Bagaimana jadinya, hidup kembali sebagai wanita ahli pedang di zaman kuno?
Sudah pastinya begitu tidak menyenangkan, Anya seorang dokter Bedah yang meninggal karena di khianati oleh seorang sahabat nya.
Ia bereinkarnasi menjadi wanita ahli pedang di zaman Kerajaan China kuno. Bagaimana kisah nya?
Baca kisahnya... Di
— Cinta Wanita Pedang —
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 Rindu
Sari Mayang menatap kosong jendela apartemen Anya, tetiba sebuah bayangan sang kekasih terlintas di pelupuk mata indahnya. Ia menghela napas panjang penuh kerinduan yang mendalam
Di ruang yang sangat besar ini dirinya sendiri, tidak ada tawa dan kehangatan dari orang-orang zaman nya yang menyayangi nya dengan ketulusan
Tangan gadis itu terangkat, mengambil bolpoin dan notes dua alat yang selalu menemani nya kala di dunia Modern gadis itu menatap jendela apartemen yang menyajikan beribu keindahan di malam hari
" Ayahanda, Ibunda, Aku merindukan kalian semua termasuk kau Putera mahkota suratan takdir ku " Kata Sari Mayang dengan suara lirih menyirat kerinduan yang mendalam
Jemarinya mulai bergerak menulis, beberapa kata ia tersenyum lalu mengambil lem stik yang ada di meja kerjanya lalu menempelkan secangkir kertas tersebut di meja riasnya
“ 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘪𝘯𝘥𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘒𝘦𝘳𝘢𝘫𝘢𝘢𝘯 𝘉𝘶𝘭𝘢𝘯 𝘌𝘮𝘢𝘴 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘋𝘪𝘴𝘪𝘯𝘪 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘯𝘢𝘮𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘶𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 ' 𝘐𝘣𝘭𝘪𝘴 𝘱𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 ' 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘬𝘶 𝘯𝘺𝘢𝘮𝘢𝘯, 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘬𝘶 𝘨𝘦𝘭𝘪𝘴𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘳𝘪𝘯𝘥𝘶𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯.. 𝘛𝘦𝘳𝘶𝘵𝘢𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘗𝘶𝘵𝘦𝘳𝘢 𝘮𝘢𝘩𝘬𝘰𝘵𝘢 𝘚𝘶𝘳𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘬𝘥𝘪𝘳 𝘬𝘶! ”
Mayang menjatuhkan tubuhnya di ranjang empuk tatapannya menerawang, ke langit-langit kamar Anya " Dunia ini begitu mengesankan, tapi aku merindukan di saat-saat aku bersama orang-orang yang aku sayangi " Kata Mayang tatapan mengarah ke bingkai foto yang berada di meja rias, nakas, meja kerja Anya ia tersenyum
Foto-foto Anya bersama kedua orangtua nya dan abangnya, terlihat begitu saling menyayangi dan melindungi satu sama lain tanpa sadar sebuah buliran bening luruh
" Aku merindukan mu! " Gumam Mayang
Sementara di zaman kuno, Anya kali ini berada di taman kediaman Putera mahkota Anya menatap bunga-bunga indah yang bermekaran di sekeliling — air mancur yang membuat kesan asri dan keindahan yang begitu memukau sekali
" Indah sekali bukan Puteri? " Pertanyaan tersebut membuat Anya menoleh ke belakang sosok lelaki tampan berjubah sampai mata kaki, berdiri di belakangnya wajahnya begitu asing membuat Anya menyipitkan matanya
" Anda siapa? " Tanya Anya dengan mata menelisik penuh waspadaan
" Sembah yang mulia permaisuri Putera mahkota, Hamba Pangeran Yan Tian " Kata lelaki itu menundukan kepalanya hormat
" Pangeran Yan Tian? " Gumam Anya sembari mengingat-ngingat siapakah sosok tersebut, tetiba sebuah kilasan film masa lalu menari di benak nya ' 𝘥𝘪𝘢 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘦𝘭𝘪𝘳 𝘈𝘺𝘢𝘩𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘗𝘶𝘵𝘦𝘳𝘢 𝘮𝘢𝘩𝘬𝘰𝘵𝘢, 𝘱𝘢𝘯𝘨𝘦𝘳𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘢𝘴𝘪𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘬𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘳𝘨𝘢 ' 𝘠𝘢𝘯 ' 𝘥𝘪 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘶𝘳𝘶𝘩 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 " Batin Anya mangut-mangut
" Bolehkah, hamba duduk Permaisuri? " Tanya Yan Tian dengan suara lembut membuat Anya, membuyarkan lamunannya ia mangut-mangut " Silakan! "
Yan Tian duduk di sebelah Anya, matanya menyapu sosok gadis cantik yang begitu memukau di matanya ia tidak pernah melihat kecantikan tersebut. Selama bertahun-tahun ia selalu di kurung oleh sang Ayahanda di kediaman Yan Qian
" Permaisuri, apakah anda ingin melihat taman rahasia di sini? " Tanya Yan Tian membuat Anya menoleh dengan manik yang berbinar " Apakah ada? "
" Bila yang mulia permaisuri mengizinkan hamba siap, untuk menemani yang mulia permaisuri Putera mahkota " Kata Yan Tian formal membuat Anya mangut-mangut
Ia bangkit dari duduknya " Baik lah ayo! "
" Baby! " Panggilan tersebut membuat kedua nya menoleh, ke sosok lelaki jangkung dan gagah Anya bergegas mendekati lelaki yang berwajah suram karena melihat dirinya dengan lelaki yang merupakan kaka tirinya
" Sayang, kamu kenapa ada disini? Kamu pasti mencariku? " Tanya Anya menatap mata lelaki tersebut yang sedang menatap Yan Tian dengan tatapan penuh kecemburuan.
" Baby, sedang apa kau disini? Bersama dia?.. Jawab aku! " Jemari telunjuknya menunding lelaki yang berdiri di belakang Anya
" Sayang, aku bertemu dengan pangeran Yan Tian di taman ini! " Jelas Anya tangannya bergelanyut manja di tangan lelaki tersebut
Yan Qian menatap Anya, mata gadis itu berbinar terang ia mengepal tangannya di balik tubuhnya. " Lain kali kalau kau hendak pergi bersama dayanglah, agar kau tidak kenapa-kenapa! " Kata Yan Qian
" Ya sayang " Sahut Anya sembari tersenyum lembut ke sosok lelaki yang memandangnya
" Jangan sentuh istri ku!, apalagi bersamanya aku tidak akan rela! " Kata Yan Qian lalu membawa Anya pergi dari Taman
***
Note
Baca karya lainnya ya guys ada karya chat story rumah tangga, jangan lupa baca
Folow Tiktok @Bidadari