NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Demi Penerus

Istri Pengganti Demi Penerus

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: anak org

semoga suka ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak org, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bagian 22

Di pagi harinya

"enghh mas?" Yeri mengalihkan pandangannya di penjuru ruangan saat tidak menemukan sang suami sama sekali di sampingnya.

"di mana Aryan? Semalam dia tidur di sini kan? Kok gak ada"

"apa dia di kamar mandi ya" ucap Yeri lalu bangkit dari kasurnya dan berjalan pelan menuju ke depan pintu kamar mandi.

"mas. Kamu di dalam" Yeri mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi, tapi tetap saja tidak mendapatkan jawaban sama sekali.

"mas" karena tidak mendapatkan jawaban sama sekali. Akhirnya Yeri pun membukakan pintu kamar mandi itu dan......

"aishh! Di mana dia! Tidak mungkin kan dengan wanita itu" karena bingung dengan kehadiran suaminya yang entah di mana, Yeri pun memilih untuk keluar saja. Siapa tahu suaminya ada di ruang tamu kan.

setibanya di ruang tamu. Yeri langsung dihadiahkan oleh pemandangan aneh, kedua mertuanya yang sedang berdiri menatap ke arah sofa di depannya ini dengan wajah Lea yang sepertinya sedang menahan amarah. sembari bersedekap dada dan ayah mertuanya Darman yang masih dengan wajah tenangnya.

"ibu apa yang terjadi?" tanya Yeri di ambang tangga.

Kedua mertuanya yang mendengar suaranya mengalihkan perhatiannya sepenuhnya ke arah Yeri dengan wajah Lea yang sudah pucat pasih.

"Ah! Nak Yeri kamu sudah bangun?" tanya Lea basa-basi sembari tersenyum lebar ke arah Yeri.

"iya udah ibu. Tapi pas aku bangun mas Aryan kok gak ada ya ibu, apa ibu tahu mas Aryan ada di mana?" tanya Yeri menghampiri Lea yang sudah berkeringat dingin.

"Ah! Apa kamu sudah mencarinya di setiap sudut kamar, sayang?" ucap Lea lembut

"sudah, Bu. Tapi mas Aryan tetap tidak ada. Makanya aku ingin mencarinya di sini. aku kira mas Aryan ada di sini"

"oh iya, apa ayah tahu mas Aryan ada di mana?" tanya Yeri menatap ayah mertuanya yang sudah duduk di sofa sembari meminum kopinya.

Darman yang diajak bicara pun mengalihkan pandangannya, menatap menantunya yang sedang menunggu jawabannya

dan tanpa sengaja, pandangannya malah teralihkan ke arah Lea yang berada di belakang Yeri dengan sedikit memberi kode agar suaminya mengatakan tidak tahu.

karena tidak ingin membuang waktu dan berbasa-basi lagi, dengan wajah datar dan tenang Darman pun malah menunjuk ke arah sofa tempat Aryan saat ini

hal itu membuat Lea membulatkan matanya lebar dan menatap gelisah ke arah sang anak.

lalu Yeri mengikuti arah tunjuk Darman dan betapa terkejutnya Yeri melihat ke arah suaminya.

yang saat ini sedang tertidur bersama Aluna di sofa, dengan Aryan yang berbaring dan Aluna yang tertidur di atas dadanya sembari berpelukan.

Yeri yang melihat hal itu mengepalkan kedua tangannya erat hingga buku jarinya memutih dengan kilatan mata yang membara.

dengan dada yang naik turun, Yeri pun melangkahkan kakinya menghampiri keduanya dengan wajah menahan emosi yang sepertinya bisa meledak kapan saja.

"heh! Apa yang kalian lakukan!!' sentak Yeri menarik tangan Aluna hingga Aluna terjatuh ke bawah.

"apa yang Akhh!" pekik Aluna memegang sikunya yang sedikit terbentur ke meja di depannya ini.

Aryan yang mendengar suara teriakan Yeri membuka kedua matanya, tersentak saat melihat Yeri yang sedang berdiri di depannya dengan wajah memerah.

"sayang apa yang-"

Plak!

betapa terkejutnya Aryan melihat ke arah Yeri yang tanpa sebab malah menamparnya dengan keras.

Aryan yang bingung pun mulai berdiri dan mencoba membujuknya.

tapi lagi-lagi Aryan malah mendapatkan tamparan keras lagi di pipinya oleh Yeri, hingga pipinya memerah karena di tampar oleh Yeri yang begitu kuatnya.

"sayang kamu kenapa sih, kok malah nampar aku?" tanya Aryan heran menatap Yeri yang matanya sudah berkaca-kaca

"kamu tanya kenapa?! Mas kamu tega! Kenapa kamu malah tidur bersama Aluna bukannya denganku!!" teriak Yeri kesal.

Seketika Aryan langsung terdiam dan mengingat kejadian tentang semalam.

Yang di mana dia sempat memarahi Aluna karena dia kira waktu itu Aluna sedang berselingkuh di belakangnya. hingga mengobati luka Aluna sampai tertidur bersama karena sangking lelahnya.

Aryan menatap ke arah wajah Yeri yang sudah berkaca-kaca bersiap untuk menangis kapan saja. dengan perasaan bersalah dia mulai mencoba membujuk Yeri walau Yeri sempat berteriak kesal ke arahnya.

"sayang aku-"

"udah! Kamu jahat mas. Aku pikir kamu semalam tidur sama aku. Ternyata kamu malah tidur dengan jalang ini!!" teriak Yeri memukul-mukul dada bidang Aryan

"Yeri. Dengarkan aku dulu Yeri" Aryan berusaha menenangkan Yeri yang sempat mengamuk itu.

"enggak Lepasin aku! Kamu jahat hiks kamu jahat mas. Aku benci kamu!!"

Lea yang sudah menatap khawatir ke arah Teri mengalihkan perhatiannya ke arah suaminya Darman.

"mas, aku mohon coba bantu Aryan dia kesusahan itu" bisik Lea menggoyangkan lengan Darman frustasi

tapi bukannya mengikuti ucapan sang istri Darman malah hanya berdiam diri di tempatnya dengan wajahnya yang masih tetap tenang.

membuat Lea menjadi makin kesal dengan suaminya ini yang malah hanya diam tanpa berbuat apapun.

"Dan kamu jalang! Bagaimana bisa kamu malah tidur dengan suamiku! Apa kamu tidak malu hah! Dasar wanita murahan" Yeri mencoba menghampiri Aluna sebelum Aryan menghentikan pergerakannya itu.

"Yeri. Sudah Yeri hentikan"

"lepasin aku Aryan. Aku ingin mencabik-cabik wajahnya itu Aryan. Lepasin aku!!" Yeri memukul-mukul lengan Aryan. Yang bertengger di pinggangnya itu.

karena sudah muak dan lelah mencoba menghentikan Yeri. dengan kasar Aryan malah menghempaskan tubuh Yeri ke lantai tanpa bersalah sedikitpun.

Bruk!

"Akhh!"

"Yeri!!" teriak Lea berniat ingin membantu Yeri tapi malah di tahan oleh suaminya.

"mas Yeri"

"diam Lea. Kau di sini saja denganku" ucap Darman dingin

"tapi mas. Yeri-"

"biarkan putra kita yang menyelesaikan ini semua, ayok kita pergi saja dari sini" ucap Darman menarik lengan Lea berlalu dari sana.

"sudah cukup Yeri, sudah aku katakan cukup! Ya cukup!! Apa kau tidak bisa mengerti juga hah!" bentak Aryan menatap tajam ke arah Yeri.

Yeri yang di bentak pun. tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya dengan perasaan hancur Yeri berlari dari sana menuju kamarnya dengan tangisan yang tak pernah henti.

Aryan yang sadar pun akan kesalahannya mulai sedikit gelisah. dia mencengkeram kuat rambutnya dan mengusap wajahnya frustasi.

"ARGHH!!! Apa yang sudah aku lakukan, kenapa aku malah membentaknya tadi" marah Aryan pada dirinya sendiri

Aluna yang melihat kegelisahan sang suami. tidak bisa berbuat apa-apa mau menenangkan tidak mungkin, karena suaminya sedang marah besar saat ini.

dan Aluna hanya bisa menundukkan kepalanya bersalah karena tidak bisa berbuat apa-apa.

Aryan yang melihat Aluna menundukkan kepalanya. menghela nafas beratnya dia menghampiri Aluna dan menarik tubuh Aluna ke dalam dekapan hangatnya. berusaha untuk menenangkan Aluna agar tidak merasa bersalah.

"Aluna, tenang ini bukanlah kesalahanmu jadi tenang ya" ucap Aryan lembut

Eaaaa tumben lembut Aryan. Biasanya Lo bakal kasar banget sama Aluna

"hiks.... Mas maafin aku hiks... hiks" tangis Aluna

"sudah-sudah tidak apa-apa. Sekarang kamu tenangin diri kamu dulu dan pergilah ke kamar untuk istirahat aku tahu kamu pasti sangat lelah kan atas kejadian ini"

"tapi mas aku-"

"sudah jangan khawatir ayok pergi sana. Biar ini jadi urusan aku okey" ucap Aryan mengelus punggung sempit Aluna.

Aluna yang tidak punya pilihan lain akhirnya memilih untuk menyetujui permintaan suaminya.

saat Aluna berlalu menjauh dari pandangan Aryan. Aryan kembali menghela nafas panjang.

dengan langkah berat dia pun berjalan menuju kamar Yeri untuk meminta maaf atas kesalahannya tadi. Dan semoga saja Yeri mau memaafkannya.

Maaf kalo gak nyambung dan typo bertebaran 😁 jangan lupa di like sama komen ya❤️

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!