NovelToon NovelToon
Anak Kembar Yang Kusembunyikan

Anak Kembar Yang Kusembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Penyesalan Suami / Lari Saat Hamil
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tientien AQuariuzz Girllzz

Zhafira Nayara Humaira, gadis berparas cantik, namun yatim piatu. Memiliki kepribadian lembut, ramah dan tegas dalam bersikap. Kini sedang berkuliah lewat jalur beasiswa.

Tak sedikit Mahasiswa yang ingin menjadikan pacar tapi selalu ia tolak secara halus, karena ia tak ingin fokusnya terganggu. Hingga ia menerima Bryan, pria yang selalu ada untuknya. Mereka memutuskan untuk menikah siri dan tinggal di aparteman yang sama.

Setelah wisuda selesai, Bryan izin pulang ke Jakarta, Zhafira sering mual dan muntah. Di tengah ketidaknyamanan, Zhafira tak sengaja menyaksikan siaran langsung di TV. Brian, suaminya sedang melangsungkan pertunangan dengan wanita cantik, elegan.

Seketika dadanya seperti tertusuk jarum besar, perih dan menyakitkan. Bersamaan itu ia baru saja mengetahui kalau dirinya sedang hamil.

Bagaimana ia menghadapi kenyataan pahit itu? Mampukah ia bertahan demi nyawa yang dikandungnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 KEPOLOSAN CALISTA

SELAMAT MEMBACA !!!

Amara berdiri dari tempat duduknya, lalu melangkah ke arah Nyonya Celine yang sedang menggandeng putrinya.

"Mau mencari gaun untuk putrinya ya, Nyonya Celine? Saya juga baru datang mengantarkan adik saya, tuh adik saya!" serunya dengan tersenyum sambil menunjuk ke arah Fira yang masih duduk di kursi kebesarannya.

Nyonya Celine membelalakan matanya lebar, tak percaya bahwa Butik Kembar ini milik adiknya Amara. "Benarkah itu, Nyonya Amara. Wah beruntung sekali bisa berkenalan dengan adiknya Nyonya Amara dan ternyata Owner Butik Kembar!" ucapnya tersenyum.

Fira berdiri dari kursi yang didudukinya, lalu melangkah menuju empat orang yang masih berdiri di dekat pintu ruangannya.

"Silahkan duduk, Nyonya. Maaf kakak saya sampai kelupaan menyuruh anda dan putri cantik anda untuk duduk, Nyonya Celine!"

Amara tersenyum malu, mendengar sindiran adiknya itu. Dia juga ikut duduk di sofa ruangan itu.

"Adik cantik siapa namanya?" tanya Fira lembut dengan tersenyum.

Gadis kecil yang semula takut itu, kini dia tersenyum saat ditanya Fira dengan lembut dan ramah. Ia menoleh ke arah Mommy, lalu Nyonya Celine segera menganggukan kepalanya mengizinkan ia memperkenalkan namanya.

"Namaku Calista, Aunty!" serunya dengan malu-malu, tapi pandangannya ke arah perut Fira yang membuncit.

Fira yang sadar akan tatapannya Calista ke perutnya, ia tersenyum, "Kenapa, Sayang? Perutnya Aunty besar ya?" tanyanya kembali dengan lembut.

Calista menganggukan kepalanya dengan polosnya dan wajahnya menggemaskan sekali.

Fira tersenyum melihat kepolosan Calista, "Di perutnya Aunty ini ada dua adik bayi, lho," ucap Fira.

Mata Calista berkedip-kedip lucu, seketika ia tersenyum dan berjalan ke arah Fira yang duduk di sebelahnya Amara.

Amara tersenyum lembut lalu bergeser sedikit, untuk memberikan ruang kepada Calista yang tampak ingin mendekat ke arah Fira.

Setelah sampai di depannya Fira, matanya berbinar menatap perut Fira yang buncit. "Aunty...di sini ada dua adik?" tanyanya polos sambil mengangkat dua jarinya.

Fira terdiam sejenak, lalu tersenyum tangannya memegang tangan gadis kecil itu meletakkan perlahan di atas perutnya.

"Benar sekali Sayang...di sini ada dua adi bayi yang ada di perutnya Aunty," jawab Fira.

"Mommy!! Perutnya bergerak, Mommy!" serunya dengan heboh sambil loncat-loncat kecil.

Amara tersenyum melihat kepolosan Calista, sambil mengusap kepalanya Calista, "Iya, nanti Aunty Fira akan melahirkan dua bayi yang lucu seperti kamu."

Suasana ruangan itu semakin ramai dengan teriak-teriak kecil Calista yang bermain dengan kedua bayi yang berada di dalam perutnya Fira.

"Ayo, Kak Calista diukur dulu badannya, katanya mau buat gaun ulang tahun yang ke berapa, Sayang?" tanya Fira kembali.

Rubi sigap mengambilkan alat ukur untuk mengukur badannya Calista.

"Aku ulang tahun yang kelima, Aunty," jawab Calista sambil tangannya masih berada di atas perutnya Fira.

Fira menganggukkan kepalanya, ia mengambil alat ukur dari tangannya Rubi. "Ayo, Kak Calista diukur dulu. Bajunya mau tema apa, Sayang?"

Calista berdiri, Fira mulai mengukur tubuh kecilnya untuk menyesuaikan ukuran baju yang dipesannya.

"Hmmm...aku mau seperti Princess, Aunty. Iya kan Mom?" tanyanya ke Mommynya.

Nyonya Celine hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Calista tersenyum bahagia, karena Mommynya menyetujui permintaan.

"Oke, sudah selesai mengukur badannya!" seru Fira sambil memberikan alat ukir dan buku untuk mencatat berapa ukuran badannya Calista.

"Nyonya Amara, Nyonya.."

"Panggil, Fira saja, Nyonya Celine," jawab Fira dengan ramah.

Nyonya Celine sangat kagum dengan kepribadiannya Fira. Padahal dia punya Butik yang cukup terkenal, kalau orang lain pasti ingin disanjung dan minta hormati.

"Kalau saya panggil Fira saja, berarti kamu harus panggil Kakak ya!" pinta Nyonya Celine dengan serius.

Fira tersenyum, begitu pun Amara ikut tersenyum, Fira menyetujui permintaannya Nyonya Celine dengan memanggilnya dengan panggilan Kak Celine.

"Itu pun berlaku kepada anda Nyonya Amara...panggil Kak Celine saja. Aku akan memanggilmu Dek Amara setuju?" tanyanya sambil menatap Amara.

Amara menganggukan kepalanya mantap, "Siap, itu lebih baik, supaya terlihat lebih akrab, hehehehe."

Nyonya Celine menatap wajah Putrinya yang sedang bahagia mengusap perutnya Fira. "Ayo pulang, Sayang! Dek Fira berapa yang harus aku bayar untuk bajunya Calista?" tanyanya sebelum mereka pergi dari ruangan.

Fira tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya, "Tak usah, Kak. Bajunya hadiah spesial untuk Kak Calista saja, sebagai kado ulang tahun yang kelima tahun ya, Sayang," jawab Fira sambil mengusap pipinya Calista.

"Terima kasih, Aunty untuk bajunya hahahaha," jawab Calista dengan tertawa lepas, hatinya senang sekali akan mendapatkan baju Princess dari Fira.

Nyonya Celine mau menolak, tangan Fira memberi kode tak boleh menolak, "Terima kasih, Dek. Kami malah merepotkanmu. Tapi kalian harus datang ya, ke acaranya Calista, acaranya akan diadakan di rumah kami saja!" pesan Nyonya Celine, sambil berdiri mengajak pulang Calista tapi yang diajak pulang justru menolak dan menggelengkan kepalanya.

Hahahaha...tawa Fira, Amara dan Rubi. Calista masih betah duduk di tengah-tengah Fira dan Amara.

"Mommy, aku mau di sini saja sama Aunty Fira dan Aunty Amara, Mom!" tolaknya.

"Lho...lho kok di sini dengan Aunty! Terus siapa yang akan membeli kue ulang tahunnya, Sayang?" tanyanya heran kepada putrinya itu. Padahal Auntynya sendiri juga sedang hamil tapi tak sedekat itu.

"Mommy yang beli sendiri ya," jawabnya tanpa menoleh ke arah Mommynya.

Hahahaha... tawa mereka kembali pecah, memenuhi ruangan itu. Semua orang tak kuasa menyembunyikan tawanya melihat kepolosan Calista. Gadis kecil itu tak menunjukkan tanda-tanda

mau pulang, malah menatap Mommy penuh harap.

"Kak Calista pulang dulu sama Mommy ya, Aunty juga mau pulang sambil mendesain bajunya, Kak Calista. Kalau Kak Calista tak mau ikut beli kue ulang tahunnya terus kalau adik kembar mau kue bagaimana dong?" tanya Fira pura-pura sedih, supaya Calista mau diajak pulang bersama Mommynya.

Calista terdiam memikirkan ucapannya Fira, ia langsung tersenyum bahagia. "Baik aku akan membeli kue ulang tahun yang besar sekali, supaya adik kembarnya senang ya, Aunty," jawab Calista.

Hahahaha....semua orang tertawa lagi, mereka merasa terhibur dengan kata-katanya Calista. Akhirnya ia pamit untuk pulang bersama Mommynya.

Setelah kepergian Nyonya Celine dan Calista, Amara

tiba-tiba berucap, "Bahagianya ya, Dek. Nanti saat Kembar seumuran Calista, pasti rumah terasa sangat ramai sekali!" ujar Amara membayangkan betapa ramainya rumahnya nanti.

"Benar, Kak. Semoga mereka lahir dengan sempurna tanpa kekurangan suatu apapun," ucap Fira dengan berharap.

"Amin-amin ya robbal'alamin."

"Kita pulang yuk, Kak. Desain bajunya Calista biar aku buat di rumah saja. Kak Rubi aku pulang dulu ya, kalau ada apa-apa telepon saja!" pesan Fira kepada Rubi sambil membereskan pekerjaannya.

Mereka bertiga keluar dari ruangannya Fira dan pintu otomatis tertutup dan terkunci. Untuk ruang kerjanya Rubi berada di sebelahnya.

Sesampainya di depan rumahnya Amara, mobil berhenti dan mereka berdua keluar dari sana melangkah masuk ke dalam rumah.

Mereka kaget melihat siapa yang di ruang keluarga, gelak tawa terdengar dari pintu luar. Amara menoleh ke arah Fira tapi dia hanya menaikan kedua bahunya tanda tak tau siapa yang berada di ruang keluarga.

1
kaylla salsabella
pasti teman" fira dan mama angkat
Sri Supriatin
wah kejutan nich siapa yg datang kira2..lanjut dong thor apa sibuk design baju Prinses 🤭😍😍 ditunggu upnya👍👍
Erna Fkpg
wah jd penasaran kira kira siapa yg tertawa diruang tamu💪💪💪
sunaryati jarum
Semoga sehat selalu Fira dan sukses butiknya
Beanita Binatoro
keren ceritanya.
pojok_kulon: Terima kasih Kak Beanita
total 1 replies
Sri Supriatin
selamat kembar sepasang Fira...semoga ngk lama2 nyembunyiin kembar dr Brian, udah sah kok nikahnya...jd dua2 bakal bikin kejutan 🤭🤭😍😍
pojok_kulon: Terima kasih Kak sri🙏🙏
total 1 replies
Erna Fkpg
doubel up dong kak soalnya ceritanya makin seru 🙏🙏🙏
pojok_kulon: Hehehe Iya Kak
total 1 replies
sunaryati jarum
Baru beberapa bulan sudah punya butik,dan ramai
pojok_kulon: Hehehee iya Kak
total 1 replies
kaylla salsabella
tidak nyonya... tapi ini lagi ngantar adik ku dia kan yang punya ini butik🤭🤭
pojok_kulon: Hehehe wah betul saja
total 1 replies
Enz99
Bagus
pojok_kulon: Terima Kasih Kak Enz99
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
makasih sudah double up,besuk lagi ya thor
pojok_kulon: Sama-sama Kak Dewi
total 1 replies
Sri Supriatin
kapok Ny.Dinda mukanya.mau ditaruh fimana n sdh kn tampar pula🤭🤭
pojok_kulon: Biar tau rasa ya Kak Sri
total 1 replies
Erna Fkpg
wah shock GK tu ny Dinda ternyata calon mantu yg diidamkan seorang jalang😂💪💪💪🙏🙏🙏
pojok_kulon: hehehehe pastinya itu Kak...jadi orang kok pe.maksa
total 1 replies
sunaryati jarum
Bagaimana.Ny Dinda masih mau bermenantukan pelacur? Ibu tak tahu diri dan tidak ingat asalnya.Tertipu dengan rayuan manis untuk menguras hartanya.
pojok_kulon: Mungkin malu ya Kak
total 1 replies
kaylla salsabella
semoga fira dan keluarga nya melihat
pojok_kulon: Iya Kak Kaylla
total 1 replies
kaylla salsabella
yeeee Bryan nanti pulang ke rumah nya si istri nya udah pergi
pojok_kulon: Benar itu Kak Kaylla
total 1 replies
Oma Gavin
makan itu menantu idaman ternyata jalang murahan gimana bu dinda suka sama kejutan anakmu ayo brian kejar firarke belanda tinggalkan keluarga mu
pojok_kulon: Enak kali ya Kak ..jadi orang kok mudah dimanfaatkan
total 1 replies
Sri Supriatin
wah lanjut thor seruuu banget 💪💪💪
pojok_kulon: Siap Kak Sri
total 1 replies
Sri Supriatin
selamat Fira bayi.kembat🙏🙏🙏.iya.Luna kok.blm.up💪💪💪
pojok_kulon: Terima masih
total 1 replies
Rohana Omar
kenapa x up 1 ari 2 bab ke.....x sabar nak tunggu lanjutannya
Rohana Omar: terima kasih 💪💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!