NovelToon NovelToon
Gulungan Tabib Langit Dan Bumi

Gulungan Tabib Langit Dan Bumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Di Benua Awan Timur, kekuatan adalah segalanya. Para kultivator jenius membelah gunung dengan lambaian tangan dan menghancurkan kota hanya dengan hembusan napas. Namun, epik ini tidak dimulai dari puncak kejayaan, melainkan dari sudut dunia fana yang terlupakan. Li Yun hanyalah seorang tabib muda biasa di kota perbatasan. Ia tidak memiliki akar spiritual surgawi, garis keturunan dewa, ataupun takdir pahlawan yang terpilih.
Ketika seorang kultivator sakti tewas di depan kliniknya yang sederhana, kehidupan tenang Li Yun hancur. Ia mewarisi sebuah teknik rahasia kuno yang tidak memberinya kekuatan penghancur instan, melainkan menuntut pemahaman mendalam tentang hukum alam, alkimia, dan aliran energi yang sangat lambat. Di dunia yang dipenuhi kejeniusan arogan dan sekte-sekte kuno yang kejam, Li Yun menyadari bahwa bertahan hidup membutuhkan lebih dari sekadar kekuatan murni. Ia harus menggunakan kecerdasannya, menyembunyikan bakat aslinya di balik identitas seorang tabib sekuler.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Hujan Merah dan Jarum Tanpa Bayangan

​Dua minggu setelah pengumuman itu, hujan musim panas turun bagaikan kutukan yang ditumpahkan dari langit. Air merendam Sektor Ketiga hingga setinggi lutut, mencampurkan kotoran manusia, darah, dan lumpur menjadi sup bau yang mencekik.

​Namun, yang paling mematikan bukanlah banjir, melainkan keputusasaan. Dengan kuota yang dinaikkan secara tidak masuk akal, para budak terpaksa merambah wilayah sarang Katak Racun Emas dan Kalajengking Tanah. Korban jiwa berjatuhan bukan lagi dalam hitungan jari, melainkan puluhan setiap harinya.

​Sebuah sumbu yang direndam dalam minyak hanya butuh satu percikan api. Percikan itu terjadi di depan pos penimbangan pada senja yang gelap gulita.

​Seorang kultivator liar berwajah penuh bekas luka mendapati bahwa keranjang herbalnya dinilai kurang setengah ons. Penjaga sekte langsung mencambuk wajahnya dengan cambuk berduri, merobek mata kirinya. Kultivator yang telah kehilangan akal sehat karena rasa sakit dan tekanan itu tidak memohon ampun; ia mencabut parang karatan dari pinggangnya dan membelah leher sang penjaga hingga putus.

​Darah panas menyembur ke wajah para budak yang mengantre. Selama satu detik, dunia membeku. Detik berikutnya, neraka meledak.

​"Bunuh anjing-anjing sekte! Kita semua akan mati jika menetap, lebih baik mati menyerang!" raung seseorang dari tengah kerumunan.

​Ribuan budak yang kelaparan dan para kultivator tingkat rendah yang terpojok menerjang maju layaknya air bah. Tenda-tenda penjaga dibakar, pos penimbangan dihancurkan. Pertarungan brutal jarak dekat terjadi di setiap sudut lumpur. Sektor Ketiga berubah menjadi arena pembantaian massal.

​Di tengah kekacauan itu, Klinik Tabib Li masih berdiri, meski kain tendanya bergetar hebat diterpa badai dan suara tebasan pedang dari luar.

​Di atas meja bedah, Ah San terkapar dengan napas tersengal-sengal. Pemuda yang menjadi informan berharga Li Yun ini tidak terluka oleh monster, melainkan terkena sabetan nyasar pedang penjaga saat kerusuhan pecah. Luka selebar jengkal menganga di perutnya, nyaris memperlihatkan ususnya.

​Li Yun tidak mempedulikan jeritan kematian di luar. Tangannya yang mengenakan sarung tangan kulit dengan cekatan menjahit perut Ah San, wajahnya sedatar air danau. Ah San adalah satu-satunya mata yang ia miliki untuk mengawasi pergerakan herbal langka di kamp ini. Membiarkannya mati berarti membutakan salah satu matanya sendiri.

​Brak!

​Tiang penyangga tenda patah. Tiga orang rioter berbaju compang-camping menerobos masuk, membawa parang yang meneteskan darah segar. Mata mereka merah menyala, dikuasai oleh adrenalin dan keputusasaan.

​"Tabib! Serahkan semua pil spiritual dan herbal penawar racunmu!" teriak pemimpin kelompok itu, seorang pria beringas di Lapis Kedua Pengumpulan Qi. "Kami akan menembus blokade gerbang! Serahkan atau kutebas kepalamu!"

​Mata pria itu beralih ke meja bedah, melihat Ah San yang terkapar tak berdaya. "Singkirkan mayat hidup ini! Dia hanya menghalangi jalan!"

​Pria itu mengayunkan parangnya dengan kekuatan penuh ke arah leher Ah San.

​Li Yun memiliki waktu sepersekian detik untuk memutuskan. Jika Ah San mati, rencananya mundur enam bulan. Namun jika ia bergerak menggunakan tenaga Lapis Kelimanya secara terang-terangan, fluktuasi Qi-nya akan memancing perhatian setiap kultivator kuat di kamp, terutama Diakon Fang.

​Ketakutan luar biasa tergambar di wajah Li Yun. Ia menjerit panik dan menjatuhkan tubuhnya ke belakang, menabrak rak obat seolah-olah berusaha menghindar dari sabetan parang.

​Namun, saat punggungnya menabrak rak dan luput dari pandangan ketiga perusuh, dua jari tangan kanannya menjepit sebatang jarum perak sepanjang ibu jari.

​Sutra Pernapasan Kayu Mati berputar secara instan, menyedot seluruh fluktuasi energinya agar tidak bocor. Li Yun memadatkan setetes Qi Lapis Kelima yang sangat murni langsung ke dalam jarum perak tersebut, memberinya bobot dan ketajaman yang menembus batas senjata fana, lalu menyentilkannya dari balik bayangan lengan bajunya.

​Wush.

​Jarum itu melesat tanpa suara, nyaris tak terlihat di tengah remang cahaya tenda.

​Alih-alih menargetkan pria yang mengayunkan parang, jarum Li Yun melesat melewati celah ketiak pria itu dan menusuk tepat di titik akupunktur Fengfu di belakang leher perusuh kedua yang berdiri tepat di belakang sang pemimpin.

​Energi Yin dari jarum perak itu merusak aliran Qi perusuh kedua secara instan. Tubuhnya menegang hebat, otot-ototnya berkontraksi dalam kejang yang mematikan. Pedang berat yang sedang digenggamnya terayun ke depan tanpa kendali, menebas punggung pemimpin rioter tepat saat parang pria itu hanya berjarak satu inci dari leher Ah San.

​"Arghh!" Pemimpin itu menjerit, parangnya meleset menghantam kaki meja kayu. Ia berbalik dengan mata terbelalak, menatap rekannya yang baru saja menebas punggungnya. "Kau... pengkhianat!"

​Tanpa berpikir panjang, sang pemimpin yang terluka parah itu mengayunkan parangnya kembali, memenggal kepala rekannya sendiri. Perusuh ketiga yang panik melihat pertumpahan darah internal itu mencoba melerai, namun justru tertusuk pedang oleh sang pemimpin yang sudah kehilangan akal sehat. Dalam hitungan detik, ketiga perusuh itu saling membunuh di depan meja bedah, tewas terkapar di atas lumpur dan genangan obat.

​Li Yun, yang masih duduk meringkuk di sudut rak obat, bergetar ketakutan sambil memeluk lututnya, menampilkan panggung kepanikan yang sempurna. Di balik jubahnya, sehelai Qi tak kasat mata menarik kembali jarum peraknya dari leher mayat itu, menyapunya bersih, dan mengembalikannya ke dalam saku.

​Tidak ada yang melihatnya. Tidak ada fluktuasi spiritual yang tertinggal. Hanya ada kisah tiga perusuh gila yang saling bunuh karena pembagian rampokan.

​Tepat pada saat itu, suhu udara di luar tenda anjlok secara drastis, membekukan rintik hujan menjadi bongkahan es seukuran kepalan tangan.

​Sebuah bayangan abu-abu melayang di atas pos penimbangan yang terbakar. Diakon Fang telah turun ke medan perang.

​Matanya yang dulu sayu kini memancarkan cahaya biru yang kejam. Dengan lambaian tangannya, ribuan jarum es terbentuk di udara dan menghujani kerumunan budak yang sedang memberontak. Teriakan amarah berubah menjadi jeritan keputusasaan saat jarum-jarum es itu menembus tubuh manusia, membekukan darah mereka dari dalam. Lapis Keenam Pengumpulan Qi merupakan kekuatan absolut di wilayah kumuh ini; Diakon Fang sedang memanen nyawa layaknya menyabit rumput gandum.

​"Tikus-tikus tak tahu diuntung!" suara Fang menggema, diiringi batuk kering yang tidak luput dari pendengaran tajam Li Yun. "Mati kalian semua!"

​Satu tebasan pedang es raksasa dilepaskan dari telapak tangan Fang, membelah tanah berlumpur dan melaju lurus ke arah deretan tenda, termasuk tenda medis Li Yun.

​Melihat gelombang kematian berwarna biru pucat itu mendekat, Li Yun tahu tenda kainnya akan hancur lebur bersamanya dan Ah San. Sekali lagi, ia tidak menunjukkan perlawanan fisik. Ia merayap di lantai berlumpur menuju tiang penyangga utama tenda, berpura-pura berlindung.

​Saat tangannya mencengkeram dasar tiang kayu itu, Li Yun menyalurkan aliran Qi elemen Kayu yang sangat padat dari Dantiannya. Qi itu menyebar ke seluruh serat kayu dalam sekejap, mengubah tiang rapuh itu menjadi sekeras baja hitam tanpa mengubah penampilannya dari luar.

​Brakkk!

​Gelombang pedang es Fang menghantam area itu. Tenda-tenda di sebelah kanan dan kiri Li Yun hancur berantakan, penghuninya membeku seketika. Namun, ketika gelombang energi itu menghantam tiang penyangga tenda medis, energi es itu terbelah dua. Tenda kain Li Yun robek parah, dan atapnya runtuh menimpa meja bedah, tetapi pilar utamanya menahan momentum mematikan dari serangan tersebut, menyelamatkan nyawa mereka berdua di dalamnya.

​Diakon Fang, yang mengamuk di udara, bahkan tidak melirik ke arah tenda medis yang runtuh sebagian itu. Baginya, serangan area itu mungkin saja membentur batu besar atau sisa bangunan keras. Ia terlalu sibuk menikmati pembantaiannya.

​Setengah jam kemudian, pemberontakan itu berakhir. Sektor Ketiga benar-benar terdiam. Tiga ratus mayat membeku terhampar di atas lumpur, sementara sisanya bersujud menyerah dalam ketakutan yang meremukkan jiwa.

​Di dalam puing-puing tendanya, Li Yun perlahan mendorong kayu yang menimpa dirinya. Ia menepuk debu dari bajunya, memastikan ekspresi pucat dan paniknya masih terpasang dengan baik. Ah San, yang tertutup kain terpal, masih bernapas dengan detak jantung yang stabil berkat jahitan Li Yun.

​Di atas sana, Diakon Fang memandang lautan darah dengan napas tersengal-sengal, mencengkeram dadanya tempat meridian api-nya kian rusak akibat penggunaan Qi es secara berlebihan.

​Li Yun memungut pisau bedahnya dari tanah. Rencananya berjalan sempurna.

1
yudie yudie
lanjut thor
Armoire
1 vote meluncur lah /Drool//Drool/
ARay
mantap Thor 😎
ARay
bagus ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!