Seorang wanita zaman kuno yang mati akibat di bunuh oleh kekasihnya saat ia sedang membuat pil naga suci untuk menjadi abadi.
Tapi ia malah berpindah ke tubuh seorang wanita modern, seorang istri lemah, yang setiap hari di siksa oleh suaminya seorang pemabuk, KDRT dan seorang penjudi.
Yang lebih membingungkan, ia malah sudah memiliki seorang gadis kecil cantik berusia 6 tahun.
"Dasar suami sampah! Ini saatnya aku membalas suami brengksek itu karena sudah menyakiti pemilik tubuh asli ini!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15
Saat Rinto masuk ke dalam rumah dengan langkah yang penuh amarah, ia langsung terhenti di tempat.
Matanya membelalak melihat ada seorang pria asing yang sedang duduk di ruang tamu.
"Oh... Pantas saja kau mengusirku kemarin dengan kasar! Demi pria ini rupanya ya?!" kata Rinto dengan emosi.
Ghaizka langsung maju selangkah, berdiri tegap menghadang jalan Rinto dan melindungi Arga serta Gelsya di belakangnya.
"Kau kupukul karena kau memang pantas dipukul! Apa pukulanku kemarin kurang keras sehingga otak bodohmu ini belum sadar juga, dan kau berani datang lagi mencari masalah?!" bentak Ghaizka dengan tatapan membunuh.
Terlihat jelas di wajah dan lengan Rinto masih ada bekas biru dan perban akibat di hajar Ghaizka kemarin.
"Aku akan menuntutmu! Kau sudah melukai tubuhku, aku akan..."
Belum selesai kalimat itu terucap dari mulutnya...
BUK!
Satu pukulan telak melayang begitu cepat! Ghaizka tidak memberinya kesempatan bicara. Pukulan itu mendarat tepat di rahang Rinto dengan kekuatan penuh.
"BRUKK!!"
Tubuh Rinto langsung jatuh tersungkur di lantai dengan keras.
Rinto merasakan kepalanya pening luar biasa. Ia menyeka sudut bibirnya dan melihat darah segar menetes di jari-jarinya. Ia mendongak menatap Ghaizka dengan mata membelalak penuh kebencian.
"Kau... Kau berani melakukan ini cuma demi melindungi pria selingkuhmu itu..."
BUK!
Belum habis kalimatnya, Ghaizka kembali melayangkan tendangan keras tepat ke hidung Rinto!
"ARRRGGHHHH!!" rintih Rinto kesakitan, tubuhnya meringkuk. Darah segar pun mulai mengalir deras dari lubang hidungnya.
Ghaizka berdiri tegak di hadapannya, wajahnya sedingin es tanpa rasa belas kasihan sedikitpun.
"Mau lagi?" tanya Ghaizka pelan namun suaranya sangat menakutkan.
Rinto kesakitan, tapi ia semakin marah.
"Kau... Kalian berdua akan kulaporkan pada polisi! Akan kubuat kau dan selingkuhan murahanmu itu masuk penjara dan menderita selamanya!" teriak Rinto sambil menunjuk-nunjuk wajah Ghaizka dengan tangan gemetar.
Mendengar ancaman itu, Ghaizka malah tersenyum miring. Senyuman yang justru membuat bulu kuduk merinding.
Ia perlahan mulai melangkah mendekat ke arah Rinto yang sedang terduduk lemas.
"Oh? Kau mau lapor polisi?" kata Ghaizka dengan nada mengejek.
"Rugi besar dong kalau aku cuma memukul wajahmu sampai begini. Kalau begitu... biar sepadan dengan ancamanmu, aku akan memukulmu sampai tulang-tulangmu remuk dan hancur jadi bubur! Supaya kau benar-benar butuh rumah sakit!"
Langkah Ghaizka semakin dekat, dan aura pembunuhnya.
Tanpa ragu sedikitpun, tangan Ghaizka mencengkam kerah baju Rinto dengan sangat kencang.
"Ghlak...!!"
Rinto tercekik, wajahnya memerah padam. Ia panik setengah mati. Ia mencoba melawan, mencoba mendorong tubuh Ghaizka, tapi tangannya justru gemetar.
BUK!
Satu pukulan telak mendarat tepat di pipi Rinto dengan kekuatan yang menghancurkan.
"AKHH!!"
Pukulan itu begitu keras hingga terdengar suara tulang bergesekan. Rahang Rinto terasa bergeser dari tempatnya, matanya berputar dan pandangannya menjadi gelap sejenak.
Ghaizka sama sekali tidak mau mengampuni. Dengan satu tarikan kuat, ia melemparkan tubuh Rinto ke lantai dengan kasar.
"BRUKKK!!"
Tubuh pria itu terpental dan menghantam lantai dengan keras.
"AKHHHHHHHH!!" rintih Rinto merasakan sakit luar biasa, tubuhnya meringkuk kesakitan.
Namun, Ghaizka belum selesai. Ia melangkah mendekat, lalu mengangkat kakinya yang tinggi.
DUSH!
Kaki itu mendarat dengan berat tepat di atas tangan Rinto yang sedang menahan tubuhnya.
"KRAAAK!!"
Suara patahan tulang yang mengerikan terdengar jelas di telinga Gelsya dan Arga. Suara itu dingin dan mematikan.
"AAAAAAAAAAAAAA!!!!"
Rinto menjerit sekuat tenaga, suaranya pecah menahan sakit yang luar biasa.
Tangannya terlihat bengkok. Ia mengguling-gulingkan tubuhnya di lantai, menangis dan meronta kesakitan.
Ghaizka berdiri tegak di atasnya dengan tatapan mata yang sedingin es dan tanpa belas kasihan.
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...