NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Abadi

Kebangkitan Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Misteri
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bagus Dwi

Tahun 2042.
Manusia hidup seperti biasa dengan teknologi modern. Tidak ada yang tahu bahwa energi spiritual di Bumi mulai bangkit kembali setelah menghilang selama ribuan tahun.
Arkana Wijaya, mahasiswa berusia 20 tahun, menjalani hidup biasa hingga menemukan cincin kuno peninggalan kakeknya. Saat darahnya menyentuh cincin itu, jiwa seorang kultivator legendaris dari ribuan tahun lalu terbangun.
Namun, alih-alih mengambil alih tubuh Arkana, jiwa itu justru menghilang setelah mewariskan seluruh ingatan dan teknik kultivasinya.
Arkana menjadi satu-satunya orang yang mengetahui cara kultivasi sejati.
Sementara dunia mulai berubah, organisasi rahasia, keluarga kuno, dan makhluk yang selama ini bersembunyi juga mulai bergerak.
Bumi ternyata hanyalah dunia tingkat terendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Baptisan Api dan Tatapan dari Puncak Langit

​Malam ketiga di lembah terisolasi Gunung Salak ditutup oleh badai gunung yang menderu hebat. Angin dingin menghempas dinding-dinding batu kapur, membawa uap air terjun es yang membekukan apa saja yang disentuh olehnya. Di tengah kegelapan tahun 2042 yang pekat, tiga puluh anak muda masih bertahan di bawah hantaman air terjun es yang mengalir langsung dari mata air spiritual purba. Tubuh mereka gemetar hebat, bibir mereka membiru, dan kesadaran mereka berada di ambang batas antara hidup dan mati fana.

​Namun, tidak ada satu pun dari mereka yang bergeser satu inci pun dari posisi bersila mereka. Bekas luka operasi di sepanjang tulang belakang mereka akibat kegagalan implan siber di masa lalu kini tampak berdenyut merah, seolah-olah sedang menahan tekanan energi alam yang luar biasa masif.

​Bintang, pemuda berusia tujuh belas tahun yang memimpin barisan terdepan, merasakan seluruh otot di tubuhnya seperti mati rasa. Setiap kali air dingin menghantam pundaknya, rasanya seperti dihantam oleh palu gada godam baja seberat ratusan kilogram. Di dalam benaknya yang mulai kabur, hanya ada satu dorongan yang membuatnya tetap tegak: keinginan untuk membalas penghinaan dunia luar yang telah mencap dirinya sebagai sampah masyarakat gagal modifikasi.

​"Gua... gak boleh tumbang di sini..." desis Bintang melalui celah giginya yang bergemeletuk rapat. "Kalau gua menyerah sekarang, gua akan selamanya jadi tikus got di jalanan Jakarta."

​Dari tepi sungai bawah tanah, Lisa mengawasi mereka dengan pandangan mata yang dipenuhi oleh empati sekaligus ketegasan. Tangan kanannya memegang tongkat kayu spiritual yang memancarkan pendaran hijau lembut, siap melompat kapan saja jika ada salah satu calon murid yang benar-benar kehilangan detak jantungnya. Namun, hingga detik-detik terakhir ujian tiga hari ini, daya tahan mental anak-anak muda ini terbukti jauh melampaui ekspektasi kasarnya.

​"Waktu kalian sudah habis. Berdiri!"

​Suara bariton yang berat dan dipenuhi oleh otoritas mutlak terdengar memotong gemuruh badai. Arkana Wijaya berjalan keluar dari balik kabut tebal, jubah hitamnya melambai anggun tanpa basah oleh air sedikit pun. Begitu kata-katanya terucap, seolah-olah semesta memberikan jalan; badai angin yang menderu di sekitar lembah mendadak mereda dalam sekejap.

​Mendengar perintah tersebut, tiga puluh anak muda itu perlahan membuka mata mereka yang bengkak. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada, mereka merangkak keluar dari kolam air terjun es, berlutut dengan satu kaki di atas tanah berbatu di hadapan Arkana. Tubuh mereka masih menggigil, namun tatapan mata mereka telah berubah seratus persen—mereka bukan lagi anak-anak panti asuhan yang penakut, melainkan sekelompok serigala lapar yang siap menerkam takdir baru mereka.

​"Tiga hari yang lalu, kalian datang ke sini sebagai rongsokan dunia modern tahun 2042," ucap Arkana, sepasang mata peraknya menatap mereka satu per satu dengan ketajaman yang menembus jiwa. "Hari ini, kalian telah membuktikan kepada gua, kepada Lisa, dan kepada langit di atas sana bahwa kalian memiliki kelayakan untuk memegang kekuatan sejati. Kalian telah lolos dari ujian penyaringan darah baru!"

​Arkana mengibaskan tangan kanannya. Tiga botol giok kecil yang dipegangnya melayang ke udara, dan tutupnya terbuka secara otomatis dengan suara pop yang renyah. Tiga puluh butir Pil Pengumpul Bakat berwarna hijau giok meluncur keluar, mengambang dengan anggun di depan wajah masing-masing pemuda tersebut. Aroma herbal spiritual yang sangat harum seketika memenuhi seluruh penjuru lembah, menetralkan rasa dingin yang membeku di dalam tubuh mereka.

​"Telan pil ini sekarang juga. Biarkan obat ini menghancurkan sisa-sisa belenggu duniawi di dalam tubuh kalian, dan sambutlah kelahiran faksi kita!" perintah Arkana tegas.

​Tanpa ragu sedikit pun, Bintang dan dua puluh sembilan pemuda lainnya menangkap pil tersebut dan langsung menelannya bulat-bulat.

​Transformasi Massal: Pasukan Bayangan Kaisar

​BOOOM!

​Begitu pil giok itu menyentuh perut mereka, reaksi alkimia purba langsung meledak dengan dahsyat. Energi herbal yang pekat mengalir seperti aliran lava panas di sepanjang jaringan meridian mereka yang selama ini tersumbat. Wajah para pemuda itu memerah seketika, dan uap hitam pekat berbau busuk mulai menyembur keluar dari pori-pori kulit mereka—itu adalah kotoran biologis, sisa-sisa radiasi mesin, dan racun kimia siber yang telah menumpuk di tubuh mereka selama bertahun-tahun.

​"Arghhh!"

​Beberapa pemuda mengerang tertahan karena rasa sakit yang luar biasa saat meridian mereka dipaksa melebar secara kasar oleh khasiat obat Arkana. Namun, ingatan akan penderitaan selama tiga hari di bawah air terjun es membuat ambang batas toleransi rasa sakit mereka meningkat tajam. Tidak ada satu pun dari mereka yang pingsan atau bergulingan di tanah.

​Di mata Arkana dan Lisa, pemandangan yang menakjubkan mulai terjadi. Bekas luka operasi implan di punggung Bintang perlahan menutup, digantikan oleh lapisan kulit baru yang sehat dan sekeras tembaga. Aliran Qi alam dari Gunung Salak seolah-olah tersedot secara masif menuju tubuh tiga puluh pemuda tersebut, menciptakan tiga puluh pusaran angin mini di sekeliling mereka.

​Satu jam kemudian, transformasi massal itu akhirnya mereda. Keheningan kembali menyelimuti lembah rahasia. Ketika tiga puluh pemuda itu kembali membuka mata mereka, aura batin mereka telah berubah total. Kulit mereka bersih dari cacat, tubuh mereka tegap penuh dengan massa otot yang padat, dan yang paling penting: energi spiritual yang konstan kini mengalir dengan stabil di dalam dada mereka.

​Bintang mengepalkan tinjunya, merasakan kekuatan mentah yang luar biasa besar bergejolak di bawah otot lengannya. Dengan satu hantaman santai ke arah batu kapur di sampingnya, batu keras berukuran besar itu langsung retak menjadi serpihan kecil tanpa melukai tangannya sedikit pun.

​"Ini... ini adalah ranah Body Tempering Tingkat Satu!" batin Bintang dengan air mata yang hampir menetes karena haru. Mereka kini resmi meninggalkan status manusia fana dan melangkah masuk ke dalam gerbang dunia kultivasi sejati.

​"Terima kasih atas anugerah dari Yang Mulia Kaisar!" teriak Bintang dengan lantang, bersujud dengan kedua lututnya di hadapan Arkana.

​"Terima kasih atas anugerah dari Yang Mulia Kaisar!" dua puluh sembilan pemuda lainnya mengikuti seruan Bintang dengan suara guntur yang menggetarkan lembah. Rasa hormat dan kesetiaan mereka kini telah mengakar hingga ke tingkat jiwa.

​Arkana menatap pasukannya dengan senyuman puas yang dingin. "Mulai hari ini, kalian adalah Divisi Bayangan Kaisar. Kalian akan berlatih di lembah ini di bawah pengawasan Lisa hingga kalian mampu menguasai teknik pertempuran tingkat lanjut. Jangan tunjukkan kekuatan kalian kepada dunia luar sebelum gua memberikan perintah mutlak."

​"Siap, Panglima!" jawab mereka serempak.

​Intaian dari Puncak Kabut: Tetua Klan Kuno

​Sementara perayaan kelahiran faksi baru berlangsung di dasar lembah, di puncak tertinggi Gunung Salak yang diselimuti oleh vegetasi purba yang lebat, sesosok manusia berdiri diam di atas batu karang yang menjorok tajam ke arah jurang.

​Sosok itu adalah seorang pria tua yang mengenakan jubah tradisional Javanese bersulam benang emas kuno, namun rambut putihnya yang panjang dibiarkan terurai ditiup angin badai. Ia adalah Tetua Wirya, salah satu figur spiritual tertinggi dari Klan Kuno Kamandaka—satu dari sedikit klan kultivator tersembunyi yang telah bertahan hidup di pulau Jawa selama ribuan tahun dengan mengandalkan sisa-sisa energi spiritual kuno sebelum fajar tahun 2042 menyingsing.

​Di tangan kanan Tetua Wirya, sebuah cermin tembaga kuno berukir simbol delapan trigram terus berputar dengan kecepatan lambat. Permukaan cermin itu memancarkan pendaran cahaya merah redup, menunjuk lurus ke arah lembah rahasia tempat markas Arkana berada.

​"Aneh..." gumam Tetua Wirya, suaranya terdengar serak seperti gesekan dua batu gurun. "Beberapa jam yang lalu, instrumen ramalan spiritual klan kami mendeteksi adanya fluktuasi energi Qi yang sangat murni di sektor selatan Jawa Barat. Ledakan energinya setara dengan proses penerobosan massal ranah Body Tempering. Tapi mengapa sekarang... tempat itu mendadak kosong tanpa jejak di dalam cermin pelacakku?"

​Tetua Wirya menyipitkan matanya yang tampak keruh namun menyimpan kedalaman spiritual ranah Foundation Establishment—sebuah tingkat kultivasi yang jauh di atas ranah Arkana saat ini.

​Ia melangkah maju satu langkah ke tepi jurang, mencoba memperluas jangkauan indra batinnya untuk menembus kabut tebal yang menyelimuti lembah di bawahnya. Namun, setiap kali energi batin Tetua Wirya mencoba mendekati koordinat lembah rahasia tersebut, kekuatannya selalu dibelokkan secara halus oleh sebuah dinding ilusi tak kasat mata—sebuah formasi pelindung tingkat tinggi yang dipasang oleh Arkana menggunakan sisa energi Cincin Kaisar Abadi.

​"Formasi penyembunyian tingkat tinggi..." desis Tetua Wirya, kilat kewaspadaan yang tajam melintas di bola matanya. "Teknologi siber milik Biro Keamanan Khusus tidak mungkin memiliki struktur enkripsi batin sekuno dan sekuat ini. Ini pasti adalah perbuatan dari faksi liar atau pewaris klan kuno saingan dari daratan Asia yang mencoba menanam pasukannya di wilayah kekuasaan Klan Kamandaka!"

​Pria tua itu menghentakkan tongkat kayunya ke atas tanah karang.

​BOOM!

​Tanah di sekitar puncak gunung bergetar hebat, dan sekelompok burung spiritual berbulu hitam malam melesat terbang keluar dari balik pepohonan purba, berputar di atas kepalanya menunggu instruksi.

​"Pergi dan selidiki setiap pergerakan manusia di sepanjang kaki Gunung Salak hingga ke perbatasan kota Bogor," perintah Tetua Wirya kepada makhluk-makhluk mistis tersebut. "Jika kalian menemukan ada orang yang membawa fluktuasi energi murni atau tanaman obat alkimia tingkat tinggi, jangan bertindak gegabah. Laporkan langsung ke markas besar klan. Era kebangkitan energi di tahun 2042 ini adalah milik klan-klan kuno yang sah; kita tidak boleh membiarkan ada tikus liar baru yang mencoba membangun sarangnya di bawah hidung kita!"

​Dengan lambaian lengan jubahnya, tubuh Tetua Wirya mendadak mengabur dan menghilang dari puncak gunung bagai asap yang tertiup angin, meninggalkan atmosfer pegunungan yang kini dipenuhi oleh ketegangan baru yang siap meledak menjadi perang berdarah antar faksi dalam waktu dekat.

1
Jujun Adnin
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!