NovelToon NovelToon
SISTEM KULTIVASI PERJAKA TUA

SISTEM KULTIVASI PERJAKA TUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kultivasi Modern / Urban
Popularitas:843
Nilai: 5
Nama Author: S. M yanie

Dari seorang pangeran yang diagungkan, Jiang Yui kini beralih profesi menjadi "makcomblang sakti" keliling dunia.

Mulai dari pendekar pedang wanita yang dingin dari sekte es, pangeran dari faksi musuh, hingga siluman rubah yang galau—semuanya harus ia satukan dalam ikatan cinta.

​Ditemani oleh layar sistem magis yang mengejek setiap kegagalannya, mampukah Jiang Yui merajut kisah cinta orang lain demi menyelamatkan takdir cintanya sendiri, atau ia justru terjebak selamanya sebagai perjaka tua terkuat di dunia kultivasi?

Jangan lupa like,komen dan subscribe ya kakak, biar author ya semangat ,,dukungan kalian sangat berharga... makasih 🫶🫶🫶🫶

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. M yanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Suara ledakan kembang api pertama meledak di angkasa Kota Qing, memancarkan warna-warni cemerlang yang disambut sorak-sorai riuh dari kerumunan warga di dekat panggung utama.

Di tengah kemeriahan festival yang memuncak itu, langkah kaki Jiang Yui dan Bai Ling yang tadinya santai tiba-tiba terhenti di ujung jembatan batu yang agak sepi.

Di balik pilar jembatan yang tertutup bayangan temaram lampu lentera, terdengar suara isak tangis yang tertahan, disusul oleh suara bentakan lirih penuh keputusasaan.

"Sudahlah, Kakak Senior... Kita tidak boleh melawan takdir sekte. Perbedaan status kita ibarat langit dan bumi.

Jika kita terus memaksakan diri, para tetua tidak akan segan-segan menghapuskan kultivasi kita berdua!" suara seorang wanita muda bergetar hebat, terdengar putus asa di antara gemuruh kembang api.

"Biarkan mereka menghapuskannya!" balas suara seorang pria dengan nada serak penuh amarah dan kesedihan.

"Aku tidak peduli dengan posisi suci sekte atau ilmu kultivasi tingkat tinggi! Apa gunanya hidup abadi di puncak gunung es jika aku harus menghabiskan setiap detik detak jantungku tanpamu, Lian'er?"

Jiang Yui menghela napas pelan. Ia melirik Bai Ling sekilas, lalu berjalan perlahan mendekati sumber suara tersebut, disusul oleh Bai Ling yang setia mendampingi.

Di balik pilar jembatan, tampak seorang pemuda berjubah biru tua, seorang murid inti dari Sekte Pedang Langit sedang menggenggam erat tangan seorang gadis bergaun hijau muda yang merupakan saudari dari Sekte Lembah Obat.

Pakaian mereka agak berantakan, dan mata keduanya bengkak karena terlalu banyak menangis.

Di hadapan mereka, sebuah surat keputusan pengusiran dari sekte tampak tergeletak di atas tanah, basah oleh air mata.

Mendengar suara langkah kaki mendekat, kedua muda-mudi itu langsung terlonjak kaget. Mereka buru-buru menghapus air mata dan memasang kuda-kuda defensif, mengira ada algojo sekte yang datang untuk menghukum mereka.

"Siapa di sana?!" bentak pemuda berjubah biru itu setengah gemetar, menarik pedangnya setengah inci dari sarung.

Jiang Yui mengangkat kedua tangannya pelan, memasang senyum ramah yang menenangkan. Ia tidak menunjukkan niat bermusuhan sama sekali.

"Tenanglah, anak muda. Pedangmu itu dibuat untuk melindungi orang yang kau cintai, bukan untuk menakuti orang yang kebetulan lewat sambil membawa niat baik," ucap Jiang Yui tenang. Ia melangkah mendekat, memperhatikan surat keputusan di tanah.

 "Hmm... Sekte Pedang Langit melarang muridnya menikah dengan murid Lembah Obat karena 'aturan kemurnian energi'. Alasan klasik yang sangat membosankan."

Gadis bergaun hijau itu menatap Jiang Yui dengan curiga. "Siapa kalian? Jangan ikut campur urusan kami! Kami sudah diusir dari sekte, hidup kami sudah hancur!"

Bai Ling melangkah maju, mengeluarkan sehelai kain bersih dari lengan jubahnya dan menyerahkannya kepada sang gadis. "Hidup kalian belum hancur. Kalian hanya salah memilih tempat untuk meminta restu."

Pemuda itu tertegun, menatap Jiang Yui dan Bai Ling lebih lekat. Tiba-tiba, ia menyadari sesuatu dari aura tenang yang terpancar dari tubuh pria paruh baya di hadapannya. Matanya membelalak kaget.

"Tunggu... Anda... Anda adalah Yang Mulia Jiang Yui! Pemilik Paviliun Damai sekaligus Makcomblang Agung yang legendaris!"

Jiang Yui tersenyum tipis. Ia melipat kedua tangannya di dada.

"Wah, ternyata nama burukku sudah menyebar sampai ke murid-murid sekte pinggiran. Baguslah kalau kalian mengenalku. Jadi, ceritakan pada kakek tua ini... kenapa kalian merasa cinta kalian tidak bisa bersatu?"

Mendengar pertanyaan itu, sang pemuda tertawa getir.

"Bagaimana bisa bersatu, Yang Mulia? Sekte Pedang Langit menjunjung tinggi elemen api dan logam yang agresif, sementara Lembah Obat memegang elemen air dan kayu yang menenangkan.

Para tetua bilang, menyatukan kami sama saja dengan memicu bencana elemen yang akan menghancurkan kultivasi kedua sekte!"

Jiang Yui mendengus geli.

Ia menggelengkan kepalanya pelan. "Bencana elemen? Yang benar saja.

Itu cuma alasan para tetua jompo yang iri karena sewaktu muda mereka tidak punya keberanian untuk jatuh cinta di luar zona nyaman sekte mereka."

Kedua muda-mudi itu tertegun, tidak menyangka seorang tokoh besar semesta akan menyebut para tetua agung sekte dengan sebutan "tetua jompo".

Jiang Yui melangkah mendekat, menepuk bahu sang pemuda perlahan. Matanya memancarkan ketulusan yang dalam.

"Dengar, Nak. Air memadamkan api, benar. Tapi air dan api yang dicampur dengan takaran yang pas justru bisa mendidihkan air teh terbaik di dunia," ucap Jiang Yui bijak.

 "Perbedaan itu bukan untuk saling menghancurkan, tapi untuk saling melengkapi. Kalau para tetuamu itu terlalu bodoh untuk mengerti arti keharmonisan sejati, biarkan aku yang mengurus surat pindah sekte kalian ke Paviliun Damai."

Sang gadis menutup mulutnya dengan kedua tangan, air mata haru kembali menetes di pipinya, namun kali ini bukan karena keputusasaan, melainkan karena secercah harapan yang tiba-tiba menerangi masa depan mereka.

"Apakah... apakah kami benar-benar bisa bersama, Yang Mulia?" cicit sang pemuda dengan suara bergetar.

Jiang Yui tersenyum hangat, menoleh sekilas ke arah kembang api terakhir yang meledak terang di langit malam Kota Qing, memantulkan cahaya indah di mata mereka.

"Tentu saja," jawab Jiang Yui mantap.

"Di dunia ini, tidak ada cinta yang tidak bisa bersatu di bawah bimbingan Makcomblang Agung. Ayo, kembali ke kedai. Kita buat teh hangat, dan kususun surat cinta balasan khusus untuk para tetua sekte kalian yang keras kepala itu."

1
☪︎⃟𒈔⃟🕊 putra h iatu s 🍤
udah kayak lamaran kerja ini
☪︎⃟𒈔⃟🕊 putra h iatu s 🍤
sangat bagus,cocok dibaca semua kalangan
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰putrahs
astaghfirullah🤣🤣🤣
☪︎⃟𒈔⃟🕊 S.M YANIE 🇵🇸: apehall nih??
total 1 replies
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰putrahs
alamakkk belum dapat jodohh
☪︎⃟𒈔⃟🕊 S.M YANIE 🇵🇸: km juga blum
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨Han Boshalvaya🍤
Sial, aku tertawa 🗿
☪︎⃟𒈔⃟🕊 S.M YANIE 🇵🇸: jangan di tahan,tar jadi kentut
total 2 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨Han Boshalvaya🍤
Bagus juga idenya, boleh aku tiru? 🗿
☪︎⃟𒈔⃟🕊 S.M YANIE 🇵🇸: boleh bangett masss
total 2 replies
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ
Keren banget ceritanya sangat informatif dan bermanfaat
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ: ok sip
👍
total 2 replies
𝙕𝙯𝙯
benar-benar berbeda sekali dengan kak yani yang biasanya itu.

sistem kultivasi perjaka/NosePick/ 🤧
☪︎⃟𒈔⃟🕊 S.M YANIE 🇵🇸: wkwkwk ayok aktif nulis lagi
total 1 replies
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ
mampir
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ: follow kak mau kirim ss
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!