NovelToon NovelToon
Pahit Di Awal Manis Di Akhir

Pahit Di Awal Manis Di Akhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cemburu
Popularitas:396
Nilai: 5
Nama Author: j. seft

"Kita tidak saling mengenal satu sama lain dan aku juga tidak mencintaimu dustin" Ucap Indira.

"Tapi aku mencintaimu saat ini maupun sampai aku menghembuskan nafas terakhirku ,dan aku akan membuat kamu mencintaiku " jawab Dustin.

________________. • .__________________

Menceritakan tentang perjalanan cinta antara Dustin dengan Indira yang penuh cobaan di awal pernikahan mereka karena sebuah perjodohan,Indira yang tidak mencintai dustin,namun Dustin mencintai Indira pada pandangan pertama.

Bagaimana kisah akhir cinta antara Dustin dengan Indira ,apakah pada akhirnya Indira akan mencintai dustin seperti dustin yang mencintai Indira ataukah Dustin menyerah untuk mencintai Indira ......

SELAMAT MEMBACA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

       Indira kaget ,",Emm tidak usah biar aku saja " ucap Indira.Dustin berdecak kesal ,"Aku tidak terima penolakan ,cepat buka mulutmu ,sebelum ibumu kembali ke sini" ucap Dustin.

    Indira pun dengan terpaksa menerima suapan Dustin. "Ehmm enak banget seblaknya,kamu beli dimana?" tanya indira pada Dustin.

   Dustin tersenyum ,"Aku beli di samping sekolah SMP tadi diperempatan jalan dekat rumah sakit ini ,makanya aku tadi sedikit terlambat ,aku tadi masih menunggu penjualnya buka toko dulu ,bahkan kalau kamu mau tau aku sampai ikut turun tangan membantu buka toko agar cepat selesai" ucap Dustin membanggakan diri.

    "Oh ya terima kasih banyak ,tapi kenapa kamu mengambil begitu banyak toping seblak ,aku mana bisa menghabiskannya" ucap Indira.

   Dustin tersenyum ,"Aku bisa membantumu ,asal kamu mau berbagi denganku" ucap Dustin.

    "Kalau begitu kamu ambil mangkok lagi kita bagi dua" ucap Indira.

   Dustin tersenyum ,"Kenapa harus ambil mangkok lagi ,nanti semakin banyak cuciannya ,aku bisa makan seblak ini bersamamu ,semangkok berdua " ucap Dustin sambil melahap seblak di sendok bekas Indira.

    Indira membelalakan matanya kaget ,"Kamu tidak jijik ,itukan bekasku" ucap kaget Indira . Dustin mengeleng ,"Kenapa harus jijik ,lagipula nanti kita akan menikah hal hal seperti ini juga akan menjadi biasa untuk kita nanti kalau sedang dalam kondisi terdesak" ucap Dustin.

    "Tapi " ucap Indira disela oleh Dustin. "Udah tidak usah tapi tapi ,cepat buka mulutmu " ucap Dustin.Indira pun menurut.

    "Aku mau kerupuknya ,jangan cuma seafood nya aja" ucap Indira sebal . Dustin tertawa kecil ,"Baiklah ,ini " ucap Dustin.Indira tersenyum lalu memakannya.

    "Tidak ada dumplingnya ya " ucap Indira.Dustin bingung ,"Dumpling itu yang seperti apa ?" tanya Dustin.

    "Yang bentuknya bulat ,terus ada isi kejunya" jawab Indira. "Sepertinya aku lupa memasukkannya" ucap Dustin sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.

    "Yahhh padahal itu favoritku" ucap Indira kecewa.Dustin merasa bersalah ,"Maafkan aku ,emm lain kali aku bawa kamu kesana ,kamu bisa mengambil topping yang kamu sukai sepuasmu" ucap Dustin.

Indira terdiam ,"Kamu harus janji ya " ucap Indira."Iya iya aku janji ,nanti jika aku lupa kamu bisa langsung mencariku detik itu juga aku langsung bawa kamu ke tempat seblak ini" jawab Dustin.

Indira tersenyum ,"Baiklah ,aku pegang janjimu" ucap Indira.

Beberapa saat kemudian......

Indira dan Dustin telah menghabiskan seblaknya ,Dustin merapikan bekas makannya bersama Indira ,"Wahh puas banget aku bisa makan seblak ,sudah sangat lama aku tidak makan seblak" ucap Indira.

Dustin yang mendengar ucapan Indira tersenyum . "Pulang kerja nanti kamu mau aku bawain apa?" tanya Dustin pada Indira.

Indira menatap Dustin ,"Tidak usah ,aku tidak mau merepotkan mu ,kamu sudah membelikanku seblak saja aku sudah sangat senang " jawab Indira.

Dustin tersenyum ,"Kamu mau aku bawakan seblak lagi mungkin" ucap Dustin.

Indira mengeleng cepat ,"Tidak jangan ,aku membatasi diriku makan seblak,minimal seminggu sekali " ucap Indira.

Dustin mengangguk "baiklah kalau begitu" ucap Dustin.

Indira gelagapan ,Dustin yang melihat ekspresi Indira bingung ,"Ada apa denganmu ,apa ada yang sakit " tanya Dustin khawatir.Indira menggeleng .

"Aku ingin pergi ke kamar mandi" cicit Indira.Dustin kaget ,"Astaga aku kira kamu merasa kesakitan ,ayo aku bantu ke kamar mandi" ucap Dustin.

Indira mengangguk lalu turun perlahan dari ranjang dibantu Dustin.Sampainya di depan kamar mandi Indira berhenti ,"Kamu tunggu disini saja ,aku masuk sendiri " ucap Indira pada Dustin.

"Tidak aku akan membawamu sampai ke dalam ,kalau kamu kenapa Napa bagaimana " ucap Dustin menuntun Indira masuk ke dalam kamar mandi.

Sampainya di dalam kamar mandi Dustin mendudukkan Indira di WC duduk , "Kamu bisa sendiri kan melepasnya" tanya Dustin.

Wajah Indira sudah seperti kepiting rebus , "Aku bisa sendiri ,kamu keluar dulu" ucap Indira .

Dustin tersenyum melihat ekspresi Indira yang menahan malu , "Baiklah ,pintu kamar mandinya tidak usah dikunci ,biar terbuka sedikit ,supaya kalau nanti kamu kenapa Napa aku bisa langsung masuk ,tenang saja aku tidak akan mengintip " ucap Dustin.

Indira menatap Dustin tajam ,"Kalau nanti kamu sampai mengintip aku sumpahin matamu bintitan " ucap Indira.

Dustin tertawa kencang ,"Baiklah Seterahmu ,aku tunggu diluar ,kalau sudah selesai kamu bisa memanggilku ,aku ada di depan" ucap Dustin sambil berjalan meninggalkan Indira.

Indira yang melihat Dustin sudah meninggalkannya pun langsung menuntaskan hajatnya.

"Awas aja kalau mengintipku kamu akan langsung bintitan detik ini juga " teriak Indira.

"Aku tidak mengintip" jawab Dustin di balik pintu.

Indira tersenyum sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!