NovelToon NovelToon
Aku Hidup Kembali

Aku Hidup Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Karin mengira semuanya telah berakhir saat tubuhnya terjatuh ke dasar jurang. Namun ketika membuka mata, ia justru kembali menjadi gadis berusia dua puluh tahun dan mendapati kedua orang tuanya masih hidup.
Kesempatan kedua itu membuatnya bersumpah mengubah takdir. Ia harus menyelamatkan keluarganya dan menghindari pernikahan dengan Giorgino, pria yang kelak menghancurkan hidupnya.
Demi menggagalkan rencana perjodohan, Karin nekat mengaku telah memiliki kekasih. Masalahnya, pria itu tidak pernah ada.
Dalam kepanikannya, hanya satu nama yang terlintas di benaknya—Kai, mahasiswa berandal yang dingin, cuek, dan terkenal sebagai badboy kampus.
Namun semakin dekat dengannya, Karin menyadari bahwa kehidupan keduanya ternyata menyimpan rahasia yang jauh lebih besar daripada sekadar kesempatan hidup kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saksi

Bab 13

Pagi itu, suasana kampus tampak lebih ramai dari biasanya. Setelah beberapa hari menjadi bahan pembicaraan, banyak mahasiswa masih memandang Kai dengan tatapan penuh prasangka. Sebagian berbisik ketika ia melintas, sementara yang lain memilih menjauh.

Namun Kai tetap berjalan seperti biasa.

Baginya, selama ia tidak melakukan kesalahan, omongan orang lain tidak akan mengubah apa pun.

Baru saja ia hendak menaiki tangga menuju gedung fakultas, seseorang memanggilnya dengan suara pelan.

"Mas Kai..."

Kai menoleh.

Seorang mahasiswa berdiri beberapa meter di belakangnya. Wajah pemuda itu tampak gelisah, seolah sedang memikirkan sesuatu yang berat.

Kai langsung mengenalinya.

Pemuda itu adalah mahasiswa yang pernah ia tolong beberapa waktu lalu. Saat itu, beberapa senior berusaha memalak dan merundungnya di area parkiran. Kai yang kebetulan lewat memilih membantu. Keributan pun tidak terhindarkan hingga Kai sempat berkelahi demi melindungi mahasiswa tersebut.

"Ada apa?" tanya Kai tenang.

Mahasiswa itu menundukkan kepala.

"Mas... saya minta maaf."

Kai sedikit mengernyit.

"Minta maaf?"

"Iya."

Pemuda itu menarik napas panjang sebelum melanjutkan.

"Saya dengar Mas sekarang kena masalah lagi gara-gara berkelahi."

Kai hanya mengangguk pelan.

"Lalu?"

"Sebenarnya... saya melihat kejadian itu."

Tatapan Kai berubah serius.

"Kamu melihatnya?"

"Iya."

"Saya sedang lewat menuju parkiran."

"Saya lihat mahasiswa itu yang lebih dulu mendorong Mas."

"Mas cuma menepis tangannya."

"Dia jatuh sendiri."

Kai terdiam.

Ucapan itu sama persis dengan penjelasan petugas kebersihan beberapa hari lalu.

"Kalau begitu, kenapa kamu tidak menjelaskan kepada bagian kemahasiswaan?" tanya Kai.

Mahasiswa itu langsung menggigit bibir.

"Saya takut."

"Takut apa?"

"Saya dengar... dia keponakan salah satu pejabat universitas."

"Saya juga dengar orang-orang bilang, siapa pun yang membela Mas nanti bisa ikut dipersulit."

Suara pemuda itu semakin pelan.

"Saya masih dapat beasiswa."

"Kalau sampai ada masalah..."

"Saya nggak sanggup bikin orang tua saya kecewa."

Ia mengepalkan kedua tangannya.

"Mas... saya benar-benar minta maaf."

"Saya ini pengecut."

Beberapa saat suasana menjadi sunyi.

Kai memandang wajah mahasiswa itu tanpa sedikit pun menunjukkan kemarahan.

Kemudian ia tersenyum tipis.

"Kamu bukan pengecut."

Mahasiswa itu perlahan mengangkat kepalanya.

"Setiap orang punya sesuatu yang ingin dilindungi."

"Kamu ingin menjaga masa depanmu."

"Aku mengerti."

"Tapi..."

Kai menggeleng pelan.

"Aku tidak pernah menolongmu supaya suatu hari kamu membalas budi."

Kalimat itu membuat mata mahasiswa tersebut mulai berkaca-kaca.

"Mas..."

"Dulu aku membantumu karena itu memang harus dilakukan."

"Bukan supaya kamu merasa berutang."

Mahasiswa itu menundukkan kepala semakin dalam.

"Saya malu sama diri sendiri."

Kai menepuk pelan bahunya.

"Jangan dipikirkan."

"Fokus saja kuliah."

"Itu sudah cukup."

Mahasiswa itu menggigit bibir, lalu mengangguk perlahan.

"Terima kasih, Mas."

"Saya janji..."

"Kalau suatu hari nanti saya sudah berani, saya akan mengatakan yang sebenarnya."

Kai hanya mengangguk.

"Aku percaya."

Mahasiswa itu akhirnya pergi dengan langkah pelan.

-

-

Tanpa mereka sadari, seseorang melihat percakapan itu dari balik deretan pohon di dekat taman.

Karin.

Awalnya ia hanya ingin menghampiri Kai sebelum kuliah dimulai. Namun ketika melihat Kai sedang berbicara dengan seseorang, ia mengurungkan niatnya.

Tanpa sengaja, Karin mendengarkan percakapan mereka. Ia lalu mengeluarkan ponselnya dan merekam sisa percakapan mereka. Meski tidak mendapatkan semuanya, beberapa kalimat penting berhasil terekam dengan jelas.

"...dia yang lebih dulu mendorong Mas."

"...dia keponakan salah satu pejabat universitas."

"...saya takut."

Karin mengepalkan tangannya.

Jadi benar.

Bukan hanya petugas kebersihan yang mengetahui kejadian itu. Melainkan masih ada saksi lain. Namun semuanya memilih diam karena takut.

Setelah mahasiswa itu pergi, Karin baru memberanikan diri menghampiri Kai.

"Kai."

Kai menoleh.

"Karin." 

Karin berjalan mendekat. 

"Aku dengar sedikit pembicaraan kalian."

Kai tersenyum tipis.

"Jangan dipikirkan."

"Terlambat, bahkan aku sudah merekamnya. Dengan ini, aku akan minta bantuan BEM fakultas. Karena kamu, jelas-jelas di jebak." 

Jawaban Karin terdengar tegas.

Kai menatap Karin beberapa saat.

Entah mengapa, setiap kali gadis itu membelanya, hatinya selalu terasa hangat.

"Aku juga akan cari bukti."

Karin kembali berkata lagi.

"Bukan saksi. Tapi bukti yang nggak bisa dibantah siapa pun."

Kai mengernyit.

"Kamu mau apa?"

"CCTV."

Jawaban itu membuat Kai sedikit terkejut.

"Aku masih yakin... rekaman itu sengaja dihapus."

"Kalau memang ada yang menghapus, pasti masih ada jejaknya."

Kai tidak langsung menjawab.

Ia mulai tahu Karin keras kepala.

Kalau gadis itu sudah mengambil keputusan, akan sulit menghentikannya.

"Hati-hati."

Hanya itu yang akhirnya keluar dari mulut Kai.

Karin tersenyum tipis.

"Aku janji."

Bel kuliah mulai berbunyi.

Mahasiswa yang memenuhi halaman kampus perlahan berjalan menuju kelas masing-masing. Termasuk Karin dan Kai. 

-

-

Bersambung...

1
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
kali ini jalanmu tak kan mulus gi
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
mungkin jalanmu akan berubah mulai sekarang gi..
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
weehh gercep juga si gio ya, udah sampai ke bengkel
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
kita liat
Author.N.
Untunglah ada saksi
Author.N.
pasti ini orang suruhan Gio
Author.N.
Dasar licik Gio 😏
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
semoga bisa merubah semua yg lalu
Author.N.
alhamdulillahnya tuh ayah ibunya menyambut baik
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
mau apa? bikin gentar kai?
Author.N.
lahhh dianya beneran 😅
Author.N.
pikirkan cara lagi buat menghancurkan Gio, Rin. Cari tau kehidupan dia
Author.N.
huwaaa misteri lagi. Gio dari awal licik sih ya,
Author.N.
cieee belum2 udah perhatian nih 😍
Author.N.
hati2 abang Kai ada yg lagi mengawasimu
Author.N.
Kasian 🤣
Author.N.
thoorr kasih visualnya cepetaaann 😍
Author.N.
mau es teh jumbo yang 4rebuan apa 5rebuan nih bang
Author.N.
ganteng tapi nyakitin 😌😌
Author.N.
eh mendadak ada teka teki
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!