NovelToon NovelToon
(Bukan) Benih Titipan Sang CEO

(Bukan) Benih Titipan Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Janda / Anak Kembar / Identitas Tersembunyi
Popularitas:49.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

"Aku tidak butuh pernikahan. Tak ada satupun wanita yang bisa menggantikan posisi cinta pertamaku.”

Di usianya yang sudah matang, Arsen Winston, pewaris tunggal Winston Group berada di puncak kejayaan. Namun, tekanan keluarga menuntutnya untuk segera berumah tangga. Menolak menyerah pada pendirian sang putra, Adrian, sang ayah, merancang rencana gila dengan menyewa seorang wanita malam demi mendapatkan keturunan.

​Namun, sebuah kesalahan fatal terjadi. Wanita yang menghabiskan malam dengan Arsen bukanlah wanita sewaan sang ayah, melainkan seorang gadis misterius yang menghilang tanpa jejak.

​Lima tahun berlalu…

​Di atas kapal pesiar mewah, sebuah insiden mengerikan hampir merenggut nyawa seorang bocah perempuan. Arsen bertindak cepat untuk menyelamatkannya. Namun, saat tatapan mereka bertemu, jantung Arsen seolah berhenti berdetak.

​Anak menggemaskan itu memiliki garis wajah yang sangat identik dengannya, bahkan punya alergi sepertinya.

“Hai bocah, kamu tidak suka kacang?”

“Ndak cuka, bikin gatal-gatal badan Lupia. Paman Endut ndak cuka kacang juga?”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alergi

Sesampainya di rumah mereka, ruang tamu tampak sunyi. Karena Rosa belum kembali, Adara membimbing Lucian dan Lucky ke kamar untuk beristirahat. Setelah memastikan dua buah hatinya terlelap sempurna, Adara mengecup kening mereka satu per satu dengan penuh kasih sayang, lalu keluar menuju kamarnya.

Adara menyalakan layar laptopnya, meluncur ke peramban web, dan mengetikkan kata kunci untuk menggali informasi mengenai sosok penguasa Winston Group baru. Hanya dalam hitungan detik, ribuan artikel bisnis dan berita keuangan memenuhi layar.

Pandangan Adara terkunci pada sebuah artikel utama yang menampilkan foto profil seorang pria berkarisma dingin. Pria itu, Arsen Winston, diangkat menjadi CEO muda lima tahun lalu. Ia telah menyandang status bertunangan sejak tiga tahun terakhir. Adara menatap lekat-lekat fitur wajah Arsen yang tegas, garis rahangnya yang tajam, serta postur tubuhnya yang tinggi dan atletis.

Sangat mirip. Tidak salah lagi, dia..

Pupil mata Adara bergetar kecil. Ia sungguh tidak menyangka pria yang ditolongnya dalam keadaan tidak berdaya lima tahun lalu adalah CEO Winston, sosok yang dikenal arogan dan tanpa ampun di dunia bisnis. Adara tersenyum tipis nan getir dalam hati, tak heran jika Lucian terkadang memiliki sifat sombong dan dingin yang begitu dominan, rupanya gen dari pria ini mengalir kuat dalam darah putranya.

Ting.

Notifikasi pesan masuk memecah keheningan. Pesan singkat dari Rosa mengabarkan bahwa ia tidak bisa pulang dalam beberapa hari ke depan karena mendapat tugas misi tambahan secara mendadak.

Tanpa membuang waktu, Adara mengetik balasan singkat namun mengejutkan.

[Luvia ada di Jakarta.]

Detik berikutnya, ponsel Adara langsung berdering nyaring. Panggilan dari Rosa.

"Bagaimana bisa Luvia berada di Jakarta?! Apa yang sudah terjadi, Adara?" cecar Rosa dari balik telepon.

Adara mulai menjelaskan kronologi kejadian di kapal secara jujur, mulai dari titik koordinat pelacak hingga keterlibatan pihak CEO Winston.

Rosa mendesis tajam di ujung telepon, merutuki situasi tersebut. Siapa sangka, misi yang baru saja mereka selesaikan dengan sukses justru berujung pada berpindahnya sang cucu ke tangan pihak yang sangat berbahaya.

"Aku akan membawa Luvia kembali, Bibi. Karena itu, aku minta izin untuk pulang ke Indonesia besok," tegas Adara, tidak memberikan ruang untuk bantahan.

Demi keselamatan cucunya yang menjadi taruhan, Rosa mengalah dan mengizinkan. 

"Baiklah, pulanglah. Jangan biarkan terjadi hal buruk pada Luvia."

Sebenarnya, terlintas keraguan di benak Adara untuk membeberkan identitas asli ayah biologis si kembar tiga kepada Rosa saat itu juga. Namun, ia cemas dan takut.

Sebelum mengakhiri panggilan, suara Rosa kembali terdengar serius.

"Setibanya di Jakarta, temui kawan lamaku. Dia juga seorang agen senior yang bisa diandalkan. Rumahnya bisa kamu jadikan tempat berlindung sementara. Bibi akan kirim alamatnya padamu."

Setelah panggilan terputus, Adara mengepalkan jemarinya erat-erat. Tatapannya menajam penuh tekad. Apapun resikonya ia harus pastikan Luvia kembali ke pelukannya dengan selamat.

Adara menyandarkan tubuhnya ke sandaran tempat tidur dan memejamkan mata, berusaha mengistirahatkan pikirannya. Namun, rasa kantuk tak kunjung datang. Bayang-bayang malam panas lima tahun lalu mendadak berputar kembali di benaknya bagaikan pita kaset lama. Paras tampan Arsen, lekuk tubuhnya yang menggoda, hingga dominasi dan gairah pria itu yang merenggut kesadarannya malam itu.

Ada apa denganku? 

Adara merasa asing dengan sensasi aneh yang menjalar di dada. Ada desiran rindu untuk kembali bertemu dengan pria itu. Namun, Adara dengan cepat menepis perasaan itu dari pikirannya. Pria itu sudah bertunangan, dan tujuan utamanya ke Jakarta hanyalah mengambil kembali putrinya.

___

Matahari pagi menyusup malu-malu melalui celah tirai kamar hotel. Arsen sudah bangun sejak fajar, bersandar santai di kepala ranjang seraya menopang dagu. Tatapannya terkunci rapat pada sesosok makhluk mungil yang terlelap di sampingnya.

Semalam, Luvia ketiduran sebelum mereka tiba di hotel. Gaya tidurnya benar-benar lucu. Posisi melintang seperti jarum jam menunjukkan pukul sembilan malam. Mulut sedikit terbuka meneteskan jejak 'embun pagi' tipis di sprei sutra impor jutaan rupiah itu, serta napas halus yang teratur seperti mesin kabut portable mini. Pipi bak bakpao daging yang baru matang itu meluber ke kasur, benar-benar definisi menggemaskan yang tidak ada obatnya.

Arsen mengulurkan jemarinya yang panjang, menyentuh pelan pipi gembul nan kenyal itu. Senyum tipis yang jarang sekali terlihat di wajah dingin sang CEO mendadak terukir.

Tatapan Arsen mendadak berkilat penuh rencana jahat. Meskipun Adara berhasil melahirkan darah dagingnya, bukan berarti wanita itu bisa lolos begitu saja. Arsen tak pernah melupakan kerugian dan rasa tertipu yang dialaminya lima tahun lalu. Wanita itu menolongnya, menjebaknya dalam gairah, lalu hilang seperti hantu membawa kabur 'Aset Winston'.

Aku akan menagih ganti ruginya berlipat ganda. Aku buat kau berlutut memohon padaku, Adara.

Arsen juga yakin dua jagoan kecilnya pasti sama polos dan mudah dibodohi seperti Luvia di hadapannya ini. Bocah-bocah polos seperti mereka pasti sangat mudah dibujuk dengan kemewahan dan fasilitas keluarga Winston.

Arsen bertekad akan merebut mereka kembali ke tangannya. Sang pewaris dan anak-anaknya harus berada di bawah kekuasaannya.

Lalu bagaimana dengan Adara?

Arsen mendesis sinis. Ia sama sekali tak peduli. Setelah semua anak berada dalam genggamannya, Adara bisa dibuang begitu saja dari kehidupannya atau dibiarkan menderita menangisi nasibnya sendiri.

“Hahaha… dia salah besar telah menodaiku waktu itu!” umpat Arsen memukul bantal di sisinya.

“Paman Endut… napa malah-malah?” sahut Luvia yang sudah bangun sambil mengucek mata kirinya.

Arsen hanya tersenyum lembut lalu mengelus rambut panjang Luvia ke belakang.

Tiba-tiba seorang pelayan hotel datang membawa sarapan yang sudah Arsen pesan. Melihat jenis roti hangat di atas meja itu, mata Luvia pun berbinar.

“Makanlah ini." Arsen menyodorkan roti selai kacang. Namun Luvia malah mengatup rapat mulutnya.

“Hai bocah, kamu tidak suka kacang?” tanya Arsen bingung.

“Ndak cuka. Bikin gatal-gatal badan Lupia. Paman Endut ndak cuka kacang juga?”

Tidak hanya wajah yang mirip, rupanya anak itu juga mewariskan alerginya. Tetapi Arsen mana mungkin mengatakan kelemahannya.

“Kamu makan yang lain saja, Paman mau keluar sebentar cari Mateo.” Arsen hampir saja lupa balas dendam pada pria yang mendorong Luvia kemarin.

Setelah Arsen pergi, ponsel di atas meja berdering. Luvia merangkak meraih benda pipih itu. Matanya bergerak membaca nama si pemanggil, tidak lain adalah Elena yang penasaran hasil pesta semalam. Ia berharap kali ini putranya bawa pulang calon istri.

1
Lisa Halik
lagi thor
Dew666
Kok cuma 2 update nya
Ma Em
Pasti si kembar dibawa ibunya Adara , tapi Lucian cerdik pasti bisa memberi kabar pada Arsen atau Adara .
Rani R.I
pasti di bawa oleh Lauren,,,jgn sampai mereka terluka sedikitpun,, kalian tidak bakalan slamat
Abinaya Albab
Lauren ini nenek satunya
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
👍👍😍😍😍😍💪💪💪💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
👍👍👍👍😍😍😍💪💪💪💪💪💪
Suryati Surti
ceritanya bagus
Lim Kursini
ceritanya masih bersambung ya?
Elina thea
bagus
siti Syamsiar
lanjut thor👍😍
Abinaya Albab
tetap semangat ya kak 😘
Mom Ilaa: makasih kk Abinaya/Kiss/
total 1 replies
Kasih Sklhqu
semangat Thor ditunggu kelanjutannya 🙏
Mom Ilaa: nanti malam /Grin/
total 1 replies
Iffanaya 😽
semangat thor 💪💪
Mom Ilaa: 💪💪😍 harus ttp /Determined/
total 1 replies
Iffanaya 😽
hey luvia ya kalo ngomong 🤣🤣🤣
Mom Ilaa: untung gk ada mateo 🤣
total 1 replies
Rani R.I
semangat thourr 💪💪💪
ntah lah, padahal cerita nya sgttt bagus dan kami para pembaca sgttt menikmati dan slalu menunggu update yg byk,,, semoga lancar yea thourr 👍👍👍💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰🥰
Rani R.I: tetap semangat thourr,,dan sehat slalu 💪💪💪💪🔥🔥🔥🔥🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
Tuti Ranu
semangat terus thor ceritanya seru&lucu 💪💪
Mom Ilaa: mksih/Kiss/ikuti terus ya
total 1 replies
tia
semangat thor novel bagus
Mom Ilaa: semngat 💪💪😍
total 1 replies
Agustina Susanto
cerita yang menarik,lucu dan seru ... luar biasa👍👍👍
Mom Ilaa: trima kasih starnya
total 1 replies
Ma Em
Arsen sangka Adara msh inget terus Erlangga , ternyata Adara bisa silat .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!