NovelToon NovelToon
Hantu Pedang Menantang Takdir

Hantu Pedang Menantang Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:105.2k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Sebuah kisah tentang seorang pria dari masa lalu yang bangkit di masa ini.

Di masa ini, ia bertemu dengan perempuan yang mirip dengan seseorang yang ia cintai di masa lalunya. Seseorang yang tidak berani ia gapai karena kondisi fisiknya yang seperti monster saat itu.

Akankah ia berhasil menyingkirkan kenangan buruk masa lalunya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ucapan yang Membuat Salah Tingkah

Orang-orang itu akhirnya bangkit dari tanah. Tidak ada seorang pun yang berani menatap langsung ke arah Sha Nuo.

Pemimpin mereka buru-buru membungkukkan tubuh.

“Senior, kami pamit.”

Ia kemudian menoleh kepada orang-orang di belakangnya.

“Ayo pergi!”

Ratusan orang itu segera meninggalkan lokasi pembangunan. Tidak ada lagi keberanian seperti ketika mereka datang. Beberapa bahkan masih terlihat ketakutan setelah merasakan kegelapan Sha Nuo.

Sebelum pergi, pemimpin kelompok tersebut kembali membungkuk.

“Kami berjanji tidak akan mengganggu pembangunan Penginapan Kayu Mawar lagi.”

“Benar! Kami tidak akan datang kembali!”

Beberapa orang lain ikut menyahut.

Sha Nuo hanya melambaikan tangannya.

“Pergilah.”

Mereka tidak menunggu lebih lama. Ratusan orang itu segera berjalan menjauh hingga akhirnya menghilang dari pandangan.

Sha Nuo tertawa melihat mereka pergi terburu-buru.

“Hahaha...”

Gao Rui juga menggeleng sambil tersenyum. Ia mendekat ke arah Sha Nuo.

“Paman benar-benar membuat mereka ketakutan.”

Sha Nuo mengangkat bahu.

“Menyelesaikan masalah dengan cara seperti ini memang lebih cepat.”

Lan Suya tidak ikut menanggapi. Ia justru mengalihkan perhatiannya kepada para pekerja. Ia berjalan mendekati salah satu pekerja yang sebelumnya berbicara dengannya.

“Kalian bisa mulai bekerja kembali.”

Para pekerja saling memandang.

Lan Suya melanjutkan.

“Segera beli kembali semua perlengkapan yang hilang. Material yang rusak juga harus segera diganti.”

Salah seorang pekerja buru-buru mengangguk.

“Baik, Nyonya.”

“Jangan khawatir mengenai orang-orang tadi.”

Lan Suya menatap ke arah jalan tempat ratusan orang itu pergi.

“Gangguan sudah dibereskan.”

Mendengar perkataan tersebut, para pekerja terlihat jauh lebih lega.

“Baik!”

“Kami akan segera mengurusnya!”

Beberapa pekerja langsung mulai bergerak. Sebagian lainnya memeriksa kembali material yang masih bisa digunakan.

Lan Suya kemudian menoleh. Tatapannya tanpa sengaja jatuh kepada Sha Nuo.

Pria itu sedang berbicara dengan Gao Rui. Keduanya terlihat santai seolah kejadian barusan bukan sesuatu yang perlu dipikirkan lagi.

Entah mengapa, wajah Lan Suya kembali terasa panas. Ia teringat bagaimana Sha Nuo memanggilnya tadi.

“Ya'er...”

Pipi Lan Suya perlahan merona merah. Ia segera mengalihkan pandangan. Tanpa mengatakan apa pun, wanita itu berbalik dan berjalan menuju kereta kudanya.

Beberapa anggota Harta Langit yang berada di sekitar lokasi sempat melihatnya. Namun mereka tidak berani bertanya.

Lan Suya menaiki kereta. Begitu masuk, ia segera duduk di salah satu sisi kereta sambil berusaha menenangkan pikirannya.

Sementara itu, di luar kereta, Gao Rui masih berbicara dengan Sha Nuo.

“Paman Nuo, kekuatanmu benar-benar luar biasa.”

Gao Rui tertawa.

“Bahkan ratusan orang itu langsung menyerah hanya dengan satu teknik.”

Sha Nuo tersenyum.

“Aku hanya suka menyelesaikan masalah dengan cepat.”

Gao Rui mengangguk.

“Benar juga.”

Ia kemudian melirik ke arah lokasi yang kini mulai kembali sibuk.

“Kalau tadi Paman tidak maju, mungkin Bibi harus berurusan dengan mereka cukup lama.”

Sha Nuo mengangguk santai.

“Karena itu aku maju.”

Beberapa saat kemudian, Sha Nuo melirik ke samping kanan dan kirinya.

“Di mana Lan Suya?”

Gao Rui langsung menahan tawa. Ia menutup mulut dengan tangannya.

“Paman tidak melihatnya?”

Sha Nuo mengerutkan kening.

“Tidak.”

Gao Rui menunjuk kereta kuda.

“Bibi Ya sudah masuk ke dalam kereta.”

Sha Nuo melihat ke arah kereta.

“Cepat sekali...”

Gao Rui mulai tertawa cekikikan.

“Mungkin Bibi Ya malu, Paman.”

Sha Nuo menoleh.

“Kenapa dia malu?”

Wajahnya benar-benar terlihat kebingungan.

Gao Rui semakin sulit menahan tawanya.

“Mungkin karena Paman tadi memanggilnya Ya'er.”

Sha Nuo langsung terdiam.

“Eh... A-apa?”

Gao Rui tertawa.

“Ya'er.”

Ia sengaja mengulanginya.

“Paman tadi memanggil Bibi Ya dengan sebutan Ya'er.”

Sha Nuo terlihat kaget.

“Tidak mungkin.”

Ia menggeleng.

“Aku tadi tidak memanggilnya seperti itu.”

Gao Rui masih tertawa.

“Paman benar-benar tidak ingat?”

Sha Nuo mengerutkan kening.

“Tidak.”

“Aku hanya mengatakan bahwa aku akan mengajarinya cara menyelesaikan masalah.”

Gao Rui langsung menunjuknya.

“Nah, sebelum mengatakan itu Paman memanggilnya Ya'er.”

Sha Nuo terdiam. Ia mencoba mengingat kejadian beberapa saat lalu. Namun semakin ia mengingatnya, semakin wajahnya terlihat aneh.

“Tidak mungkin aku mengatakan itu.”

Gao Rui mengangkat kedua tangannya.

“Aku tidak mungkin salah dengar.”

Sha Nuo masih menggeleng.

“Pasti kau salah dengar.”

Gao Rui tertawa kecil.

“Kalau Paman tidak percaya, kita bisa bertanya kepada anggota Harta Langit yang ada di sekitar sini.”

Sha Nuo langsung menoleh ke sekeliling. Beberapa anggota Harta Langit memang masih berada di sekitar lokasi pembangunan.

Wajah Sha Nuo mendadak sedikit panik.

“Tidak usah.”

Gao Rui semakin tertawa.

“Kenapa tidak?”

Sha Nuo segera berjalan menuju kudanya.

“Sudahlah.”

“Sepertinya kita akan kembali ke penginapan.”

Gao Rui masih tersenyum melihat reaksinya.

“Paman Nuo ternyata bisa panik juga.”

Sha Nuo tidak menjawab. Ia hanya menaiki kudanya.

Tidak lama kemudian, rombongan bersiap meninggalkan lokasi pembangunan. Gao Rui berjalan menuju kereta kuda. Ia membuka tirai dan langsung masuk ke dalam.

Lan Suya yang sudah berada di dalam menoleh kepadanya. Gao Rui tersenyum.

“Bibi.”

Lan Suya mengangguk kecil.

“Duduklah.”

Gao Rui kemudian duduk di hadapannya. Ia tidak mengatakan apa pun mengenai percakapannya dengan Sha Nuo. Namun senyum di wajahnya membuat Lan Suya merasa sedikit curiga.

Lan Suya merasa aneh dengan Gao Rui sekarang.

“Kenapa kau tersenyum seperti itu?”

Gao Rui menggeleng cepat.

“Tidak ada apa-apa.”

Lan Suya menyipitkan mata.

“Benarkah?”

Gao Rui menahan tawanya.

“Benar.”

Di luar, Sha Nuo sudah berada di atas kudanya. Ia memandang ke arah kereta sebentar sebelum rombongan mulai bergerak meninggalkan lokasi pembangunan. Tujuan mereka adalah kembali ke penginapan untuk beristirahat.

Malam nanti mereka masih memiliki acara lain yang harus dihadiri. Patriark Keluarga Wong di Kota Wuye akan mengadakan perayaan ulang tahun pernikahan emas. Harta Langit telah menerima undangan untuk menghadiri acara tersebut.

Setelah seharian berurusan dengan pembangunan Penginapan Kayu Mawar, mereka akhirnya memiliki kesempatan untuk beristirahat sebelum menghadiri perayaan malam itu. Kereta kuda perlahan meninggalkan lokasi pembangunan.

Di belakang mereka, para pekerja mulai kembali sibuk mempersiapkan pekerjaan. Kali ini tidak ada seorang pun yang mengganggu mereka. Pembangunan Penginapan Kayu Mawar akhirnya bisa dilanjutkan.

...******...

Rombongan Harta Langit akhirnya kembali ke penginapan. Setelah turun dari kereta, mereka tidak banyak berbicara. Hari itu cukup melelahkan, terutama setelah urusan pembangunan Penginapan Kayu Mawar yang sempat berubah menjadi keributan besar.

Lan Suya berjalan menuju kamarnya. Gao Rui juga segera menuju kamar yang telah disiapkan untuknya.

Sha Nuo berjalan paling belakang. Begitu sampai di depan kamarnya, ia membuka pintu lalu masuk tanpa mengatakan apa pun.

Pintu segera ditutup. Sha Nuo berjalan beberapa langkah ke dalam kamar. Begitu melihat kasur di hadapannya, ia langsung menjatuhkan tubuhnya ke sana.

“Ah...”

Tubuhnya terhempas ke atas kasur.

Ia kemudian berbaring telentang selama beberapa saat. Tatapannya kosong menatap langit-langit kamar. Beberapa detik kemudian, Sha Nuo mengangkat kedua tangannya lalu menutup wajahnya.

“Sial...”

Suaranya terdengar pelan.

“Tadi apa yang kukatakan pada Lan Suya?”

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow, sekali paman Nuo, bergerak... Langsung jlebz 🔥🌽
Nanik S
Sekte Lembah Hantu... kenapa mesti ada Rui dan Paman Nuo dipesta .. apakah Lembah hantu akan setor Nyawa
Nanik S
Waduh.... akan menjadi perayaan Duka bagi keluarga Wong... Rui.. jangan diam saja... Paman Nuo habisi mereka🤣🤣🤣
Bubat Garage Reborn
saatnya beraksi Paman🤣
yayat
wah datang diwaktu yg salh datang mlh mengantarkan uang jajan buat paman nou untuk beli mie pangsit n ayam bekakak
Jeffie Firmansyah
yang pasti ancaman salah sasaran .... masuk ke kandang singa..... berani nya pengancaman harta langit dan paman Nuo.
.. yang pasti pulang tinggal nama sekte pedang hantu punah🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪
ibarumbung
👍👍👍👍👍
Markinyo
sygny tayang episode ny cmn 1-2 episode tiap hr
mbono keling
👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪💪👍
udenk
waaah mau main hantu2an ama paman nuo
tariii
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Eka Haslinda
waaahhh.. kasihan sekali Sekte Lembah Hantu Kegelapan.. datang di waktu yg sangat tepat.. bertemu langsung dgn Hantu pedang.. ketemu sesama hantu pasti ramai.. gasss lanjot thoorrr
Eko🍤
hehehehe aroma pembantaian nih🤣👍ayooooo bantaaaaaaaiiiiii
Raju
percaya diri di.awal...
menyedihkan di ahir, itulah gu shu...
𝕸𝕬𝕾𝕿𝕰𝕽𝕾 𝕷𝕰𝕰, 𝕬𝕸𝕶
Mantap
Putri K
kata kata paman nuo sudah mengikuti jejak babang boqing🤣🤣
Momu
🤣🤣🤣
Sarip Hidayat
adalagi yg cari cari koit🤣
Dianrp
💪💪💪💪
syarif ibrahim
ayo paman Nuo..... habisi saja orang jahat itu... 😄😄😄😄😄😄😄👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!