tidak begitu jauh dari keramaian hiruk pikuk kota Jakarta.
Alex yang tampan, keren dan masih muda pun sangat mengidolakan Winda janda seksi dan juga montok sekarang ini. Winda selalu menepis dirinya agar tidak jatuh hati kepada Alex namun melihat Alex yang lebih perhatian.
Perhatian Alex ternyata menyimpan maksud tertentu terhadap Winda. Bagaimana Alex tidak perhatian kepada Winda, kalau Winda selalu memuaskan Alex setiap malam.
Kehadiran Alex yang rutin mampir ke tempat kontrakan Winda pun mulai tercium oleh sekitar tetangga kontrakan tersebut. Percikan cinta yang diberikan oleh Alex pun mulai disambut oleh Winda dengan hangat. Ruang hatinya yang telah kosong pun perlahan namun pasti Alex pun berhasil menempatkannya.
Bisikan para tetangga pun mulai terasa berisik hingga terdengar sampai ke telinga Winda.
"Win... Yang tiap malam datang ketempat kontrakan kamu siapa ? Pacar kamu ya !". Tanya Bu Rini tegas kepada Winda yang sedang berjalan menuju ke warung sayur.
"Oh itu adik sepupu saya, Bu. Dia kesini karena kerja nya tidak jauh dari sini. Mampir kesini karena katanya kasian saya sendiri tidak ada temannya apalagi sekarang saya sedang hamil". Sahut Winda dengan berbohong dan mencari alasan yang tepat.
"Sepertinya aku harus memberitahu Alex agar tiap hari tidak mampir ke rumah kontrakan aku lagi. Aku harus lebih berhati-hati lagi terhadap tetangga kontrakan sini". Batin Winda merasa cemas dan panik.
"Permisi Bu Rini, saya duluan ya. Sudah selesai soalnya saya belanja sayurnya". Ucap Winda sopan kepada yang usianya lebih tua darinya.
Gosip miring mengenai dirinya yang tiap malam dikunjungi oleh lelaki tampan dan keren pun mulai menyebar seantreo jagat penghuni kontrakan yang lainnya.
Ingin rasanya ia bebas ditempat tinggal yang jauh dari gosip atau omongan para tetangga yang telah mengusik hidupnya. "Padahal aku tidak pernah bergosip atau usil kepada tetangga yang lainnya ya tetapi mengapa tetangga disini pada kepo semua". Batin dalam hati Winda.
Dengan muka yang ditekuk cemberut, tangan lembutnya pun mengusap dengan wajahnya dengan gusar. Ia ingin hidupnya tenang dan damai. Pintu kontrakannya pun dengan kasar ada yang membuka tanpa ucapan salam ataupun permisi.
"Gue kira siapa loe, Lex ? Tetangga disini tuh pada kepo soal hubungan kita, Lex. Gue bilang aja kalau Loe sepupu gue ! Ucap tegas Winda kepada Alex setelah dirinya lelah bekerja seharian dikantor.
"Loe gak usah pusing omongan tetangga loe lah. Disini kan gue mau bersenang-senang menghilangkan penat gue dikantor". Sahutnya cengar-cengir tanpa takut dosa.
Alex pun mulai menghampiri Winda cantik nan semok karena kehamilannya ini. Dengan aroma khas parfum Winda. Membuat Alex memberanikan diri penuh percaya diri membelai lembut rambutnya Winda dengan sejuta pesona. Dengan kehamilan Winda perutnya kian hari makin membesar Alex pun menciumi perut buncit Winda.
Wanita berwajah cantik namun sayang nasibnya tak secantik wajahnya. Alex ingin menginap ditempat kontrakan Winda semalam saja. Sudah lama mereka menjalin hubungan layaknya seperti suami istri tanpa adanya status. Alex pun menawarkan Winda agar tinggal di apartemen miliknya agar Alex bebas bisa datang dan pergi sesuka hatinya