NovelToon NovelToon
Cara Hidup Di Masa Kiamat

Cara Hidup Di Masa Kiamat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Hari Kiamat / Sistem
Popularitas:332
Nilai: 5
Nama Author: Lloomi

Saat langit retak dan hukum purba kembali berkuasa, manusia jatuh ke dasar rantai makanan. Di tengah keputusasaan itu, Rifana bangkit dengan luka yang tak kunjung sembuh dan ingatan yang perlahan terasa asing.

​Di dunia di mana para Superhuman mulai membangun tatanan baru di atas reruntuhan, Rifana hanyalah anomali yang membawa aroma maut ke mana pun ia melangkah. Dia tidak memiliki kekuatan yang memukau, hanya kemampuan adaptasi yang gila dan perasaan bahwa dirinya bukan lagi manusia yang sama.

​Berapa lama dia bisa bertahan di dunia yang tak lagi mengenali keberadaannya? Dan apa yang sebenarnya mengawasi dari balik fajar yang tak kunjung tiba?

Jadwal Up : 18.30 WIB
6-7 Ch/minggu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lloomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adam yang lamban

Adam mempelajari panel statusnya dengan teliti, membaca deskripsinya secara perlahan dia sangat antusias memikirkan kekuatan yang didapatkannya.

"Tubuh gua makin kuat!" Adam mengepalkan tangannya dengan kuat, nalurinya juga ditingkatkan, dia merasa bisa berlari puluhan kilometer tanpa henti sekarang.

Layar dihadapannya berkedip, sebaris informasi muncul.

[Status]

Nama: Adam Elian

Class: -

Trait: Berserk

Skill: Hyper Regeneration

Kekuatan: 7 (Rata-rata manusia dewasa 5)

Kelincahan: 5 (Rata-rata manusia dewasa 5)

Kecerdasan: 5 (Rata-rata manusia dewasa 5)

[Penilaian : Pukul pria ini dengan keras, dan dia akan membalasmu dengan gila]

"Nah apa-apaan itu" Adam tersentak di posisinya 'Apa maksud lu dipukuli? Gua bukan samsak' Dia kemudian melanjutkan mengetuk salah satu informasi di dalamnya.

Jarinya mengetuk [Trait] yang tercantum di statusnya.

Layar berkedip sekali lagi mengubah kumpulan informasi di dalamnya.

[Trait - Berserk]

[Deskripsi: Modifikasi genetik menyebabkan tubuh anda semakin sensitif dan haus akan kekuatan, dan itu mulai melahap anda]

[Efek - Rage]

[Setelah terkena serangan physical defense & physical attack anda akan meningkat, semakin banyak luka yang dialami semakin kuat efeknya.]

Deskripsi sederhana itu memberikan pencerahan bagi Adam, namun semuanya tak berhenti sampai situ saja.

Masih ada barisan kalimat lain yang disusun tepat dibawahnya.

Adam, yang pada awalnya cukup senang dengan kekuatan barunya mengerutkan kening hampir menyatukan kedua alisnya.

Kalimat singkat itu membawa pukulan yang mengkhawatirkan untuknya.

[Kelemahan : Semakin banyak luka yang kau miliki di saat yang sama, resiko kegilaan meningkat. Kau akan kehilangan kendali tubuhmu]

Penjelasan itu sudah cukup untuk membuat Adam mengutuk 'Sial' meski akhirnya mendapatkan kekuatan yang sangat didambakannya, Adam kehilangan ketenangannya sejenak.

Tanpa sadar, ini membuatnya teringat salah satu adegan di film yang dulu dia tonton.

"Setiap kekuatan, memiliki harga" Dan dalam kasus ini, Adam akan menukar kewarasannya demi kekuatan fisik.

Itu sudah cukup baginya.

Matanya menatap kosong ke udara, memikirkan sesuatu.

Dia masih tenggelam dalam dunianya sendiri, sampai Rifana akhirnya datang menepuk pundaknya.

Puk! "Woi lu denger ga!?" Rifana mendekat saat Adam dengan linglung kembali ke kesadarannya.

"Hah.. Apa? Ada apa?" Adam bertanya dengan bingung, dia masih bersandar di sofa saat Rifana memanggilnya.

Di ruang tamu, mereka bertiga berkumpul.

Tatapan menusuk dari Rifana menembus Adam tanpa celah, wajahnya sedikit kesal "Gua baru aja ngejelasin rencana kita kedepannya, tapi lu bahkan ga nyimak sialan" Ucapnya sinis, Rifana telah kembali kesini dan berbicara selama lebih dari sepuluh menit.

Tapi apa? Pria ini bahkan tak mendengarkan.

'Haa...' Rifana menghela nafas panjang dan duduk di sofa, dia harus menjelaskannya sekali lagi namun dia terlalu malas melakukannya.

Ziva di sampingnya mulai berbicara, dia telah mendengarkan rencana Rifana dan masih mengingatnya dengan jelas di kepalanya.

Selama ini dia selalu mengamati situasi dan saat Rifana menghela nafas dia langsung berinisiatif untuk menjelaskan.

Dan setelahnya sesi penjelasan sepuluh menit dimulai kembali, namun karena Adam sering teralihkan waktu yang dibutuhkan semakin lama menjadi lebih dari tiga puluh menit.

Ini membuat Rifana mengepalkan tangannya tanpa daya.

...

"Jadi sekarang, kita harus pergi dari sini secepatnya?" Adam bertanya untuk ke sekian kalinya, ini membuat Rifana yang sedari tadi menunggu semakin kesal "Ya, kita akan pergi, bukankah kau mendengarkan penjelasannya tadi? Ataukah kau itu bodoh Dam!?" Emosi Rifana memuncak, dia bangkit dari sofa dan berjalan keluar.

"Ah sudahlah, cepat bersiap, kita akan pergi setelah makan" Dia pergi ke dapur untuk mengambil makanan yang ia siapkan sebelumnya.

Adam melirik Rifana yang pergi "Oh ayolah bro, gua ga maksud bikin lu kesel" Dia memang agak lambat dalam menangkap informasi, itulah mengapa nilanya hampir dibawah rata-rata saat sekolah.

Beruntung fisiknya bisa terbilang cukup bagus dan atletis, Adam menjadi pemain utama dari tim bisbol sekolah mereka sejak tahun pertamanya.

Rifana hanya mendengus tanpa berbalik mendengar perkataannya.

Dia kemudian masuk ke dapur dan kembali dengan tiga kaleng sarden yang siap santap.

Ziva mengikutinya sebelumnya, dia mengambil air untuk mereka bertiga dan duduk kembali di sofa.

Suasana masih sangat canggung, mereka tak mengeluarkan satupun kata dari mulutnya, membiarkan momen berlalu dalam keheningan.

Saat semuanya hampir menyelesaikan suapan terakhirnya, Rifana bertanya pada Adam tentang kekuatannya, dan juga trait yang dimilikinya.

Setelah setuju untuk membentuk kelompok, mereka tentunya harus setidaknya mempercayai satu sama lainnya dan Rifana hanya mempercepat proses itu.

Adam memasukan sarden terakhir kedalam mulutnya, dengan cepat mengunyah dan menelannya.

"Simpelnya trait gua disebut [Berserk] makin banyak gua terluka, makin kuat pula gua," Dia menaruh sendok dan kaleng di meja.

"Dan juga terluka mungkin gak akan jadi masalah besar lagi buat gua sekarang" Adam kemudian menarik ikatan perban di dadanya, mengekspos luka yang dibuat reptil sialan itu.

Rifana dan Ziva menyaksikan ini dengan seksama, dan saat ikatan terlepas, adegan yang familiar ditunjukan sekali lagi.

Dengan mata telanjang, daging yang dirobek itu perlahan menyatu kembali layaknya kain yang dijahit, satu persatu jaringan saraf ditenun kembali ke tempatnya menciptakan pemandangan menjijikkan tulang dan organ dibaliknya.

Itu tak berlangsung lama sampai daging kembali menutupi tulang yang timbul.

"Bagus, lu bakal jadi tank utama kita kalau begitu" Ucap Rifana singkat, kemampuan Adam memiliki sinergi sempurna, itu membuatnya menjadi tank alami dalam tim ini.

Rifana juga memperhitungkan kecepatan penyembuhan Adam, setelah melihatnya dia yakin kalau skill penyembuhan Adam adalah skill regenerasi super yang sebenarnya.

Itu sangat berbeda jika dibandingkan dengan skill milik Rifana yang hanya meningkatkan regenerasi alaminya sebanyak beberapa puluh persen.

Ini memberi bumbu baru bagi rencana mereka kedepannya.

Kemudian Adam meneruskan penjelasannya tentang awakening-nya.

Dan setelah sesi lainnya, Rifana mulai kembali ke pikirannya.

Dengan adanya Adam, Rifana tak perlu mempertaruhkan nyawanya lagi menggunakan Adrenaline Rush miliknya.

Selama ini dia sangat beruntung hanya ada satu monster yang ditemuinya, jadi setelah membunuh monster mutan itu dengan Adrenaline Rush dia bisa sedikit tenang dan beristirahat.

Situasinya tak akan sama jika ada monster mutan lain disana.

Di masa depan jika situasi seperti itu berlanjut, Rifana mungkin akan berakhir bertemu dewa kematian.

Namun sekarang situasinya menjadi lebih baik.

Mereka mengemas beberapa hal dan akhirnya kembali pergi.

Meski gejalanya belum memburuk, Rifana dan Adam harus segera mencari inti monster lain untuk Ziva. Jika tidak dia mungkin akan berakhir mati.

Atau yang terburuknya menjadi mutan lainnya, lagipula spora merah itu seperti parasit, Rifana tak ingin mengambil risiko besar, namun keadaan memaksanya.

Dia harus cepat jika tak ingin kehilangan rekan masa depannya.

Kenop pintu diputar terbuka.

Dan sekali lagi, langit yang robek menyambut mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!