Demi melindungi cintanya, dia harus membuat sebuah keputusan yang sulit untuk di mengerti orang lain. Menyembunyikan pernikahannya dan tinggal terpisah dari istrinya sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan.
Tidak ada yang mengetahui tentang pernikahan itu selain dirinya, si gadis dan asisten pribadinya. Sangat tidak masuk akal memang, namun semua itu Kevin lakukan semata-mata hanya demi melindungi gadis tercintanya tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
"Aku menolak."
"Tuan Zhang, saya mohon. Selama ini perusahaan kita tidak pernah memiliki masalah. Kita bekerja sama dan saling menguntungkan. Saya tau, jika ayah saya sudah membuat kesalahan yang sangat besar. Tapi tolong, berikan kesempatan sekali lagi pada perusahaan kami."
Shin Jaesuk berlutut di hadapan Kevin. Dia memohon supaya Kevin bisa memaafkan kesalahan ayahnya dan membiarkan agar Petter Hao kembali berinvestasi di perusahaan milik keluarga Shin. Jaesin telah kehilangan kerja samanya dengan perusahaan milik Kevin karna ulah Daehun yang berkhianat dan sekarang di tambah lagi Petter Hao mengundurkan diri, tentu hal itu akan menjadi masalah yang sangat besar bagi Jaesin Corp. Dan satu-satunya yang bisa menyelamatkan Jaesin dari ambang kehancuran adalah Kevin.
"Tuan Zhang, saya mohon."
Kevin mendesah berat. "Baiklah , aku akan membantumu tapi dengan satu syarat." Sontak Jaesuk mengangkat wajahnya dan menatap Kevin yang tengah menatap datar padanya.
"Apapun, Tuan, asal anda mau membantu kami."
"Aku akan kembali bergabung dengan Jaesin dan menyuntikkan dana yang jauh lebih besar dari dana yang diberikan oleh ,Petter Hao, bawakan aku kepala Jerry Zhang."
"Apa?"
Tentu saja Kevin tidak bersungguh-sungguh meminta Jaesuk melakukannya. Dia hanya ingin menguji pria itu saja. Melihat usaha Jaesuk yang begitu keras bahkan sampai menjatuhkan harga diri dan berlutut dihadapannya, membuat hati kecil Kevin tergerak untuk memberinya kesempatan satu kali lagi.
"Aku hanya bercanda, kenapa kau begitu serius? Aku akan meminta seseorang untuk mengurus kerjasama kita. SC Group akan menopang semua dana untuk proyek itu asal kalian mau membatalkan kerjasama kalian dengan perusahaan milik Jerry Zhang. Segera ambil keputusan sebelum aku berubah pikiran."
"Baik, Tuan Zhang, saya akan melakukannya."
🌹🌹🌹🌹
Jessica di interogasi habis-habisan oleh Nara dan Minho perihal apa yang mereka lihat satu minggu yang lalu. Dan karna sudah tertangkap basah jadi dia tidak memiliki alasan lagi untuk mengelak. Akhirnya Jessica menceritakan perihal pernikahannya dengan Kevin yang selama ini tersembunyi tentu dengan satu syarat. Nara dan Minho tidak boleh mengatakan hal itu pada siapa pun dan mereka berdua berjanji.
"Begitulah ceritanya. Aku dan Kevin memang sudah menikah sejak satu tahun yang lalu. Dia melarangku untuk memberi tau siapa pun dan menurutnya itu demi kebaikkanku. Maaf karna telah menyembunyikan semua ini dari kalian berdua, sungguh aku tidak bermaksud," ucap Jessica penuh sesal.
"Sudhalah, toh sudah terjadi juga. Tidak ada gunanya juga menyesalinya, tapi aku lega. Sebagai sahabatmu, aku turut bahagia karna kau memiliki suami yang sangat baik dan yang paling utama dia sangat menyayangimu." Nara memeluk Jessica, sebagai sahabat karibnya, tentu Nara merasa sangat bahagia. Bahkan dia sampai tidak bisa menahan rasa harunya.
"Nunna, aku ikut berpelukan juga." Seru Minho lalu memeluk mereka berdua.
Jessica merasa beruntung karna di kelilingi orang-orang yang begitu menyayangi dirinya. Jae Eun, Kevin dan kedua sahabatnya ini. Apapun masalah yang akan dia hadapi, selama mereka bersamanya pasti Jessica bisa melewatinya dengan mudah.
Ponsel milik Jessica tiba-tiba saja berdering. Wanita itu segera melepaskan pelukkan Nara dan Minho, nama Kevin tertera pada layar ponselnya yang menyala. Dan dengan segera Jessica menerima panggilan tersebut.
'Kau di mana sekarang?' Suara dingin terlewat datar itu langsung menyapu indera pendengarannya.
"Aku sedang berada di cafe bersama Nara Eonni dan Minho. Memangnya kenapa?"
'Aku akan menjemputmu , sepuluh menit lagi aku akan tiba di sana. Segera keluar dan tunggu aku di parkiran,'
"Huft, baiklah. Hati-hati dan jangan mengebut." Kemudian Jessica memutuskan sambungan telfonnya. Setelah berpamitan pada Nara dan Minho. Jessica segera meninggalkan cafe dan pergi ke parkiran.
Sudah hampir sepuluh menit dia menunggu di sana. Tapi Jessica masih belum melihat ada tanda-tanda jika Kevin akan segera tiba. Lalu Jessica mencoba menghubunginya tapi ponselnya tidak aktif, hingga rasa cemas tiba-tiba menyeruak memenuhi perasaannya. Jessica takut bila hal buruk sampai menimpa suaminya.
Tapi ketakutannya langsung sirna setelah melihat kedatangan Kevin di sana. Kevin datang dengan mobil yang berbeda dan tentu saja Jessica tau apa alasan Kevin melalukannya. Segera dia masuk ke dalam mobil Kevin.
"Maaf, aku terlambat."
"Kau membuatku cemas, kau terlambat dua menit dan ponselmu tidak bisa di hububgi. Aku fikir terjadi hal yang tidak-tidak padamu."
"Aku sengaja mematikan ponselku, aku ingin tenang bersamamu." Jessica tersenyum dan berhambur memeluk suaminya. Kevin tersenyum, dengan senang hati dia membalas pelukkan Jessica.
"Memangnya kita akan pergi ke mana?" Kemudian Jessica melepaskan pelukkannya.
"Kau akan tau setelah kita tiba, pasang sabuk pengamanmu."
"Jangan mengebut."
"Aku tau."
Mobil sport mewah yang Kevin kendarai mulai melaju meninggalkan parkiran cafe. Mobil itu melaju sedang pada jalanan kota yang padat kendaraan. Sesekali Kevin melirik wanita yang duduk disampingnya. Sudut bibirnya tertaeik ke atas. Dengan lembut Kevin mengusap helaian panjang Jessica tanpa mengurangi fokusnya.
Jessica merasa bingung kemana sebenarnya Kevin akan membawanya. Sudah hampir dua jam tapi mereka belum juga sampai di tempat tujuan. Semakin lama, Jessica semakin tidak bisa menahan rasa kantuknya. Dan dalam hitungan detik saja wanita itu sudah terlelap dalam mimpimya.
Sudut bibir Kevin tertarik ke atas. Menambah kecepatan pada mobilnya. Mobil yang Kevin kendarai mulai memasuki khawasan sepi yang tak banyak di lalui kendaraan umum maupun pribadi. Kevin akan membawa Jessica ke tempat special, dan Kevin berencana untuk membangunkannya setelah mereka tiba di tempat tujuan.
🌹
"Sayang, bangun kita sudah sampai." Ucap Kevin sambil mengguncang pelan lengan Jessica.
"Eung...," lemgkungan keluar dari sela-sela bibir ranumnya. Jessica membuka matanya dan pandangannya menyapu. "Kita ada di mana?" tanyanya kebingungan.
"Busan. Kita akan memghabiskan waktu di sini selama beberapa malam. Kau tidak keberatan bukan?"
"Tentu saja tidak."
"Kaja."
Jessica menyapukan pandangannya ke segala penjuru arah. Entah kenapa dia merasa begitu familiar dengan tempat yang dia datangi bersama Kevin ini. Jessica merasa pernah datang ke tempat ini tapi sayangnya dia tidak ingat kapan, Jessica mencoba untuk mengingatnya tapi kepalanya malah terasa seraya ingin pecah.
"Sica...," Kevin memekik sambil menahan tubuh Jessica yang hampir saja ambruk.
"Tiba-tiba kepalaku terasa seperti di hantam saat mencoba mengingat kapan aku pernah datang ke tempat ini. Aku merasa familiar tapi aku lupa kapan pernah datang kemari." Ujarnya.
"Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Sepertinya banyak sekali hal yang kau lupakan," ucap Kevin memancing supaya Jessica mau cerita padanya.
"Aku sendiri tidak tau pasti. Aku tidak bisa mengingat dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi padaku. Kaena saat aku membuka mata, aku terbaring di sebuah rumah sakit tanpa bisa mengingat apa-apa. Dan bibi mengatakan jika aku mengalami kecelakaan kemudian hilang ingatan." Tutur Jessica panjang lebar.
"Kau pernah mengalami kecelakaan dan hilang ingatan?" Jessica mengangguk.
Terjawab sudah semua. Kini Kevin tau kenapa Jessica bisa sampai melupakannya dan tidak mengingat apapun tentang dirinya, dan ternyata ini adalah alasannya. Jessica mengalami kecelakaan dan hilang ingatan. Kemudian Kevin menarik lengan Jessica dan memeluknya ke dalam pelukkannya. Dan Kevin pasti akan membantu Jessica, membantunya untuk bisa mengingat semuanya termasuk kenangan mereka di masa lalu.
.
.
.
BERSAMBUNG.