NovelToon NovelToon
Penguasa Para Dewa

Penguasa Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Angin malam berhembus dingin, membawa aroma pinus yang tajam menyapu halaman belakang sekte pinggiran. Lin Chen duduk bersila di atas batu basal yang dingin, menarik napas panjang. Malam ini terasa berbeda. Setelah bertahun-tahun menderita dan dihina oleh sesama murid, ia akhirnya bangkit dan menyadari satu kebenaran mutlak yang selama ini tertidur di dalam darahnya: tubuhnya sama sekali bukanlah sampah. Meridian yang selama ini tersumbat perlahan mulai beresonansi, menandakan ia telah melangkah mantap di tahap awal kultivasi, yakni ranah Penempaan Tubuh.

Ia membuka mata perlahan. Tepat pada saat itu, dari kejauhan di bawah cahaya bulan purnama yang pucat, pandangannya tertuju pada sesosok gadis yang sedang berdiri di anjungan tebing.

Gadis itu adalah Su Qingyue. Untuk pertama kalinya, Lin Chen melihatnya dari jarak sejauh ini, tampak sangat dingin dan cantik tiada tara, seolah-olah ia bukanlah makhluk yang berasal dari dunia yang fana ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: Gerbang Langit

Burung Bangau Angin raksasa itu menukik tajam menembus lapisan awan tebal, membawa kesepuluh murid dari sekte pinggiran memasuki wilayah udara Akademi Bintang Tujuh.

Begitu mereka melewati pelindung formasi raksasa yang menyelimuti ketujuh puncak gunung melayang tersebut, sebuah tekanan energi spiritual yang luar biasa padat langsung menghantam tubuh mereka. Udara di tempat ini begitu murni dan kental, seolah setiap tarikan napas mampu membersihkan kotoran di paru-paru manusia fana.

Bagi sebagian besar murid yang terbiasa dengan energi tipis di sekte pinggiran, tekanan ini membuat dada mereka sesak. Beberapa dari mereka bahkan harus berlutut di punggung bangau sambil terengah-engah memutar energi Qi untuk bertahan.

Namun, Lin Chen tetap berdiri tegak bak tombak yang tertancap di bumi. Tubuhnya yang telah mencapai batas puncak ranah Penempaan Tubuh dengan Teknik Penempaan Tubuh Gajah Purba secara otomatis menyerap energi spiritual yang melimpah itu melalui pori-porinya. Tulang-tulangnya yang sekeras baja beresonansi halus, menyambut tekanan tersebut layaknya ikan yang kembali ke lautan.

Di sebelahnya, Su Qingyue juga berdiri dengan tenang. Gadis yang tampak seolah bukan berasal dari dunia fana itu membiarkan jubah putihnya berkibar ditiup angin spiritual. Energi es murni berputar di sekelilingnya, secara alami menetralisir tekanan akademi tanpa usaha berarti.

"Luar biasa..." gumam Zhu Da yang saat ini sedang tengkurap memeluk bulu bangau dengan wajah pucat, mempertahankan insting bertahan hidupnya. "Chen-ge, bernapas di sini saja rasanya seolah perutku baru saja diisi sepuluh mangkuk sup ayam ginseng."

Lin Chen tidak menjawab, matanya menatap tajam ke arah alun-alun raksasa di bawah mereka yang terbuat dari batu giok putih. Alun-alun itu dipenuhi oleh ribuan pemuda-pemudi dari berbagai sekte, klan, dan kerajaan dari seluruh penjuru benua. Ini hanyalah sebagian kecil dari para jenius yang datang mengadu nasib.

Bangau raksasa itu akhirnya mendarat di area pinggir alun-alun. Seorang pria paruh baya berjubah perak dengan lambang tujuh bintang di dadanya melangkah maju menyambut mereka. Ia adalah salah satu diaken penerimaan akademi.

"Murid-murid rekomendasi dari sekte pinggiran wilayah timur?" Diaken itu melirik sekilas gulungan di tangannya, lalu menatap sepuluh pemuda di hadapannya dengan tatapan datar yang menyiratkan kekecewaan.

"Hanya tiga orang yang telah menyentuh batas awal ranah Pengumpulan Qi. Sisanya masih di ranah Penempaan Tubuh. Fondasi yang sangat menyedihkan," cibir diaken tersebut tanpa repot-repot menyembunyikan suaranya.

Mendengar itu, para jenius sekte pinggiran yang sebelumnya sangat angkuh di kampung halaman mereka kini hanya bisa menundukkan kepala dengan wajah memerah, menyadari betapa tidak berartinya bakat mereka di tempat ini.

Namun, tatapan diaken itu tiba-tiba terhenti saat melihat Su Qingyue. Matanya sedikit melebar merasakan kemurnian Qi elemen es yang memancar dari tubuh gadis itu.

"Bakat elemen khusus?" Diaken itu mengangguk pelan. "Kau lumayan. Siapa namamu?" "Su Qingyue," jawabnya sedingin es. "Bagus. Kau punya peluang bertahan di sini."

Diaken itu lalu beralih menatap Lin Chen yang berdiri tepat di samping Qingyue. Ia mengerutkan kening. Mengingat akademi ini adalah tempat berkumpulnya para monster, seorang pemuda di ranah Penempaan Tubuh yang tidak memancarkan fluktuasi Qi spiritual sedikit pun terlihat layaknya semut yang nyasar ke sarang naga.

"Kalian dengar baik-baik," suara diaken itu kini mengeras, ditujukan kepada seluruh ribuan calon murid di alun-alun. "Membawa medali rekomendasi bukan berarti kalian resmi menjadi murid Akademi Bintang Tujuh! Kalian baru bisa disebut murid pelataran luar jika mampu melewati ujian pertama: Tangga Bintang Penekan Jiwa!"

Diaken itu menunjuk ke arah tebing raksasa di ujung alun-alun. Di sana, terdapat sembilan puluh sembilan anak tangga batu giok raksasa yang menjulang tinggi menembus kabut, menuju ke gerbang utama pelataran luar.

"Setiap anak tangga memiliki formasi penekan gravitasi dan spiritual yang terus berlipat ganda! Hanya mereka yang berhasil mencapai anak tangga ke-50 yang berhak menjadi murid luar dan mendapatkan akses dasar ke Mata Air Spiritual!"

Mendengar kata Mata Air Spiritual, mata Lin Chen langsung berkilat tajam.

Di dalam Dantian-nya, roh purba Tua Hitam kembali angkat bicara dengan nada berat yang memperingatkan. "Bocah, ingat tujuanku semalam. Kau butuh energi spiritual sepuluh kali lipat dari orang biasa untuk menembus ranah Pengumpulan Qi.Jika kau hanya mencapai anak tangga ke-50, kau cuma mendapat akses ke pinggiran mata air yang energinya sudah diencerkan."

"Lalu, apa yang harus kulakukan?" balas Lin Chen melalui telepati.

"Mendaki sampai puncak," jawab Tua Hitam mantap. "Semakin tinggi kau memanjat, semakin tinggi status dan akses yang kau dapatkan. Anak tangga ke-90 ke atas akan langsung memberimu Token Murid Inti dan hak eksklusif ke pusat Mata Air Spiritual. Tunjukkan pada dunia apa itu kekuatan gajah purba!"

"Ujian dimulai sekarang!" teriak sang diaken.

Ribuan peserta langsung berhamburan ke arah Tangga Bintang. Beberapa kultivator yang terlalu percaya diri melompat dan mencoba menaiki lima anak tangga sekaligus dengan teknik meringankan tubuh.

BAM! BAM! BAM!

Hanya dalam hitungan detik, belasan orang langsung memuntahkan darah dan terpental kembali ke bawah dengan tulang rusuk patah. Tekanan di atas tangga itu bukan hanya menekan tubuh fisik, tetapi juga langsung menyerang Dantian dan Lautan Kesadaran mereka.

Melihat pemandangan brutal itu, banyak yang mulai gemetar ketakutan. Seleksi akademi ini benar-benar tidak peduli pada nyawa para pesertanya.

"Zhu Da, jangan paksakan diri memanjat terlalu cepat. Gunakan lemak di tubuhmu sebagai bantalan penahan gravitasi, merangkaklah jika perlu," pesan Lin Chen pada sahabatnya, yang langsung dijawab dengan anggukan pucat oleh pemuda gempal itu.

Lin Chen kemudian melirik Su Qingyue. Gadis itu sudah menghunus pedangnya sedikit, membiarkan aura es menyelimuti tubuhnya sebagai perisai dari tekanan spiritual.

"Sekejam apa pun ujiannya, itu hanya batu pijakan,"gumam Lin Chen pelan, mengulangi kata-kata yang ia ucapkan di punggung bangau. Ia menatap puncak tangga yang tertutup awan.

Ia mengambil napas panjang, merendahkan kuda-kudanya, lalu melangkahkan kaki pertamanya ke atas Tangga Bintang. Saat sepatunya menyentuh batu giok pertama, sebuah tekanan setara dengan sebuah batu besar menimpa pundaknya. Namun, bagi seseorang yang tulangnya telah ditempa di dalam penderitaan kawah magma, tekanan ini tidak lebih dari sekadar hembusan angin lalu.

1
Murdiat Hariyanto
tor klau bisa kata2 Gadis yg tampak seolah bukan berasal dari dunia fana itu sebaikkan di hilangkan atau di ganti..bosan tiap bab selalu itu2 sja yg di bilng...ini hanya masukkan sja
mbono keling
🙏💪💪👍👍
mbono keling
💪💪💪💪👍👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Bernard
Mantap sekali Thor👍👍
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍💪💪💪👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
GEDE JAYANEGARA
bintang Toedjoe, obt sakit kepla
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
mbono keling
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Bernard
Pleaseee.., tolong di lanjut
Sang_Imajinasi: lanjut terus kok kak tiap hari jam 3 sore
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
yoi
Bernard: Sangat bagus.., tolong lanjutkan 🙏
total 1 replies
saniscara_Patriawuha
gasss pollll manggg minnnn..
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!