NovelToon NovelToon
SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:293
Nilai: 5
Nama Author: YANDRI HS

Di dunia di mana para penyihir saling pamer ledakan dan mantra panjang, Kaelen Vance mantan pakar cybersecurity yang bereinkarnasi menjadi putra bangsawan miskin memilih menjadi anomali yang tak terlihat. Melihat sihir kuno tak lebih dari sistem jaringan yang penuh celah keamanan, Kael dengan sengaja memasukkan "kode rusak" pada ujian masuk Akademi Sihir. Tujuannya satu: dibuang ke Kelas F, sebuah gedung tua dengan sistem keamanan magis kedaluwarsa yang menjadi titik buta sempurna untuk meretas arsip kerajaan.
Publik mencapnya sebagai "Sampah Akademi". Mereka tidak tahu bahwa Kael tidak butuh merapal mantra; ia menyimpan struktur sihir di otaknya secara permanen layaknya NVRAM, dan menggunakan cincinnya sebagai router untuk meretas dan membelokkan serangan musuh di udara. Kael tidak butuh validasi atau menjadi pahlawan—ia menghancurkan musuhnya secara diam-diam dari balik layar.
Namun,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YANDRI HS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 27: Packet Delivery

Gema dengungan frekuensi rendah yang menenangkan memancar dari cincin perak di jari telunjuk Kaelen Vance, berpadu dengan pendaran cahaya biru stabil yang menerangi sudut kamar sempit Kelas F. Di udara di hadapannya, peta makro dunia digital menampilkan garis sinkronisasi lintas benua yang meluncur mulus menyeberangi lautan luas menuju Kepulauan Meridian. Sinyal *Protocol Handshake* yang dikirimkan pada siklus sebelumnya kini telah menembus batas atmosfer terluar kepulauan tersebut, memicu respons balik dari menara-menara suar kuno yang telah tertidur selama ratusan tahun.

Elara Vane berdiri di samping meja kayu, matanya terpaku pada layar proyeksi tiga dimensi. Indikator status koneksi yang tadinya berwarna abu-abu redup kini berkedip pelan dalam warna hijau terang, menandakan bahwa paket data uji coba pertama telah berhasil mendarat tanpa hambatan di node tujuan.

"Respon dari Kepulauan Meridian telah diterima," ucap Elara dengan nada takjub yang sulit disembunyikan. Ia mengamati grafik latensi yang perlahan merata di layar konsol. "Sinyal *Handshake* kita tidak ditolak. Menara suar purba di sana menerima paket data tersebut dan mulai menyinkronkan ulang frekuensi *mana* mereka dengan server pusat kita."

Kaelen Vance tidak mengubah posisinya. Ia duduk tegak dengan postur lurus, matanya yang abu-abu meneliti setiap baris log transmisi yang mengalir masuk dari seberang lautan.

"Itu adalah reaksi yang wajar dari sistem yang mengalami kelaparan sumber daya," jawab Kael dingin, suaranya mengalir tenang bagaikan mesin pengolah data. "Kepulauan Meridian telah terisolasi selama dua abad akibat runtuhnya jembatan magis. Selama kurun waktu tersebut, mereka hidup dalam kondisi *Network Partition* yang parah—kehilangan pasokan energi terpusat, mengalami degradasi infrastruktur, dan terjebak dalam konflik faksi lokal yang tidak efisien. Begitu mereka mendeteksi adanya sinyal sinkronisasi dengan *bandwidth* stabil dan suplai energi bersih, sistem pertahanan mereka secara otomatis membuka gerbang penerimaan."

Elara mengalihkan pandangannya dari layar ke arah Kael. "Tapi integrasi lintas benua tidak semudah mengirimkan satu sinyal *Handshake*, kan? Kita berbicara tentang wilayah asing dengan populasi, faksi, dan struktur sosial yang berbeda. Kalau kita hanya menyuntikkan data tanpa kehadiran fisik atau verifikasi langsung di lapangan, faksi-faksi lokal di sana bisa saja salah memahami sinyal itu sebagai ancaman militer atau intervensi asing."

Kael menghentikan ketukan jarinya sejenak. Ia mengangkat tangan kanannya, memutar cincin peraknya hingga proyeksi peta digital memperbesar detail topografi salah satu pulau terbesar di Kepulauan Meridian—sebuah wilayah pelabuhan tua bernama Portus yang dikelilingi oleh reruntuhan benteng batu dan kapal-kapal karam.

"Analisis yang akurat," kata Kael. "Dalam protokol komunikasi data, pengiriman *payload* lintas jaringan yang belum diverifikasi secara fisik selalu berisiko memicu *packet loss* atau penolakan dari node lokal akibat ketidakcocokan parameter. Itulah sebabnya, setelah proses *Handshake* berhasil, langkah selanjutnya bukanlah duduk diam di ruang server ini, melainkan melakukan *Packet Delivery* langsung ke lapangan."

Alis Elara terangkat tinggi. "Maksudmu... kita harus pergi ke sana? Menyeberangi lautan menuju Kepulauan Meridian?"

"Tepat," balas Kael tanpa keraguan. "Pengiriman paket data aktual membutuhkan kehadiran entitas fisik yang bertindak sebagai *relay node* berjalan—memverifikasi kestabilan jaringan lokal, memasang modul relai fisik di menara suar utama, dan memastikan tidak ada gangguan interferensi dari faksi-faksi lokal yang mencoba merusak infrastruktur baru tersebut."

Elara terdiam sejenak, mencerna skala dari rencana tersebut. Selama ini, operasi peretasan dan ekspansi mereka dilakukan dari jarak jauh melalui ruang server akademi dan kuil. Namun kini, sang arsitek jaringan sendiri bersiap untuk melangkah keluar dari batas teritorial kerajaan, menyeberangi lautan tak bertuan menuju dunia luar yang belum terpetakan. Senyum tipis yang penuh antisipasi terbit di bibirnya.

"Menyeberangi lautan untuk mengantar paket pembaruan sistem," ucap Elara pelan, menggelengkan kepalanya kagum. "Hanya kau yang bisa mengubah misi penjelajahan dunia menjadi urusan instalasi perangkat lunak."

"Ini bukan penjelajahan," koreksi Kael mutlak. "Penjelajahan menyiratkan ketidakpastian, pencarian acak, dan pemborosan waktu. Apa yang akan kita lakukan adalah pengiriman logistik terjadwal dengan rute yang telah dioptimalkan secara matematis."

Kael berdiri dari kursinya. Ia merapikan jubah sederhananya, lalu memasang cincin peraknya dengan erat di jari telunjuk kanannya. Pendaran biru dari cincin tersebut meredup sesaat, lalu menyala kembali membentuk pola navigasi mini yang melayang di atas telapak tangannya.

"Kemasi perlengkapan esensial," perintah Kael dingin. "Kita tidak memerlukan perbekalan berlebihan atau pasukan pengawal yang membebisi kapasitas transportasi. Kita berangkat menuju pelabuhan barat dalam waktu satu jam."

Satu jam kemudian, di bawah langit pagi yang cerah, Kaelen Vance dan Elara Vane telah meninggalkan lingkungan Akademi Sihir Aethelgard yang damai dan teratur. Perjalanan mereka membawa keduanya menyusuri jalur darat menuju pelabuhan maritim terbesar di ujung barat kerajaan—Pelabuhan Thalassa.

Tidak seperti hari-hari biasa di mana pelabuhan dipenuhi oleh hiruk-pikuk perdagangan rempah dan birokrasi bea cukai yang rumit, Pelabuhan Thalassa kini beroperasi dalam tingkat efisiensi yang senyap dan teratur berkat sinkronisasi sistem *Ley Lines* global yang diterapkan oleh Kael. Kapal-kapal layar berukuran besar berjajar rapi di dermaga batu, bersiap berangkat tanpa penundaan administrasi yang tidak perlu.

Di dermaga utama, sebuah kapal penjelajah khusus milik akademi—yang telah diprogram ulang sistem navigasinya secara otomatis oleh Kael—sudah menanti di geladak. Kapal tersebut tidak memerlukan awak buah kapal yang ramai; sistem kemudi magisnya terhubung langsung melalui gelombang mikro ke cincin perak Kael, memungkinkan kapal berlayar secara otonom mengikuti jalur koordinat *traceroute* terbaik di tengah lautan.

Kael dan Elara melangkah menaiki tangga gelombang kapal. Begitu mereka menginjakkan kaki di atas kayu dek yang kokoh, pintu kabin utama terbuka secara otomatis, menyambut kedatangan sang administrator dengan pendaran cahaya biru lembut dari konsol navigasi terintegrasi.

Kael berjalan menuju anjungan kemudi, menempatkan telapak tangan kanannya di atas konsol utama kapal.

*Syncing navigation parameters...*

*Route: Thalassa Port to Meridian Archipelago.*

*Engine status: Optimal.*

*Khuuu...*

Suara dengungan mesin bertenaga *mana* di dalam lambung kapal bergetar halus. Layar raksasa di anjungan menampilkan garis rute pelayaran berwarna biru terang yang membelah peta lautan luas di hadapan mereka. Tanpa memerlukan aba-aba teriak dari nakhoda atau tarikan tali layar manual, kapal penjelajah itu perlahan melepaskan jangkar, bergeser dari dermaga batu, dan meluncur mulus meninggalkan teluk pelabuhan menuju benteng lautan lepas.

Elara berdiri di pinggir gelaga kapal, memandangi garis pantai Kerajaan Aethelgard yang perlahan-lahan menyusut dan menghilang di balik cakrawala kabut pagi. Di hadapan mereka kini bentang samudra biru yang luas, tak bertepi, dan menyimpan misteri peradaban kuno yang telah terputus selama ratusan tahun.

"Perjalanan melintasi samudra ini diperkirakan memakan waktu dua hari dua malam," kata Elara, menoleh ke arah Kael yang berdiri tegang mengamati monitor navigasi. "Badai magis di tengah laut barat terkenal sangat ganas dan tidak dapat diprediksi oleh para pelaut lama."

"Badai di alam bebas tidak lebih dari sekadar anomali tekanan atmosfer dan fluktuasi energi liar," jawab Kael dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari layar. "Anomali dapat dihitung, dihindari, dan dinetralkan jika kita mengetahui pola jalurnya."

Kael mengangkat tangan kanannya, membiarkan cincin peraknya mengirimkan gelombang pemindai mikro ke depan, memetakan setiap arus bawah air dan potensi badai magis berjam-jam sebelum kapal mereka mencapainya. Layar navigasi secara otomatis menyesuaikan rute pelayaran, membelokkan haluan kapal beberapa derajat ke kiri untuk menghindari zona turbulensi tinggi dengan presisi matematika yang sempurna.

Elara menghela napas, merasakan ketenangan yang luar biasa di tengah deburan ombak samudra yang mulai membesar. Bersama Kael, lautan yang paling mematikan sekalipun terasa bagaikan jalur rel kereta api yang lurus, aman, dan dirancang tanpa cela.

"Paket data sedang dalam perjalanan," bisik Kael datar, matanya menatap tajam ke arah cakrawala barat tempat Kepulauan Meridian menanti kedatangan mereka. "Pengiriman paket ke seberang lautan akan segera diselesaikan."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!