NovelToon NovelToon
Aku Sayang Kakak Iparku

Aku Sayang Kakak Iparku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: B.E.P

Rara terpaksa tinggal dirumah kakaknya untuk sementara waktu. Ia terpaksa karena ada masalah financial yang menimpanya.

Ia adalah wanita yang manis, menarik dan menggoda. Tak ada satu pun pria yang bisa memalingkan wajah saat melihatnya.

Sejak Rara melihat malam yang penuh gairah dikamar kakaknya. Ia perlahan mulai ada ketertarikan dengan suami dari kakaknya. lambat laun perasaan yang seharusnya tak ia selami terlalu dalam, berubah menjadi keinginan untuk memikat pria yang atletis itu.

Lalu gimana dengan perjalanan rumah tangga kakaknya ?. Ikuti kisahnya disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.E.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Bab 21

Ting...tong...

Bel rumah berbunyi. Rara segera turun kebawah. Ia meninggalkan sejenak akitivas pembuatan konten akun media sosialnya.

Rara membuka pintu. Kini berdiri kurir makanan didepannya.

"Pesanan atas nama Kak Rara, ya?" tanya kurir itu ramah sambil menyodorkan sebuah kantong kertas dengan logo sebuah restoran cepat saji.

"Iya, benar, Mas. Terima kasih banyak, ya!" jawab Rara sambil menerima pesanan tersebut dengan senyum sumringah. Perutnya memang sudah keroncongan setelah berjam-jam berkutat dengan lampu ring light dan proses edit video.

Pintu Rara tutup setelah kurir berlalu pergi. Tidak lupa ia menguncinya. Ia lalu berjalan ke dapur untuk ambil segelas air, sebelum berjalan kembali ke kamar. Makanan yang telah diterima dari kurir, ia letakkan keatas meja balkon kamar dan disampingnya ia letakkan segelas air mineral. Ia berencana memakannya disana.

Malam ini Rara akan makan malam dengan sepotong ayam geprek pedas manis yang telah ia pesan lewat aplikasi online. Aroma harum bawang putih dan cabai yang berpadu dengan karamel gula Jawa seketika menguar begitu ia membuka lapisan kertas pembungkus makanan. Di dalamnya, sepotong ayam goreng berbalut tepung renyah tampak mengilap, bermandikan sambal pedas manis yang kental dan menggugah selera.

Rara tak kuasa menahan liurnya. Ia mengambil sepotong bagian paha, lalu menggigitnya.

kresss

Suara renyahnya kulit ayam yang berpadu dengan lembutnya daging langsung memecah sunyi di ruangan itu. Di detik berikutnya, ledakan rasa menyapa lidahnya. Sensasi pedas membakar dari cabai rawit segar langsung menonjok indra perasanya, namun dengan cepat diredam oleh sapuan rasa manis-gurih yang meresap sempurna hingga ke serat daging terdalam. Perpaduan rasa itu begitu kaya, membuatnya merem melek menikmati setiap kunyahan.

Dengan tangan yang masih sedikit kotor karena bumbu, Rara meraih segelas air dingin. Kepedasan yang luar biasa ini justru membuatnya ketagihan, seolah memberikan suntikan energi instan.

"Enak juga ya makan sendiri dirumah," gumam Rara sambil mengunyah makanan dimulutnya. Sesekali ia juga memandang ke langit malam, melihat kelap-kelip bintang yang bertebaran disana.

Malam ini merupakan malam terakhir Rara menikmati kebebasannya tinggal sendiri dirumah kakaknya. Besok pagi atau sore kakaknya dan kakak iparnya akan pulang dari liburannya.

Walaupun liburan kakaknya hanya 2 hari, tapi rasanya ada kepuasan tersendiri bagi Rara. Terlebih lagi ia bisa bebas berpakaian. Ia tidak perlu ragu mengenakan baju crop top dan celana pendek denimnya seperti yang saat ini ia pakai. Rio pun tidak akan bisa melihatnya.

Setelah makanan habis, Rara turun ke lantai bawah. Ia menuju dapur membawa gelas kosong dan bekas bungkus makanan. Ia buang bungkus makanan ke tempat sampah, lalu meletakkan gelas kosong ke meja makan.

Rara mencuci tangannya di wastafel dapur. Setelah mengelap tanganya, ia mengisi gelasnya dengan air putih. Lalu melangkah kembali ke kamar sambil membawanya.

Tepat saat Rara baru masuk kamar, ponselnya bergetar dan berdering diatas kasur. Ia langsung meraihnya. Ternyata itu panggilan dari Nadia. Ia pun segera mengangkatnya.

"halo kak," kata Rara sambil berjalan menuju balkon.

Ya ra. Kakak mau bilang, besok pagi kakak pulang, kemungkinan sampai rumah sore. Kamu mau nitip oleh-oleh nggak ra ?

"hmm nggak usak lah kak," jawab Rara setelah minum satu teguk air putih.

Yakin ?

"iyaa kak. Ngomong-ngomong kakak liburan kemana ?" tanya Rara sambil berjalan menuju balkon.

Mas Rio ngajak kakak liburan ke pantai.

"seru liburannya kak ?" tanya Rara.

Seru...Kakak minta maaf ya ra, nggak bisa ngajak kamu, mungkin lain kali ya ra. Kita bisa liburan bareng. Kamu aman kan ra dirumah sendiri ?

"amaan, tenang aja kak aku nggak apa-apa. Aku bisa jaga diri," kata Rara.

Obrolan mereka berlangsung hingga 10 menit. Setelah itu Rara letakkan ponselnya ke atas nakas. Jendela balkon ia tutup begitu juga dengan tirainya. Tidak lama kemudian, ia bersiap untuk pergi Velvet & Gold.

1
Rumah Pena
lanjutt thorrr..
Pena Biru
jangan lupa like yaa...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!