HELENA KANAYA ATMAJAYA gadis enam belas tahun yang masih duduk di bangku sekolah, sejak kecil Helena sudah di jodohkan dengan anak teman mendiang Ibunya, yang bernama RAVELO TRIAN ADITAMA yang sama sama masih duduk di bangku sekolah, kebetulan Helena dan Velo masih satu sekolah namun beda kelas.
Dari dulu Helena memang sudah menyukai Velo, dan saat tahu kalau keduanya di jodohkan Helena semakin menempel pada Velo, membuat Velo terkadang merasa risih sendiri.
Helena sebenarnya gadis yang baik, hanya saja dia memiliki sifat posesive pada sesuatu yang memang sudah jelas jelas miliknya termasuk pada Velo. Helena tahu kalau Velo dekat dengan gadis satu kelasnya yang bernama HANA LARASATI, jadi Helena selalu berusaha menjauhkan Hana dan Velo.
Dan sikap Helena yang seperti itu, membuat semua murid di sekolahnya mengecap Helena sebagai gadis Antagonist, awalnya Helena tidak terima dirinya di anggap Antagonist, namun pada akhirnya Helan benar benar memerankan sosok Antagonist yang sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Hari semakin larut, tadi usai barbeque Diana meminta Helen untuk menginap saja di kediaman Aditama karna besok hari libur, awalnya Helen menolak dengan alasan harus mengantarkan Rania pulang, tapi Exel dengan lantang mengatakan kalau dirinya siap menggantikan Helen untuk mengantarkan Rania pulang, al hasil Helen mau tak mau menyetujui permintaan Diana, dan kini Helen sudah berada di kamar di lantai dua, kamar yang sejak dulu memang sudah di persiapkan untuk Helen jika ingin menginap, dan kamar itu bersebelahan dengan kamar Velo.
Helen melihat jam yang menggantung di dinding, sudah menunjukkan pukul dua belas malam, namun matanya masih terjaga, akhirnya Helen memutuskan bangun dan keluar ke balkon dan duduk di ayunan yang ada di balkon.
''Kok belum tidur?''
Helen tersentak kaget, dia langsung menoleh ke arah sumber suara, dan melihat Velo berdiri di pagar pembatas di balkon sebelahnya, tersenyum ke arahnya.
''Lo, ngagetin gue tau gak'' omel Helen sembari mengelus dadanya.
''Sorry'' sahut Velo terkekeh kecil.
''Lo mau ngapain?'' tanya Helen melihat Velo tiba tiba manjat ke atas pagar, dan,,,
Brukk
Velo dari atas pagar balkon kamarnya, melompat ke balkon kamar Helen, untung saja kakinya tidak tersangkut, jadi Velo bisa mendarat dengan sempurna, kalau tidak bisa jadi pria itu jatuh tersungkur di depan Helen.
''Vel, lo udah gila ya!'' pekik Helen sembari berdiri karna kaget.
Velo hanya tertawa saja. ''Demi kamu gak papa di kata gila mah'' tukas Velo.
Puk
Helen langsung memukul mulut Velo dengan gemas, kenapa sejak mengatakan ingin mengejarnya, pria ini berubah konyol pikirnya.
''Setres'' decak Helen lalu duduk kembali di ayunan.
''Kok belum tidur?'' tanya Velo lagi.
''Belum ngantuk'' jawab Helen acuh.
''Ya sudah, aku temani ya'' tukas Velo.
''Terserah'' sahut Helen.
Velo tersenyum dan langsung duduk di sebelah Helen.
''Sini kaki kamu'' pinta Velo sembari menepuk nepuk pahanya.
''Ngapain?'' tanya Helen mengerutkan dahinya.
''Aku pijitin'' sahut Velo.
Helen teridam sejenak, lalu dia mengangkat kedua kakinya dan di letakkan di pangkuan Velo.
''Pelan pelan pijitnya'' pinta Helen.
''Ok'' sahut Velo.
Helen menyandarkan punggungnya di bantal kecil yang ada di ayunan, untuk menikmati pijitan Velo di kakinya.
Diam diam Helen menatap Velo yang terlihat fokus memijit kakinya, pria di depannya ini memiliki fitur wajah yang hampir sempurna, bulu mata lentik, hidung mancung serta bibir yang tidak terlalu tebal, dan tak lupa tatapan matanya yang seperti elang, membuat Velo terlihat seperi pria dingin saat sedang fokus seperti ini.
Beberapa saat telah berlalu, Velo tersenyum saat melihat Helen sudah terlelap dengan dengkuran halus dari hidungnya.
''Calon istriku memang sangat cantik'' gumam Velo sembari membelai rambut panjang Helen.
Lalu Velo dengan sangat hati hati menurunkan kaki Helen dari pangkuannya, lalu dia berdiri untuk merenggangkan otot ototnya, setelah itu Velo mengangkat tubuh Helen dan membawanya masuk ke dalam kamar, lagi lagi Velo sangat hati hati saat merebahkan tubuh Helen di atas ranjang, lalu dia menarik selimut untuk menutupi tubuh Helen hingga sebatas dada.
Velo membungkukkan badannya lalu mengecup kening Helen dengan lembut.
Cup
''Selamat tidur calon istri aku'' ucap Velo, setelah itu dia keluar dari kamar Helen melalui pintu, dia lupa kalau tadi dia ke kamar Helen lewat dari balkon kamarnya.
klek
Velo menutup kembali pintu kamar Helen dengan hati hati, lalu dia masuk ke kamarnya sendiri dengan tersenyum lebar.
Esok harinya saat Helen membuka matanya dia terkejut, karna melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi, tidak biasanya dirinya terbangun se siang ini, karna selama ini Helen selalu bangun sebelum jam lima pagi, dan saat Helen menurunkan kakinya di atas lantai, dia baru teringat kalau semalam dirinya tidur di ayunan, tapi kenapa bisa ada di ranjang pikirnya.
''Pasti si Velo yang pindahin gue ke sini'' gumam Helen.
Helen tidak ingin banyak berfikir, dia langsung berdiri dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, tidak butuh waktu lama Helen sudah keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandi, lalu dia duduk di meja rias untuk mengeringkan rambutnya.
Tok
Tok
Tok
''Sayang, ini Tante'' seru Diana dari depan pintu.
Helen langsung bangkit dan berjalan ke arah pintu.
Ceklek
''Pagi sayang'' sapa Diana saat Helen membuka pintunya.
''Pagi juga Tante'' balas Helen.
''Gimana tidurnya semalam?, apakah nyenyak'' tanya Diana basa basi.
''Nyenyak banget Tante, sampai Helen bangun kesiangan, oh ya, silahkan masuk Tante'' ucap Helen mempersilahkan Diana masuk ke dalam kamar, bagaimanapun juga Diana tuan ruamhnya, jadi menurut Helen Diana berhak masuk ke dalam kamar yang di tempati Helen saat ini.
''Ah, ga usah di sini saja, oh ya, ini baju ganti buat kamu, Tante udah siapin dari kemarin'' ucap Diana sembari memberikan paperbag dari brand ternama ke pada Helen.
''Ah Tante repot repot, kan Helen bisa pakek baju yang kemarin '' tukas Helen.
''No No, baju kemarin sudah waktunya di cuci, ga bagus kalau di pakai lagi'' timpal Diana.
Helen tersenyum. ''Makasih Loh Tante'' ucapnya.
''Sama sama Sayang, apa sih yang enggak buat calon mantu Tante, sudah sana ganti, setelah itu kita sarapan bareng'' kata Diana.
''Baik Tante''
Diana segera meninggalkan kamar Helen dan turun ke bawah, sedangkan Helen dia langsung menutup kembali pintu kamarnya, dan segera mengganti jubah mandinya dengan baju yang di belikan oleh Diana.
''Tante Diana tahu banget dengan seleraku'' gumam Helen bediri di depan cermin, Helen suka sekali dengan stylish cewek cewek kore, di tambah lagi Helen memiliki postur tubuh yang ideal, jadi sangat cocok untuknya memakai stylish korean girl.
Setelah merasa penampilannya sudah rapi, Helen segera turun ke lantai bawah untuk sarapan, karna tidak ingin membuat orang tua Velo menunggunya.
Dan saat menuruni anak tangga, Helen melihat Diana, Adrian dan Velo sudah duduk di meja makan.
''Pagi Om'' sapa Helen pada Adrian.
''Pagi juga Nak'' balas Adrian tersenyum, semalam Adrian lembur, jadi dia tidak ikut barbeque, dan tidak bertemu dengan Helen.
''Sayang, kamu cantik sekali'' puji Diana.
''Makasih Tante'' timpal Helen tersenyum.
Velo dia berdiri dan menarik kuris untuk Helen.
''Silahkan duduk calon istri'' ucapnya, dan Helen langsung melayangkan tatapan tajamnya karna malu.
''Makasih'' balas Helen memaksakan senyumnya, lalu duduk di samping Velo.
Dari dalam dapur Hana yang sedang membantu Ibunya, mengepalkan tangannya menahan cemburu saat melihat Velo bersikap romantis pada Helen.
"Gak boleh, Velo hanya boleh jadi milik gue" batin Hana.
''Han, kenapa masih di sini, cepat antarkan supnya ke meja makan'' perintah Mira.
Hana menatap satu mangkuk besar sup daging ayam di depannya, dengan asap yang masih mengepul, lalu dia tersenyum devil saat terlintas sesuatu di otaknya, perlahan Hana mengangkat mangkuk yang berisi sup daging ayam itu, dan berjalan keluar dari dapur.
''Hati hati'' ucap Mira berpesan dan Hana hanya mengangguk saja.
Hana berjalan ke meja makan dan mendekat ke arah Helen, lalu dia pura pura terpeleset, dan sengaja melemparkan mangkuk yang bersisi sup itu ke arah Helen.
Akhh.
''Helen awas!!'' pekik Velo.
Prak
Splash
''Akhhh,, panas,, panas!''
coba KLO dicabut apa kamu masih bisa sekolah disitu,
saat kamu dan ibumu di usir dari rumah majikan🤣🤣🤣
kan Hana yg keliling lapangan
bukan Hellen,,
kan malu sendiri udah nantangin masa dibatalin👊👊