Sebagai seorang wanita karir dengan gaji milyaran pertahun, Raisya tidak keberatan membantu keluarga suami nya.
Termasuk membiayai kebutuhan keluarga kakak ipar nya, serta biaya kuliah adik ipar nya. Bahkan semua kekuarga suami nya minta tinggal bersama di rumah nya, Raisya tidak keberatan.
Tapi saat Neta hamil di luar nikah, mertua nya meminta Raisya untuk mengadakan acara pernikahan mewah untuk putri nya.
Raisya menolak keinginan mertua nya, sehinga semua kebaikan Raisya selama ini langsung lenyap dalam waktu sekejap.
Mertua dan keluarga suami nya Raisya bahkan dengan tega membawa wanita lain sebagai calon madu untuk Raisya, agar dia mau menuruti keinginan mereka.
Raisya menolak dan memilih untuk berpisah, tapi malah Raisya yang di usir dari rumah nya sendiri.
Raisya tidak tinggal diam di tindas oleh suami dan keluarga nya, dia membalas semua nya dengan menghentikan semua bantuan keuangan yang selama ini dia berikan, dan dia mengusir mereka semua dari rumah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
Sore ini Raisya di kejutkan dengan mobil milik Dita yang sudah perbaiki di halaman rumah nya, begitu pula dengan mobil milik Dimas pun sudah ada di rumah.
"Wanita itu lagi, seperti nya dia memang sengaja datang ke rumah ini!" Guman Raisya sambil menggelengkan kepala nya.
Raisya segera masuk ke dalam rumah, ketika membuka pintu dia mendengar suara tawa yang begitu ceria di ruang tamu. Seperti nya semua keluarga suami nya sedang berkumpul di sana, dengan Dita di antara mereka.
"Tumben kamu pulang lebih cepat, mas? Biasa nya kami pulang menjelang magrib?" Raisya bertanya pada Dimas.
"Bukan urusan kamu Dimas mau pulang cepat, atau pun lambat!" Hardik Mama Rika dengan nada sinis.
Raisya melihat dengan mata kepala nya sendiri, Dita dan Dimas duduk dengan tubuh saling menempel satu sama lain. Dimas terlihat menggenggam tangan Dita, begitu pun Dita tampak begitu lengket nya dengan suami nya Raisya.
"Untuk apa kamu datang ke rumah ku lagi?" Tanya Raisya pada Dita tanpa basa - basi.
"Raisya, kamu harus menghormati Dita. Karena Dita lah yang membayar biaya resepsi pernikahan Neta dan Rian!" Mama Rika berkata pada Raisya.
"Terserah, aku tidak perduli siapapun yang membiayai resepsi pernikahan Neta dan Rian. Yang aku tanyakan, kenapa wanita ini terus datang ke rumah ku?" Raisya mengulangi lagi pertanyaan nya.
"Raisya, aku dan Dita akan menikah setelah pernikahan Neta selesai!" Dimas berkata pada Raisya tanpa basa - basi.
Raisya cukup terkejut mendengar nya, dia tidak menyangka secepat ini Dimas akan membawa orang ketiga secara terang - terangan ke dalam rumah tangga mereka.
"Apa mas? Kamu tidak salah bicara?" Tanya Raisya memastikan semua nya.
"Tidak Raisya, aku akan menikahi Dita dan Dota akan tinggal di rumah ini!" Dimas berkata tanpa sedikit pun memikir kan persaan Raisya.
"Bagai mana kalau aku tidak mengizinkan nya mas?" Tanya Raisya lagi.
"Raisya, seorang laki - laki boleh memiliki istri lebih dari satu. Asal kan dia mampu!" Jawab Dimas dengan angkuh.
"Lalu apa kau sendiri sudah mampu mas? Memberi nafkah untuk satu istri saja tidak cukup, sok - sok an manu menikah lagi!" Cibir Raisya.
"Tutup mulut mu Raisya, aku akan tetap menikah lagi dengan Dita entah dengan atau pun tanpa persetujuan mu!" Dimas kembali berkata.
"Kalau begitu, mari kita bercerai mas!" Tantang Raisya dengan geram.
"Bercerai? Apa kau yakin mau bercerai dengan ku, Raisya?" Tanya Dimas dengan nada yang penuh dengan ejekan.
"Iya, aku sangat yakin mas. Silahkan kau bawa seluruh keluarga mu meninggal kan rumah ku!" Raisya mengusir Dimas dan juga keluarga nya.
"Raisya, kami tidak akan keluar dari rumah ini. Kalau pun ada yang harus keluar dari rumah ini, itu bukan kami tapi diri mu!" Mama Rika berkata sambil tersenyum.
"Rumah ini milik ku, dan rumah ini adalah harta bawaan ku sebelum menikah dengan mas Dimas. Jadi kalian semua yang harus pergi dari rumah ini!" Kembali Raisya menegaskan.
"Raisya, rumah ini sekarang sudah menjadi milik Dimas. Jadi yang harus keluar dari rumah ini adalah diri mu, bukan kami!" Alvin juga ikut mendukung ibu nya.
"Dasar keluarga tidak tahu malu, selama ini kalian makan dari uang ku. Dan sekarang berani nya kalian mengusir ku dari rumah ku sendiri!" Raisya berkata sambil mengepal kan tangan nya.
"Cukup Raisya, kalau kau mau tinggal di rumah ini kau harus menerima Dita sebagai istri ku. Jika tidak maka, silahkan kau keluar dari rumah ini!" Usir Dimas dengan suara lantang.
"Apa hak mu mengusir ku dari rumah ku sendiri?" Tanya Raisya dengan geram.
"Karena rumah ini milik ku, sertifikat nya ada di tangan ku!" Jawab Dimas sambil tersenyum licik.
"Iya Raisya, sertifikat rumah ini ada di tangan kami. Jadi rumah ini milik kami!" Neta ikut menimpali.
"Mama, ambil sertifikat nya!" Dimas menyuruh Mama Rika untuk mengambil sertifikat rumah itu.
"Tunggu sebentar!" Jawab Mama Rika.
Mama Rika berjalan ke kamar nya, dia mengambil sertifikat palsu yang sudah dia curi dari kamar nya Raisya. Dia membawa nya keluar dan memberikan nya pada Dimas.
"Lihat lah Raisya, sertifikat ini ada di tangan kami. Jadi rumah ini milik kami, kau harus menerima pernikahan ku dan Dita, jika kau masih mau tinggal di rumah ini!" Dimas berkata sambil mengangkat sertifikat itu di tangan nya.
Semua orang yang ada di sana tersenyum licik, mereka melihat Raisya sebagai sosok wanita yang sudah kalah. Sebuah senyuman penuh dengan ejekan di berikan oleh Dita, dia memeluk tubuh Dimas di hadapan Raisya sebagai istri sah nya.
"Baik lah, silahkan saja jika kalian bisa menguasai rumah ini hanya dengan sertifikat itu. Aku beri waktu pada kalian untuk meninggal kan rumah ini, setelah pernikahan Neta selesai. Karena setelah itu, rumah ini akan aku ambil lagi!" Raisya berkata dengan tegas.
"Sampai kapan pun, kau tidak akan bisa mengambil rumah ini kembali dari tangan kami!" Cika ikut berkata.
"Kita lihat saja nanti!" Jawab Raisya sambil berlalu.
Raisya naik ke lantai 2, dia mengemasi semua barang - barang pribadi nya. Tidak banyak yang dia bawa, karena setelah ini Raisya akan kembali lagi ke rumah ini.
'Silahkan saja jika kalian fikir kalian bisa memiliki rumah ku dengan sertifikat palsu itu!' Batin Raisya sambil tersenyum.
Tidak ada guna nya bagi Raisya tetap bertahan dengan orang yang tidak bisa menghargai nya, bertahan satu atap jika hanya membuat luka, maka itu bukan lah tindakan yang benar.
Raisya memilih mundur satu langkah, agar dia bisa melesat nanti nya tanpa ada yang bisa menghalangi nya. Karena setelah ini, mereka semua akan menyesali semua nya.
Raisya turun ke bawah sambil menyeret koper milik nya, mereka semua terlihat sangat senang melihat Raisya akan meninggal kan rumah ini.
"Nyonya Raisya, bibi ikut! Jika Nyonya pergi dari rumah ini, bibi juga pergi ikut dengan Nyonya!" Tiba - tiba bi Lilis muncul dari arah dapur sambil membawa tas nya.
"Bibi, ayo bi. Bibi boleh ikut dengan ku!" Jawab Raisya sambil tersenyum.
"Tidak, bi Lilis tidak boleh pergi dari rumah ini!" Mama Rika menahan bi Lilis agar tidak pergi bersama Raisya.
"Maaf Nyonya, selama ini Nyonya Raisya lah yang membayar gaji saya. Jadi kemana pun Nyonya Raisya pergi, saya akan ikut dengan nya!" Bi Lilis menjawab ucapan Mama Rika.
"Bi Lilis, menantu baru saya pasti akan membayar gaji bi Lilis jauh lebih tinggi dari Raisya asal kan bi Lilis tetap bekerja di rumah ini!" Mama Rika membujuk bi Lilis.
"Maaf Nyonya, mau berapa pun gaji nya saya tidak mau. Saya tetap akan ikut kemana Nyonya Raisya pergi!" Jawab Bi Lilis dengan tegas.
di dunia nyata ada gk ya modelan org2 bgni .. 😄