NovelToon NovelToon
Ranting Kaku Yang Di Peluk Badai

Ranting Kaku Yang Di Peluk Badai

Status: sedang berlangsung
Genre:Kaya Raya / Romantis / Perjodohan
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Violet Aolani, mahasiswi tengil yang tak kenal kata mundur, nekat mengejar Arden Elio Bayu, CEO kaku yang hidupnya sedingin es. Di mata Arden, Violet hanyalah anak kecil yang mengganggu; namun bagi Violet, Arden adalah takhta yang harus ia taklukkan. Ini adalah kisah tentang "badai" muda yang meruntuhkan tembok beku sang penguasa korporat dengan keberanian yang nyaris lancang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Virus "cegil" di lingkaran elit

Setelah badai Olivia berlalu, Arden memutuskan untuk memperkenalkan Violet secara lebih santai kepada lingkaran pertemanan dekatnya—para "Alumni London" yang kini sudah menjadi pengusaha sukses. Mereka mengadakan acara makan malam privat di sebuah rooftop eksklusif.

Violet datang membawa "pasukan" lengkapnya: Evara, Avyanna, dan Lavanya.

"Ingat ya, jangan bikin malu. Tapi kalau ada yang jomblo dan ganteng, sikat!" bisik Evara sebelum mereka masuk.

Pertemuan Dua Dunia

Di dalam ruangan, Arden sudah menunggu bersama sahabat-sahabatnya. Ada Danantya yang selalu setia, lalu ada Marco yang datang bersama istrinya yang sangat anggun, dan Kenzo yang membawa pacarnya, seorang model papan atas.

"Den, akhirnya ya... dari Kulkas London berubah jadi Bucin Jakarta," goda Marco sambil menyalami Arden.

Violet langsung berbaur. Kehadirannya yang ceria dan blak-blakan ternyata memberi warna baru bagi para istri dan pacar teman Arden yang biasanya sangat jaim (jaga imej).

"Kak, kalau suaminya telat pulang, jangan diomelin. Kirimin aja foto kita lagi belanja pakai kartu kredit dia, pasti langsung jemput!" celetuk Violet yang membuat istri Marco tertawa terpingkal-pingkal.

Penularan Strategi

Di sudut ruangan, Danantya—satu-satunya yang masih jomblo di antara mereka—sedang duduk tenang sambil meminum wiskinya. Ia adalah tipe pria yang mirip Arden: tenang, observatif, dan sangat sulit didekati.

Evara menatap Danantya dengan mata yang berapi-api. Ia menyenggol lengan Violet. "Vi, itu si Danantya... tipenya kayak Arden banget ya? Kayaknya dia butuh sedikit sentuhan 'keajaiban' dari gue."

Violet menyeringai. "Gue kasih tips: Danantya itu suka wanita yang unpredictable. Jangan kasih dia napas buat mikir."

Tanpa membuang waktu, Evara langsung mempraktikkan gaya "Cegil" ala Violet. Ia menghampiri Danantya, namun bukannya menyapa dengan sopan, ia justru mengambil gelas Danantya dan mencicipinya sedikit.

"Minuman ini terlalu pahit buat muka kamu yang udah ditekuk terus, Kak Danan," ucap Evara tanpa dosa, lalu duduk di samping Danantya tanpa diundang.

Danantya tersentak, menaikkan alisnya. "Maaf, kamu temannya Violet ya? Cara masuknya... sangat familiar."

"Gue Evara. Calon masa depan lo yang bakal bikin hidup lo nggak sesunyi kuburan ini," balas Evara sambil mengedipkan sebelah mata, persis seperti yang sering dilakukan Violet pada Arden.

Arden yang melihat itu dari jauh hanya bisa menggelengkan kepala sambil memijat pelipisnya. "Violet, lihat apa yang kamu lakukan pada teman-temanku. Kamu menyebarkan virus berbahaya."

Violet tertawa riang sambil merangkul lengan Arden. "Bagus kan, Tuan Bos? Biar Kak Danan nggak jadi bayangan Tuan terus. Dia juga butuh hiburan di hidupnya yang kaku itu."

Sisi Protektif Arden yang Melembut

Meski teman-temannya sedang sibuk dengan urusan masing-masing, perhatian Arden tidak pernah lepas dari Violet. Saat ia melihat Violet sedikit menggigil karena angin malam di rooftop, tanpa disuruh, Arden melepas jasnya dan menyampirkannya ke bahu Violet.

"Dingin. Jangan sok kuat," ucap Arden pelan, sambil merapikan kerah jas yang menutupi leher Violet.

"Tuan Bos sekarang sudah pintar ya, nggak perlu dikodein lagi," goda Violet, menyandarkan kepalanya di bahu Arden.

Arden mengecup kening Violet di depan teman-temannya, sebuah tindakan yang sangat berani bagi seorang pria sekaku dia. "Aku sedang belajar, Violet. Belajar bagaimana menjaga matahari kecilku agar tidak meredup."

Ancaman di Balik Pesta

Di tengah kemesraan itu, Danantya tiba-tiba mendekati Arden dengan wajah serius setelah ia berhasil "meloloskan diri" sebentar dari kejaran Evara.

"Den, maaf mengganggu. Ada info dari tim lapangan. Arjuna tidak benar-benar pergi ke luar negeri. Dia bersembunyi di suatu tempat dan dibantu oleh seseorang yang tidak menyukai keluarga Aolani. Kita harus memperketat pengamanan di hari pertunangan lusa," bisik Danantya.

Arden terdiam, matanya menajam. Ia menatap Violet yang sedang tertawa bersama istri Marco. "Pastikan semua tamu punya kode akses. Aku tidak akan membiarkan siapa pun merusak hari itu."

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!