NovelToon NovelToon
Ambil Saja Suamiku, Mbak

Ambil Saja Suamiku, Mbak

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Ardila gadis yang selama ini mendapatkan pilih kasih dari keluarganya, harus kembali berhadapan dengan sang kakak ketika dirinya telah berumah tangga.

Sang kakak mengambil dan berselingkuh dengan suami yang begitu dia cintai

Mampukah dia melewati badai dari semua permasalahan yang tengah menghimpitnua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ruang Pulih Diserang Warga

Jam 8 pagi. Naya baru buka pintu Ruang Pulih.

Belum sempat beres-beres, tiba-tiba 15 ibu-ibu komplek datang dengan spanduk.

Spanduknya tulisan tangan jelek:

*"TOLAK TEMPAT MAKSIAT BERKEDOK KONSELING! JANDA-JANDA DIAJARIN GODA SUAMI ORANG!"*

*"BUBARKAN RUANG PULIH NAYA! BIKIN MALU KAMPUNG!"*

Naya kaget. Tari dan Sari yang lagi sapu halaman juga kaget.

"Ibu-ibu, ada apa? Ini tempat konseling, bukan maksiat..." kata Naya pelan.

Ketua ibu-ibu, Bu RT yang memang teman arisan ibunya Vania, teriak.

"Konseling apa? Katanya kamu janda gatel, ngumpulin janda-janda buat goda suami orang! Suami saya aja kemarin kamu goda, ya? Makanya dia pulang malam terus!"

Itu fitnah keji. Naya tidak pernah kenal suami Bu RT.

Warga mulai merekam pakai HP. Ada yang lempar telur busuk ke pagar bunga matahari Naya.

_PLAK!_

Bunga matahari yang Naya tanam 6 bulan hancur kena telur.

Sari menangis. "Jangan! Itu bunga Kak Naya!"

Bagas mencoba halangi, tapi didorong ibu-ibu.

Di ujung gang, Vania duduk di dalam Mercy putihnya, pakai kacamata hitam, senyum puas sambil live Instagram.

"Guys, lihat nih, warga menggerebek tempat janda-janda sesat di kampung. Kasian ya bapak-bapaknya digoda..."

Live-nya ditonton 500 orang.

Naya gemetar. Trauma lamanya kembali. Dulu difitnah mandul, sekarang difitnah goda suami orang.

Ia mau tutup pintu, tapi ibu-ibu makin brutal, mau masuk dan obrak-abrik ruang konseling.

Saat itulah...

_BRUUUMMM!_

Motor Raka datang ngebut, rem mendadak sampai ban selip.

"WOI! NGAPAIN KALIAN?"

Raka turun tanpa helm, langsung berdiri di depan Naya, jadi tameng.

"Ini tempat konseling gratis! Bukan tempat maksiat! Kalian difitnah siapa?"

Bu RT teriak. "Kamu siapa? Pacarnya? Pantas bela! Kamu juga digoda kan sama janda ini?"

Raka marah besar, tapi ia tahan. Ia tahu kalau ia mukul ibu-ibu, Naya yang kena.

Belum sempat Raka jawab, mobil Alphard hitam Arka datang dengan klakson panjang.

_TEEEET!_

Arka turun dengan 2 orang polisi dan Pak Lurah asli.

"SELAMAT PAGI BU-IBU! SAYA LURAH SETEMPAT! ADA APA RAME-RAME?"

Ibu-ibu langsung ciut melihat Lurah dan polisi.

Arka maju dengan map.

"Bu RT, saya Arka Wijaya, pemilik tanah kontrakan yang Ibu-Ibu tempati. Saya baru cek, izin Ruang Pulih Naya ini resmi dari kelurahan, dari KPAI, bahkan dari Dinas Sosial. Ada plakatnya di dalam. Kalau Ibu-Ibu bilang ini tempat maksiat, Ibu-Ibu fitnah lembaga negara. Bisa saya tuntut."

Polisi juga bicara. "Betul, kami sudah cek, tempat ini legal. Kalau ada yang merusak, kami tangkap."

Bu RT panik. "Tapi... tapi ada yang bilang... katanya..."

"Siapa yang bilang?" tanya Pak Lurah.

Ibu-ibu saling tatap, tidak ada yang berani jawab. Mereka cuma dibayar Vania 200 ribu per orang.

Vania yang lihat Lurah dan polisi datang, langsung matikan live dan mau kabur pakai Mercy-nya.

Tapi Raka lihat Mercy putih itu.

"VANIAA!! KELUAR LO!"

Raka lari dan menggedor kaca Mercy Vania.

Arka juga ikut lari.

Vania terjebak. Ia keluar dengan masih pakai kacamata hitam, pura-pura tidak tahu.

"Loh, Raka, Arka, ngapain? Aku cuma lewat..."

"Lewat pala lo! Lo yang bayar ibu-ibu ini kan? Lo yang bikin live fitnah Naya?" bentak Raka, kali ini benar-benar marah, tidak ada lagi rasa cinta lama.

Naya yang dari tadi diam, akhirnya maju. Ia masih gemetar, tapi ia pegang tangan Sari dan Tari.

"Mbak Vania... kenapa Mbak lakuin ini? Aku gak pernah ganggu Mbak... Raka sama Arka bukan pacar aku... mereka sahabat aku..."

Vania melepas kacamata, matanya merah karena marah.

"Karena aku benci liat kamu! Kamu janda miskin, rumah cat hijau ngelupas, tapi Raka sama Arka yang dulu gila sama aku, sekarang gila sama kamu! Apa hebatnya kamu? Kamu mandul! Kamu janda! Aku cantik, aku kaya, aku..."

_PLAK!_

Belum selesai Vania ngomong, yang nampar bukan Naya, bukan Raka, bukan Arka.

Tapi *Diandra.*

Diandra datang tiba-tiba dengan motor ojek, rambutnya sudah pendek, tidak pakai make-up, pakai kaos oblong. Wajahnya sudah lebih sehat setelah berobat 3 bulan.

"DIAM! MULUT LO JAHAT BANGET!"

Semua kaget. Diandra, musuh bebuyutan Naya, datang bela Naya?

Diandra menunjuk Vania.

"Lo bilang Naya mandul? Naya gak mandul! Gue yang dulu fitnah dia mandul! Lo bilang Naya janda murahan? Naya itu korban! Suaminya selingkuh sama gue! Gue pelakornya! Lo gak tau apa-apa tentang Naya!"

Diandra berdiri di samping Naya.

"Dek, maafin Kakak telat datang... Kakak liat live Instagram Vania ini... Kakak langsung kesini..."

Naya menangis melihat Diandra. Kakaknya yang dulu menghancurkannya, sekarang membelanya.

Vania kaget. "Lo siapa?"

"Gue kakaknya! Kakak kandung yang dulu jahat sama dia! Tapi gue udah tobat! Dan gue gak akan biarin orang lain jahatin adik gue lagi!"

Vania mundur. Ia kalah jumlah. Raka, Arka, Diandra, Sari, Tari, Bagas, Lurah, polisi, semua bela Naya.

Warga yang dibayar Vania juga bubar karena takut polisi.

"Bu RT, Ibu-Ibu, kalian pulang ya. Kalau kalian dibayar orang untuk fitnah, bilang aja siapa, kami maafkan. Tapi jangan ganggu Naya lagi. Naya ini bantu banyak perempuan di sini," kata Pak Lurah bijak.

Ibu-ibu itu akhirnya jujur. "Maaf, Bu Naya... kami dibayar Mbak Mercy putih itu 200 ribu... katanya disuruh teriak-teriak..."

Polisi langsung catat. "Mbak Vania, ikut kami ke kelurahan ya untuk klarifikasi. Ada dugaan penghasutan dan pencemaran nama baik."

Vania panik. "Aku... aku enggak..."

Arka berbisik ke polisi. "Pak, saya punya rekaman telepon Vania ke Pak Haji Maman yang mau bayar 5 juta buat serang tempat ini. Saya rekam tadi malam."

Polisi langsung bawa Vania.

Sebelum dibawa, Vania menatap Naya dengan benci.

"Naya, lo menang sekarang... tapi gue gak akan berhenti..."

Naya menatap Vania dan menjawab dengan tenang, tidak pakai marah.

"Mbak Vania, aku gak pernah anggap ini kompetisi. Raka dan Arka bukan piala. Mereka manusia. Kalau mereka mau sama Mbak, silakan. Aku gak akan halangi. Tapi jangan hancurin tempat yang aku bangun buat bantu perempuan lain. Ini bukan tentang laki-laki, Mbak. Ini tentang aku yang mau hidup."

Vania terdiam dan dibawa polisi.

Setelah semua bubar, halaman Ruang Pulih berantakan. Telur busuk di mana-mana, bunga matahari patah.

Naya terduduk di tanah, menangis, bukan karena sedih, tapi lega.

Diandra jongkok di sampingnya dan memeluknya. Pelukan pertama setelah setahun.

"Maaf ya, Dek... Kakak dulu jahat... sekarang Kakak mau bantu Dek jaga tempat ini... boleh?"

Naya mengangguk sambil menangis di pelukan Diandra.

Raka dan Arka melihat itu dan tersenyum. Mereka tidak perlu bersaing hari ini. Hari ini mereka menang bersama.

Raka mulai bersihkan telur busuk. Arka mulai betulin bunga matahari yang patah.

Sari dan Tari bikin teh untuk semua.

Rumah hijau yang catnya masih hijau, yang dulu jadi saksi tangis Naya, kini jadi saksi kembalinya keluarga.

Tapi apakah Vania benar-benar berhenti? Atau ini baru awal perang yang lebih besar?

Karena di kantor polisi, Vania menelepon seseorang.

"Halo, Papi... iya, aku ditahan di kelurahan... tolong Papi pakai pengacara keluarga kita... iya, aku mau hancurin itu cewek namanya Naya..."

Ternyata Vania anak pengusaha besar...

*Bersambung Bab 28 - Papinya Vania Turun Tangan!*

Mau lanjut papinya Vania yang lebih kejam?

1
sunaryati jarum
Sahabat jika tulus tidak akan hilang Raka
sunaryati jarum
Baru mampir
Lee Mba Young
Semoga Ada orang yg lbih Dr Arka Dan Raka. Arka Dan Raka gk mungkin melawan vania, mereka Ada hati ke vania.
Lee Mba Young
Iuhhh mnjijikan banget ternyata Arka Dan Raka.

semoga dpt jodoh yg bner bner baik ya, gk kayak Raka Dan Arka.
Ummi Sulastri Berliana Tobing
👏👏👏👏👏
Ma Em
Naya kamu jgn salah pilih lagi untuk pasangan hdp mu jgn karena sahabat kamu memilih dia dan juga karena orang kaya Naya pilih tapi pilihlah lelaki yg baik yg bertanggung jawab cinta dan sayang pada Naya .
Lee Mba Young
Ingat kasus Andre Dan Erin. saat kaya Raya di tinggal cari bini baru.
mending yg kaya sekalian kn 😁
Lee Mba Young
jng mnemani lelaki Dr nol, krn nnti saat sukses km yg akn di buang 😄🤣.
Bimo juga bukan orang kaya selingkuh juga kan😄🤣.
Ragan Fian
"Kalau suka tema rumah tangga + perempuan yang perlahan bangkit, aku juga lagi nulis cerita dengan vibe seperti itu. Judulnya "Kau Sia siakan aku,kunikahi sahabatmu", kalau berkenan boleh mampir 🤍"
falea sezi
🤣🤣 ayah tangisan mu g tulus
falea sezi
🤣🤣 ayah ibunya cm numpang usir nay ortu bangsatt g sudi
falea sezi
goblok🤣 baru aja suka Badas ehh menye lemah
aku
beg* ngapain lu spill rencanamu dg gamblang pdhl tau bimoli tempramen. hadeh cari perkara 😌😌
nuanuan
masih memantau keseruan ceritanya..
jgn nyerah ya nay...
nuanuan
seruuuuuuu kkkk.. ayo lanjuttttt
Soraya
hadir thor
nuanuan
ditunggu lanjutannya ya thorrr💪
salam kenal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!