kau hadir saat ku benar benar merasa hancur dan nyaris gila dengan alur cerita hidupku. kau seperti malaikat tak bersayap yg di utus tuhan untuk menyadarkan dan menyelamatkan hidupku.
tanpamu aku bukan lah siapa siapa, tanpamu aku hanya orang hina yg kehilangan arah tujuan hidup.
takan cukup aku mengucap kata terimakasih kepadamu, atas segala kebaikan dan ketulusan hatimu.
kaulah jawaban do'a dalam hatiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
janji cinta di atas gunung
Dan tak lama kemudian pemandu jalan mulai menghitung, untuk memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal, ia mulai menghitung dari dirinya, menyebutkan angka satu, yang di belakangnya menyebut angka dua, terus begitu sampai orang paling belakang.
Saat itu aku berjalan posisi di depan elina, dan maya di belakang elina, dan dony di belakang maya, saat bagian dony menghitung bagian dirinya, bukanya menyebutkan angka urutan dia keberapa._ TUTT_ dony malah kentut dan terdengar jelas. Sementara aku dan teman temanku menertawakanya, begitu juga dengan dony pelakunya. Dan sementara temanku yang berada di belakang dony, ia langsung menghentikan langkah kakinya dan menutup hidung.
" Sialan loe don, bau kampret, brengsek loe ah.." ucap temanku dengan kesal yang berada di belakang dony itu.
Sementara dony malah tertawa sambil terus jalan." Udah hirup aja, sehat.." ucap dony.
" Jorok banget sih loe don ah.." timpal maya.
" Dari pada gue tahan, jadi penyakit, entar sakit, sama kayak cinta.." ucap dony Sambil terus jalan di belakang maya.
" Gak jelas loe ah.." ucap maya.
Kami terus berjalan. dan sesampainya di tempat perkemahan, kami pun ber istirahat sejenak. saat itu belum sampai ke puncak, hanya sebagian saja yang mau ke puncak, karena yang lain sudah tidak sanggup mendakinya. saat itu yang ikut ke puncak hanya beberapa orang saja, aku, elina, dony, maya dan beberapa teman ku.
Aku ber istirahat sejenak di tempat perkemahan itu sebelum melanjutkan perjalana menuju puncak gunung itu, dan beberapa teman yang lainya sedang sibuk mendirikan tenda.
Setelah itu. tak lama kemudian aku elina, dony, maya dan beberapa teman ku melanjutkan lagi perjalanan menuju puncak, kali ini aku dan yang lain menunda tas keril kami di tempat perkemahan, aku dan yang lainya hanya membawa beberapa peralatan dan persediaan sedikit saja, karena kami tidak akan lama lama untuk berada di puncak sana.
Kami pun melanjutkan perjalanan ke puncak.
Saat hendak sampai ke puncak, elina tanpak begitu sangat kelelahan, begitu juga dengan diriku dan yang lainya. aku terus menyemangati elina dan menolongnya saat sedang kesulitan melangkah melewati jalan menanjak bebatuan terjal berjalan mendaki gunung tersebut, dan tak lama kemudian pun kami sampai ke puncak atas gunung itu.
Aku terdiam sejenak menghela nafas panjang, karena sangat begitu lelah, begitu juga dengan elina dan yang lainya. aku dan elina terpaku diam melihat pemandangan yang begitu luar biasa indah dari atas gunung tersebut.
Semilir hembusan angin mengoyahkan rambut kami di atas puncak gunung itu, aku terdiam cenga melihat pemandangan alam dari atas gunung tersebut, aku sangat takjub melihat hamparan awan putih yang berada di bawah kami, sungguh pemandangan yang luar biasa, yang belum pernah aku lihat sepanjang hidup ku sebelumnya. lalu kami berteriak dan bersorak ria dari atas gunung tersebut, elina bersorak ria di samping ku, dan tersenyum kepadaku.
Setelah itu kami berfoto foto dan memvidio mengabadikan moment itu, lalu aku meminta dony memfotokan diriku dengan elina, dengan gaya yang romantis. elina bergaya memeluk ku sambil menatap wajah ku dengan tersenyum, sementara aku bergaya mencium keningnya elina sambil menyentuh wajah nya. Setelah itu aku elina bergaya berdiri menghadap camera dengan senyum lepas elina memelukku. Kemudian kami bergaya duduk sambil bersandar elina di bahu ku membelakangi camera, dan hasil foto itu sangat estetik, elina sangat menyukai hasil foto itu. Kemudian aku memfotokan dony, dan maya, dan setelah itu kami foto bersama bareng bareng.
Setelah puas berfoto foto. aku duduk berdua dengan elina menikmati pemandangan yang luar biasa indah dari puncak atas gunung tersebut, elina duduk dan bersandar di bahu ku sambil menikmati secankir teh hangat, dan sementara aku sambil menikmati secangkir kopi dan sebatang rokok.
Aku sungguh benar benar merasakan ketenangan yang sangat luar biasa yang belum pernah aku alami sebelumnya, begitu juga dengan elina, itu benar benar hal terindah yang tak pernah kurasakan sebelumnya dengan elina.
" Kang, semoga hubungan kita langgeng ya kang, semoga kita di takdirkan bersama sampai akhir nanti.." ucap elina sambil memandang pemandangan dan bersandar di bahu ku.
" Iya amin lin, aku juga berharap seperti itu, akan ku pastikan aku hanya milikmu, selamanya.." ucapku dengan pandangan ke depan melihat pemandangan, lalu aku menoleh ke arahnya, dan tersenyum.
Elina menatapku. " Aku janji, aku akan selalu setia, dan menjaga hati ini untuk kamu se orang kang. aku akan selalu ada untukmu dalam ke adaan apapun. kang berjanji lah padaku, bahwa kamu tidak akan pernah meninggalkanku dalam ke adaan apa pun.." ucap elina tulus.
" Iya lin, aku janji aku tidak akan pernah meninggalkanmu dalam ke adaan apapun, aku akan selalu menjaga hati ini untuk kamu, dan akan ku pastikan itu.." ucapku serius, lalu aku tersenyum, dan elina pun tersenyum kepadaku.
Dan tidak lama setelah itu, setelah beberapa jam kemudian. teman teman yang lainya mengajak untuk segara turun ke tempat perkemahan, dan kami pun bergegas turun ke tempat perkemahan kami. Kami berjalan turun.
Sesampainya kami di tempat perkemahan, elina dan maya dan teman yang lainya mendirikan tenda. dan sementara aku, dony, dan riko. Kami bertugas mencari kayu bakar untuk membuat api unggun nanti malam, kami pun berangkat membawa golok menerobos hutan itu mencari kayu bakar, saat dalam perjalanan tiba tiba ada semak yang bergerak gerak.
" Apaan tuh sat..? " Tanya dony dengan penasaran.
" Iya apaan ya..? " Timpal riko sama penasaran.
Akupun melihatnya, dan aku juga penasaran." Tau apaan, coba loe cek sanah.." suruhku kepada riko.
" Lu aja sanah, takut gue ah.." ucap riko dengan ketakutan.
" Ahh dasar penakut.." timpal dony mengejek riko.
" coba sono loe cek kalau berani.." tantang riko.
" Coba cek sanah don..." Suruhku.
" Ok,.." gumamnya dengan percaya diri. Lalu ia berjalan menghampiri semak yang bergerak itu, saat dony mendekati semak itu, tiba tiba dony mendengar suara aneh, dengan ketakutan dony berlari kembali kepadaku dan riko.
" Napa loe balik lagi..? " Tanya ku dengan penasaran.
" Gue denger suara aneh.." ucap dony ketakutan.
" Gimana suaranya..? " Tanya riko penasaran.
" Gimana ya, aneh dan pokoknya, serak serak basah gituh suaranya.." ucap dony serius.
" Apaan ya? Apa jangan jangan dinosaurus..? " Ucap riko.
Dony langsung menatap riko. " Dinosaurus bapak loe, mana ada di dinosaurus jaman sekarang.!!." ucap dony dengan kesal kepada riko.
" Ya terus apaan..? " Riko.
" Udah biar adil, biar gak penasaran kita bareng bareng aja liat ke sana.." ucapku.
Dan kami pun bersama sama menghampiri semak tersebut untuk melihat ada apa di balik semak itu. dengan mengendap ngendap kami mendekati semak itu dengan perasaan takut dan penasaran.